Salah satu petinju terbesar yang pernah dimiliki Skotlandia dan Inggris Raya adalah Benny Lynch. Dia adalah juara dunia kelas terbang pada tahun 1930'an. Dia merebut gelar tersebut dengan menang angka atas petinju Filipina, Small Montana, di Stadion Wembley, London, 19 Januari 1937. Bulan Oktober 1937, dia mengakhiri "petualangan" petinju bertangan besi, Peter Kane untuk mempertahankan gelarnya tersebut.
Pada tahun 1938, Lynch gagal mempertahankan gelarnya dari petinju Amerika, Jackie Jurich, akibat kelebihan berat badan. Berbagai ulasan di surat kabar pada masa itu mengungkapkan bahwa kelebihan berat badan itu karena Lynch tidak dapat mengendalikan kebiasannya minum minuman keras. Gelar dunia kelas terbang pada waktu akhirnya dinyatakan lowong, karena Lynch dengan berat badan berlebih mampu memukul KO Jurich dalan 12 ronde dari rencana 15 ronde.
Kisah kepahlawanan Benny Lynch sudah diangkat ke dalam film pada tahun 2003. Group band rock asal Skotlandia, Gun, juga pernah mempersembahkan album kedua mereka berjudul "Gallus" kepada Lynch, dengan memajang foto Benny Lynch pada cover album mereka. Lebih daripada itu, nama Lynch masuk dalam daftar International Boxing Hall of Fame pada 1992.
Setelah pensiun dari tinju, Benny Lynch (2 April 1913 - 6 Agustus 1946), harus berjuang melawan ketergantungan alkohol, dan akhirnya meninggal pada usia sangat muda, 33 tahun. Dalam berbagai publikasi, disebutkan sebab meninggalnya Lynch adalah akibat kekurangan gizi. Sangat memungkinkan hal itu akibat pengaruh dari ketergantungannya terhadap miras tersebut.
Dalam hidupnya yang relatif singkat, Lynch mencatat rekor tinju 108 kali bertanding, 81 menang (34 KO), 12 kalah (1 KO) dan 15 seri.
(boxrec.com)

3 comments:
http://www.youtube.com/watch?v=X2igQboPizY&feature=related
bung jp coba liat iklan ini isinya para petinju elit meksiko dalam satu iklan
Info bagus nih.. Ngomg2 iklan apa itu,bung anonymous? Belum sempet buka.. ;)
iklan tentang tribute petinju meksiko ada petinju seperti ciquita gonzalez, finito lopez, marquez bersaudara, dan dela hoya
Post a Comment