Rakyat Filipina, hari ini merayakan kemenangan tipis petinju kebanggan mereka, Manny Pacquiao, atas Juan Manuel Marquez, sekaligus merebut gelar kelas bulu super WBC di Mandalay Bay Resorts and Casino, Las Vegas, AS. Pertandingan Sabtu malam atau Minggu siang di Indonesia dan Filipina, itu bertepatan dengan perayaan hari Minggu Palma, hari penuh suka cita yang memperingati Yesus Kristus yang diarak masuk ke kota Yerusalem pada masa itu, sungguh merupakan kebanggan dan kebahagiaan rakyat Filipina yang mayoritas beragama Katolik.
Dalam pertandingan yang cukup seru dan menegangkan, pertandingan Manny Pacquiao vs Juan manuel Marquez 2 sebetulnya berlangsung sangat imbang, di mana Pacquiao memperoleh angka di ronde-ronde awal dan akhir pertadningan, sedangkan Marquez memperoleh skor para juri di ronde-ronde pertengahan dan ronde 12.
Pada pertandingan kali ini, Marquez rupanya sudah beajar dari pertandingan pertama mereka 3 tahun lalu, serta kekalahan tragis rekan senegaranya, Erik Morales, sehingga marquez tidak gegabah barter pukulan melawan Pacquiao. Marquez tampil sabar, dan bermain sesuai pakemnya, yakni seorang counter puncher, di mana dia menunggu Pacquiao memukul, baru dia melepaskan pukulan balasan.
Demikian juga Pacquiao, sejak ronde pertama dia tidak ‘ngebut’ untuk menjatuhkan lawan, namun dia cukup sabar dalam melakukan pukulan, tidak semberono seperti yang sudah-sudah. Namun sekali lawan lengah atau masuk dalam pancingannya untuk bertukar pukulan, hasilnya jangan ditanya. Pada ronde ketiga, Marquez coba membalas pukulan Pacquiao, tapi pukulan satu dua pacquiao mendarat tepat di rahang Marquez yang harus menerima keadaan, bahwa dirinya untuk keempat kalinya, tiga kali di antaranya terjadi pada pertandingan pertama kedua petinju. Beruntung Marquez bermental baja, dan dia sanggup meneruskan pertandingan. Pacquiao coba ‘menghabisi’ Marquez di ronde ini, namun beruntung Marquez karena lonceng tanda babak ketiga usai berdentang.
Ronde keempat, giliran Marquez di atas angin, Pacquiao sempat goyah d ronde ini. Demikian juga ronde lima, Marquez menguasai ronde tujuh dan delapan, pukulan-pukulan counter bersih dari Marquez banyak menghasilkan skor. Kondisi pacquiao sempat mengkhawatirkan akibat darah mengucur di aerah kelopak matanya. Namun sang legenda Filipina tersebut bangkit lagi pada ronde 9, 10 dan 11, setelah cutmannya berhasil mengatasi luka di kelopak mata Pacquiao. Bahkan di ronde 11, Pacquiao sekali lagi berhasil menggoyahkan Marquez. Marquez meningkatkan serangan pada ronde 12, naum nilainya tidak cukup untuk membuat pertandingan seri, sehingga dia harus menerima kekalahan dengan angka tipis. Skor adalah 115-112 (hakim Jerry Roth), 114-113 (Tom miller) Pacquiao, 115-112 Marquez (Duane Ford).
Dengan demikian, selain mencetak rekor kemenangan 46-3-2 (35KO), Pacquiao juga mempertahankan retusainya sebagai “the Mexican Killer”, karena dia adalah petinju Meksiko ke 8 yang ditundukkan oleh Pacquiao sepanjang karir profesionalnya. Tiga nama besar lain dari meksiko yang pernah ditumbangkan Pacquiao adalah Erik Morales, Marco Antonio Barrera dan Oscar Larios.
Rakyat Filipina kini sedang tenggelam dalam pesta pora kemenangan Pacquiao, dan sejenak melupakan kekisruhan politik yang telah mendera negeri republik itu. Dilaporkan, pihak militer telah melakukan gencatan senjata terhadap pembangkang selama pertandingan, dan Presiden Gloria Macapagal Arroyo yang tengah dituntut mundur oleh lawa-lawan politiknya, dilaporkan menyaksikan perjuangan Pacquiao dari layar televisi istana bersama para koleganya. Bahkan Arroyo sempat memberikan selamat kepada sang pahlawan melalui juru bicara kepreseidenan.
Sunday, March 16, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment