Saturday, March 27, 2010
Kisah Sekondan yang Main Tampar
Masih tentang Tippy Larkin, petinju yang lupa mengenakan celana saat masuk ke ring. Kali ini tentang lawan Larkin di tahun 1941, Carmine Fatta. Di istirahat ronde 6-7, Fatta memprotes keras kelakuan seorang sekondan di timnya, yang menampar pipinya karena tidak bertanding sesuai instruksi. protes itu memanas, Fatta memanjat tali ring dan mengancam akan mundur dari pertandingan. Sekondan yang lain menengahi dan berhasil meredam amarah Fatta, sehingga Fatta mau melanjutkan pertandingan. Larkin menang angka 8 ronde dalam pertandingan ini. Usai pertandingan, sekondan tersebut, bernama Fred Amorsa, dikenai hukuman skorsing karena dianggap melakukan hal yang tidak patut sebagai seorang sekondan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

12 comments:
Mbanyollllll
Hehehe.. Emang stres nih anak..
kalau ada yg pernah lihat, lawan ellyas pical, ki chang kim (seorang angkatan darat kordsel), ditampai pelatihnya saat istirahat dan mukanya dilempar botol minum. kim tambah strezz boy, dan malah makin awut2 an mainnya. Lihatnya kasihan, hanya menunduk dan pakai double cover saat digampari dan diomeli pelatih tangan besi itu.
Yah mirip AS sekarang, hanya nunduk dan double cover diserang habis2 an oleh semua forumer --- :)
Termasuk org strezz kyk saya,...
hehehehe...
sory Bung AS
Tp jngn salah, AS bukanlah petinju defensif & hanya main petak umpet, AS selalu mencari celah yg tepat utk melakukan serangan. Hehehe.
Sekedar rame2 aja nih, nasib ptnju Indonesia saat ini mirip sekali dgn nasib ptnju USA di tahun 20-40'an, sy lihat film2 yg bertema tinju dgn setting tempo dulu selalu menggambarkan nasib ptnju yg bertarung benar2 demi sesuap nasi, atau roti kl disana. Mereka bertarung dgn peraturan yg msh semrawut penuh pikiran anak-istri menanti dirumah dgn perut lapar.. Tragis memang. Film yg menceritakan James Braddock jg sngt menyentuh insan tinju, orang2 yg murni mencintai & peduli thd tinju seperti sy ini. Sy melihat skrg ini bnyk ptnju yg msh aktif maupun mantan ptnju yg nasibnya mengenaskan, ada yg jd tukang parkir, tukang jog, & profesi2 lain yg tdk bergengsi, jauh dr ketenaran & sngt dekat dgn kemiskinan.
Memang semua kembali kpd ptnju bgmn mengatur keuangannya saat dia berjaya, namun sy tetap miris dgn keadaan yg seperti ini. Maka itu sy berharap ada pemrakarsa yayasan utk ptnju & mantan ptnju, pengusaha2 atau siapapun yg peduli dgn tinju mohon utk memberikan sumbangannya kpd yayasan utk kemudian disalurkan, tp jg jngn disalah gunakan, ini murni utk kepedulian qt sbg insan tinju thd ptnju.. B.Jeff, mohon diprakarsai yaaa. :D
Benar bung,petinju sekelas Anis Roga saja yg mantan juara IBF inter & mampu mempertahankan gelar berkali2 dan sempat 2X melawan juara dunia bahkan dia adl anak emasnya Aseng pd waktu itu,setelah pensiun harus menjadi penagih hutang,bahkan ia sendiri mengatakan pekerjaan tsb tdk sesuai hati nuraninya.tapi syukurlah sekarang dia sdh kembali kedunia tinju dng menjadi pelatih.........
Jadi saya sama sekali tdk bisa membayangkan bagaimana nasib petinju2 yg statusnya hanya pernah menjadi juara nasional,apalagi hanya sbg penantang juara nas.sdh pasti keadaan ekonominya harus ditutup dng pekerjaan2 yg anda sebutkan tadi bung.
Ide yg baik bung membuat yayasan utk kesejahtraan petinju,tapi gara2 si Gayus nampaknya ide tsb harus diundur dl bung hehe...
Saya yakin juga bung Jeff bukan saja hanya ingin memprakarsai ide tsb tapi juga ingin menjadi donatur tetapnya, tentu saja bersama bung Aryo jg.....
Bung AS coba nonton the hurricane...film tentang tinju bagus banget..true story lagi...
@B.Max : Ya itulah,bung. Nasib ptnju2 qt sngt memprihatinkan, tp apalah daya, qt hanya bs berharap adanya yayasan, sy mau disuruh "nembak" pengusaha2 yg peduli dgn tinju, istilahnya modal "rai gedhek", hahaha. Tdk ush dibayar tdk apa2, semua ini semata2 demi kesejahteraan ptnju & mantan ptnju. Skrg tinggal temen2 yg lain, kl mau ikut tp niatnya korupsi ya mending ikut Gayus Tambunan aja, duitnya lbh gede. Hehehe.
@Tukang Urut Plus : Hurricane sy jg udh nonton,bung. Trmksh informasinya. :)
kalau mau nonton film tinju sampai nangis, tontonlah "The Champ". Anda bisa mrebes mili semalam suntuk.
Setelah Aseng pergi, susah menemukan promotor sekaliber dia. beliau prinsipnya "sing penting main disik, itung2 an mengko wae"
bung jp: film lama bung?
Mungkin awal tahun 1980an atau malah sekitar 1979. yang jadi Sang ayah (boxer) Jon Voight. Very touching. Anak saya saja (waktu itu masih setahun) nangis waktu nonton --- hehehe tapi nangisnya karena jatuh.
Post a Comment