Bagi generasi yang tumbuh di tahun 1980'an pasti selalu ingat dengan petinju penuh aksi asal Puerto Rico ini, Hector "Macho" Camacho. Waktu itu saya selalu menanti kemunculannya di TVRI dalam acara "Arena dan Juara" dengan pembawa acara Abraham Isnan. Saya kira gayanya yang flamboyan dengan ciri khas kliwir rambut di dahinya ini masih belum tertandingi oleh petinju manapun sampai sekarang. Nassem Hamed sedikit banyak mengikuti gaya, penampilan dan pakaian Camacho. Namun Camacho jauh lebih flamboyan menurut saya. Memang, waktu itu nama sang mantan juara dunia kelas bulu super dan ringan WBC dan welter yunior WBO ini tenggelam oleh keperkasaan sang legenda Meksiko Julio Cesar Chavez.
Dalam usia ke-47, nama Camacho ternyata masih 'laku' dijual. Adalah The Anders Vester Promotions yang akan mementaskannya di Denmark, 26 Maret mendatang. Tidak tanggung-tanggung, Camacho akan memperebutkan gelar kelas menengah versi WPBF (cat: mohon jangan tanya saya badan tinju apa pula ini :). Dia akan baku pukul melawan petinju tuan rumah Allan Vester.
Saran dari saya, jika berniat menyaksikan pertandingan ini sebaiknya nikmati saja seperti kalau kita melihat acara-acara nostalgia semacam Tembang Kenangan atau Zona 80 di televisi. Jadi jangan harapkan kualitas Camacho pada masa jayanya dulu.
Wah, saya jadi rindu masa kanak-kanak saya, mendengar teriakan Michael Buffer "Hector Macho Camacho...."
Thursday, February 18, 2010
Hector Camacho Sr. Kembali ke Ring
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

8 comments:
Pak tua naik Ring lg
Nah ini, ini jg bedanya ptnju freestyle yg baik dgn Floyd Mayweather,Jr, Macho hampir sama dgn Floyd, bertarung mengandalkan speed jg, main berlari2, pukulannya hanya cepat & akurat tp tdk terlalu keras, namun bedanya Macho jg siap utk jual beli pukulan, tdk seperti Floyd yg kl bs jgn sampai kena pukulan sama sekali.
Macho adlh petarung yg tangguh, Oscar & Trinidad saja tdk mampu menjatuhkannya, memang Macho kerepotan namun kedua superstar tinju tsb tdk bs memukul KO Hector Macho Camacho. :)
sayang Camacho jr. tidak bisa menandingi bapaknya; baik dari segi tampang, penampilan, apalagi skill bertinju dan prestasinya...
Untuk jadi bapak, Macho harus belajar sama Chavez sr.
Mantab.. emang di siarin??
Jadi ingat sama gayanya kalau naik ring.. banyak accesoriesnya hehe..
Petinju yg berusia 35 thn keatas memang lbh baik pensiun saja,dari speed,power & stamina sudah habis,pukulanya pun seperti menempel saja,bahkan terlihat spt gerakan lambat,apalagi jika kita mengharapkan jual beli pukulan,lbh baik tdk usah menonton.....jadi ingat waktu dia bertanding melawan R.Duran thn 2000an kemarin, tdk ada bedanya dng menonton Sesame Street (sangat2 membosankan).
Kasihan Pak Tua Camacho , karena butuh duit makanya harus naik ring lagi , sungguh tidak manusiawi orang yang sudah hampir setengah abad usianya masih disuruh baku pukul ....
Mungkin dia terpesona dng mbah marijan, idola anda bung hahaha.......
Tdk bs dipungkiri bahwa terkadang mantan petarung ingin kembali bertarung, mereka rindu suasana di tmpt pertandingan, jg mgkn sang petarung merasa msh mampu, pdhl kenyataan berkata lain. Tdk beda dgn Larry Holmes yg msh mencoba bertarung meski fisik sdh tdk memungkinkan, jg Sugar Ray Leonard mencoba kembali bertarung meski berakhir tragis. Beberapa waktu lalu sy jg menyaksikan Riddick Bowe yg msh saja bertarung. Sebenarnya sungguh menyedihkan, namun hrs qt hargai semangat mereka. Bravo Para Petarung Tua !!!!! :p
Post a Comment