Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Sunday, April 18, 2010

DY Diremehkan Orang Indonesia Sendiri

Saya barusan tugas ke Pontianak, dan sempat sarapan pagi bersama Daud Yordan hari Sabtu lalu. Yordan baru saja pulang dari Amerika via Jakarta, dan menginap di Pontianak sebelum melanjutkan perjalanan dengan speed boat selama 4 jam ke Kayong, Kabupaten Ketapang. Di tengah-tengah sarapan itu, Daud banyak mengutarakan isi hatinya, namun sayangnya sebagian besar sulit diceritakan di sini, karena saya sudah berjanji untuk off the record. Singkatnya, dia di Florida tanggal 8 April, sehari menjelang timbang badan. Sampai Jumat malam, sehari jelang hari H, Daud masih mengalami jetlag dan tidak tidur sama sekali. Semalaman dia katanya ber SMS, termasuk dengan M. Nigara, wartawan Go Sport yang menjadi komentator di TVOne. Dengan kondisi seperti itu, sulit kiranya Daud bisa bertanding dengan kondisi prima. Namun apa hendak dikata, visa AS sudah diurus 3 bulan sebelum pertandingan, dan tetap keluarnya mepet-mepet.

Yang menjadi persoalan mengganjal adalah ketika rombongan Daud makan di sebuah restoran di Florida. Salah seorang pelayan restoran tersebut adalah seorang WNI asal Bali. Saat ditawari tiket gratis (VIP pula), bukan jawaban menyenangkan, namun justru jawaban ketus yang diterima: "Memangnya ada petinju Indonesia yang mampu menembus Amerika, ditayangkan HBO pula?" Kontan kubu Daud tersinggung berat dengan komentar miring menjurus pelecehan terhadap prestasi bangsa sendiri itu, namun mereka tidak memperpanjang masalah ini, walaupun darah mendidih.

Dari beberapa lembar tiket VIP yang dibeli kubu Daud untuk penonton Indonesia, menurut Daud, tidak satupun yang memanfaatkan kesempatan baik tersebut, padahal pihak Daud sudah bekerjasama dengan pihak konsulat RI.

mengenai caci maki pers dan insan tinju Indonesia atas penampilan buruk Daud, Daud berujar bahwa hal tersebut wajar saja, dan dia akan jadikan cambuk agar bisa memperbaiki diri. "Tanpa kekalahan ini, saya berpikir bahwa saya sudah hebat dan tak terkalahkan, namun ternyata saya memang banyak kekurangan," kata Daud yang sedasng berpikir untuk berlatih di luar negeri guna mendapatkan kawan sparring yang berkualitas.

Dia masih mengimpikan bertanding ke ASmerika, namun diakui itu tidak akan gampang. Dia harus mulai lagi dari pertandingan 8 ronde-an, namun dia tidak menganggap itu suatu masalah. "Saya sadar saya tidak seterkenal Miguel Cotto, yang sudah dipermalukan Pacquiao sedemikian rupa, namun masih dengan mudah mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar lagi."

18 comments:

Mbak sandra dewi said...

Hijrah ke usa emang salah satu pilihan yang sangat baik...."pujian membuat kita jalan ditempat namun kritikan membuat kita satu langkah maju kedepan" ...Go Daud ....sayang berita yg lainnya ga bs di shared di sini..hu hu hu

JP said...

amrik terlalu susah dan berat di ongkos. Mungkin daud ke filipina, gabung di sasana nonito donaire.

Anonymous said...

Kasian Daud. Semoga dia bisa bangkit lagi.

Felix

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Yup! Betul,B.Jeff! Minim Cino berlatih di Filipina, tp menurut sy tetaplah lbh penting berlatih di USA, mgkn utk awalan di Filipina dl lalu br ke Wild Card, soalnya Filipina dgn Wild Card & Bob Arum berhubungan erat.
Lalu setelah sy berbicara dgn Cino sesaat setelah Cino tiba membuat keyakinan sy kembali lg, mgkn bs over confident lg seperti sebelumnya, krn Cino terlihat bukanlah seorang anak muda yg pantang menyerah, Cino mengatakan akan mengambil hikmah dr kekalahan ini & ingin kembali merengkuh cita2nya, optimisme ini yg membuat sy bangga bahwa bangsa Indonesia memiliki generasi muda yg tegar & memiliki cita2 yg tinggi.
Sukses selalu,Daud Cino Yordan! :)

Boxer said...

Saya berharap Cino bisa kembali recover secepatnya , karena satu kekalahan pasti ada hikmah dibelakangnya dan menjadi cambuk untuk memperbaikinya dikemudian hari , Ayo semangat lagi Cino , aku mendukung mu . Lupakanlah kekalahan di AS , songsonglah hari esok yang lebih baik ,Suatu saat nanti kamu pasti akan menjadi juara dunia , God Bless You .

Wong Alas said...

Yang sudah berlalu biarlah berlalu, cuma sukses yang tertunda.
Paling tidak ini jadi pelajaran buat cino untuk membenahi mentalnya. Biar aja banyak yang meragukan kemampuanmu, tapi percaya pada diri sendiri itu yang perlu.
Cino harus mengambil pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, saya juga sangat yakin Cino bisa mengatasi Caballero, tapi kalau kondisi persiapannya kayak kemarin yah namanya terlalu berani alias ngawur, masak di AS cuma 2 hari sebelum bertanding.. CJ aja mau ngadepin Saudeco persiapannya lebih baik..
Moga ke depannya Cino lebih sukses...
Perlu mundur 1 langkah untuk bisa meloncat lebih jauh dan tinggi.
Pacman sudah pernah kalah tapi pamornya melebihi mayweather yang belum pernah kalah karena dia tidak patah semangat untuk berbenah..
Maju terus Cino.. kami tetap mendukungmu..

Anonymous said...

Coba kalau DY dipertemukan dgn Ponche De Leon , kemungkinan besar DY bisa menang tuh !

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Kl Cino tampil prima, tdk ada permasalahan, & bertarung seperti Cino yg sebenarnya, lawan terberat Cino hanyalah Gamboa lalu yg kedua adlh Juanma, selain itu bukanlah suatu masalah. Cino bakal tampil kembali dgn performa terbaiknya, sy yakin itu! (Bukannya Over Confident lg lho, hehehe..)

wong said...

Saya masih blom yakin cino mampu di bersaing dengan elit kelas bulu saat ini..Melihat beberapa pertarungan terakhirnya, cino masih banyak menunjukkan kelemahan,terutama footwork dan pergerakan badannya yang kurang lincah.Saya melihat rekaman sewaktu melawan Antonio Meza,dan juga Ricky Sismundo,cino lebih banyak mengandalkan double cover untuk bertahan.Melawan Robert Guerrero,cino banyak merangkul ketika diserang..dan ketika melawan cab,cino kembali mengandalkan double cover.Cino masih harus banyak belajar dan berlatih,kalo ingin bisa bersaing dengan para elit di kelas bulu..Mudah2an cino atau timnya menyadari hal ini..Ini hanya masukan dari penggemarnya yang ingin melihat cino jadi juara dunia dan mengharumkan nama Indonesia..

Anonymous said...

Ini sih opini pribadi saya saja yah...

Kalau mau naikin ranking dan jam terbang lagi sih sebenarnya gak susah buat DY. Asal dia mau sering tanding tandang. Pertama, buktikan sbg yg terbaik di Asia Pasifik. Kalahkan semua juara badan di Asia, spt Naoki Matsuda (OPBF), Mirzhan Zhaksylykov (PABA), Billy Dib (WBO Asia Pasific). Kalau perlu kalahkan Bernabe Concepcion dan Retsuri Lee. Akan lebih manis lagi kalo DY coba menantang dan menang lawan bbrp juara Eropa kayak Oleg Yefimofich dan Martin Lindsay.

Dengan mengalahkan juara2 regional dan lokal yg tidak mau 'dijamah' oleh petinju2 nama besar, niscaya DY akan menjadi petinju yg sangat ditakuti dan disorot banyak pihak.

Saya yakin DY pasti bisa. Karena skill DY cuma setingkat dibawah Gamboa. Dia cuma kurang persiapan dan *ehhm* tidur.

Felix

Enrico said...

Menurut pendapat saya, intinya DY tidak punya persiapan yg baik. Persiapan itu bukan cuma berlatih, tapi konyol namanya mau bertanding lawan juara dunia senior yg dalam keadaan DY normal saja belum tentu bisa ngalahkan style dan postur seperti CC. Ga bisa cuma ngandalkan lucky blow, CC tau DY itu berbakat dan punya power, jadi dia tentu main rapi, kita bisa liat bagaimana Lewis mengontrol tua, wladimir terhadap ruslan, yg intinya petinju yg punya postur dan jangkau lebih pnjng akan mngontrol dgn jab-jabnya. Arum saja sampai sekarng msh nyuekin CC yang koar2 mau fight dgn JML. Hanya petinju yang berpengalaman, pnya persiapan matang dan fisik mendukung yg bisa menang mengatasi kendala postur. saya yakin manajemen DY mustinya lebih tahu akan hal ini. apa takut dengan GBP? CJ aja bisa cancel pertandingan ke-2 dgn rocky krna unfit. malah dapat berkah jadi undercard pbf - jmm dripada maidana - ortiz. makanya memaksakan diri itu malah gak baik.

btw, dripada ngomentarin kekalahan DY terus, apalagi ada orng2 gak berguna yg bisanya cuma mencaci, ada baiknya kita memikirkan sumbangsih apa yg bisa kita berikan kepada DY. Misalnya bisa dimulai, apa ada yg punya akses/ kenalan diUS untuk DY bisa stay? atau ada yg punya kemampuan negosiasi dgn boxing community disana yg mau modalin DY. Saya sih sbnrnya pengen banget tau kayak apa sih kontrak DY dgn GBP? kalo mereka tau DY berbakat kenapa gak dikontrak penuh dgn segala fasilitas yg diberikan. soal manajemen DY yang sekrang kan bisa dinegosiasikan sharenya. kalo skrng dapat share besar tapi dari fee yg kecil buat apa? lebih baik share kecil dari fee yg buasarr.. kalo dapet 10% royalty aja dari fee pacquiao kan sudah kemana-mana dibandingkan fee 100% CJ? haha.. atau perlu saya coba2 negosiasikan nih?

gung le_pakar hukum said...

sebagai orang Bali saya merasa malu ada orang bali yang melecehkan cino seperti itu, padahal cino itu orangnya baik. Yakinlah cino, banyak disini orang bali yang mecintaimu mengelu-elukanmu. Suatu saat kami tunggu pertarunganmu di bali.

gung le_pakar hukum said...

Daud yordan vs abe conception harusnya bisa diwujudkan, bila dilihat dari segi peringkat tapi sayangnya cino kalah kmaren. ayo cino ke fili aja.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Ya tdk semua org Bali seperti itu, org Bali itu baik2, contohnya B.Pakar Hukum ini. Bsk kita nonton CJ bareng ya,bung.. Nti sy akan minta tiket VIP ke P.Tayeb. :)

gung le_pakar hukum said...

RIP Jennifer Carolina Viera Finol istri dari edwin valero meninggal karena dibunuh oleh suaminya sendiri. Menurut surat kabar lokal venezuela, valero telah ditetapkan sbg tersangka dengan dakwaan pembunuhan tingkat 1.
http://www.vtv.gov.ve/noticias-nacionales/33983
makanya jauhin tuh yang namanya alkohol !!!

JP said...

pembunuhan tingkat 1 kalau menuryut hukum Venezuela apa yah maks hukumannya? Kalau di AS ancamannya hukum mati tuh.

Anonymous said...

daud harus lebih low profile kebanyakan orang kl sudah di atas pasti lupa diri dan merasa hebat serta sombong, petinju profesional harus siap apapun keadaannya. Seperti CJ walaupun dia terkenal akan tetapi tetap low profile dan mau menyapa orang serta tidak sombong.

NN said...

Personally sangat disayangkan kalo Daud patah semangat dari kekalahan ini. Gw yakin semua rakyat Indonesia ada di belakang Daud. Tolong benar2 diambil hikmah dari kekalahan ini Daud.

Caballero sendiri bukan petinju biasa. Cab dengan gaya dan postur tubuhnya bisa membuat para elit dari kelas bulu seperti JuanMa, Gamboa, dan Chris John kewalahan. Semua orang yang mengikuti tinju dunia tau siapa Caballero dan hanya menunggu waktu saja dia naik kelas ke featherweight dan menggoyang divisi itu. Sayang sekali memang Daud harus melawan dia.

Cuma satu aja dari gw. Dari pertarungan melawan Robert Guererro sampai Caballero gw ga terlalu melihat perkembangan dari Daud. Monoton itu nama tengah Daud sekarang ini.. Sayang karena Daud punya power yang cukup, naluri liar, dan atletis. Yang dia butuhkan ada lah trainer kelas dunia yang mampu mengeluarkan potensinya dan menyelipkan tehnik demi tehnik kedalam arsenal Daud..

Gw minta maaf kalo dengan comment di atas akan menyinggung kakaknya yang sekaligus trainernya. Tp cuma ada dua pilihan dari kubu Daud: 1. Si kakak ikut berkembang dari segi training yang otomatis mengangkat Daud juga 2. Cari trainer lain yang sudah punya nama..

Jangan terlambat Daud.. kamu ada di persimpangan saat ini. Maju terus... atau mundur...

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.