Beruntung sekali, pertandingan di Marina Bay Sands, Singapura, 5 Mei ini menghadirkan ring announcer legendaris, Jimmy Lennon, Jr. Sudah lama saya dengar Jimmy adalah seorang yang sangat friendly, bersahaja, ramah dan tidak sombong. Dan ternyata betul... Saat saya menyapa dia dan mengajak berfoto, dia menjawab dengan penuh persahabatan. "Hey how are, buddy?" sapanya, seolah kita seorang teman lama. Beberapa kawan dari RCTI seperti pembawa acara Olan Fatah, komentator Martinez dos Santos, wartawan Bola Dede Isharuddin, host "Tinju Legendaris" TVOne Fauzan Zaman dan Hengky Silatang, juga merasakan kesederhanaan dan keakraban dari seorang Jimmy Lennon Jr. yang sudah berstatus selebriti tersebut.
Mewarisi bakat sebagai pemandu acara dari ayahnya, Jimmy Lennon, juga seorang ring announcer terkenal pada jamannya, fasih berbahasa Spanyol dan dikenal sangat sempurna dalam melafalkan nama-nama petinju yang disebutkannya di dalam ring. Dengan pengalaman selama 25 tahun di panggung tinju dunia serta beberapa arena lain seperti K-1, MMA, dll., suara sengau dan melengking khasnya selalu mampu membawa pertandingan menjadi lebih menarik dan bergereget.
Jimmy Lennon Jr. sudah tak terhitung memperkenalkan para petinju yang hadir di atas ring, dengan lengkingan khasnya "it's..... Showtime!" (kayanya belum ada yang bisa mencontek pekikan khas ini, dibandingkan pekikan Michael Buffer "Let's get ready to rumble!" yang sering dicontek oleh para ring announcer di Indonesia). Namun bagi Jimmy, di antara pertandingan-pertandingan tersebut, ada beberapa yang sangat berkesan bagi dirinya.
Julio Cesar Chavez vs Greg Haugen adalah pertandingan yang berkesan bagi dia, karena begitu banyaknya penonton yang mencapai 135 ribu di Mexico City. Selain itu, kasus Tyson menggigit telinga Holyfied juga sulit dilupakan begitu saja oleh Lennon.
Pernah juga officials memberikan skor yang salah saat dia mengumumkan hasil Azumah Nelson vs. Jesse James Leija, sehingga sedikit banyak mempermalukan kredibilitas dia sebagai ring announcer yang perfeksionis.
Pengalaman lucu sekaligus menggelikan bagi dia adalah saat dia terjebak di tengah-tengah perkelahian massal di atas ring antara pendukung Jorge Luhan yang kalah dan pendukung Lupe Pintor pada tahun 1980'an. Para pendukung itu saling berlarian dan baku pukul di atas ring, dan Jimmy terjebak di tengah-tengah amuk massa itu. Lucunya, beberapa orang yang sedang adu pukul menoleh ke dia dan menyapanya, "Hi Jimmy", "How are you doing, Jimmy?"
Sekedar informasi, Jimmy Lennon Jr. pernah datang ke Jakarta pada tahun 1980'an, pada saat itu promotor Turino Tidar menyelenggarakan pertandingan internasional.
Yah, saya kira kita semua perlu belajar dari Jimmy Lennon Jr. bagaimana menjadi seorang yang bersahaja, tidak sombong serta tetap friendly di saat kita sudah menjadi orang terkenal. Tampaknya mudah, namun sulit untuk dilakukan.
"It's.... Showtime...!"
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Wednesday, May 9, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

5 comments:
kecenderungan (cenderung) orang2 dinegara major country tidak sombong disebabkan budaya hedonisme tdk begitu berlaku. kalaupun celebritis terlihat sombong lbh banyak krna alasan keselamatan. Lain kalau diindo, baru kaya dikit sudah sombong, terpacu untuk show up dgn gonta ganti mobil mewah, fashion yg mahal, gaya hidup n sikap sok kaya.
budaya hedonisme ini krna mentalitas, tontonan sinetron2, kondisi publik transportasi. Kalau diluar, biar konglomerat tapi mereka mau naik publik transportasi, mtr, taksi, jalan ditrotoar. Kalau di indo? baru anggota dewan saja lagaknya sdh kek paling hebat saja, blm lagi pejabat2 yg minta pengawalan convoy polisi yg cuma bikin tambah macet jalanan.
Jimmy Lennon,Jr memang salah satu ring announcer yg memiliki daya tarik & sanggup menghidupkan suasana. Gaya bicaranya yg khas bisa dibilang sangat identik dgn Don King & masa kejayaan kelas berat kala itu. Saat Mike Tyson pertama kali bertarung setelah bebas dr penjara melawan Peter Mc Neeley, Jimmy Lennon,Jr adalah ring announcernya, suaranya sanggup mengobati kerinduan fans tinju pd Iron Mike Tyson setelah 3 tahun tdk naik ring.
Bila di Indonesia, yg hampir memiliki daya tarik seperti Jimmy Lennon,Jr adlh Bung Undang Suhendar yg menjadi ring announcer GTPI hingga bertahun2 & hingga saat ini. Sampai skrg sy merasa tdk ada ring announcer dr Indonesia yg sanggup menyamai Undang Suhendar dgn suara & intonasi khasnya. :)
Itulah bagusnya org2 negara dgn ekonomi kuat. Mark tdk sombong meskipun udah hidup mapan. Lah di INA baru jd anggota dewan aj sombongnya minta ampun lupa siapa yg milih dia sampek jd anggota dewan.
Jimmy Lenon Jr emg identik dgn kelas berat di tahun 90.an waktu jayanya Tyson dan Don King
Hik...hiks...pengen banget foto bareng sama Jimmy Lennon.
Btw menurut saya, Jimmy Lennon emang lebih bagus dari Michael Buffer. Buffer memang lebih macho, tp kalo Lennon saya sukanya cara dia annouce seorang fighter. Cara dia 'build up' rhythm-nya bagus, udah kayak cerita (telling story) tp makin lama makin seru. Bahasa Spanyol-nya pun bagus.
Jimmy Lennon is the best :)
Felix
Buffer sdh mendapat usd 400 juta hnya dari hak cipta pmberian lisensi lets get ready to rumble.. ckckck...
Post a Comment