Kahn, 21, masih sangat muda dan sangat menjanjikan, kini mengantungi rekor 15-0, 12 KO, akan dijajal sang veteran Gairy St. Clair (32 tahun)yang telah memiliki jam terbang tinggi, dengan rekor bertanding 39-5-2, 17 KO. St. Clair dengan demikian merupakan petinju dengan tingkat dunia pertama yang akan dihadapi Kahn, yang selama ini dikritik terlalu diproteksi oleh promotornya, Frank Warren.
"St. Clair adalah petinju kuat dan berdaya tahan tinggi. Dia akan menjadi petinju terkuat yang saya hadapi sampai saat ini. Ini akan menjadi pertarungan sulit bagiku," aku Kahn kepada BBC. "Tapi saya memiliki kecepatan pukulan dan gerakan yang lincah, yang akan menjadikan pertarungan nanti menjadi sangat menarik" sambungnya.
Di sisi lain, St. Clair berujar, "Seharusnya saya diundang lebih awal untuk menjajal bocah ini. Saya pernah melihatnya bertanding, dan dia masih sangat muda."
Sama-sama dari keluarga imigran Muslim, namun berbeda latar belakang, terutama dalam masalah tinju dengan Nassem Hamed yang berdarah Yaman. Amir Kahn adalah petinju textbook, dengan latar belakang amatir yang sangat kental, karena dia adalah peraih medali perak Olimpiade Athena 2004, di final dia kalah angka atas Mario Kindelan (Kuba), yang meraih emas.
Gaya bertanding Kahn, dengan darah Pakistan dari orangtuanya, sangat impresif, namun berbeda dengan Hamed yang sering tampil dengan gaya yang kocak dan disebut-sebut gayanya bertolak belakang dengan teknik dasar tinju dengan pukulan-pukulan yang nyleneh, Amir Kahn senantiasa tampil serius dan memikat, serangan selalu ditata secara teratur dan diperhitungkan secara matang.
Apakah Kahn mampu menyamai atau melebihi sang idola? Kemenangan lawan Gairy St. Clair adalah salah satu langkah besar untuk mewujudkan hal itu.

No comments:
Post a Comment