Friday the 6th of December, Dragon Fire will present night of World Championship Boxing action at the Thunderdome, Metro City in Perth Western Australia.
The WBA Fighter of the decade & current WBA Super World Featherweight Champion Chris "The Dragon" John (48-0-3) returns to the ring in a battle of Featherweight Champions and will be looking to restore Indonesian national pride as he takes on master boxer & IBO World Featherweight Champion Simpiwe "Vetyeka" (25 – 2)
In April 14 of this year, Vetyeka famously stopped Indonesia's "heir to the throne" Daud Cino Yordan in Jakarta Indonesia and walked away with the IBO World Featherweight Championship after handing out a boxing lesson.
Vetyeka a 2 division IBO World Champion in the Featherweight & Bantamweight divisions respectively and an 11 year veteran will be looking to upset the 18x time WBA Featherweight Champion.
"I have I have won in America , Mexico & stopped Daud Cino Yordan in his backyard (Indonesia) so Australia prepare for another boxing exhibition" – Simpiwe "V12" Vetyeka
Indonesia's favourite son Chris "The Dragon" John will be looking to avenge the loss of his countryman.
John was recently honoured by Indonesian president Susilo Bambang Yudhoyo with the Bintang Jasa Star medal for outstanding contributions towards John's native Indonesia, the homeland of 242 Million people.
John will also attempt to create history Eseubio Pedroza's long standing record of 19th WBA World Featherweight title defences.
"With dedication, determination discipline I will not let my people down and on December 6th Indonesia will rise again" – Chris "The Dragon" John.
The event will be broadcast live in Indonesia on RCTI beginning at 9:00pm (Jakarta time)
For all the latest information go to www.facebook.com/dragonfireboxing
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
39 comments:
Friday the 6th of December
Thunderdome, Metro City in Perth Western Australia
********************************
lokasi pertandingan serasa mengingatkan akan sebuah film action lama di pertengahan tahun 1980-an yang dibintangi aktor asal Australia pula, Mel Gibson...
adapun theme song film tersebut, mungkinkah bisa dipakai pula sebagai alternatif menggantikan lagu pengantar siaran langsung seperti yang biasa diputar layaknya lagu dari kelompok Survivor yang dirasa sudah cukup sering terdengar...
berikut kutipan tidak lengkapnya,
......
We are the children,
Last generation...
We are the ones,
they left behind...
Living under the fear,
till nothing else remain...
All the children say,
We don't need another hero...
We don't need to know the way home...
All we want is life
Beyond the Thunderdome...
(We don't need another Hero, theme song from Mad Max 3 - Beyond the Thunderdome by Tina Turner)
sebuah kebetulan yang mungkin hanya dikait-kaitkan belaka, namun kelihatannya memang banyak yang sudah tidak sabar menunggu siaran langsung pertandingan yang atmosfernya dirasa semakin kuat saja mendekati waktunya...
Kok agak tiba-tiba yah Infonya.. Moga aja persiapan CJ juga gak tiba-tiba kayak pengumumannya.. Terlalu singkat cuma dalam waktu 1 Bulan.
Berharap penampilan CJ dan DY lebih ciamik kali ini, walaupun gak bisa nonton langsung.
GBU Chris John, Daud Yordan..
Seperti yg sudah diduga, lagu lama terulang kembali..
Ayo John.. pecahkan rekor Pedrosa...
Jgn dengerin org2 asal omong yg gk bakal bisa ngikutin prestasimu...
Aku penggemar beratmu
DY lawan siapa?
DY vs Gamboa
Memang rada aneh, pertandingan gelar juara dunia namun pengumumannya baru 1 bulan sebelum bertanding. yah moga2 persiapan CJ juga ga buru2. Kali ini saya rada was2, karena vetyeka bukan lawan yg mudah. CJ tidak boleh terpancing untuk bermain fighter krna stamina CJ bisa kedodoran dironde2 akhir. Main aman saja counterpuncher untuk menang angka. Biarkan vetyeka yg ambil inisiatif menyerang.
Tanggal 6 Desember 2013, Rekor Eusebio Pedroza bakal disamai CJ. Tinggal 1 pertandingan aman di 2014 maka CJ pensiun dgn melampaui Rekor Pedroza.
Daripada memprediksi menang-kalah yg CJ sudah pasti menang, lebih baik memprediksi apakah CJ bakal pensiun di 2014.
setelah mengalahkan rekor pedroza sangat bijak kalau simbol tinju indonesia ini pensiun, untuk memberi kesempatan bagi para petinju muda dari indonesia untuk direkrut oleh dragon fire.
simbol tinju indonesia ini bisa memulai karir kepelatihannya dengan menjadi seorang asisten pelatih karena memiliki pengalaman yang terbaik untuk ukuran petinju indonesia.
Pengalamannya akan sangat berarti bagi petinju indonesia yang lain.
Cocok sekali. mending pensiun lah daripada jadi bahan olokan.. supercham tapi pilih2 lawan.
kenapa harus pensiun? justru kalau cj masih terus bertanding, petinju2 muda lainnya bisa dijadikan undercard dan lebih gampang dapet perhatian
cj itu bukan pilih2 lawan, tapi mengikuti apa yg dilakukan si mayweather
Setelah sekian lama, akhirnya CJ akan unifikasi gelar. Cuma IBO sih, tapi moga" setelah ini juga bakal unifikasi gelar dari badan tinju yg lebih mentereng.
Saya tidak yakin CJ akan unifikasi dengan badan lain (ibf, wbc, wbo)
CJ akan cari aman sampai rekor eusebio terlampaui dan kemudian pensiun. Paper champ.
sebaliknya malah dengan tidak menjadi undercard cj adalah hal yang baik bagi petinju indonesia yang direkrut dragon fire.
cj mungkin maksimal hanya bertanding 2 kali setahun.
daud contohnya, dia harus bersabar untuk menjadi 1 paket dengan cj.
yang berakibat sangat buruk bagi daud sendiri.
daud menjadi kekurangan jam terbang pertandingan.
untungnya daud sekarang perlahan-lahan lepas dari paketan dengan cj.
begitu juga petinju muda yang lain (tentunya dari indonesia) yang direkrut oleh dragon fire, sudah selayaknya kalau memiliki potensi tidak menunggu cj bertanding.
kalau petinju seperti defri palulu cuma bertanding 2 kali setahun, mau kemana masa depannya.
Tanding di undercard cj kan bukan berarti harus cuma bertanding di undercard cj
di ranking boxing fightnews kok nama cj sbg juara wba tidak ada ya.??...yg ada hanya nicholas walters saja
dulu raja okto dibox-indo mengatakan hasil negosiasi DY vs Gamboa sdh mencapai 90%, saya yakin tdk ada orang yg akan percaya, krn YG adl seorang bintang yg selalu menjadi sorotan media, disaat tim YG baru sebatas memiliki wacana utk bertarung melawan juanma, rios ataupun mares beritanya sudah kemana2.....nah bagaimana mungkin hasil negosiasi yg dikatakan sdh 90% tp tdk ada sedikitpun statement dr pihak YG & tdk ada media yg meliputnya, walaupun ada forum luar yg pernah membahas pertarungan tsb tp awalnya bukanlah bersumber dr tim YG........jika rencana tsb pun gagal seharusnya ada lawan yg tak kalah hebatnya utk DY spt miguel vasques, richard abril atau jorge linares, namun spt yg sdh diduga golden fire akhirnya memilih petinju semacam sipho taliwe ( 21-3-0-14 ) utk pertarungan DY nanti.......luar biasa dr Gamboa menjadi Taliwe, sama saja saya berkoar2 sdh 90% jadi membeli motor harley davidson keluaran terbaru, hanya tinggal menunggu surat2nya saja, tetapi setelah ditunggu beberapa bulan akhirnya saya datang dng menunggangi motot terbaru saya yaitu yamaha jupiter
Bos Max
Gak segitunya kali analoginya kali Bos.. Taliwe itu mantan juara WBC kelas bulu super dan sempat mempertahankannya 4 kali.
Secara prestasi masih di atas DY yang berhasil menjadi juara IBO tapi hanya sekali mempertahankan.
Artinya Taliwe sangat pantas untuk menjadi lawan DY.
Mengenai perbandingan dengan Gamboa, saya rasa memang kalah pamor, tapi secara kemampuan bertinju gak akan berbeda jauh, nama Gamboa itu besar karena dia Ex juara Olympiade dan banyak berkecimpung di kiblatnya Tinju (Amerika) sedangkan Afsel sama Asia hampir sama, jarang yang terpublikasi di Amerika walaupun secara kemampuan gak jauh berbeda.
Record Taliwe masih berimbang antara kemenangan KO dengan Angka, artinya dia merupakan Petinju yang fleksible secara style bertinju, bisa fighter bisa boxer, DY juga harus bertarung dengan cerdik, mengatur tempo permainan biar gak kedodoran di ronde-ronde akhir.
tapi bung excelsior, wbc yg direbut & dipertahankan taliwe ini hanya wbc internasional yg kelasnya level regional bukan world & dia jg selalu main dikandang sendiri & kalah melawan petinju lokal kecuali saat main di aussie......yah klo gitu saya naikan saja lah dr yamaha jupiter ke honda tiger second he2.....janganlah promotor memberikan harapan yg lebih kalau memang dirasakan belum ada kepastian yg jelas, toh dr pihak YG jg sama sekali tidak ada respon.....krn kan kita sdh berkali2 kecewa dng lawan2 CJ, nah begitu dengar DY vs YG sdh 90%, waktu itu memberikan harapan yg tinggi pd pecinta tinju tanah air, tp pd akhirnya ya lawanya hanya model2 spt vetyeka
yg bilang 90% kan bung JP, dan udah dibilang cuma rumor jadi belum tentu bisa diandalkan
(meskipun rumor yg satu lagi adalah cj-vetyeka yg ternyata bener)
kan sdh jelas disebut pertarunganya mendekati 90% dan sdh sangat serius.....jd rumor dr mana lg.???... toh klo bung jeff mendapat info dr yg layak dipercaya tentu saja dr pihak dragon fire, yah klo pun tidak jadi, dijelaskan alasanya & ganti lawan yg bisa mendongkrak nama DY
taliwe sih petinju ayam sayur, pasti kalah punya lawan daud.Ada pasar taruhan gak yang buka?
promotor mungkin baru sadar sudah melangkah terlalu jauh, mencoba mempertandingkan DY vs YG, sementara petinju ybs sendiri dinilai masih terlalu dini (secara matematis, Gamboa menolak CJ, menyodorkan DY bisa dibilang pertarungan antara belaka atau semacam pemanasan saja baginya)...faktor ketergesaan akan nampak, alias kentara sekali semacam model penawaran bisnis yang dipaksakan atau dianggap minus nilai jualnya terutama bagi pihak YG...secara teknis juga dirasa disayangkan jika terburu atau belum cukup matang bertahan dengan status baru di kelas baru, secara psikologis jika kalah lagi dengan KO pula, semakin sulit bagi DY untuk melangkah lebih lanjut atau bahkan bisa saja berhenti total dengan bekas yang permanen pada dirinya...
IMHO membandingkan Yuriorkis Gamboa dengan Sipho Taliwe sama seperti membandingkan level kelas pebalap F1 dengan pebalap formula Asia. Dan pilihan melawan ST menurut saya sesuai dugaan karena berhubung manajemennya sama maka sy duga Daud Cino patternnya tidak akan jauh berbeda dari CJ cenderung cari aman (TKO lawan simpiwe kecelakaan krna tidak profesional).
Belum lagi tanding DY yg cuma 2 x setahun, maksimum 3 x mulai dari tahun 2009 (masih usia 22 tahun).
Feeling saya tidak terlalu berharap banyak dan cenderung yakin kalau CJ tdk akan pernah bersedia bertanding melawan petinju yg selevel kemampuannya dgn CJ, demikian juga dengan DY yg bakal kalah kalau diadu dengan petinju yg selevel CJ krna skill DY stagnan (pelatihnya msh sama yah?).
IMHO membandingkan Yuriorkis Gamboa dengan Sipho Taliwe sama seperti membandingkan level kelas pebalap F1 dengan pebalap formula Asia. Dan pilihan melawan ST menurut saya sesuai dugaan karena berhubung manajemennya sama maka sy duga Daud Cino patternnya tidak akan jauh berbeda dari CJ cenderung cari aman (TKO lawan simpiwe kecelakaan krna tidak profesional).
Belum lagi tanding DY yg cuma 2 x setahun, maksimum 3 x mulai dari tahun 2009 (masih usia 22 tahun).
Feeling saya tidak terlalu berharap banyak dan cenderung yakin kalau CJ tdk akan pernah bersedia bertanding melawan petinju yg selevel kemampuannya dgn CJ, demikian juga dengan DY yg bakal kalah kalau diadu dengan petinju yg selevel CJ krna skill DY stagnan (pelatihnya msh sama yah?).
kalau tidak salah dahulu CJ cukup sulit mendapat kesempatan menuju jenjang juara, waktu itu sekian lama bertanding baru ada tawaran hadapi peringkat lima WBA Antonio Cermeno dan batal pula...langkah Cino sebenarnya justru dirasa lebih mulus, namun gagal ketika kesempatan ada di depan mata, kekalahan KO lawan Vetyeka juga dirasa harus disesali, kelebihan bobot hingga 10 kg jelang tanding (walau konon takaran makan normal)seharusnya tidak terjadi, sehebat apapun kapasitas seorang petinju bisa saja kalah oleh yang namanya sikap tidak profesional ....
DY pernah hadapi mantan juara dunia Robert Guerrero, pihak manajemen mungkin saat ini berpikir untuk jangka panjang...di kelas yang baru, butuh beberapa pertandingan untuk membiasakan diri, pelatih DY berlatar amatir dirasa pasti mengetahui step yang baik untuknya, sebagai juara bertahan frekuensi tiga atau empat kali tanding pertahun juga dirasa cukup...rasanya DY justru dipersiapkan untuk pattern yang lebih keras, maklum dia punya modal pukulan keras jadi diharapkan bisa lebih punya nilai jual ketimbang CJ, namun kekalahan-kekalahan yang dialami dirasa perlu ada kehati-hatian untuk melangkah lebih lanjut, mungkin demikianlah...
coba sebutkan petinju indonesia (yang direkrut oleh dragon fire) yang bertanding jauh lebih banyak dibanding cj?
paling mentok 3 kali setahun.
Untuk petinju potensial 3 kali setahun itu jauh dari cukup untuk menaikkan pengalaman dan kemampuan.
daud-gamboa saat ini bagai kesamber petir di siang bolong.
daud siapa, gamboa siapa
kemungkinan daud bisa melawan gamboa adalah ketika daud sudah punya gelar juara dunia ibf atau wba atau wbc di kelas ringan atau mungkin juga bulu super (mungkin gamboa masih ingin dan bisa turun kelas)
dan tentu saja bongkrek akan bilang "give us 1 million usd."
orang bilang bisnis tinju pro kotor, segala bisa saja terjadi...skenario DY vs YG, mungkin semacam upaya mencari dan menciptakan kesempatan jika YG "cari sasaran antara" katakanlah pemanasan untuk lawan berat sesungguhnya, dan hal demikian bisa dan biasa berlaku untuk petinju kaliber dunia manapun...
Udah cepetan pensiun..
we need a warrior not a runner
truz kalo uda pensiun, loe mau jadi petinju ? ape mau penari tinju ? kaya ijul dancer
Ente pilih mana gan ?
CJ vs Mikey Garcia / Jorge Linares / Orlando Salido / Juan Manuel Lopez / Adrien Broner
atau
CJ vs Simelekete Bulukutuk
Besok disiarkan ndak ya sama Tv One.. Mikey Garcia vs Roman Martinez (CJnya Puerto Rico, mukanya mirip)
CJ???
Sudahlahhh...
Dalam 10 tahun, juara kelas bulu silih berganti (termasuk reguler WBA). tapi gak ada satu pun para juara itu yg pernah CJ hadapi (kecuali markes).
Sudahlahhh...
Daud ???
Petinju berbakat, potensial yg ditangani tidak dengan sebagaimana mestinya.. Pelatihnya masih itu2 saja...
Sudahlahhh...
CJ???
Sudahlahhh...
Dalam 10 tahun, juara kelas bulu silih berganti (termasuk reguler WBA). tapi gak ada satu pun para juara itu yg pernah CJ hadapi (kecuali markes).
Sudahlahhh...
Daud ???
Petinju berbakat, potensial yg ditangani tidak dengan sebagaimana mestinya.. Pelatihnya masih itu2 saja...
Sudahlahhh...
kalau mau jujur, ketidaksabaran publik dan penggemar tinju berperan pula dalam kegagalan yang dialami para petinju untuk menyusul pendahulunya meraih gelar juara dunia....padahal nalarnya, kalau si CJ dan Cino bisa, mengapa yang lain tidak...namun faktanya seorang juara dunia lain seperti Muhammad Rahman pun dianggap tidak atau kurang setara dengan kedua nama di atas, ini serasa menunjukkan bahwa keinginan publik serasa bagai mengambang alias fluktuatif, dalam arti sebenarnya penghargaan terhadap prestasi petinju itu sendiri seperti termakan pula sebagian oleh kondisi carut marut yang ada saat ini, orang mungkin lebih tertarik melihat petinggi parpol gontok gontokan ketimbang nonton pertandingan tinju mencari siapa juara sejatinya....dengan kata lain, para petinju kerapkali hanya berfungsi sebagai pemuas dahaga sesaat, di tengah atmosfer penuh konflik, berbeda jauh ketika dulu Elly Pical bertahta di kelas lebih bawah selama beberapa waktu namun situasi dan kondisi nasional stabil dalam banyak hal....maka sementara orang pun beranggapan bahwa langkah tim manajemen CJ untuk mengamankan gelar selama mungkin, dirasa sah-sah saja.....
itu yg komentar sudahlah sudahlah...ngapain juga ikut comment disini..kl emang sudah ga senang..kenapa juga masih ngikutin beritanya CJ+dy...mbok ya malu...ganti olahraga fav sana..bola kek...tipe2 penonton ababil..
Post a Comment