Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, April 20, 2010

Adios, Valero!

Juara WBC kelas ringan asal Venezuela, Edwin Valero, mengikuti jejak jawara kelas berat Rocky Marciano dan juara kelas bulu WBC Salvador Sanchez yang menggenggam sabuk juara dunianya hingga ke alam baka. Jika Marciano tewas karena kecelakaan pesawat terbang dan Sanchez meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas pada saat mereka masih menggengam sabuk juaranya, Valero memilih mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri. Kemenangan beruntun Valero sebanyak 27 kali, semuanya dengan KO tanpa kalah dan seri, menambah mengkilapnya prestasi petinju berusia 28 tahun ini.

Mulai berlatih tinju saat berusia 12 tahun, Valero mengawali karir tinjunya di amatir dengan rekor 86-6 dengan 45 kemenangan KO, dan memenangi kejuaraan nasional Venezuela sebanyak tiga kali berturut-turut. pada tahun 2001, saat akan menapak ke jenjang profesional, dia mengalami kecelakaan bermotor, yang mengakibatkan retaknya tulang tengkorak dan pembekuan darah di otak. Namun, untunglah nyawa Valero masih bisa terselamatkan, walaupun karir tinjunya nyaris 'habis'. Setelah sembuh dan dokter menyatakan dia boleh bertinju lagi, pada 17 Januari 2002, Valero langsung terjun ke tinju pro dengan kemenangan KO ronde 1. Rekornya terus berkembang mencengangkan dengan kemenangan KO 11 kali berturut-turut, dan semuanya kemenangan KO di ronde 1. Sempat berprestasi di Jepang di bawah naungan bagawan tinju Jepang, Mr. Honda, Valero kemudian memutuskan untuk berprestasi di luar Jepang. Namun sayang, upayanya memperoleh ijin bertanding di AS terganjal urusan kesehatan karena cedera kepalanya yang pernah dideritanya di masa lalu, walupun akhirnya negara bagian Texas memberikan ijin.

Prestasi dunia Valero adalah juara kelas super bulu WBC, dan selanjutnya dia hijrah menjuarai kelas ringan WBC di negara kelahirannya, Venezuela.

Bulan Maret 2010 adalah awal bencana bagi Valero. Istrinya, Jennifer Carolina Viera de Valero, 24, masuk ke rumahsakit dengan mengalami patah tulang iga hingga menusuk paru-parunya. Tim pengacara Valero menyatakan bahwa nyonya Valero terjatuh dari tangga saat berada di atap rumah. Tidak berapa lama kemudian, Valero harus menjalani rehabilitasi di sebuah klinik di Venezuela karena kecanduan alkohol dan tidak bisa mengendalikan rasa amarah. 18 April, sang istri ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kota Valencia dengan beberapa luka tusukan di sekujur tubuhnya. Valero diketahui meninggalkan kamar hotel sebelum subuh dan sempat mengaku kepada satpam hotel bahwa dia telah membunuh istrinya. Sebelum kejadian ini, Valero juga dituding memukuli seorang wanita tanpa alasan jelas, yang mengakibatkan dia diharuskan dirawat untuk pengelolaan rasa amarah (anger management).

Tidak lama setelah mayat istrinya ditemukan, Valero segera ditangkap pihak yang berwajib. Belum begitu jelas urusannya, Valero memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan pakaiannya sendiri di dalam sel tahanan.

Selain mengikuti jejak alm. Marciano dan Sanchez di atas, Valero juga kini menambah panjang daftar para petinju yang harus memutuskan bunuh diri dengan berbagai alasan dan cara seperti Arturo Gatti, Alexis Arguello, Chasimeros, Rachman Kili-kili, dll. (dua petinju terakhir adalah petinju Indonesia yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri).

Adios, Amigo!

11 comments:

gung le_pakar hukum said...

saya menangis mendengar kabar ini, nampaknya kecelakaan motor yang dialami valero sangat berdampak terhadap saraf otak valero. kasian bgt sama sang istri yang selalu menemani valero tatkala bertanding malah tewas ditangan suami tercinta, dan kini sang suami menyusul ke alam baka....., lalu bagaimana dengan kedua anaknya ??? oh tuhan berikanlah ketabahan dan perlindunganmu kepada 2 anak tak berdosa itu.....

Mbak sandra dewi said...

sayang sekali Dunia tinju kehilangan seorang yang sangat berbakat...Rest in peace

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Menangislah di pelukanku,Mbak Dewi Sandra.. Hehehe.
Memang menyedihkan, namun bagi sy yg paling menyedihkan adlh Rahman Kili-kili, ptnju yg sangat sangat sangat berbakat yg meninggal krn bunuh diri, entah apa yg ada di benak Rahman utk memilih akhir hidup yg tragis itu.
Selamat jalan,Edwin Valero Vivas..

gung le_pakar hukum said...

wakakaka.....yang menangis itu saya bung..., wkakakak masa jeruk makan jeruk..?? wakakakaka.....

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahaha.. Kan siapa tau Mb.Sandra mau nagis jg.. Jngn2 Mb.Sandra laki2 jg, jd jeruk jeruk dimakan jeruk. :D
Ptnju2 nasional berbakat yg meninggal di luar ring bnyk jg, Rahman Kili2, M.Ilham, Damianus Rahael, trs yg Irian tu siapa lupa..

Boxer said...

Dunia Tinju Pro International kehilangan seseorang yg berbakat , Selamat Jalan Mr. Valero , Vivas...

gung le_pakar hukum said...

seorang valero hanya akan muncul dalam 300 tahun sekali, tapi tenang bentar lagi akan ada yang bisa mengantikan tempat valero sebagai raja KO, Dialah petinju kita TEMON.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahaha.. TEMON ptnju apaan tuh,bung? Namanya ga asing & dekat dgn kemiskinan yg terjadi di negara kita.. :D

strezz boy said...

Liat aj di boxrec nama ptnju INA temon rekor KOnya jg 100%

gung le_pakar hukum said...

iya TEMON hebat masuk boxrec, sayangnya ga 100% ko.
Temoon...temoon...cukur apa rambut lu, biar gak dikata dekat ama kemiskinan wakakakakakakaaa....

Mbak sandra dewi said...

Idih bung AS udah ga sabar ah..kan tunggu dibali...:)

TEMON bukannya komedian yang bibirnya monyong itu? Abdel dan temon..

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.