Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Sunday, June 27, 2010

JC Chavez Jr.: The Legend Continuous

Tundukkan John Duddy

Jika ingin bukti bahwa tinju di AS adalah hasil pabrikan, kiprah JC Chavez jr. adalah salah satunya. Sejak dari awal, dia dicetak dan dikemas sedemikian rupa. Lihat saja dari gaya bertinju yang bergaya slugger dan terus memukul, juga rekornya yang termasuk golongan "tidak masuk akal", 41 bertanding dalam usia 23 tahun, dalam rangka mengejar ambisi menyamai atau melebihi rekor sang ayah. Dalam usia 23 tahun, Junior kini menyandang gelar juara dunianya yang pertama, setelah menundukkan John Duddy dalam perebutan gelar kelas menengah WBC silver (setara dengan gelar interim).

Hanya satu yang tak dapat disamai dalam proses fabrikasi Junior: postur tubuh. Junior bertubuh tinggi semampai, sedang Senior bertubuh pendek dan kekar. Perbedaan potur ini saya kira, cepat atau lambat, menggagalkan misi melanjutkan rekor gila sayang ayah. Sebagai petinju slugger, dengan tubuh semampai, Junior lebih mudah menjadi sasaran lawan, dibanding Chavez sr. yang jauh lebih rapat menyembunyikan dagu dan badannya. Menurut saya, akan lebih bai9k bagi Junior untuk melengkapi ilmu tinjunya dengan gaya boxer, sehingga dia sangat berpeluang melanjutkan legenda Thomas Hearns yang piawai bermain sebagai slugger maupun boxer, ketimbang 'dipaksakan' melanjutkan legenda sang ayah.

Pertandingan melawan John Duddy di San Antonio Texas, 6/26, yang disiarkan langsung oleh TVOne Minggu pagi itu memang berlangsung keras sejak awal ronde pertama. Duddy tampil dengan gaya fighter khas Irlandia yang dijawab dengan gaya slugger Chavez. Beberapa kali Duddy berhasil menggoyahkan Junior, namun berkat didikkan sang ayah, Junior berhasil mengatasi semua kesulitan di ring, dan berhasil memenangi pertandingan ini dengan angka mutlak.

9 comments:

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Ya, betul,B.Jeff.. suatu saat misi sang ayah bakal gagal, melihat gaya bertarung JC,Jr yg hampir tanpa pertahanan & selalu terpancing dgn jual beli pukulan, meskipun barter pukulan itu insting alami yg dia miliki, namun menurut sy suatu saat JC,Jr akan mengalami kekalahan yg menyakitkan.
Namun JC,Jr memiliki kelebihan berupa mental & semangat juang yg sangat tinggi, hal itu yg akan sedikit menolongnya utk tdk terlalu terpuruk, misal suatu saat dia kalahpun dia tdk akan kalah dr ptnju yg tdk berkualitas, dia hanya akan kalah dr ptnju yg benar2 memiliki teknik tinggi. Semoga saja JC,Jr bs memperbaiki kekurangan2nya & melengkapi tekniknya dgn gaya boxer agar hal yg sy sebutkan td tdk terjadi. :)

Anonymous said...

Chaves Jr.cukup beruntung bisa merebut sabuk WBC hanya melawan petinju sekelas Duddy yg sama sekali tidak istimewa dan kurang memiliki prospek utk menjadi juara, andai saja dia menghadapi petinju2 macam Cotto,Martinez atau Sturm,dijamin utk saat ini Chavez Jr bakal menoreh kekalahan.
YG menarik sekarang ini justru siapa lawan berikutnya??? apakah menghadapi petinju2 besar atau Chavez tetap memilih2 lawan??? saya pikir utk saat ini msh opsi kedua yg dipilih olehnya....................

Anonymous said...

Oh ya,dipartai tambahan kemarin sepertinya Barerra sdh tdk ada harapan lagi utk bisa bersaing di kelas ringan kecepatanya sdh benar2 hilang,paling nama besarnya saja yg bisa menambah animo penonton itupun jika pertarunganya terjadi di meksiko atau texas saja....Adios Amigo Barerra.....

JP Chavez Sr. said...

Saya juga ngeri kalau mainnya model seruduk terus. Bisa KO dia... kalau bapaknya tubuh pendek, maju merapat susah dipukul. kalau ini tinggi, dagunya rentan kena pukulan... sekuat-kuatnya dagu Junior, mungkin saja belum ada yang mampu mengenai dengan telak.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahaha.. Ada JP Chavez,Sr rupanya..
Tp utk berikutnya JC,Jr pastinya akan dihadapkan ptnju2 papan bawah lg sampai ayahnya merasa bahwa JC sdh pantas bersaing ke papan atas..
Saat ini JC tdk akan terburu2, usianya jg msh 23, jalan JC msh panjang, tekniknyapun jg secara bertahap akan menjadi lbh baik krn dia sdh dipegang Freddie Roach, setau sy Freddie mencetak ptnju selalu tdk instan, jangkanya memang cukup panjang namun hasilnya pasti. :)

strezz boy said...

Terus terang aj sy tdk suka dgn gaya main Chavez Jr. kaku bgt, asl seruduk.
selain itu sy jg tdk suka dgn petinju yg "terlalu dicetak" seperti Chavez Jr dan Amir Kahn. selalu plh2 lawan, kualitas merek blm terbukti meskipun rekornya mentereng.
"dicetak emg perlu tp jgn lama2. Liat aj Pacquiao. Stw sy dy tdk terlalu "dicetak sprt Chavez jr tp hslx sgt memuaskan.
Pd usia 20 thn (thn 1998) pac sudah bertarung dlm kejuaraan dunia melawan Catchai Sasakul (THA) di tahiland pula, to hslx Pac mng KO

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Haha.. Kok bnyk yg ga suka ya? Sy pribadi kl dari segi teknik memang JC,Jr msh bnyk kekurangan, namun yg membuat sy suka dgn JC,Jr adlh mentalnya & semangat juangnya yg sangat tinggi, khas ptnju Mexico, sepertinya JC,Jr memang benar2 mencintai olahraga tinju, dia benar2 menikmati pertarungan, sepertinya saat menyerang maupun saat terdesak JC,Jr tetap berusaha tenang & tdk merasa frustasi sm sekali. Hal ini yg akan membuatnya cukup lama bertahan di dunia tinju.
Bgmn,Strezz Boy? :D

JP Chavez Sr. said...

Siapa bilang gak suka JC Chavez? Suka, tapi kasih saran, mbok jangan terlalu dipaksain main mirip bapaknya. Ngeri. Yah sekarang baru lawan petinju2 kelas B ke bawah. nanti kalau sudah ketemu yang top-top, duel begitu bisa ambruk dia, karena posturnya yang kutilang itu.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Wah.. ini JP Chavez Om-nya JC,Jr ga trima dibilang ga suka.. :D
Mksd sy bukan mengartikan Bung JP ga suka, mksd sy si JC,Jr msh bnyk kekurangan yg membuat bnyk pengamat tinju yg msh meragukan kemampuannya. Tp sy yakin JC,Jr akan semakin baik.. :)

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.