Pada akhir 2009 lalu, seorang petinju Muslim di Inggris, Mohammed Pattel, 25, memprotes atas perlakukan yang dirasanya tidak adil karena dia terkena larangan bertinju sehubungan dengan jenggot yang dimilikinya sesuai dengan ajaran agamanya. Asosiasi Tinju Amatir Inggris (ABAE) melarang Pattel bertanding karena sesuai aturan tertulis dalam asosiasi tersebut berbunyi: "Seorang petinju harus bercukur bersih sebelum melakukan timbang badan. Kumis dan jenggot tidak diperkenankan."
Injayat Omarji, juru bicara untuk Dewan Masjid di Boston, ikut bicara, "Jika Asosiasi tidak menerima isu sensitif dalam agama, maka pasti akan ada masalah besar." Sang petinju sendiri, Pattel, terdengar pasrah. "Setelah membaca peraturan dengan seksama, saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya hanya berpikir: 'Apa yang bisa saya lakukan?'" Namun Pattel juga sempat mempertanyakan mengapa kaum Sikh diperbolehkan bertinju.
ABAE sendiri memiliki alibi yang cukup kuat. Juru bicara ABAE berkata, "Ini bukan masalah diskriminasi. Petinju harus memiliki wajah bersih agar bisa dilihat dengan jelas jika terjadi luka di sekitar wajah. Kaum Sikh diperbolehkan bertinju karena setelah mereka memakai jaring di cambang mereka."
Dalam tinju profesional, masalah jenggot ini juga sempat menjadi masalah. Danny Williams, petinju Muslim Inggris, pernah mengancam mundur jika dipaksa mencukur bersih jenggotnya. Namun akhirnya tercapai kesepakatan, Williams hanya merapikan jenggotnya sebelum bertanding. Williams tampil di atas ring dengan jenggot tipis saja.
Terakhir, petinju berdarah Yahudi, Dmitry Salita, juga memelihara jenggot saat bertanding, namun karena pihak Amir Khan tidak berkeberatan, maka Salita tetap diperkenankan bertanding dengan jenggot tipis.
Sumber: The Guardian
Tuesday, February 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

10 comments:
Saya pikir tdk ada hubungan antara tampil tanpa jenggot dng faktor2 diskriminasi apalagi jika sampai menghubunginya dng agama.karena Asosiasi tinju selalu berusaha membuat aturan2 utk mencegah hal2 yg tdk diinginkan termasuk masalah yg dianggap kecil sekalipun........
David Tua pun sempat diprotes keras sama Lewis gara2 rambut landaknya
Hahaha, ptnju kok jenggotnya panjang, salah sndiri. Bnr tuh,Mr.Muscle..dlu David Tua jg diprotes, tp seingat sy kayanya yg protes kubunya Lennox Lewis ya? Takut kl diksh cairan/bahan2 berbahaya di rambutnya. :D
Lagian bung,kalo mau pelihara tuh ya Skill gitu,(bagus2 lg melihara sabuk juara )jangan jenggot,udh gitu pake protes2 segala trus nantinya kalah lg, malu2in saja...........
Bedanya, kalau David Tua itu rambutnya memang bisa merugikan lawan, karena ujungnya bisa nyolok ke mata Lewis. Apalagi dia pendek, Lewis tinggi, ujung rambutnmya bisa pas ke mata Lewis. Belum lagi kalau dikasih minyak-minyak (jadi inget dulu petinju sparring di gym ayah saya, ujung sarung tinjunya dikasih rhemason :).
Kalau kasus Mohamed Pattel ini sedikit beda. Brewoknya bisa menutupin luka. Darah yang kecampur sama brewoknya bisa kesamar. Masuk akal juga sih, Asosiasi tinju melarang.
Yah, hal-hal seperti ini memang perlu diselesaikan secara bijaksana. Menegakkan peratura memang selalu ada dua sisi mata uang.
B.Jeff, emang ayahnya B.Jeff siapa? Kok B.Jeff ga jd ptnju aja? Kan keren.. Butterbean aja menangan. Haha
Ogut kurang nyali boss... bakat lebih dari DY, tapi nyali yang nggak ada. Hehehe. Padalah kalau 25 tahun lalu saya diadu sama Chris John, ya saya pasti menang... (Saya 15 tahun CJ baru 5 tahun. Hehehe). Apalagi kalau cuma lawan DY :)
Ayah saya, sobat pak Sutan, waktu di amatir jadoel.
Wah, wong ayahnya hebat kok anaknya krng nyali, hehehe.
Gini2 sy jg mantan anak asuh P.Sutan Rambing, & prestasi sy mengagumkan, tp berhubung saat itu ptnju2 asuhan beliau sdh pd menjadi juara nasional & terkenal, jd nama sy tenggelam, pdhl kualitas sy hampir mirip2 Sonny Rambing & pukulan sy sekeras pukulan Temuzin Rambing. Haaahahaha. *mimpidisiangbolong.com*
Tp kl soal sy prnh berlatih disana mmg benar, tp sm sekali tdk berprestasi & niatnya hanya ingin melihat secara langsung latihan ptnju2 kaliber Indonesia pd masa itu yg kebetulan ptnju2 asuhan P.Sutan menjadi juara nasional hampir di setiap kelas. Idola sy waktu itu adlh Sonny Rambing, ptnju dgn bakat alam terbaik yg prnh dimiliki bangsa Indonesia. :)
Wah AS itu reputasinya bisa disamakan dengan Oliver McCall. Suka nangis gerung2 kalau naik ring.... hehehe
Wah AS itu reputasinya bisa disamakan dengan Oliver McCall. Suka nangis gerung2 kalau naik ring.... hehehe
kalau saya sih bukan siapa2, tapi kalo cuma CJ sih pasti KO sama saya. (www.cjlagitidurdigebukin.com)
btw, ngakak juga baca postingan bung jeff yang petinju kasih rhemason diujung sarung tinjunya. sbnrnya daripada remashon mending olesin tai kucing. huahahahahaha
Post a Comment