Berita-berita di koran dan televisi di Indonesia pagi ini, entah dari mana sumbernya, menyebutkan bahwa petinju yo-sam Choi yang koma setelah terkena pukulan Heri Amol telah meninggal cukup aneh. Selain berita di Indonesia, tak ada satu beritapun di manca negara, termasuk Korea Selatan, menyebutkan kematian Choi.
Pino Bahari juga menyatakan keheranannya dengan menyebarnya berita itu, karena dia terus memantau perkembangan Choi melalui media internet. "Untung saya belum sempat kirim fax ucapan duka cita, karena berita ngawur itu," kata Pino Bahari. "Hari ini saya ditelpun terus oleh para wartawan yang menaynyakan perihal kematian Choi,' imbuhnya.
Pino juga menceritakan kronologis terjadinya kecelakaan pada 25 Desember lalu, pada ronde 1 - 5 dia memerintahkan Heri Amol untuk bertahan sambil menguras stamina Choi yang sudah cukup uzur (33). Setelah ronde 5, permainan Amol berkembang baik, tapi Choi tetap menguasai jalannya pertandingan. "Namun dia mulai menyeruduk (headbutt) yang membuatnya diperingatkan wasit asal Thailand," kata Pino.
Pada kira-kira 10 detik menjelang usai pertandingan, sambaran Amol menerpa wajah Choi cukup keras hingga Choi terjatuh, tapi menurutnya tidak sampai bisa membuat fatal. Dia berpikir mungkin ada cedera lama di otak Choi yang membuatnya cedera. Selanjutnya, dia mengirimkan doa bagi keselamatan dan kesembuhan Yo-sam Choi
Sunday, December 30, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.

1 comment:
Choi Yo Sam meninggal january 5 2008...
tragis...
Post a Comment