Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, February 15, 2010

Donaire Sikat Vargas

Seperti diduga, Nonito Donaire dengan mudah mengkandaskan Manuel Vargas dalam duel "formalitas" mempebutkan gelar interim WBA kelas terbang super dengan KO ronde 3. Disebut duel formalitas, karena Vargas adalah lawan yang ditunjuk menjadi lawan pengganti, karena lawan sebelumnya, Gerson Guerrero, tidak lulus dalam tes kesehatan karena masalah retina mata. Sejak awal, seperti di layar kaca TVOne, mimik Vargas sudah menunjukkan inferioritas dan sangat jelas menampakkan bahwa secara mental dia tidak siap tampil dalam duel yang diadakan di Hotel Hilton, Las Vegas, 13/2, tersebut.

Donaire masih 'memberi angin' pada ronde 1 dan 2 dengan tidak mengeluarkan keseluruhan kemampuan yang dimilikinya. Baru pada ronde 3, sebuah uppercut kiri menerpa dengan telak di dagu kanan Vargas yaqng membuatnya terkapar dan tidak mampu bangkit pada hitungan ke-10.

28 comments:

Anonymous said...

Dari 4 partai yg ditampilkan TVone sepertinya yg paling menarik adl Santiago Vs Conception,walaupun petinju Fil.tsb ranking di WBO merosot karena kalah disq.saat melawan Leuvanno,tetapi kemenangan malam kemarin akan kembali mendongkrak peringkatnya,saya yakin dia akan segera melawan Juanma,apalagi mereka sama2 dipegang oleh Bob Arum,jadi sepertinya DY harus bersabar di badan WBO ini.
Beruntunglah mereka yg dikontrak TopRank...........

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Mr.Muscle, tp Concepcion akhir ronde staminanya menurun drastis ya? Kl 12 rd berat jg tuh.. Kayaknya kl tndg vs Cino/CJ seru jg ya? Yg menarik dr Concepcion adlh powernya yg besar, untungnya Santiago jg bukan ptnju bermental rendah, jd msh bs melakukan perlawanan meski selalu terdesak. :)

Anonymous said...

Benar bung Aryo,apalagi keunggulan dari Conception hanyalah Power(bahkan pukulanya mampu membuat lawan terdorong,walaupun tdk mengenai sasaran yg tepat),sedangkan teknik/skill bertandingnya standart2 aja,apalagi dia juga sdh dilatih oleh Roach,sehingga kemajuan skillnya pun nantinya tdk akan jauh berbeda dng sekarang.

Melawan CJ,dia sdh pasti kalah,kalo melawan DY akan seru(menjual)tuh jual beli pukulan.....

bsw said...

Fenomena booming petinju2 Filipina di USA yang salah satunya akibat naiknya pamor Pacman memang luar biasa. Selain faktor Pacman, mungkin ada sisi2 publisitas dan promosi yang layak dicermati oleh insan petinju di tanah air.

Lihat saja Donaire, Donny Nietes, Abe Concepcion, hingga Ciso Morales yang pengalaman bertandingnya baru sekitar belasan hingga 20an, tetapi sudah beredar di panggung Las Vegas. Bahkan Donny Nietes yang pengalaman bertandingnya tak lebih banyak dari DY sudah menggenggam sabuk juara dunia. Demikian juga dengan Donny Nietes.

Mudah-mudahan DY dan RM segera mendapatkan momentumnya dalam waktu dekat ini, mengikuti jejak CJ, sehingga dunia tinju tanah air kembali bergairah jauh lebih marak dibanding sebelumnya.

- bsw -

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Sebenarnya ptnju2 Filipina selain Pacman blm ada yg bs disejajarkan dgn ptnju2 superstar yg ada di dunia, namun Pacman yg menjadikan ptnju2 Filipina lainnya ikut terdongkrak. Lihat saja Conception, sebenernya byk jg ptnju Indonesia di kelas bulu yg punya power seperti itu, namun dr sisi promosi krng diorbitkan, jd ya selalu hanya bertarung di level nasional & paling2 hanya sampai level bertanding di Kejuaraan Asia Pasifik.
Jngn berkecil hati, sy yakin suatu saat ptnju Indonesia seperti Cino, CJ, & mgkn Roy Mukhlis bila suatu saat ada kesempatan pasti akan jd superstar jg krn mereka memang memiliki kualitas. :)

Anonymous said...

Anda benar bung BSW,Kita sbg pengemar tinju jika ditanya siapa juara dunia dari Filipina sebelum Manny?,pasti byk yg bingung menjawabnya,walaupun mrk sdh punya byk juara,sejak era70 sampai 90an,tetapi jika sekarang ditanya siapa juara tinju dari Filipina?jawabanya jangankan juara,calon/bibit mudanya pun kita tahu........

bsw said...

Bung Max, sebelum Manny, yg saya ketahui paling2 cuma Penalosa bersaudara, yang salah satunya yaitu Dody Boy Penalosa pernah meng-KO Yani Hagler di era 80an

Waktu itu saya bahkan jauh lebih familiar dengan petinju2 Thailand di era Galaxy bersaudara dibanding dengan Pinoy.

Waktu booming tinju di gelar tinju profesional Indosiar, saya sempat menyimpan harapan terhadap Ferdinan, M. Alfaridzi, Adrian Kaspari, Rahman Kili-Kili, Sonny Rambing, dan tentunya CJ.

Sayang, hanya CJ yang mengorbit ke pentas dunia. Memang CJ punya kualitas tersendiri waktu itu. Disamping kualitas tekniknya, CJ yg saat itu masih berstatus sebagai atlet Wushu juga berani bertarung dengan frontal dgn petinju2 nasional di kelasnya seperti Alfaridzi, Soleh Sundava, dll.

Saya dulu sampai berharap agar CJ tetap berkiprah di tinju dengan melepas karirnya di Wushu, dan ternyata kesampaian.

Ya, I'm the big fans of CJ sejak kemunculannya di awal karirnya ... :-)

- bsw -

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Mr.Muscle & Bung BSW, setahu sy basic CJ sebenarnya adlh murni tinju, namun krn saat itu di Jawa Tengah muncul booming Olahraga Wushu Sanshou & atlet2nya kebanyakan jg ptnju, maka CJ jg ikut menekuninya & berhasil, jg semua atlet Sasana Bank Buana saat itu ikut berlaga di Wushu Sanshou, Sonny Rambing, Arthur Rambing, Budi Wizon, Wito Ramirez, Sigit Santoso, dll, & hampir semuanya sukses, pdhl basic mereka semua adlh tinju. Lalu kl tdk salah CJ sempat jg mendapat medali di SEA GAMES. Ya itu yg sy ingat, termasuk sejarah tinju Indonesia itu. Hehehe

JP said...

kali ini AS Salah. Filipina sudah bisa jadi juara dunia tahun 1930'an lewat si jago KO Pancho Villa yang merajai tinju di Amerika.

Filipina adalah negara Asia pertama yang menyumbang juara dunia tinju. Petinju terbesar Filipina sebelum ini adalah Gabriel Flash Elorde, sebelum dilewati oleh popularitas Pacquiao.

Sebelumnya juga ada juara legendaris Filipina, Louisito Espinosa.

Thailand baru tahun 60'an baru bisa juara (a/n Pone Kingpetch).

Kalau dibilang sejarah, Filipina memang pionir tinju Asia, disusul Jepang, Thailand dan Korea. Kita baru bisa jadi juara dunia tahun 1980'an. Kalau 50 tahun dari Filipina, kalah 20 tahun daqri Thailand.

Maklumlah kala kontribusi juara dunia kita masih seidkit.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

AS yg mana ini? Kan yg bahas soal juara dr Filipina Bung BSW. AS kan bahas Wushu Sanshou-nya CJ.
Tp ya memang, qt kalah telak 50 thn dgn Filipina & kalah 20 thn dgn Thailand.. Mau gmn lg, wong memang qt bukan negara tinju, saat ini punya juara dunia aja udh bagus, tp entah misal 5-10 thn mendatang, semoga saja negara qt menjadi negara tinju. :)

Anonymous said...

nice post. thanks.

Anonymous said...

Feeling saya sih gak ada petinju kelas bulu yg mau lawan DY. Kayaknya udah pada tahu kalau DY itu jago. Menurut gw sih Daniel Ponce de Leon juga salah satu yg jiper.

Satu-satunya cara DY bisa dapat title match, IMO, dia harus nantang petinju peringkat tinggi yg lain kayak Israel Vasquez, Rocky Juarez atau Rafael Marquez. Dengan begitu, dia dapat nama dan berhak untuk menantang juara.

BTW, Concepcion is overrated. Petinju kayak gituan mah digilas ama DY, apalagi CJ.

Felix

Anonymous said...

DY adl petinju hebat,tapi kita janganlah berharap terlalu tinggi kepadanya,bagaimanapun jg pengalaman dia msh sangat minim,karena hanya petinju sekelas antonio mezza saja lawan terbaik yg pernah dihadapinya,kita boleh berharap sesuatu yg besar kepadanya,jika DY sdh menjadi juara & mampu mempertahankan sabuk tsb.

Saya msh ingat dng si raja KO,Adrian Kaspari,waktu itu kita terlalu berharap dia akan manjadi juara dunia ke3Xnya,bahkan ada pengamat/komentator dimedia masa yg mangatakan AK tdk akan mengalami kesulitan yg berarti jika diberikan kesempatan utk menjajal juara dunia,tetapi kenyataanya bkn saja KO dari Steve Austin&diusir dari Afrika selatan,prestasi diapun langsung jeblok,bahkan utk menghadapi petinju2 kelas dua dr thai.pun dia harus dibantu oleh juri utk meraih kemenagan,padahal usianya msh produktif saat itu......tentu saja kita berharap DY tdk seperti itu

Anonymous said...

DY VS BC saya pikir peluangnya 50:50,tetapi kans BC akan lbh besar jika dia tetap dilatih oleh Roach & berlatih di wild card.
Tetapi bagaimanapun DY satu2nya petinju milik INA yg paling berpeluang mengantikan CJ...maju terus DY

JP said...

Waktu melawan Tim Austin, saya 'tertipu' berita koran. Katanya Kaspari mampu menggoyahkan Austin di ronde 2. Bertahun-tahun kemudian, saya menonton rekaman Austin vs Kaspari, Kaspari tidak mampu berbuat apa-apa. KOnya pun sangat 'horor', Kaspari terpelanting kena pukulan keras. memang waktu itu reporternya bicara Kaspari ini misterius, dan rekor KOnya sangat hebat.

Anonymous said...

Hahahaha iya bung,bahkan bursa taruhan di US waktu itu menjadi berimbang begitu para petaruh melihat record KO Kaspari yg sangat mengerikan.walaupun Austin lbh unggul dlm bursa taruhan......

Anonymous said...

Hahahaha iya bung,bahkan bursa taruhan di US waktu itu menjadi berimbang begitu para petaruh melihat record KO Kaspari yg sangat mengerikan.walaupun Austin msh lbh unggul dlm bursa taruhan......

JP said...

Yah, waktu itu internet belum ada. Jadi rekor KO Kaspari memang sangat mengerikan. kalau tidak salah 25-0, 24 KO waktu lawan Austin. Satu-satunya yang lolos dari kekalahan KO Kaspari adalah Aryo Sul Khan :)

Anonymous said...

Sayangnya nama yg bung Jeff sebut tadi prestasi tertingginya hanyalah sbg juara tingkat RT,itupun bisa juara karena dibela habis2an sama juri,wasit,penonton,dokter ring sampai dengan ring card girls nya hahaha....

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Terus2kanlah menyudutkanku,kawan2.. Haahahaha.
Utk tmn2 yg agak memandang sebelah mata Daud Cino Yordan, mohon dilihat lg record bertandingnya & kualitas pertarungan2nya selama ini, mental Cino menurut sy bnr2 bermental juara, mimik mukanya tdk prnh terlihat down, lihat saja saat timbang bdn atau jumpa pers, wajah seorang ptnju sngt bila dia merasa tdk nyaman.
Ya ini sih comment sy krn sy senang dgn Cino, yg tdk sependapat dilarang protes, hehehe.

Anonymous said...

Saya ingin bertanya kepada bung Aryo & teman2 pengemar tinju khususnya boxing indonesia yg saya cintai,apakah mungkin DY akan bernasib spt AK ???,dilihat dari gaya bertarung,record bertanding & rasa percaya diri mereka sptnya memiliki banyak kesamaan,utk skill sekali lagi saya tdk bisa bicara banyak karena pengalaman DY msh minim.

Tentu saja saya sangat berharap DY lbh hebat dari CJ dan kans tsb ckp terbuka lebar,tapikan inikan hanya sekedar prediksi saja......tolong masukanya....

Anonymous said...

Ya jelas jauh kualitasnya DY dengan Kaspari..
DY jauh lebih lincah dan cerdik. lha Kaspari modal nekad doang.. Pukulan DY lebih cepat di banding Kaspari yang agak lambat pukulannya karena ayunan tangannya terlalu jauh.
Foot worknya juga beda, Kaspari monoton sedangkan DY lebih taktis..
Pokoknya DY Oke banget..
Tapi
Kalau di lihat ukuran tubuh kok aneh yah dengan berat yang sama, lawan2 Kaspari terlihat lebih kecil.. makanya lawannya dah ngeper duluan lihat dah kalah body duluan.. Kayak Eric Morel VS Gery Penalosa..

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Mr.Muscle, sy cocok nih sm comment yg barusan diatas.. Hehehehe

Anonymous said...

hehehe iya bung,ayo yg lain, sopo meneh?,bung BSW,bung Jeff ??? dll,

JP said...

Buat bung anomymous: Setuju sekali. AK tidak bisa dibandingkan dengan DY. Harus diakui pukulan AK memang keras, mungkin lebih keras dari DY. Tapi dia monoton dan kakinya menancap tanah. Lain dengan DY footworknya bagus. Mungkin secara talenta, DY adalah talenta tinju terbaik yang pernah dimiliki Indonesia sepanjang sejarah. Dia punya speed, power dan footwork yang sama bagusnya.

Hanya perlu pemolesan lebih lanjut.

Anonymous said...

Yah, lg2 si concepcion yg dpt kesempatan nantang juanma bln may..petinju yg cm mengandalkan power..kalo BC di adu sm DY menurut sy 65:35 buat DY..nilai yg sm buat Juanma.

JP said...

Yah, kayanya Arum power berkuasa di kelas bulu.

bsw said...

ya, saya setuju dengan semuanya. DY punya talenta yg hebat. Dan sebagai orang Indonesia saya berharap DY bisa segera mendapat kesempatan menantang juara dunia.

Sayangnya dia jauh dari USA, sedangkan Abe concepcion yang hanya punya modal pukulan keras selalu bisa mendapatkan kesempatan menantang juara dunia. Dulu menantang Luevano, tp gagal total karena diskualifikasi. Dan setelah melalui satu pertarungan yang dapat dia menangkan minggu kemarin, dia bakalan mendapatkan kesempatan lagi, kali ini menantang Juanma.

Promosi, lobi-lobi, publisitas, lagi2 mengalahkan talenta. Padahal dilihat dari rekor bertanding DY jauh lebih mentereng

Mudah2an si Abe Concepcion kalah lagi, biar tenggelam namanya, dan DY yg naik pamor :-D

- bsw -

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.