Yuri Foreman memang tampil beda dari lazimnya petinju profesional 20 tahun terakhir. Dia tampil dengan kaki (footworks) sangat lincah dan nyaris sempurna, bagaikan Muhammad Ali dan Sugar Ray Leonard. Sayang, kepiawaiannya dalam menari di ring tidak dibarengi dengan kepiawaian memukul dan bertahan dengan baik. Sayang yang kedua, kaki Foreman (yang sebelumnya memang sudah dibebat decker) yang menjadi modal utama dalam pertandingan kali ini cedera, sehingga dia gagal meneruskan pertandingan dan harus menyerah TKO 9 dan harus menyerahkan sabuk WBA kelas menengah yuniornya kepada Cotto. Cotto sendiri yang kini ditangani pelatih besar Emmanuel Steward, tampil agresif namun sangat taktis dan efisien dalam melakukan penekanan kepada Foreman yang terus bergerak dengan indah.
Wasit Arthur Mercante Jr. menjalankan tugas wasit yang berpedoman "only referee can stop the fight" tanpa interfensi dari manapun, termasuk dari kubu Foreman. Setelah handuk yang dilemparkan pelatih Joe Grier mendarat di ring, Mercante langsung menanyai Foreman apakah dia masih bersedia melanjutkan pertandingan, dan ternyata Foreman menyatakan masih akan melanjutkan. Kubu Cotto yang sudah mengira Cotto menang juga mahfum atas keputusan wasit, karena memang sudah sesuai aturan.
"Handuk itu dilemparkan ketika pertandingan tengah berjalan dengan seru. Saya pikir tidak perlu dihentikan, apalagi saya tidak tahu dari arah mana handuk dilemparkan. Mereka tengah seru bertanding, dan itulah yang dinanti para penonton. Saya kira saya melakukan hal terbaik dengan membiarkan pertandingan terus berjalan," ujar Mercante usai pertandingan.
Pertandingan yang disaksikan lebih dari 20,000 penonton yang memadati stadion baseball bersejarah Yankee Stadium ini merupakan pertandingan pertama sejak stadion ini dibuka kembali. Sebelumnya, stadion lama sudah mementaskan 46 pertandingan tinju besar, termasuk yang terakhir Muhammad ALi vs. Ken Norton seri 3 pada 1976. Sayang disayang, pertandingan klasik boxer vs fighter ini harus terhenti sebelum waktunya, dan saya kira rematch merupakan suatu pilihan yang pantas, walau Cotto kini mulai gembar-gembor siap menantang kembali Pacquiao. Parti Cotto vs Foreman disiarkan langsung oleh TVOne.
----
Versi Ralat: Di Jerman, 5/6 (Minggu dinihari WIB), penantang wajib Roman Karmazin hanya berhasil membukukan hasil seri dengan juara bertahan Sebastian Sylvester dalam partai perebutan gelar IBF kelas menengah. (Terimakasih bung strezz boy)
(sumber: Boxrec)
Monday, June 7, 2010
Miguel Cotto Taklukkan Yuri Foreman
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

6 comments:
Sebelum YF terjatuh 2X dironde 7(kalau tdk salah), siapakah yg lebih mendominasi pertarungan menurut teman2 ???.
Kalau saya lihat Cotto sedikit lbh unggul terlihat dari jab2 bersih & sesekali pukulan kananya mendarat di muka YF, tetapi tdk dominan sehingga jika hasilnya seripun mungkin tdk dianggap kontroversial. saya yakin partai remach pasti akan terjadi apalagi dua2nya dibawah naungan Arum.
IMO, Cotto yang unggul... dia lebih efektif dan efisien. Memang Foreman menmpilkan jogo bonito, enak dipandang, tapi tumpul. Pukulan2 nya kurang cepat dan hanya sesekali mukul.
Banyak petinju sekarang 'malas' melakukan footwork bagus di ring profesional, mungkin karena pertimbangan hemat stamina. Lain dengan petinju amatir yang tanding 3-4 ronde saja.
Saya kira kalau dilanjutkan, ronde 10 ke atas Foreman bakal kedodoran stamina. Sampai ronde 9 saja sudah kelihatan napas Foreman sudah ngos-ngosan dan mulutnya mangap, tanda sudah 'habis'.
Peratndingann yg betul2 enak ditonton, gak membosankan, Aq hrp org2 Israel dapat emniru Foreman.
Labih baek mukulin orang di ring timbang mukulibn orang di gaza dan relawan kemanusiaan
Sory Bung JP.
Bknx Roman Karmazin vs Sylvester hslx draw..????
Btul jg katax Bung Anonymous ne, hrsx org2 Israel kyk YF. Klw kyk gitu gue jamin Gaza, Tepi Barat, Palestine, Israel bakal damai..
Peace for all, stop war continue boxing
Iya... saya cuma lihat sepintas di boxrec... habis nungguin TPI sampai 3.00 WIB tanpa hasil... denger-denger siaran tun da jam 23:00 --- hhehe.. Tulisan saya edit -- thanks.
Dari awal sy sdh menduga Cotto bakal mendominasi, Foreman itu bagus, sangat bagus, namun dia blm saatnya mendapatkan lawan sekelas Cotto.. Apalagi dlu pernah ada wacana akan dipertemukan melawan Manny Pacquiao, lalu apa kata dunia bila seorang ptnju berkualitas & diproyeksikan utk jenjang yg lbh tinggi malah KO di awal2 ronde? Hehe.
Tp secara tampilan, keduanya tampil dgn kemampuan maksimal mereka, sangat menarik utk disaksikan. Kita tunggu aja rematch pertarungan mereka suatu saat nanti. :)
Post a Comment