Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, March 2, 2010

Angelo Dundee, Pelatih Terbesar Sepanjang Masa

Tidak ada pelatih tinju yang secemerlang dan memiliki hubungan ayah-anak dengan anak didiknya sehebat pelatih ini. Tidak Emmanuel Steward, tidak juga Freddie Roach, melainkan Angelo Dundee yang kini berusia hampir 90 tahun.

Angelo Dundee, terlahir sebagai Angelo Merena, kelahiran 30 Agustus 1921, sudah menangani banyak juara dunia, tentunya yang paling terkenal adalah Muhammad Ali, selain pernah melatih Sugar Ray Leonard, Jose Napoles, George Foreman, Jimmy Ellis, Carmen Bassilio dan Luis Rodriguez.

Pelatih dengan penampilan kebapakan ini sudah melatih Ali di tahun 1960, sebelum Ali merebut gelar juara dunia kelas berat dari Sonny Liston pada tahun 1964. Begitu hormatnya Muhammad Ali pada Dundee, pada saat dia masuk kelompok Nation of Islam, Ali sama sekali tidak mau berhubungan dengan kaum kulit putih, yang dianggapnya sudah berlaku tiak adil kepada kaum kulit hitam, kecuali dengan Angelo Dundee. Dia berkeras tidak mau memutuskan hubungan dengan Angelo Dundee yang berkulit putih. Dundee menjawab hormat Ali dengan terus berada di sisi Ali hingga pertandingan melawan Larry Holmes di tahun 1980.

Di pertandingan terakhir di karir Ali (lawan Trevor Berbick, 1981), Dundee sudah berupaya keras untuk membujuk Ali yang sudah ditengarai mengalami kerusakan jaringan saraf agar membatalkan pertandingan yang sangat beresiko itu. Namun Ali berkeras, dan tetap tampil dalam partai yang bertajuk "The Last Hurrah" di kepulauan Bahama tersebut. Dundee yang untuk keduakalinya tidak tampil sebagai sekondan di kubu Ali, sengaja terbang dari Miami ke Bahama, khusus untuk mendampingi Ali dan menjadi penonton di sisi ring. Di tahun 1971, atas persetujuan Ali, dia berada di sudut Jimmy Ellis, yang menjadi lawan Ali.

Ada dua kasus kontroversial yang menonjol saat Dundee menangani Ali. Pertama adalah saat Ali (waktu itu masih Cassius Clay, Jr.), melawan Henry Cooper di Stadion Wembley, London (1963). Ali terkena knockdown hebat di ronde 4. Banyak saksi yang berbicara bahwa di saat jeda menjelang ronde 5, Dundee merobek sarung tinju Clay agar Clay mendapat 'napas' setelah ronde neraka itu. Clay akhirnya berhasil menang TKO ronde 5. Namun video dan keterangan resmi Dundee tidak membuktikan kontroversi tersebut, walaupun rumor misteri sarung tinju robek tersebut masih bergema hingga sekarang.

Kasus kontroversial kedua adalah saat Ali melawan Foreman di Kinshasha, 1974. Kubu Foreman protes keras karena menganggap Dundee sengaja membuat tali ring kendur, sehingga Ali bisa leluasa menjalankan taktik rope and dope yang digunakan Ali saat mempecundangi Foreman di ronde 8.

Hingga kini, Angelo Dundee masih dihormati oleh kalangan tinju. Dia masih sering dimintai menjadi penasehat teknis ataupun sekedar analisis atau ramalan bertinju. Terakhir dia berkolaborasi dengan Ignachio Beristain menangani Oscar de la Hoya saat melawan Manny Pacquiao.

Long live, Opa Angelo!

12 comments:

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Berita yg bagus,B.Jeff. Kl misal lg ga ada berita terbaru mending ksh aja berita2 ky gini biar fans tinju Indonesia bertambah wawasannya, sekaligus biar box-indo tetep aktif. :)

Anonymous said...

Begitu dengar namanya yg kita ingat pasti kepala gundulnya dengan penuh tempelan stiker2....

JP said...

Kepala gundul iya, tapi bukan yang bertempel stiker. Yang suka bertempel pin banyak (bukan stiker) di topinya itu adalah legendary cutman, namanya Chuck Bodak. Usianya sudah 90'an tahun juga, tapi lebih tua dari Dundee, sekarang sedang sakit paru-paru.

JP said...

Barusan saya search google, rupnya Bodak sudah meninggal tahun lalu.

bsw said...

saya teringat dengan Chuck Bodak waktu menjadi cutman petinju ngocol Jorge Paez. Apapun yang diukir Paez dikepalanya, diukir juga di kepala Bodak... :-)

Anonymous said...

chuck bodak itu cutmannya shane mosley pada saat melawan fernando vargas

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Bukan yg itu,B.Max.. itu lho yg orangnya tua mukanya lebar penuh keriput, mukanya sangar deh pokoknya, wajahnya khas ptnju kulit putih zaman World War, keras & garang. Dundee prnh jg menangani Evander Holyfield, waktu itu Holyfield blm plontos, msh botak diatas kepala & brewokan.
Kl yg gundul penuh pin bener yg B.Jeff blng itu adlh Chuck Bodak, Cutman Legendaris, seingat sy Bodak prnh jg menangani Oscar De La Hoya muda. :)

Anonymous said...

bung jeff alert..!!!


Pentaskan Roy Mukhlis, Menpora Siap Berikan Jaminan ke WBC
Kompas
Kompas - Selasa, 2 Maret

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

JAKARTA, KOMPAS.com — Petinju Roy Mukhlis selangkah lagi bisa bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu super WBC. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng bersedia memberikan surat jaminan kepada WBC untuk mendukung pertarungan perebutan gelar lowong tersebut.

"Saya bukan hanya siap mendukung pertarungan Roy Mukhlis untuk merebut gelar juara dunia WBC yang lowong. Kalau perlu saya akan keluarkan surat jaminan untuk mendukung pertarungan itu bisa digelar di Indonesia kepada pihak WBC," ungkap Andi saat menerima pelatih Roy Mukhlis, Sutan Rambing, dan Promotor Temujin Rambing di Gedung Menpora, Senin (1/3/2010).

Andi, yang didampingi Staf Khusus Olahraga Kempora Ivana Lie dan Staf Ahli Prof James Tangkudung, meminta Temujin Rambing agar mengusahakan surat dari WBC yang menyetujui pertarungan Roy Mukhlis dan pelaksanaannya di Indonesia.

"Pertama, saya minta dipastikan surat persetujuan WBC bahwa perebutan gelar lowong itu dilaksanakan di Indonesia. Jadi, kita bisa bergerak untuk mencari dukungan dana untuk menggelar pertarungan itu. Bagaimana kita bisa mencari dukungan kalau tidak ada kepastian pertarungan tempat dan waktunya," paparnya.

Sementara itu, Temujin mengatakan bahwa upaya untuk mengambil pertarungan perebutan gelar lowong itu sudah diusahakan Chandru G Lalwani, perwakilan WBC untuk Indonesia yang juga sebagai bendahara WBC. "Kita telah mengupayakan pertarungan itu melalui Chandru G Lalwani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diperoleh kepastian," jelasnya.

Selain itu, Andi juga meminta Sutan Rambing segera mempersiapkan Roy Mukhlis dengan maksimal untuk menghadapi pertarungan itu sehingga anak asuhnya bisa mengikuti jejak Chris John yang sudah lebih dulu menjadi juara dunia WBA sekaligus menjadi petinju pertama Indonesia yang menjadi juara dunia WBC.

"Saya ingin semua ditata dengan baik. Bukan hanya masalah sponsor, tetapi petinjunya juga disiapkan dengan baik sehingga gelar juara dunia itu bisa diraih," tandasnya.

Secara khusus, Andi meminta Sutan Rambing yang melahirkan Chris John tidak hanya mencetak petinju profesional berkualitas, tetapi juga petinju amatir dalam upaya mewujudkan keinginan Indonesia untuk bisa merebut gelar juara umum pada saat menjadi tuan rumah SEA Games 2011.

"Terus terang, saya kecewa dengan hasil yang diperoleh tinju amatir di mana pada SEA Games 2007 dan 2009 tidak mampu merebut medali emas. Makanya, saya berharap Sutan bukan hanya membina petinju profesional, tetapi petinju amatir juga jangan dilupakan," ujarnya.

"Darah saya itu darah tinju. Hidup saya selama ini saya abdikan untuk kepentingan tinju profesional dan amatir. Sekarang saja, saya sudah mendirikan sekolah tinju dan wushu di Semarang dengan dana sendiri," jawab Sutan, yang menyatakan dirinya bersedia jika diminta menyiapkan petinju berkualitas untuk ditampilkan pada SEA Games 2011.

"Indonesia punya banyak petinju berbakat. Hanya saja, tidak dibina dengan baik. Berikan saya waktu. Pasti saya bisa ciptakan petinju yang berkualitas dan mampu merebut medali emas," papar Sutan.

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

Wah nafsu banget nih orang sampai posting 3 kali....

Oh yg gundul penuh pin itu bkn Angelo Dunde ya hehehe....salah lagi nih saya,trims ralatnya bung Jeff & bung Aryo

Anonymous said...

kalo boleh tahu,sekolah tinju di semarang mana ya,
saya mau ikt..
Kalau tahu,Tolong kasih alamat atau nomr tlfnya,
atau mohon cnfirm di fb saya(yazidhot@ymail.com
sblmnya mksh bnyk.

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.