Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Google+ Followers

Friday, December 6, 2013

Chris John Kalah TKO 7!

Tragis sekali, Chris John harus mengakui kemenangan Simpiwe Vetyeka dengan TKO di ronde 7. Vetyeka mampu meredam Chris John yang tampil taktis di ronde-ronde awal, namun jab-straight yang efektif mampu dengan perlahan "menghabisi" Chris John yang sudah goyah sejak ronde 5. Kaki CJ begitu gontai, dan jatuh beberapa kali akibat lemahnya kuda-kuda CJ ini. Ronde 6, Simpiwe makin menjadi dan sempat membuat CJ knock down. Kondisi CJ terus memburuk dan akhirnya kubu pelatih CJ memutuskan CJ mundur pada ronde 7.

Sebelumnya, Daud Yordan harus berjuang menghindari serudukan Sipho Taliwe dan akhirnya unggul angka tipis atas lawannya dari Afsel tersebut.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

74 comments:

Anonymous said...

kirain ad unsur politiknya. Rupanya memang kalah profesional ya.

Strezz Boy said...

CJ kalah gara2 tato..????
pensiun aja John. kualitasmu sudah jauh berbeda dgn CJ yg waktu mengalahkan JMM

Strezz Boy said...

CJ kalah gara2 tato..????
pensiun aja John. kualitasmu sudah jauh berbeda dgn CJ yg waktu mengalahkan JMM

Anonymous said...

Huhuhuuhuhuuuu. pecah telorrrrrrrr.. gagal eusebiooooo... ketipuuuu ketipu sama kreg "sabu-sabu kritingan..

Anonymous said...

Saya benar2 gak habis pikir, petinju berpengalaman seperti CJ bisa salah taktik. CJ yg tidak memiliki power, staminanya sudah menurun, tapi bermain fighter. Kalau lawannya seperti saus cendol, medrov, roinet, dan sayur lainnya sih gpp. Tapi lawan seperti vetyeka seharusnya bermain counter puncher seperti melawan Juarez. Hadohhh kehabisan kata2 alias KUCIWAAAA

Anonymous said...

Good bye indonesian legend ! Welcome indonesian ''younger'' thunder ..!!!

Wong said...

Wah, Chris John main fighter sih.. Cj dpt pelajaran mahal.. Kelihatan cj kurang sabar akhir-akhir ini.. Dalam bbrp pertandingan terakhir Cj tampak sering emosi ketika terpukul lawannya. Mudah-mudahan cepat bangkit lagi ya Chris.

Anonymous said...

Waktu lawan chorlantan priyo2 mainnya bagus sekali, pukulannya cepet banget, skrg bisa turun drastis banget

Anonymous said...

DY juga kontroversi tuh..
Banyak pukulan bersih Sipho yg mendarat telak. DY sepertinya stagnan, ga ada perkembangan.

JP said...

Waktu kecil, saya sempat tercekat jagoan saya liem swie king kalah dari prakash padukone; sekarang terulang lagi...

Anonymous said...

Meski chonlatarn kelasnya masih dibawah vetyeka, tapi memang keliatannya CJ persiapannya kurang maksimal. Buktinya publikasi saja hanya tinggal 1 bulan mau tanding. Waktu lawan Chonlatarn CJ sangat rapi dan pintar mengatur rytme.

Anonymous said...

Faktor usia yang tak bisa dikalahkan !!

Anonymous said...

Seharusnya CJ belajar dari Bernard Hopkins, meski sudah uzur dan stamina tdk sama lagi, tapi bisa bermain taktis. Petinju dgn power dan stamina seperti CJ jgn lagi berupaya untuk bermain impresif, cukup bermain aman untuk meraih kemenangan. Seandainya CJ bermain counter puncher mungkin ceritanya akan lain.

Jamprak Benitol said...

Tetep smangat crish , bagaimanapun kau tetep idolaku . Smoga di pertandingan berikut2x kau tampil maksimal.
#TARUNA#

Anonymous said...

Masih masuk HoF gak yah :(

Wong said...

Sedih dan kuciwa... Mungkin malam ini ga bisa tidur nyenyak.. Mau nangis rasanya. .masih belum bisa terima, kog Cj bisa Kalah ko? Hiks..

Anonymous said...

saatnya giliran defry palulu yg menggantikan cj jadi petinju top kelas bulu :D

(asal janagn step up terlalu cepat atau terlalu lama, jangan juga mentap di kelas bulu kalau udah terlalu susah diet kayak daud)

Anonymous said...

AANJRITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT ! Jangan2 ada plester tuh di sarung vetyeka! atau pakai obat kuat. test darah dulu biar RTD jadi No Contest

Anonymous said...

Pelatih Hebat.,, kalah menang sudah biasa.,, tapi pelatihnya luar biasa (y) salut buat pelatihnya.,, CJ
berani mengambil keputusan "STOP"

Excelsior said...

Itulah tinju, cuma punya sedikit pilihan... menang, kalah draw..
Selamat untuk kemenangan Daud Yordan..
Walaupun sedih dengan kekalahan CJ, saya tetap berdoa semoga dia bisa bangkit lagi..

Anonymous said...

Wah ngapain salut dengan pelatih CJ? Lha secara kasat mata saja di TV sudah jelas CJ sempoyongan parah, mana mungkin dibiarkan terus tanding. Mau jadi tubagus sakti???

Coba buka boxrec. selama 10 tahun melatih CJ siapa petinju lain yang dilatih Krek Kritingan???? Kalau dia pelatih yang hebat, maka sudah banyak petinju berbakat/ juara yg dilatih.

CJ ini hanya digunakan buat promo Gym nya Harry gyms. Craig itu basicnya bukan pelatih tinju tapi nutrisi diGym. Kelebihan Craig hanya bisa main mata dengan WBA.

Anonymous said...

aduuuh cj salah taktik, kurang sabar ya kaleee...

Anonymous said...

Apa itu emng chris john???beda jauh dengan the dragon slama ini???

Anonymous said...

Cj keberatan tato, sok ditato2 sih. Pelatihnya juga payah, masa ga bisa liat ada yg ga beres dg gaya bermain cj, sejak ronde 4 saya aja udah bisa liat cj mainnya jelek banget, jab dan strit andalan cj ga dikeluarin malah mau pake hook terus. Harusnya instruksiin cj agar jangan buang2 t3naga maksain hook kosong tts

jon said...

rasanya Vetyeka memang sudah terlihat ketajamannya sejak promo tekadnya kuat terpancar dari kata-katanya waktu itu....namun kali ini, terasa ketajamannya memang melebihi kala lawan DY, motivasinya juga agaknya lebih besar, sudah cukup membaca kelemahan CJ rupanya.....pelatih CJ bertindak tepat, walau rekor petinju ternoda apalah arti ketimbang keselamatan...hope there's still heaven for the beaten champ tonight....

laemon said...

Menurut rekan2 boxing indonesia setelah kalah apakah peluang cj untuk bertemu dengan jagoan2 kelas bulu dunia sekarang menjadi lebih terbuka atau tertutup?

johnalvin said...

20 thn lg pun ga ada yg bs menyamai prestasi CJ, biar gmn pun indonesia bangga dgn prestasimu!

Anonymous said...

THE MAN WITH TATOO DRAGON..

MAHKOTA DRAGONNN SIALLL

Anonymous said...

Prestasi itu dilihat dari mana? Ada yang awet lawan ayam sayur. Ada yang kalah mungkin 5 x tapi bisa juara dibeberapa badan tinju atau kelas.

Kalau prestasi 18 x mempertahankan gelar di kelas yang sama, jgn kan 20 thn lagi, 50 tahun lagi juga belum tentu ada yg bisa melampaui.

Muhammad Rachman, dari segi juara dunia badan tinju berbeda maka Rachman unggul diatas CJ.

Mudah2an kekalahan CJ justru membuka peluang CJ tidak ragu lagi bertanding melawan petinju2 besar lainnya. Tapi kalau bisa CJ rematch dulu dgn Vetyeka. Main aman sbgai counter boxer. Tapi sblm lawan vetyeka coba dulu tune up lawan Frans Yarangga. Supaya CJ bisa ngerasain menang KO dulu utk kepercayaan diri. Setelah menang lawan Vetyeka baru tanding dgn petinju papan atas.

ghoezt setiawan said...

Sy tunggu rematch CJ vs vetyeka, sy percaya CJ kembali jaya

duy said...

Semoga kawan2 bisa menerima kekalahan cj yahh..ini udh mmang hrus ky gni..smga bisa jd pelajaran berharga aja buat cj.. Sy yakin klu cj mau maju pasti bs maju gk ada yg gk mungkin.. Niatkan jhoooonnnn you are the best!!!!!

Anonymous said...

Saran, kalau CJ tidak ganti pelatih mending CJ tanding terakhir kali buat perpisahan melawan yang tidak terlalu berat dan kemudian pensiun.

Saya melihat CJ jauh dari kompetitif jika melawan petinju2 sekelas nonito, garcia, gamboa, bahkan sekelas salido. Vetyeka bukan petinju yg spesial tapi bisa mengalahkan KO CJ.

Selama ini talenta CJ dalam usia puncaknya telah disia-siakan dengan melawan petinju2 ayam sayur yang menyebabkan CJ menjadi tidak teruji. Kalau CJ tetap dgn pelatih yg sama, saya rasa CJ tidak akan bisa juara dunia lagi (kecuali rematch v vetyeka). Selain vetyeka, semua juara dunia punya kemampuan yg menurut saya jauh diatas CJ untuk saat ini.

Ganti pelatih atau pensiun. Itu menurut saya

Pak Ogah said...

Untung saya nggak nonton..

Anonymous said...

Sedih banget..... pgn nangis rasanya.... masa sih umur segitu dah mau gantung sarung... please come back the dragon.... aku bilangin mbah maridjan lho biar km dimarahi sm si mbah.....

Anonymous said...

Prihatin...
Sebenernya kmaren daud dan cj kalah..daud dimenangkan sec kontroversial
Daud...ga berkembang..msh susah kalo ktemu lawan yg lincah
Cj...terlalu memaksakan pake hook terus...padahal jab straight andalan cj selama ini ga d pake...speed sama fotwork cj juga menurun..defens juga..gampang bgt d counter sma vetyeka

Anonymous said...

Inilah hasil dari persiapan yg kurang
Cuma 2 bulan coy..!!

Anonymous said...

inilah chrs jon kalo dipaksakan publik utk bermain tdk dgn tehnik chris jon yg asli, skillnya ilang

Ivan Budi Susetyo said...

Cj semangat..

Anonymous said...

CJ harus nya bermain taktis , jgn terlalu memaksakan bermain fighter , apalagi stamina sudah melorot , satu pelajaran yg hrs dibayar mahal, mudah mudahan bisa rematch

Anonymous said...

Siapa sih yang suruh CJ main berangasan Dan emosional seperti ITU ? CJ harusnya bermain seperti melawan marquez

Anonymous said...

CJ harusnya jgn buat tattoo di punggung ,eh Malah jadi kalah, gara gara tatoo

Anonymous said...

Ayo CJ bangkit lagi

Anonymous said...

Sepertinya kemarin lawan vetyeka ITU ada beberapa pukulan vetyeka yang telak mengenai rusuk CJ , sehingga membuat CJ kesakitan , Dan pelindung perutnya dinaikkan menjadi lebih tinggi Dari biasanya, setahun yg lalu aja waktu CJ sparring partner ,dia sempat mengalami cedera tulang rusuk akibat terkena pukulan Dari lawan sparring partner nya sehingga harus berhenti sementara Dari latihan ,kelemahan CJ nggak tahan di pukul di bagian rusuk , kalo DY tahan pukul , cuman stamina DY yang masih kedodoran, semoga CJ cepat pulih Dan bangkit kembali

jefri anto said...

CJ dari awal sudah keliatan kalah sebelum bertanding.laen daripada biasanya.mukanya tegang, tidak ada senyum, pake tato,Tua tidak jadi alasan krn simpiwe juga umurnya kepala 3.intinya persiapan sgt minim.CJ udah jenuh dan malas. Di ring saat tanding.pukulannya lambat,selalu ngeluh ke wasit klu ada headbutt,tidak ada variasi serangan..saya harap CJ lakonin rematch lah baru pensiun terhormat.knr kemampuan CJ jauh lebih baik sebenarnya dibanding simpiwe

Anonymous said...

PR untuk John tinggal satu saja : Persiapkan diri dengan sebaik2nya untuk Rematch dg Vetyeka, menang angka, selanjutnya mundur dengan terhormat.

Harus disadari bahwa Chris John sudah tidak punya kemampuan untuk tampil sebagaimana 2 - 3 tahun yang lalu.

bsw

Pak Ogah said...

Turut berduka cita kepada pendukung setia CJ yg selalu mendukung CJ utk terus melawan ayam sayur..

Aryo Sulkhan said...

Sdh waktunya CJ berbesar hati utk memilih salah satu : pensiun atau tetap bertanding namun kembali bermain taktis seperti CJ yg dahulu. Tdk bisa dipungkiri bahwa kualitas CJ sdh jauh menurun. Tetap kembali bertarung jg tdk apa2, tetap msh ada kesempatan menang melawan ptnju2 level sedang, atau sekalian berniat mencari uang dgn bertanding melawan ptnju2 papan atas dunia, toh rekor sdh tercoreng, jd ada baiknya menerima tantangan atau menantang ptnju2 top dunia dgn tujuan mempertebal pundi2 keuangan CJ. Ada jg pilihan pensiun, tp sy rasa lebih baik jngn pensiun dahulu, perbanyak uang dulu baru pensiun itu lbh rasional, jd ketika benar2 memutuskan pensiun CJ sdh memiliki dana yg mencukupi utk membuat usaha baru & simpanan deposito yg bisa dipergunakan hidup sehari2 setelah pensiun. :)
Tetaplah bertarung,CJ. Nama besarmu msh mampu utk dikembalikan, bahkan mungkin nama besarmu bisa menjadi lbh melegenda ketika km memutuskan melawan ptnju2 papan atas dunia.

Anonymous said...

Moment of truth ini namanya...

jon said...

CJ masih bisa jadi petinju besar, jika mampu bangkit dari kegagalannya....ada banyak petinju demikian, masih ada target yang bisa dikejar, namun sepakat jika lebih baik pekerjaan rumah dibereskan terlebih dahulu terutama menyangkut soal kecepatan dan juga kelincahan yang tidak seperti dulu.....

Anonymous said...

Ganti pelatih atau pensiun! Craig itu backgroundnya bukan pelatih. Tapi konsultan NUTRISI!

Selama ini KREK Kamprot kesannya pelatih hebat karena CJ tidak pernah kalah padahal melawan ayam sayur terus.

Ganti pelatih itu biasa, jangan terlalu dikramatkan. Daud juga gitu2 saja karena pelatihnya payah. Talenta2 petinju jagoan indo semua tidak maksimal karena pelatih dan teamnya payah.

Anonymous said...

Sudah sejak lama CJ tidak bermain seperti gaya naturalnya, counterpuncher boxer, sdh lama dia berubah. Dulu semua petinju papan atas Indonesia takluk dengan taktik dan strategy CJ... Sebut saja Heri Makawimbang, Alm Moh. Alfaridzi, Virgo Warouw, Soleh Sundava, dst...CJ menjadi nomor satu dan terus berjaya melawan petinju2 asia dan juga amerika/mexico seperti Derrick Gainer dan Juan Manuel Marquez. Setelah itu Indonesia berharap CJ bisa go international lebih luas dan bahkan menyaingi Manny Pac dari Philly.. Tetapi kenyataan nya malah terbalik.. Seakan diprotect dan corrupted dieksploitasi melawan petinju2 sayur. Berlangsung bertahun lamanya... Lalu akhirnya main di amerika lawan Juarez petinju tim olimpiade amerika yang selalu gagal meraih gelar juara ...itupun CJ tidak taktis dan hampir terpukul jatuh di ronde terakhir. CJ keluar sebagai pemenang .. Tapi kemudian seperti kapok main di amerika... CJ terus main lawan petinju sayur..dengan gaya fighter yang tanggung. Bukan nya terima tantangan Gamboa malah pilih lawan Daud Jordan.. Sayang sekali Daud harus kalah lagi di usia karir yang muda.. CJ menang lawan DY. Sejak itu masih saja CJ dengan gaya fighter nya melawan ayam sayur. Lambat laun stamina CJ menurun dan tidak mungkin bergaya Fighter terus, dan untuk kembali ke Gaya Counterpuncher perlu pelatih dan training camp yang baik dan yang jeli melihat perkembangan petinjunya. Banyak petinju yang jauh lebih baik dari Vetyeka... Bahkan DY saja bertahan 12 ronde dan banyak menyarangkan pukulan ke kepala dan wajah Vetyeka sampai akhirnya keok di ronde terakhir.


CJ bukan kalah dari Vetyeka... Tetapi CJ kalah karena lari dari kenyataan natural dirinya counterpuncher....

Usia? Marquez 40 , hopkins 48, floyd 36, bahkan vetyeka usia 30an..


Sayang sekali...petinju Indonesia tidak di manage dengan manajemen yang baik... Kecuali cari keuntungan promotional saja.


We love u Chris John.... Cari manajemen dan pelatih baru yang lebih baik.. Main di amerika seperti pacman..

Semoga jaya kembali...

laemon said...

Kenapa ga ada yang jawab pertanyaan saya wkwkwkwkwk. Padahal sebenernya saya ingin mengutarakan pendapat hampir mirip bung AS. Dengan kekalahan ini melahirkan kesempatan lebih baik untuk kembali ke gaya lama yang berhasil dengan juarez, marquez.
Dan juga kemungkinan untuk melawan jago2 kelas bulu jadi lebih terbuka. Karena alasan untuk cj minta bayaran tinggi sudah hampir ga ada.
Dan tentu saja kalau cj bisa bertemu dengan abner mares, dll dan menyekolahkan lawan2nya itu maka saya yakin semua keraguan dan cibiran paper champion akan hilang berganti dengan pernyataan kagum dari fans tinju dunia.
Dan tentu saja semua itu kembali ke cj untuk mewujudkannya.

Cino ada kemajuan di pukulan pendek, uppercut, pukulan ke mid section tapi nilainya masih 10%. Ada 90% lagi yang musti diasah untuk bisa dikategorikan baik.
Strategi pertarungan masih kurang karena membiarkan taliwe menyundul dan mendaratkan pukulan colongan setelah clinch khas bum garcia.
Saya pikir cutman yordan yaitu hyder bisa membantu yordan memiliki teknik yang jauh lebih baik lagi dari sekarang

roedy said...

Pengkritik CJ ataupun penghina CJ, sebaiknya jangan anonimous dan lebih baik kalau berani ke akun fb cj; jadi jangan bersifat surat kaleng saja. Trims

Anonymous said...

Kayaknya ga ada Pengkritik dan gak ada penghina... Ini kan saran buat semua, buat tinju indonesia..bukan cuma buat chris john..

Lebih baik anonymous untuk menghindari persepsi2 yang emosional dan negative.... Sayang banget Indonesia belum bisa terima saran, bawaannya kayak dikritik aja duluan...

Trims..
Majulah Indonesia

Aryo Sulkhan said...

Sy setuju dgn Bung Laemon, kali ini sy akan menanggapi soal Daud Yordan. DY sy lihat sdh cukup memperlihatkan perkembangan (meskipun blm sempurna). Meski DY masih terlalu memaksakan mengurung lawan & sedikit terlalu pede dgn pukulan kerasnya, tp ada peningkatan pd pola menekannya malam itu, DY sdh tdk terlalu mengejar lawan di jarak pukulnya serta tdk lagi menabrak pukulan lawan utk memaksakan agar selalu dlm jarak pukulnya, beberapa kali badan DY bergerak ke belakang saat lawan melakukan pukulan. Tp itu belum cukup, footwork DY msh terlihat statis, seharusnya selain badan ke belakang, kaki pun hrs ikut bergerak 1 step mundur utk kemudian langsung kembali ke posisi semula & segera melakukan serangan balik, itu akan lbh efektif. Sy yakin DY paham dgn apa yg sy maksudkan ini. Tdk usah terburu nafsu utk memukul KO, biarkan saja mengalir & nikmati pertarungan, bila memang pada saatnya pukulan itu mengena dgn telak pasti siapapun akan terkapar jg. Bila sampai akhir pertarungan tetap tdk terjadi kemenangan KO ya sudah tdk apa, yg penting sepanjang pertarungan 12 ronde semua ronde dimenangkan oleh DY. :)

Congratz,Daud Cino Yordan! Sy yakin pada pertarungan2 DY berikutnya akan semakin terlihat perkembangan yg signifikan, & akan menjadi raja baru di Indonesia setelah CJ.

Anonymous said...

Iya, semoga Cj dan dy banyak belajar dari pengalamannya.

Abu Muhammad said...

Saya sh ga smpt nonton pertarungan nya karena udh cape kerja seharian. Tapi dari semua comment yg ada, menunjukan perhatian yg besar publik tinju indonesia terhadap chrisjon, meskipun jauh dari ekspektasi yg di harapkan. Saya sedih tapi tdk kaget apalagi kecewa. Saya sdah memprediksi sejak 2 thn lalu cj tdk akan mampu tampil sebaik saat mengalahkan juares & jmm. Faktor teknis & nonteknis banyak mempengaruhi penampilan nya diatas ring. Apa yg dialami cj persis seperti oscar delahoya di penghujung karir nya..

jon said...

sekalipun beranjak dari kelas yang lebih bawah sebelumnya, namun DY nampak seperti lebih fokus pada pembenahan soal power sementara perihal kecepatan yang bisa menjadi keuntungan baginya seolah seperti tidak dimaksimalkan pula...padahal seorang Roy Jones jr bisa menjadi juara kelas berat juga lantaran bisa memaksimalkan kecepatan hasil binaan di kelas awal, demikian juga Evander Holyfield yang bisa mengatasi power maksimal daripada seorang Mike Tyson...hal yang lain, seperti ada semacam kebingungan atau kebuntuan, bahkan monotonitas dan juga kekakuan tercermin tatkala lawan ternyata tidak memaksakan full infight sejak awal, sementara dari lawan sendiri hal yang mungkin bisa dicontoh/dipelajari adalah soal body moving yang lebih baik serta jika memang ingin fokus soal power maka postur natural muscle dari Taliwe dirasa juga bisa layak diupayakan...

Abu Muhammad said...

Saya sudah menonton pertarungan cj sejak awal karirnya. Sejak cj merebut glar juara kti dari mendiang alfaridzi. Sejak mengalahkan alfaridzi penampilan cj trus meningkat &encapai puncak nya saat mengalahkan juarez 4 thn silam. Cj tampil sangat taktis & memiliki footwork yg baik dlm mengatisipasi serangan lawan. Berbeda skli dngan cj yg skrng. Hampir semua kmpuan tekhnis nya tdk terlihat, ditambah stamina yg buruk& gaya main yg tdk jelas. Membuat penampilan cj jauh menurun. Penampilan trakhir cj yg cukup mengesankan adlh saat melawan chonlatarn. Slbhnya sangat jauh dari cj yg tangguh di masa jayanya..

jon said...

mengenai CJ sendiri, seperti berlaku bahwa yang namanya mempertahankan itu memang jauh lebih susah ketimbang kala merebut, apalagi selama bertahun lamanya, sementara orang mungkin menganggap "kelamaan"...jika menengok Oscar the Golden Boy, juga dirasa perbedaan cukup signifikan ketika di awal dan di akhir, masih ingat dahulu nonton siaran langsung TV ketika merebut gelar WBO kelas bulu super dari Giorgio Campanella, begitu rapi dan disiplin serta berhati-hati baik menyerang ataupun bertahan dengan double cover yang begitu rapat...sementara tanda kejatuhan Oscar sendiri oleh banyak orang dirasa sudah nampak terutama kala meraih juara kelas menengah WBO melawan Felix Sturm dengan kemenangan angka kontroversial, Oscar sudah seperti kehilangan ketajaman dan juga bermain terlalu terbuka...Oscar mengalahkan begitu banyak para juara/mantan juara sebelumnya, terhitung belasan dan mungkin terbanyak sepanjang sejarah tinju, namun ia seperti tidak tahu kapan harus berhenti, dan seperti terbawa arus "hukum keserakahan bisnis" yang kemudian berujung pada kekalahan KO mengenaskan baik sebelumnya dari jago tua macam Bernard Hopkins ataupun dari seorang Manny Pacquiao yang berasal dari beberapa kelas di bawahnya....CJ fights like a man, semua orang bisa melihat, namun agaknya faktor usia dan kelelahan menyandang beban juga nampak pada dirinya, selain daripada perihal strategi dan gaya bertarung yang dianggap kurang/tidak sesuai ataupun meleset cukup jauh daripada akar yang dimilikinya sejak awal...

Anonymous said...

Ayo CJ bangkit lagi Dan rematch dgn vetyeka , stlh menang tantang juara dunia Dari badan tinju IBF atau WBO, seandainya kalah Dari juara IBF atau WBO TDK APA yg penting kalah terhormat , Kalau bisa menang yah ITU lebih bagus lagi, tak usah galau meskipun kalah Dari vetyeka , seorang petinju yang ternama aja pernah mengalami kekalahan seperti pacquiao , tetapi kekalahan ITU dijadikan cambuk untuk interopeksi diri , Dan bangkit lagi seperti si pacman habis kalah Dari Marquez, dia bisa menang lawan rios

Anonymous said...

buat daud, cuma kurang satu, side steppingnya dong... jangan maju lurus terus, tiru pacquiao. udh maju lurus terus, nafsu tapi head movement kurang bagus. ketemu yg tipe vetyeka, rigondeux senjatanya jab2 maut pasti kalah..

Roedy said...

Setuju buat atas beta. Daud jangan cuma maju doang. Gerak kanan kiri dan kepala digoyang buat kelabui gerakan kepada lawan.

Buat CJ, tidak usah rematch lawan vetyeka. Coba tantang juara WBA uchiyama.

Anonymous said...

CJ aslinya petinju boxer murni , jangan di paksakan bermain fighter , pelatihnya dasar PA ,nggak bisa lihat keterbatasan CJ Dan maksain CJ main fighter

Anonymous said...

Pelatihnya yg pernah ditangkap diperth bawa pistol dan methyl amphetamine. Dibali juga sempat ditahan diduga bawa sabu-sabu..
CJ harus lawan petinju abal2 terus demi kepntingan promotional harry's gym milik sipelatih. cepat atau lambat stock abal2 habis juga. krna kebiasaan lawan petinju abal2 dgn strategy fighter, pas lawan simpanse langsung kalah TKO

Anonymous said...

CJ boxer counter puncher v Level Marquez = Menang

Level Marquez = Gamboa, Garcia, Nonito


CJ Figher v level Vetyeka = Kalah RSC


Jadi masih bisa gak main counter puncher nih CJ? Atau jangan2 sdh ga bagus lagi. Yah pensiun aja deh

laemon said...

saya sangat setuju dengan side steping, cuma side steping adalah teknik yang terlihat mudah tapi sulit penerapannya dengan sempurna pada pertandingan dan juga sulit dilatih.
hanya sedikit yang bisa menerapkannya dengan baik.
side steping sangat bagus untuk defense maupun offense

rasamanudin sudah 3 kali bertanding di bawah dragon fire, dengan kekalahan cj apakah rasmanudin harus tetap sepaket dengan cj ataupun cino.
sebagai bukan juara dunia, rasamnudin harus bertanding setidaknya 5 kali dalam 1 tahun

Anonymous said...

Selama ini CJ terbuai dengan status juara tak terkalahkan. Terbuai dengan kemenangan lawan petinju2 mediocre. Terbuai dengan sanjungan fans yang sebenarnya fans gadungan. Terbuai dapat penghargaan dari presiden yg gak ngerti tinju. Terbuai dgn jaminan dari WBA tidak ada mandatory/ fight dgn juara reguler. Ketika CJ kalah, yang paling sesak n gakj bisa tidur malah fans2 yg gemar mengkritik CJ krna mereka sbnrnya fans CJ sesungguhnya.

Sekarang CJ bingung, mau terus maju tapi sangat berat untuk bisa juara lagi, apalagi dikelas bulu.

Kalau saran saya, CJ jangan dulu pensiun, ambil 2 x pertandingan tune up untuk mengembalikan kepercayaan diri dan skill boxer counter puncher CJ dan naik bertanding dikelas DY (lightweight).

Kalau CJ sdh naik kelas dan bertanding dgn basic dasarnya, saya rasa CJ masih bisa bersaing. Tentunya dgn syarat tadi yaitu style back to basic dan naik kelas signifikan dgn stamina CJ menjadi lebih baik.

Mudah2an pilihan CJ adalah yg terbaik. Sekalipun itu pensiun.


Anonymous said...

Setuju sama yang diatas. Pertandingan tune up dulu baru lihat apakah pensiun atau tidak.

Aryo Sulkhan said...

Sangat sangat setuju!

Anonymous said...

pada saat tinggi memuji - muji ketika jatuh dicerca. munafik sekali orang - orang yang berbuat demikian. lihat google dan cari mengenai berapa kali dan berapa lama CJ dapat mempertahankan gelar juaranya. apakah anda bisa melakukannya seperti seorang CJ? jangan asal bicara karena kekalahannya tapi berbanggalah karena ia mampu mempertahankannya.

Hendrasz said...

CJ memang kalah. Tapi karena sudah kalah, sekarang sudah ga ada ikatan rekor tidak terkalahkan sebagai super champion WBA.
Mungkin ini kesempatan mencoba tantangan baru, mungkin CJ bisa naik ke Super Featherweight, dan mencoba jadi juara di dua divisi. Karena DY walau juara di 2 Divisi, pengakuannya agak kurang karena di badan tinju IBO yg agak kalah mentereng dibanding WBA WBC WBO IBF.

Anonymous said...

Yang diatas ini pasti warga nyasar baru muncul diforum ini.

Anonymous said...

Maksudnya si anonymous diatas bung Hendrasz

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.