Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Thursday, January 31, 2008

Chris John vs Daud Yordan, Perlukah?

Pasca kemenangan Chris John atas Roinet Caballero, 26 Januari lalu, wacana untuk mempertemukan Chris dengan bintang muda Indonesia Daud Cino Yordan kembali bergulir.

Wacana ini pertama kali dicetuskan oleh promotor Daud, Daniel Bahari, tahun lalu, setelah Chris menang melawan Jose Cheo Rojas. Daniel Bahari bahkan mengumumkan rencananya untuk mempertemukan Daud dengan Rojas sebagai persiapan melawan Chris John. Tapi sampai sekarang, hal itu belum terlaksana, kabarnya kendala sponsor.

Memang, setelah menghembuskan isu Daud melawan Chris John, nama Daud Yordan di pentas tinju nasional sempat menjulang dan sering disebut-sebut sebagai bintang masa depan Indonesia (namun, anehnya, tak kunjung ada sponsor yang bersedia mensponsori anak muda asal Ketapang ini).

Dua hari setelah pertandingan Chris John vs Caballero, Craig Christian, manajer dan pelatih Chris John, via telepon kepada penulis, menyatakan bahwa Chris John vs Caballero tidak akan terjadi tahun ini. Dalam hati, saya mensyukuri hal ini, karena Craig masih berpikir dengan jernih, sehingga pertandingan yang berpotensi merugikan kedua petinju ini tidak terjadi.

Saya menganggap partai Daud vs Chris John tidak perlu terjadi, paling tidak dalam 1-2 tahun ini dengan berbagai pertimbangan:

1. Daud belum masuk dalam 15 penantang WBA kelas bulu, walau dia kini berperingkat 11 WBO.

Ini artinya, jika pertandingan Chris John vs Daud Yordan terlaksana, maka akan merupakan pertandingan tanpa gelar. Bagi Chris John, jika dia kalah jelas akan rugi, karena dia akan kehilangan gelar, dan gelar jadi lowong. Bagi Daud Yordan, kemenangan juga tak akan berarti, karena WBA belum tentu memasukkannya sebagai penantang WBA, selain karir dan masa depannya hancur.

2. Walaupun bakat Daud Yordan disebut-sebut melebihi sang Naga, Chris John, namun secara mental dan pengalaman tingkat dunia, Daud belum ada apa-apanya. Dikhawatirkan jika kalah, mental dia ambruk, dan justru merusak karir dan masa depan Cino.

Craig dan rekan-rekannya dalam Team Chris John, dikenal sangat piawai dalam menekan lawan, seperti memberi bentakan-bentakan saat jumpa pers atau saat timbang badan. Jika Cino tidak siap dalam hal ini, mentalnya bisa down.

3. Daud Yordan sebaiknya menimba pengalaman berjenjang. Bahkan statusnya barulah sebagai juara WBO Youth Aspac. Dia harus membuktikan diri juara WBO Aspac dan mempertahankan gelar beberapa kali, atau paling tidak melawan peringkat 10 besar seperti dulu saat Chris John menapaki karier sebagai juara kelas bulu PABA serta mempertahankan gelarnya beberapa kali sebelum menang melawan Oscar Leon untuk merebut gelar kelas bulu WBA interim di akhir tahun 20o03.

4. Selain itu, partai Chris lawan Daud hanyalah hangat buntuk konsumsi nasional saja, karena nama Daud belum dikenal. Chris John juga hanya akan menjadi bahan olok-olok fans petinju internasional, karena hanya melawan petinju yang kurang dikenal dunia. Chris John perlu lawan yang sudah terkenal seperti Gainer dan Marquez untuk merengkuh impiannya menjadi petinju Indonesia pertama yang berhasil menundukkan gemerlapnya panggung tinju di New York atau Las Vegas!

Kesimpulannya, sebaiknya Daud Yordan dan kubunya bisa menahan diri, demi karir dan masa depan Daud sendiri. Sudah banyak korban petinju Indonesia yang dikarbit dan akhirnya kandas, seperti Yani Hagler Dokolamo, Andrian Kaspari, dll. Namun juga harus diingat, jangan sampai petinju tersebut lapuk karena karirnya stagnan seperti Daudy Bahari, Rachman Kili-kili, dll.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.