Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Google+ Followers

Thursday, March 20, 2014

War in Nagoya

oleh Aryo Sulkhan, Nagoya, Jepang

Sebuah pertarungan sengit terjadi dalam Kejuaraan WBC Youth World Title kelas Bantam antara sang juara bertahan Yushi Tanaka melawan sang penantang dari Indonesia, John Bajawa. John merupakan adik sepupu dari sang mantan jawara Indonesia dari Sasana Mirah Silver Bali, Alexander Bajawa. Meskipun berperawakan jauh lebih kecil daripada abangnya, namun kemampuan bertinjunya tidak bisa diremehkan begitu saja. John bergaya fighter murni seperti kebanyakan petinju dari daerah timur Indonesia lainnya, namun melihat dari segi usia dia memiliki daya tahan dan mental yang terbilang cukup bagus, hanya perlu polesan yang lebih terarah dia akan menjadi petinju yang disegani di kelasnya. Petinju berusia 22 tahun dari Sasana Nek Messe Surabaya ini dilatih oleh Alexander Bajawa sendiri dengan manager tokoh tinju ternama Jawa Timur khususnya di Surabaya, Mikdon Neddy Tanaem.

Pada pertarungan yang digelar Nagoya tepatnya di International Conference Hall pada tanggal 16 Maret 2014, John Bajawa dijadwalkan bertarung dalam 10 ronde. Partai Kejuaraan WBC Youth tersebut merupakan partai tambahan dari pertandingan non gelar antara jawara muda Jepang Kosei Tanaka melawan Ronelle Ferreras yang berasal dari Filipina. Seperti kita ketahui, Kosei Tanaka adalah petinju yang pada pertarungan debutnya sanggup "mempecundangi" petinju kita Oscar Reknafa yang kala itu memiliki peringkat 6 WBO Dunia. Kali ini pada pertarungan kedua dalam karir profesionalnya, Kosei kembali "mempecundangi" petinju berperingkat 12 WBA yang juga Juara Interim PABA kelas Terbang Mini. Bahkan Ronelle terlihat sedikit lebih kerepotan dibandingkan Oscar Reknafa. Pukulan-pukulan Kosei Tanaka membentur dengan cepat dan akurat ke wajah dan perut Ronelle berkali-kali, namun petinju Filipina ini memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap pukulan sehingga Kosei Tanaka hanya mampu mengalahkan dengan angka mutlak, namun dengan nilai sempurna.

Sedangkan John Bajawa harus berjuang keras melawan Yushi Tanaka, meski berkali-kali tersudut di tali ring, namun John Bajawa sanggup memberikan perlawanan keras dan sering terjadi jual beli pukulan serta sanggup mendaratkan pukulannya ke wajah maupun tubuh Yushi Tanaka. Kiyoshi Hatanaka, sang pelatih dari Yushi Tanaka yang juga merupakan mantan juara dunia WBC kelas Bulu Junior bahkan sampai terlihat pucat dengan kebandelan John Bajawa yang tidak mudah menyerah. Walaupun dari sisi angka Yushi Tanaka sudah unggul pada setiap rondenya, tetapi raut kekhawatiran sang pelatih tidak bisa ditutupi begitu saja, karena apabila Yushi Tanaka salah langkah sedikit bisa saja merubah segalanya. Namun tanpa diduga, sebuah pukulan telak menghantam dagu John Bajawa yang membuat John jatuh terduduk. Wasit seketika menghitung, tetapi John Bajawa mampu bangkit pada hitungan ke enam sehingga pertarungan kemudian dilanjutkan kembali meski semakin terlihat berat sebelah, hingga pada akhirnya Yushi Tanaka mendapat kesempatan untuk membombardir John Bajawa yang saat itu sudah tidak mampu membalas dan hanya bertahan di sudut ring membuat wasit menghentikan pertarungan. John Bajawa dinyatakan kalah TKO di ronde ke delapan.

Pada jumpa pers sesaat setelah pertandingan, pelatih Yushi Tanaka menyatakan salut akan perjuangan John Bajawa. Bahkan dia sendiri awalnya menyangka bahwa John Bajawa tidak akan sanggup melewati pertarungan hingga ronde ke lima, namun fakta berkata lain. Sedangkan John Bajawa saat di wawancara oleh wartawan TV lokal Jepang menyatakan bahwa Yushi Tanaka adalah "Petinju Batu", tetapi dia berjanji apabila diberikan kesempatan tarung ulang dengan Yushi Tanaka dia akan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara dengan membawa pulang gelar juara tersebut. Para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah dan terlihat puas melihat penampilan para petinju pada malam itu. Beberapa penonton setelah pertandingan berakhir datang menghampiri John Bajawa dan Ronelle Ferreras untuk berfoto bersama. Bahkan ada seorang penonton yang memberikan uang kepada Ronelle Ferreras dan John Bajawa. Meskipun nominalnya tidak terlalu besar, namun hal tersebut merupakan bentuk apresiasi yang tinggi dari penonton akan penampilan mereka pada malam itu.

Jago muda usia yang baru saja lulus dari SMA di Jepang, KOsei Tanaka, kini digadang-gadang untuk merebut gelar juara dunia pada pertandingan ketiga karie profesionalnya; menyamai rekor dunia yang dicatat oleh petinju Thailand, Saensak Muangsurin, yang merebut gelar dunia tinju profesional pada pertandingan ketiga. Luar biasa!

Powered by Telkomsel BlackBerry®didukung oleh Softbank


1 comment:

Anonymous said...

liat di boxrec ronelle farreras sebelumnya kalah lawan petinju filipina roque lauro yg rekornya 9-16-4, tapi masih di preingkat wba 12, kacau dah nih ranking

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.