Pelatih legendaris yang kini sukses menangani Miguel Cotto, Emanuel Steward, menyatakan bahwa dia diplot menangani 4 pertandingan setelah lawan Foreman. Steward memplot 4 lawan berikut Cotto adalah Pacquiao, Margarito, Chavez Jr. dan John Duddy. Dalam penampilan perdananya bersama Steward, Cotto tampil sangat bagus, taktis dan efisien, sehingga menuntaskan perlawanan juara WBA kelas menengah yunior, Yuri Foreman, pada ronde 9, bulan lalu di Yankee Stadium, New York.
Emanuel Steward, juara Golden Gloves kelas bantam tahun 1963, selama karir kepelatihannya telah melahirkan puluhan juara dunia, al.: Johnathon Banks, Leeonzer Barber, Jesse Benavides, Gaby Canizales, Thomas Hearns, Anthony Jones, Hilmer Kenty, Wladimir Klitschko, Lennox Lewis, Gerald McClellan, Milton McCrory, Michael Moorer, Jimmy Paul, Duane Thomas, Tony Tucker dan John David Jackson.
Selain juara dunia yang dibidaninya seperti daftar di atas, ada juga beberapa juara yang kemudian memilih Steward sebagai pelatihnya: Henry Akinwande, Dennis Andries, Mark Breland, David Braxton, Julio Cesar Chavez, Kermit Cintron, Oscar De La Hoya, Jeff Fenech, Miguel Angel Gonzalez, Naseem Hamed, Vivian Harris, Lindell Holmes, Evander Holyfield, Vitali Klitschko, Andy Lee, Oliver McCall, Mike McCallum, Eddie Mustafa Muhammad, Welcome Ncita, Aaron Pryor, Graciano Rocchigiani, Leon Spinks, Jermain Taylor, Vincent Boulware, dan sekarang ini Miguel Cotto.
Jika Cotto - Pacquiao memutuskan rematch, maka akan terjadi pertempuran ilmu antara senior dan yunior (Roach) yang menarik untuk disimak. Steward mewakili pelatih terbaik dari masa lalu, Freddie Roach (pelatih Pacquiao) mewakili pelatih terbaik masa kini. Steward mengandalkan efisiensi dalam bertinju, Roach lebih mengutamakan speed and power. Mana lebih unggul?
SUmber: Boxrec
Tuesday, June 15, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

4 comments:
Kalau kata malignaggi tergantung:
1. Kalo Olympic random blood testing maka yg menang cotto
2. Kalo gak, maka pac yang menang.
hehehe..
Tapi menurut saya kalo ada pac - cotto part II, tetap saja pac yang menang. lha body hitnya cotto gak dirasain ama pac, padahal itu senjata andalannya cotto utk jatuhin lawannya. lagipula cotto juga kalah speed dan footwork. jadi lebih baik, lupakan saja utk lawan pac, hanya mempermalukan diri sendiri lagi. Kalau lawan margacheato boleh lah, lawan chavez Jr kayaknya cotto lebih punya kans besar utk menang.
Lebih seru kl Cotto lawan Margarito,B.Toba.. Kl Cotto mau nyoba tarung lawan Pacman lg ga bakalan menang jg.. Lbh seru lg kl Margarito lawan Hatton. Wah, keren abis tuh, sama2 ptnju lamban & hobby jual beli pukulan keras, pasti jd partai KO & keduanya sama2 punya kans utk menang KO.. Cm skrg Hatton kayanya udh kehilangan semangat & ga mau bertarung lg ya? Pdhl sebenernya Hatton msh punya kemampuan..
Benar Pacman Vs Cotto II sdh tdk menarik lg, lagipula perhatian pecandu tinju dunia adl Pacman Vs PrettyBoy.
Akan lbh seru pada pilihan Cotto Vs Margarito II atau Cotto Vs Chavez Jr, utk Chavez sendiri dng membawa nama besar ayahnya & dng rekor yg blm terkalahkan akan semakin meningkatkan nilai jual pertarungan tsb walaupun kwalitas & pengalamanya msh kurang
Senjata Cotto selama ini adalah jab yang menyengat. Waktu lawan Pac, jab itu sama sekali tdk ada... kini di tangan Steward, Cotto sudah punya jab-jab tajam lagi. Saya pikir kalau jab-jab Cotto kaya waktu lawan Foreman, Pac bisa alam kesulitan besar...
Post a Comment