Ring Tinju TVRI pada tanggal 27 Mei mendatang akan menampilkan sebuah partai keras dan tentunya sangat seru. Gun Tinular, 10-14-0(5KO), Sang Raja Kelas Bantam KTPI dari Sasana Extra Joss Jakarta akan ditantang oleh jagoan asal Sasana Sindoro Satriamas Semarang, Rasmanudin, 13-2-2(8KO). Partai tersebut diramalkan akan berjalan dengan sangat keras dan menarik. Mereka akan berusaha membuktikan siapa yang terbaik di kelas Bantam.
Rasmanudin adalah petinju dengan teknik yang cukup baik. Rasmanudin memiliki gaya boxer namun sesekali dia sanggup bertarung dengan gaya fighter dan siap melayani barter pukulan diatas ring. Sedangkan Gun Tinular adalah petinju yang memiliki segudang pengalaman. Dia sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar tinju profesional nasional. Petinju yang pernah merepotkan Julio Moro tersebut terkenal dengan daya tahan tubuhnya yang sangat kuat. Sebagai pengingat, Julio Moro adalah satu-satunya petinju Indonesia yang sanggup merepotkan Daud Cino Yordan dalam dua kali pertarungan mereka.
Kualitas kedua petinju bisa dikatakan sangat memenuhi syarat untuk bertarung dalam Perebutan Kejuaraan Nasional Kelas Bantam KTPI sepanjang 12 ronde. Rasmanudin telah menyelesaikan dengan baik program latihan yang diberikan oleh pelatih Budi Wizon. Rasmanudin selama persiapan berlatih dengan sparring partner Arief "The Ice" Blader dan Frans "The Hands of Stone" Yarangga. Dua mantan juara nasional tersebut sangat membantu persiapan Rasmanudin. Kebetulan Arief Blader sedang dalam program untuk bertarung dalam Kejuaraan WBO Asia Pacific kelas Bulu,Jr melawan Sod Kokietgym di Thailand. Sedangkan Frans Yarangga juga sedang melakukan persiapan untuk bertarung di Jepang pada 25 Juli bersama dua petinju lainnya yang sama-sama berlatih di Sasana Sindoro Satriamas Semarang.
Promotor Ring Tinju TVRI Syarifudin Lado menyatakan sudah tidak sabar untuk melihat siapa yang terbaik di kelas Bantam. Beliau menyatakan, melihat kualitasnya, kedua petinju masing-masing memiliki peluang untuk mendapatkan kemenangan KO. Gelar Juara Nasional kelas Bantam KTPI yang disandang oleh Gun Tinular bisa saja bertahan, namun bisa juga berpindah kepada sang juara baru, Rasmanudin, yang berjuluk "Si Anak Hilang" alias "the Lost Boy" karena sekian lama meninggalkan Sasana Sindoro Satriamas, namun kini sudah kembali bergabung dengan sasana legendaris di Semarang tersebut.
oleh Prince Aryo Sulkhan
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Saturday, May 12, 2012
Si Anak Hilang, tampil Memperebutkan Gelar KTPI Kelas Bantam TVRI
Wednesday, May 9, 2012
Belajar dari Jimmy Lennon, Jr.
Beruntung sekali, pertandingan di Marina Bay Sands, Singapura, 5 Mei ini menghadirkan ring announcer legendaris, Jimmy Lennon, Jr. Sudah lama saya dengar Jimmy adalah seorang yang sangat friendly, bersahaja, ramah dan tidak sombong. Dan ternyata betul... Saat saya menyapa dia dan mengajak berfoto, dia menjawab dengan penuh persahabatan. "Hey how are, buddy?" sapanya, seolah kita seorang teman lama. Beberapa kawan dari RCTI seperti pembawa acara Olan Fatah, komentator Martinez dos Santos, wartawan Bola Dede Isharuddin, host "Tinju Legendaris" TVOne Fauzan Zaman dan Hengky Silatang, juga merasakan kesederhanaan dan keakraban dari seorang Jimmy Lennon Jr. yang sudah berstatus selebriti tersebut.
Mewarisi bakat sebagai pemandu acara dari ayahnya, Jimmy Lennon, juga seorang ring announcer terkenal pada jamannya, fasih berbahasa Spanyol dan dikenal sangat sempurna dalam melafalkan nama-nama petinju yang disebutkannya di dalam ring. Dengan pengalaman selama 25 tahun di panggung tinju dunia serta beberapa arena lain seperti K-1, MMA, dll., suara sengau dan melengking khasnya selalu mampu membawa pertandingan menjadi lebih menarik dan bergereget.
Jimmy Lennon Jr. sudah tak terhitung memperkenalkan para petinju yang hadir di atas ring, dengan lengkingan khasnya "it's..... Showtime!" (kayanya belum ada yang bisa mencontek pekikan khas ini, dibandingkan pekikan Michael Buffer "Let's get ready to rumble!" yang sering dicontek oleh para ring announcer di Indonesia). Namun bagi Jimmy, di antara pertandingan-pertandingan tersebut, ada beberapa yang sangat berkesan bagi dirinya.
Julio Cesar Chavez vs Greg Haugen adalah pertandingan yang berkesan bagi dia, karena begitu banyaknya penonton yang mencapai 135 ribu di Mexico City. Selain itu, kasus Tyson menggigit telinga Holyfied juga sulit dilupakan begitu saja oleh Lennon.
Pernah juga officials memberikan skor yang salah saat dia mengumumkan hasil Azumah Nelson vs. Jesse James Leija, sehingga sedikit banyak mempermalukan kredibilitas dia sebagai ring announcer yang perfeksionis.
Pengalaman lucu sekaligus menggelikan bagi dia adalah saat dia terjebak di tengah-tengah perkelahian massal di atas ring antara pendukung Jorge Luhan yang kalah dan pendukung Lupe Pintor pada tahun 1980'an. Para pendukung itu saling berlarian dan baku pukul di atas ring, dan Jimmy terjebak di tengah-tengah amuk massa itu. Lucunya, beberapa orang yang sedang adu pukul menoleh ke dia dan menyapanya, "Hi Jimmy", "How are you doing, Jimmy?"
Sekedar informasi, Jimmy Lennon Jr. pernah datang ke Jakarta pada tahun 1980'an, pada saat itu promotor Turino Tidar menyelenggarakan pertandingan internasional.
Yah, saya kira kita semua perlu belajar dari Jimmy Lennon Jr. bagaimana menjadi seorang yang bersahaja, tidak sombong serta tetap friendly di saat kita sudah menjadi orang terkenal. Tampaknya mudah, namun sulit untuk dilakukan.
"It's.... Showtime...!"
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Mewarisi bakat sebagai pemandu acara dari ayahnya, Jimmy Lennon, juga seorang ring announcer terkenal pada jamannya, fasih berbahasa Spanyol dan dikenal sangat sempurna dalam melafalkan nama-nama petinju yang disebutkannya di dalam ring. Dengan pengalaman selama 25 tahun di panggung tinju dunia serta beberapa arena lain seperti K-1, MMA, dll., suara sengau dan melengking khasnya selalu mampu membawa pertandingan menjadi lebih menarik dan bergereget.
Jimmy Lennon Jr. sudah tak terhitung memperkenalkan para petinju yang hadir di atas ring, dengan lengkingan khasnya "it's..... Showtime!" (kayanya belum ada yang bisa mencontek pekikan khas ini, dibandingkan pekikan Michael Buffer "Let's get ready to rumble!" yang sering dicontek oleh para ring announcer di Indonesia). Namun bagi Jimmy, di antara pertandingan-pertandingan tersebut, ada beberapa yang sangat berkesan bagi dirinya.
Julio Cesar Chavez vs Greg Haugen adalah pertandingan yang berkesan bagi dia, karena begitu banyaknya penonton yang mencapai 135 ribu di Mexico City. Selain itu, kasus Tyson menggigit telinga Holyfied juga sulit dilupakan begitu saja oleh Lennon.
Pernah juga officials memberikan skor yang salah saat dia mengumumkan hasil Azumah Nelson vs. Jesse James Leija, sehingga sedikit banyak mempermalukan kredibilitas dia sebagai ring announcer yang perfeksionis.
Pengalaman lucu sekaligus menggelikan bagi dia adalah saat dia terjebak di tengah-tengah perkelahian massal di atas ring antara pendukung Jorge Luhan yang kalah dan pendukung Lupe Pintor pada tahun 1980'an. Para pendukung itu saling berlarian dan baku pukul di atas ring, dan Jimmy terjebak di tengah-tengah amuk massa itu. Lucunya, beberapa orang yang sedang adu pukul menoleh ke dia dan menyapanya, "Hi Jimmy", "How are you doing, Jimmy?"
Sekedar informasi, Jimmy Lennon Jr. pernah datang ke Jakarta pada tahun 1980'an, pada saat itu promotor Turino Tidar menyelenggarakan pertandingan internasional.
Yah, saya kira kita semua perlu belajar dari Jimmy Lennon Jr. bagaimana menjadi seorang yang bersahaja, tidak sombong serta tetap friendly di saat kita sudah menjadi orang terkenal. Tampaknya mudah, namun sulit untuk dilakukan.
"It's.... Showtime...!"
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Tuesday, May 8, 2012
Alamat Youtube Pertandingan Daud Yordan vs Lorenzo Villanueva
Bagi yang tidak sempat menyaksikan pertandingan Daud Yordan vs Lorenzo Villanueva, berikut ini adalah link video pertandingan tersebut di youtube:
Klik di Sini
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Klik di Sini
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Labels:
Daud Cino Yordan Updates,
International,
Videos
Monday, May 7, 2012
Oleh-oleh dari Singapore
Berhubung perjalanan saya ke Singapura untuk meliput Chris John vs Shoji Kimura dan Daud Yordan vs Lorenzo Villanueva dibiayai oleh Japan Boxing Magazine, maka foto-foto tinju di Marina Bay Sands, Singapura akan saya tayangkan beberapa hari setelah majalah tersebut terbit di Jepang. Harap maklum.
Tapi saya tayangkan beberapa foto di atas sekedar untuk refreshing.
Daud Yordan MTKO2 Lorenzo Villanueva
Seperti kita ketahui, Daud Yordan menyudahi perlawanan raja KO Lorenzo Villanueva dalam duel seru singkat selama 2 ronde. Daud sempat tersengat hook Villanueva yang menjatuhkannya di ronde pertama. Namun Daud tak gentar, segera dia mengejar lawannya, namun keburu bel berbuyni. Ronde kedua, tak ada ampun bagi Villanueva. Untuk pertama kali dalam karirnya dia merasakan terjatuh di atas kanvas, dan setelah hitungan 8 usai, Daud memborbardir VIllanueva. Villanueva langsung jatuh tergeletak, wasit Phil Austin segera menghitung sampai 8, namun dia melihat Villanueva masih goyah, sehingga dia menyatakan Daud menang TKO pada ronde 2. Daud berhak menyandang gelar IBO kelas bulu lowong.
Chris John MA12 Shoji Kimura
Chris John yang tampil di partai utama, kali ini kembali menampilkan gaya seorang fighter yang mengejar Shoji Kimura. Namun Kimura terlalu cerdik dalam bertahan dengan membungkukkan badan serendah mungkin sehingga Chris John sulit melancarkan pukulan terbaiknya. Bahkan beberapa kali Chris mendapatkan peringatan wasit karena pukulannya mengenai bagian belakang kepala lawan yang terus menunduk. Ketika mengejar pukulan ke arah badan, justru nilai Chris dipotong wasit Ferlin Marsh karena dianggap mengenai bagian bawah (kemaluan) Kimura. Chris bahkan sempat goyah pada ronde 7 saat beberap pukulan balasan Kimura bersarang. Untung Chris John tidak terperangkap dalam kesulitan yang lebih besar setelah kembali mampu menguasai ring. Chris John di akhir pertandingan unggul angka mutlak 118-109, 117-110, dan 119-108. Pada akhir pertandingan diketahui Kimura menderita patah tulang hidung, sedang Chris harus menerima beberapa jahitan di pelipis kanannya.
Selamat untuk DY dan CJ!
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Subscribe to:
Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.







