Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Showing posts with label Interview. Show all posts
Showing posts with label Interview. Show all posts

Thursday, April 18, 2013

Daud Yordan Bicara Soal Kekalahan



Mantan juara IBO kelas bulu yang baru saja turun tahta, Daud Cino Yordan, berbicara soal kekalahannya dari SImpiwe Vetyaka (Afsel). Berikut petikan wawancara per telepon dengan Daud.

T: Bagaimana kabarnya, Daud? Masih menyesali kekalahan?

DY: Kabar baik. Perasaan saya biasa saja, tidak sedih, tidak menyesal. Saya sudah merasa kekalahan sebelum pertandingan terjadi.

T: Maksudnya?

DY: Yah, sejak penimbangan badan, saya sulit masuk ke dalam kelas bulu (57,1 kg.). Sudah sejak awal saat jumpa pers, bahwa usai pertandingan ini, saya akan langsung naik 2 kelas, yakni kelas ringan. Itu bukan tanpa sebab, karena saya sangat sulit masuk dalam berat kelas bulu ini. Saat itu, saya sudah punya sudah punya feeling saya tidak mampu tampil maksimal.

(catatan: 3 jam sebelum pertandingan, saya sempat beremu Daud di kamarnya di Hotel Sultan. Salah seorang anggota tim Daud membocorkan kondisi Daud, bahwa berat badannya mencapai 67 kg. usai makan normal dan melakukan timbang badan. Itu artinya 10 kg. lebih berat dari batas berat kelas bulu saat timbang badan).

T: Bagaimana berat badan sebelum-sebelumnya saat bertanding dua kali di Singapura?

DY: Biasanya, 2-3 minggu sebelum hari h, berat badan saya sudah mencapai berat kelas bulu. Di saat latihan saya berjuang habis-habisan sampai pernah pingsan saat latihan karena mati-matian mencapai berat ini. Tapi itu saat latihan. Lama-lama badan saya bisa terbiasa dengan berat 57,1 kg. Tapi kali ini, dengan perjuangan maksimal, berat badan saya bisa masuk berat kelas bulu sesaat jelang timbang badan. Itu artinya, badan saya tidak cukup waktu beradaptasi dan saya kelelahan dalam menurunkan berat badan secara drastis. banyak contoh petinju sehebat apapun yang akhirnya tampil buruk saat terkendala dengan berat badan seperti Oscar de la Hoya (saat lawan Pacquiao) dan  Roy Jones jr. (saat harus turun dari kelas berat ke berat ringan).

T: Bagaimana mengenai rematch?

DY: Kalaupun rematch dengan Vetyeka, harus di kelas baru saya (ringan). Saya yakin masih bisa berbuat lebih baik di kelas ringan, dan saya anggap kekalahan kemarin bukan karena faktor teknis di atas ring. Otak saya memerintahkan begini, namun otot saya tidak bisa menuruti perintah otak. itu akibat menurunkan berat badan terlalu dekat dengan hari h. Di salah satu sisi, itu adalah kewajiban saya mempertahankan gelar di kelas bulu, di sisi lain saya sudah nyaris tidak mampu bertahan di kelas bulu.

T: bagaimana dengan pernyataan Damianus Yordan kepada pers, bahwa dia mundur dari tim kepelatihan Daud?

DY: Saya memahami posisi bang Dami. Dia mendapat tekanan besar dari berbagai pihak, dan dia sebagai pihak yang disalahkan atas kekalahan saya. Saya kira itu adalah faktor emosional bang Dami yang menurut saya sangat manusiawi. Sehabis ini kami akan duduk bersama, dan kami akan melakukan evaluasi dan langkah-langkah selanjutnya. Tidak pula seperti dugaan orang bahwa saya menutup diri terhadap pelatih lain, jika itu memang yang terbaik untuk saya, saya kira saya terbuka akan uluran tangan pelatih lain. Di sisi lain, Bang Dami saya kira juga memiliki kemampuan yang baik sebagai pelatih, bisa saja kolaborasi pelatih baru dan bang Dami. Tapi itu semua akan kami bicarakan segera setelah ini.

T: Bagaimana pula karier Anda selanjutnya di kelas yang baru nanti?

DY: Saya sudah bicara dengan Bang Okto (Promotor Raja Sapta Oktohari). Keinginan beliau adalah melirik badan tinju yang mau memberikan prioritas kepada saya untuk bertarung memperebutkan gelar di kelas baru saya secepat mungkin. Apakah WBA, IBF, IBO, WBO dll, kecuali WBC karena mereka menjatuhkan sangsi terhadap para petinju Indonesia.

(Catatan: Juara kelas ringan WBA: Adrien Broner (USA), WBC: Richard Abril; IBF: Miguel Vazquez (Meksiko), WBO: Ricky Burns (Inggris), IBO: Lowong)

T: Ada ucapan untuk penggemar Daud?

DY: Terimakasih atas segala perhatian dan kritik serta hujatan terhadap saya selama ini. Saya juga sadar, dengan buruknya penampilan saya kemarin, pasti banyak hujatan dan makian kepada saya dan kubu, dan semua itu saya terima dengan lapang dada sebagai bagian dari bentuk perhatian terhadap saya. Tentu banyak yang berkata bahwa saya tidak latihan dengan sungguh-sungguh dll, tapi itu sama sekali tidak benar. Saya mati-matian berlatih hingga pingsan saat latihan, digotong oleh beberapa rekan latihan saya. Tapi memang dalam tinju ini tidak semua melulu faktor teknis yang menentukan.

T: Ok Daud... semoga sukses dan berhasil. Tetap Semangat!

DY: Terimakasih.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Saturday, May 9, 2009

Khaosai Galaxy - Sukses di Tinju, Sukses di Kehidupan

oleh Erick Purna Irawan
Khaosai Galaxy... Mungkin masyarakat dunia dan masyarakat tinju Indonesia tidak asing lagi mendengar nama besar tersebut. Benar sekali, dia adalah petinju asal Thailand yang mengalahkan Ellyas Pical dengan TKO pada tanggal 28 Februari 1987 dalam kejuaraan dunia versi WBA kelas bantam yunior 52,2 Kg di ronde ke 14 dari 15 ronde yang direncanakan.*) Ellyas Pical yang pada saat itu memegang gelar juara dunia versi IBF kelas bantam yunior, yang diraihnya dari petinju Korea Selatan, Ju Do Chun, pada tanggal 3 Mei 1985 di Istora Bung Karno dengan kemenangan KO di ronde ke 8. Sedangkan Khaosai Galaxy meraih gelar lowong WBA kelas bantan yunior pada tanggal 21 november 1984 melawan petinju Republik Dominica, Eusebio Espinal, dengan kemenangan TKO di ronde ke 6 dari 15 ronde yang direncanakan. Galaxy adalah petinju yang sangat lama sekali memegang sabuk juara dunia versi WBA kelas bantam yunior, dan tidak ada yang bisa merebut gelar dari tangannya.

Pada tanggal 30 April 2009 saya berkesempatan bertemu langsung dengan Khaosai Galaxy pada pertandingan kejuaraan interim versi WBA kelas super bantam 55,3 Kg antara Poonsawat Kratingdaeng yang dilatih langsung oleh Galaxy dan satu petinju lagi yang diasuh oleh Galaxy, Denkaosan Kaovicit, juara dunia versi WBA kelas terbang 50,8 Kg .

Galaxy lahir di Petchaboon, Thailand pada tanggal 15 Mei 1959 ini memiliki nama asli Sohla Saenghom selain sekarang berprofesi sebagai pelatih tinju ternyata memilki usaha lain yakni membuat bak mobil untuk angkutan atau lebih dikenal di Indonesia sebagai angkot. Usaha ini sudah berjalan lebih dari 4 tahun dan bisnis restoran sea food lebih dari 5 tahun .

“Sekarang saya memiliki satu orang anak laki-laki yang berumur 10 tahun tapi dia tidak hobi olah raga tinju seperti saya. Dia menyukai olahraga renang dan dia sangat berprestasi sekali . Saya tidak memaksakan anak saya untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang petinju karena kalau saya paksakan pasti hasilnya akan kurang memuaskan,“ ungkap Galaxy yang menutup karir tinjunya dengan rekor sebanyak 50 kali bertanding, menang 49 kali dengan kemenangan KO/TKO sebanyak 43 kali dan hanya menderita sekali kalah angka oleh petinju senegaranya, Sakda Saksuree.

Sukses untuk Galaxy...


*) Catatan redaksi

- Sebagai juara kelas terbang yunior IBF, gelar Pical saat itu tidak dipertaruhkan karena statusnya saat melawan Galaxy adalah sebagai penantang di badan tinju WBA. Konsekuensinya, jika menang Pical akan memiliki dua gelar, IBF dan WBA. Jika kalah angka, gelar IBF Pical tidak akan melayang. Namun karena Pical kalah TKO, maka gelarnya dicoret oleh IBF.

- Sejak awal pertandingan pukulan-pukulan andalan Pical, hook kiri, banyak mendarat di wajah dan tubuh Galaxy, namun seolah Galaxy kebal pukulan. Dalam keadaan furstrasi dan lelah, Pical akhirnya tumbang di ronde 14. Wasit Ken Morita sempat mencoba membantu dan menyemangati Pical untuk meneruskan pertandingan, namun Pical menolak karena sudah frustrasi.

- Dalam sebuah wawancara dengan boxing-indonesia beberapa waktu lampau, dalam hati kecil Pical sebetulnya tidak mau bertanding melawan Galaxy, namun atas desakan pihak-pihak tertentu, dengan berat hati dia memenuhi agenda melawan Galaxi.

- Khaosai Galaxy begitu ditakuti pada masa jayanya, karena penampilannya yang dingin serta dikenal merupakan petinju slugger raja KO nan tangguh dan seolah kebal pukulan. Atas reputasinya, Galaxy dijuluki sebagai "the Thai Tyson".

Friday, January 23, 2009

Wawancara dengan Chris John

(diterjemahkan dari Fightnews.com, dengan ijin dari Craig Watt)

Juara dunia kelas bulu WBA yang belum terkalahkan, Chris John (42-0-1, 22 KO) mungkin menjadi salah satu juara dunia yang paling kurang dikenal oleh dunia, kecuali Indonesia. Ini menjadi hal yang mengejutkan, karena dia telah menggenggam sabuk jujaranya tersebut sejak tahun 2003, dan lebih mengejutkan lagi, bahwa dia telah menundukkan Juan Manuel Marquez di tahun 2006 dalam kejuaraan kelas bulu WBA. Di negaranya, Indonesia, lain ceritanya. Dia adalah idola dan ikon olahraga, seperti Ricky Hatton di Inggris dan Manny Pacquiao di Filipina.

Pada 28 Februari mendatang, dia harus terbang ke AS, pertama kali sepanjang karirnya, untuk mempertahankan gelarnya melawan jago tuan rumah, Rocky Juarez di Toyota Center, Houston, Texas. Pertarungan ini akan menjadi debut petinju berusia 29 tahun itu tampil dalam pagelaran akbar di jaringan televisi HBO, dan ditayangkan sebagai partai tambahan utama pertarungan di kelas ringan antara Juan Manuel Marquez vs. Juan Diaz. Dia ditampilkan di AS atas prakarsa Golden Boy Promotions, dan baru saja Oscar de la Hoya memberikan pernyataan mengenai rncana pertandingan tersebut. “Chris John adalah juara dunia yang paling konsisten saat ini. Maka kami begitu gembira bisa menghadirkannya di AS, sehingga pecinta tinju di sini bisa mengenalnya secara langsung. Dia akan menghadapi lawan tangguh, Rocky Juarez, yang semakin mantap akibat pengalamannya menantang juara dunia. Dengan Chris John yang berusaha menarik minat pecinta tinju AS dan usaha Juarez untuk merebut gelar dunia, maka pertandingan ini dipastikan akan berlangsung menarik.”

Demi pengabdian tersebut, “Sang Naga” rela mempersiapkan diri dan berlatih di bawah pelatih Craig Christian. Tempat latihannya berjarak 7.000 km. dari tempat tinggalnya di Indonesia, namun tempat tersebut memberikannya gaya hidup dan berlatih yang memungkinkannya menampilkan standar tinggi dalam tinju untuk mempertahankan rekornya yang sudah 43 bertanding tanpa kalah, di Harry’s Gym di kawasan industri di kota Perth, Australia.

Fightnews menyempatkan diri mampir di Harry’s Gym untuk melihat langsung latihan sang juara dan memperbincangkan seputar persiapannya untuk menghadapi pertarungan tersebut.

Chris, kamu berada sekitar 7,000 km. dari rumahmu di Indonesia – kenapa kamu berlatih di Perth, bukan di Jakarta?

Sejak tahun 2005, saat saya bergabung dengan Craig Christian, saya sudah menjadikan tempat ini sebagai homebase saya, di mana semua latihan keras dan sparring dilakukan di sini. Saya memiliki kamar di belakang gym, dan tinggal bersama adik saya selama 6-8 minggu menjelang pertandingan. Di sini saya bisa makan, tidur dan tinggal bersama kehidupan tinju yang saya lalui guna mempersiapkan diri mempertahankan gelar saya. Saya tidak pernah keluar, dan saya menjalani hidup bagaikan seorang biarawan dan seperti seorang ksatria tinju. Indonesia adalah negara yang telah memberi saya kebanggan dan saya harus berlatih di sini untuk menjauhkan diri dari perhatian publik jika saya berlatih di Indonesia, guna menumbuhkan mental dan fisik saya, sehingga saya bisa mempertahankan gelar saya. Lokasi, fasilitas dan suhu hangat di sasana ini sangat membantu saya dalam persiapan.

Katanya kamu adalah ikon olahraga paling terkenal di Indonesia. Apakah itu merupakan beban buatmu?

Sungguh menyenangkan sekali memiliki fans di Indonesia. Negara kami bukanlah negara makmur, namun mereka menghargai apa yang telah saya capai. Sungguh menyenangkan mengetahui Indonesia disebut-sebut di seluruh dunia tentang pertandingan-pertandingan saya yang saya lalui di dalam negeri. Banyak orang yang meminta tandatangan dan foto bersama. Beberapa di antaranya bahkan minta menikah dengan saya, walaupun lucu, tapi secara umum saya merasa bangga dan merasa bertanggung jawab untuk terus mempertahankan rekor tak terkalahkan saya dan tetap menjadi juara dunia WBA kelas bulu. Negara kami hanya memiliki Nico Thomas dan legenda Ellyas Pical, selain saya sendiri. Kami bangga sebagai negara tinju, pasti.

Apakah kamu senang dengan jadwal pertandingan di AS 28 Februari nanti?

Ini adalah pertandingan yang menarik di mana saya akan tampil di Amerika dengan tantangan baru. Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Chris John adalah seorang petinju yang baik dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ini ambisi terbesar saya, dan saya akan tampil di skala yang lebih besar, dengan para penonton di AS dan Indonesia. Saya harap setelah mereka menyaksikan saya bertanding, saya memperoleh fans baru di Amerika. Saya ingin pensiun sebagai juara yang tidak terkalahkan, dan itu adalah tantangan terbesar bagi saya, terlebih jika saya bisa menundukkan jago tuan rumah, Rocky Juarez.

Bagaimana kamu meramalkan pertandingan nanti melawan Rocky Juarez?

Ini akan menjadi salah satu pertandingan terberat saya. Mungkin sama beratnya saat saya memenangi duel melawan Juan Manuel Marquez di tahun 2006. Dia petinju yang kuat dan sudah menantang juara dunia sebanyak empat kali, dan saya sadar, mungkin ini kesempatan terakhir dia. Di depan pendukungnya sendiri, dia mendapat keuntungan berupa dukungan dari penonton, dan dia akan tampil fokus dan bermotivasi, sehingga bisa tampil full action. Pertandingan ini sendiri akan menampilkan sesuatu yang menarik bagi penonton, petinju boxer vs. petinju fighter yang agresif. Ini akan menjadi pertandingan berat bagi saya, dan saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin di Perth ini. Saya tinggal di apartemen belakang dengan adik saya, dan saya berlatih dua kali sehari jam 8 pagi dan 4 sore, termasuk juga latihan lari. Saya harus menampilkan yang terbaik – saya membawa harapan-harapan negara saya, Indonesia, di bahu saya. Saya harus mampu membuat mereka bangga.

Kemenangan besar kamu atas Juan Manuel Marquez tahun 2006, pastilah memberi kamu kepercayaan diri yang besar.

Ini pertandingan yang saya ukir dalam hati, dan tidak ada yang bisa menandinginya. Dia telah memberi perlawanan ketat terhadap Manny Pacquiao di tahun 2004 dengan hasil seri yang kontroversial, dan setelah saya kalahkan, dia mampu menundukkan Barrera dan Casamayor serta pertandingan seru lagi dengan Pacquiao. Itu artinya, saya bukan menang atas Marquez yang sudah memudar, tapi seorang petinju yang masih berada di puncak, bahkan sekarang juara dunia di kelas ringan. Dia boleh merasa dicurangi atau merasa menang dalam pertandingan tersebut, tapi jika menilik skornya 117-116, 116-110, dan 116-110, itu adalah kemenangan mutlak dengan petunjuk jelas pada skor yang tertulis. Apapun yang terjadi, saya memenangi pertandingan itu, dan saya layak menang.

Juan Manuel Marquez akan tampil melawan Juan Diaz di malam yang sama dengan kamu vs Juarez. Jika kamu dan Marquez menang, apakah mungkin ada pertandingan ulang?

Saya tidak yakin. Dia sekarang kelas ringan dan saya kelas bulu, dan saya tidak ada niat untuk naik kelas. Hal yang masuk akal jika dia menginginkan balas dendam, dan jika saya berhasil menundukkan Juarez, tentunya itu akan menjadi pertarungan yang menarik, tapi saat ini saya sedang berkonsetrasi untuk melawan Juarez. Dia adalah lawan berat bagi saya, dan saya tidak mampu untuk memikirkan yang lain. Dalam kontrak kami, tidaka ada pasal pertandingan ulang, jadi ada semacam tekanan buat saya. Juarez adalah jago tuan rumah, dan saya harus menampilkan yang terbaik jika ingin menang. Saya memndapatkan tekanan untuk memenangi pertandingan sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan dan tetap menjadi juara dunia kelas bulu WBA. Tidak ada yang lain.

Jelas selama mengikuti persiapan Chris John di bawah bimbingan pelatihnya Craig Christiasn, Chris John adalah seorang juara yang hebat. Melawan Rocky Juarez dia akan mendapatkan perlawanan ketat, namun dengan kemenangan atas Juan Manuel Marquez dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kedua partai kejuaraan dunia Marquez vs Diaz dan John vs Juarez akan berlangsung pada 28 Februari 2009 di Toyota Center, Houston, Texas dan akan disiarkan langsung oleh jaringan TV HBO.

(Wawancara dilakukan oleh Craig Watt, wartawan Fightnews di Sasana Harry's Gym, Perth, Australia)

Rocky Juarez Interview about Chris John Fight

(youtube link as suggested by David Viratama)

http://www.youtube.com/watch?v=YKYokSOb1nk

Wednesday, September 17, 2008

Juan Manuel Marquez Banjir Tantangan

Daud Cino Yordan akan Tampil di Partai de la Hoya vs Pacquiao

Juan Manuel Marquez yang baru saja tampil menawan dengan menekuk Joel Casamayor dengan TKO ronde 11, kini mendapatkan banyak tawaran dan tantangan dari para petinju tangguh. Dua nama yang disebut-sebut sebagai kandidat lawan Marquez adalah Nate Campbell (AS, juara kelas ringan sejati WBA, IBF & WBO) dan mantan juara kelas ringan yunior WBC, Edwin Valero, seniman KO asal Venezuela (rekor 24-0, 24 KO), yang kini menduduki peringkat 1 WBC kelas ringan yang sampai sekarang juaranya adalah Manny Pacquiao.

Pacquiao sendiri digadang-gadang untuk bertanding ulang melawan Marquez, setelah kedua partai sebelumnya berakhir kontroversial. Pertandingan terakhir (Maret 2008) dengan kemenangan angka untuk Pacquiao, di mana sebagian besar pengamat menanggap keputusan ini adalah kontroversial. Namun, Pacquiao sedang mempersiapkan diri melawan Oscar de la Hoya, 6 Desember di Las Vegas. Sekedar informasi, di pentas Oscar vs Pacquiao ini, petinju kita, Daud Cino Yordan, dijadwalkan turun kembali di partai tambahan non gelar, namun lawannya masih belum diketahui.

Thursday, September 4, 2008

The New Ray Robinson

Interview with the future welterweight champion

Anyone who is anyone in boxing knows who Sugar Ray Robinson is. Robinson is believed by many to have been the best pound for pound fighter of all time. Now many people are learning there is a new Ray Robinson in boxing today. "The New" Ray Robinson, one of Joe DeGuardia's Star Boxing's brightest star's, is an undefeated jr. welterweight prospect with a record of (8-0, 3KO's). Robinson is next scheduled to fight on the undercard of the "Mighty" Mike Arnaoutis vs. Nasser Athumani main event on September 5th in Atlantic City, NJ. The entire show will be broadcast live on http://www.gofightlive.tv/.

The 22 year old Robinson earlier this year was chosen as one of the top five prospects to watch in 2008 and so far the flashy boxer, whose hand speed has already been compared to some of boxing's greats, has not disappointed. Robinson recently took time out of his busy training regime to sit down and talk about his upcoming fight, what it means to be "The New" Ray Robinson, and how his dreams of becoming a world champion were almost ruined before he was even in high school.

ROBINSON DEFIES ALL ODDS TO FULFILL CHAMPIONSHIP DREAMS

Q: You have a fight coming up in a little more then a week, how has your preparation been leading up to the fight?

RR: I feel great. I am excited to be fighting so close to my hometown of Philadelphia and am really looking forward to the support I will get from my fans that come out on the 5th. I have been working really hard in the gym and I feel that I mature and get better from each fight to the next.

Q: Ray, for those fans that do not know you yet, can you give us a brief background on yourself?

RR: Well I started boxing when I was really young. I was only eight when I first started going to the gym. I started working with my trainer Howard Mosley and I have been with him ever since. He has always pushed me really hard in the gym and always been there for me. I consider him like a father to me. We have a great relationship and we have always, since day one, just seemed to click with one another. He has been a huge influence on my life.I had over 50 wins as an amateur, and I boxed on the U.S. National team. I really enjoyed boxing on the team I got to travel all over the country and even outside, including Russia, Italy and Turkey and I made a lot of friends along the way including Demetrius Andrade and Rau'shee Warren who just fought on the Olympic team.

I signed with Joe DeGuardia's Star Boxing in October of 2006 and I made my pro-debut two months later in December. I love working with Joe and Star Boxing. Right from the beginning, I knew they were a perfect fit for me. I couldn't be happier with the team I have around me right now, everything is moving along nicely and we are just taking each fight at a time. My philosophy is that as long as I train hard and work hard in my preparation then everything else will fall into place.When I am not training I spend most of my time with my fiancée Angie and our beautiful baby daughter Mya. She is just about 4 months old now and she is a handful. She inspires me though. She makes me hungrier. I want to be the best dad I can be to her and just her being there makes me train harder, and even fight harder.

Q: So the story has it growing up you had a medical problem that almost prevented you from pursuing your dream of becoming a professional boxer. What happened?

RR: Well it started when I was very young. My neck was always stiff and felt like it needed to be cracked and I was constantly cracking it. I went to see a doctor at one point on the suggestion of my trainer, and the doctor said it was most likely growing pains. Then one day when I was about 14, I was sparring and all of a sudden, my neck locked up. So I went to the hospital and that's when they told me one of the bones in my neck was pretty much just floating around, it wasn't attached to the rest of the vertebrate. They said it had probably been that way since I was a baby. They had to take a bone from my hip and put it in my neck. It was a major operation and the doctor told me afterwards that I would never be able to fight again. I was devastated at first but then I told myself that I had to try to get better, and just take it step by step. I also read that Vinny Pazienza broke his neck and he had been in a very similar situation as I was, being told he could never fight again and what not, and he went on to not only fight again but become a world champion. I had to have a halo drilled into my head to hold my neck in place, and I went through intense therapy for about a year and a half. I had to learn everything over again, walking, moving my arms, everything. It was hard, but I never gave up, and I think that it has helped me become the person, and fighter I am today. If I could come back from something like that, then in my eyes I can do anything.

Q: What do you know about your opponent Eberto Medina who you are fighting on September 5th?

RR: I don't really know much about him. To be honest, and I don't want to come off sounding cocky, but I don't feel I need to know much about him either. I have been fighting for such a long time now, I know whatever my opponent brings to the table come fight night I have seen before. That's what of my biggest strengths is being able to adjust. I am a multi dimensional fighter and whatever my opponent brings, I know I will be able to overcome it. Like I said before my philosophy is that as long as I put the work in the gym, I will always come out on top. I am taking each fight at a time, just like when I had my neck injury, I took each step at a time and ultimately I came out where I wanted to be. Ultimately, now I want to become a world champion and as long as I stay focused, I don't see anything stopping me.

Q: Now Ray, your name, Ray Robinson, I am sure the day you put on boxing gloves people have been making comments about the great Sugar Ray Robinson, what does it mean to you to have the same name as him? Do you look up to him?

RR: Sugar Ray Robinson was the greatest of all time. Anyone who is in boxing should look up to that man. If I could do half the things that he did and accomplished, I would be more than happy. I love watching footage of him and Ali and Tommy Hearns. People have said I have a similar body frame as Hearns, being long and lean. One thing though, out of respect for him, I said that I never wanted to be called Sugar Ray Robinson, he is on a different level then anyone else, and I wouldn't feel right taking his name.

Q: Ray anything you would like to say in closing?

RR: I just want to thank my family and friends for all their support. I want to thank my Promoter Joe DeGuardia and Star Boxing for putting the fight together on the 5th. I am really looking forward to fighting in Atlantic City and hope that all my fans can come out and show their support. I have had a great training camp and am ready to go out there and impress everyone.

(this press release is sent directly by Star Boxing to boxing-indonesia by e-mail)

Sunday, August 31, 2008

Enoki Yakin Menang KO, Chris John Santai

Wawancara dengan Hiroyuki Enoki

Hiroyuki Enoki tampak sangat emosional dan sampai menahan tngis saat dipastikan menjadi lawan Chris John pada pertandingan 24 Oktober mendatang. Dia juga langsung menyatakan keyakinannya untuk bisa menundukkan Chris John dengan KO, walaupun dia mengakui bahwa Chris John adalah petinju yang sangat bagus dan sangat berpengalaman.

Mengenai sesumbar Enoki yang akan memukul KO tersebut, Chris John hanya berkomentar enteng bahwa dia sudah memiliki lebih banyak pengalaman. "Lihat saja nanti," kata petinju rendah hati ini, serta seperti biasa menolak memberikan balasan psy war kepada Enoki. Chris John sendiri sampai kini masih di Semarang, pasca kelahiran putri keduanya beberapa waktu lalu. Namun pada tanggal 3 September mendatang, dia sudah harus kembali ke kawah candradimuka, Harry's Gym, Perth, Australia.

Berikut adalah petikan wawancara Hiroyuki Enoki saat jumpa pers di Korakuen Chinese Restaurant, Jumat lalu, diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Y. Takada dan H. Otake , khusus kepada boxing-indonesia yang menterjemahkannya lagi ke Bahasa Indonesia.

Tanya (T): Saat ini, dua petinju dengan kelahiran yang sama, dan sama-sama tak terkalahkan. Apa pendapat Anda, Enoki mengenai kesempatan besar ini?

Enoki (E): Pertama-tama, saya ucapkan kepada Kaicho (sebutan kehormatan untuk sang boss, Mr. Shingo Suzuki, pemilik Kadoebi Gym) dan kepada para pendukung saya yang telah memberikan kesempatan ini (sambil menahan isak tangis).
Tidak ada artinya hanya sekedar menantang juara dunia, saya harus memenangkan pertandingan ini. Saya akan buktikan semuanya pada 24 Oktober nanti.

“Saya pasti menang. Saya bisa memukul KO dia!” Saya selalu memikirkan kata-kata ini sampai pertandingan selesai.

T: Apa yang Anda rasakan sekarang?
E: Saya belum puas. Seperti saya katakan, hanya menantang tidak akan ada artinya. Saya harus merebut gelar dari juara yang sangat kuat itu. Saya akan naik ring pada 24 Oktober dengan kondisi 100%, baik secara mental dan fisik.

T: Anda merasa terlalu lama menunggu (menantang Chris John)?
E: Jujur, sempat melintas dalam pikiran saya, kesempatan saya (menantang sang juara), mungkin tidak akan pernah terlaksana. Tapi saya yakin pada Kaicho dan percaya pada diri saya sendiri… yang dapat saya perbuat hanyalah percaya kepada diri saya sendiri dan berlatih keras. Jadi saya tidak merasa menunggu terlalu lama.

T: Apa pendapatmu tentang CJ?
E: Saya sudah melihat 3 pertandingannya, melawan Caballero, Takemoto dan Sato (lewat video). Gaya bertinju kita (Enoki dan Chris) mirip, tapi dia nyaris sempurna, petinju yang hebat, dan terakhir dia mampu memukul KO (TKO) lawan-lawannya.

T: Apa poin kelebihanmu dari CJ?
E: Tenaga. Dia memiliki teknik yang sangat bagus dan pengalaman lebih dari saya, tapi saya tidak takut. Saya yakin dapat meng KO dia.

T: Apa strategi Anda?
E: Jab adalah kuncinya. Jika saya kalah saat kami bertukar jab dalam pertandingan, saya memiliki pukulan kombinasi yang lain, jangan khawatir (Enoki tertawa). Tapi, sejak ronde 1, saya akan merangsek maju untuk merebut sabuknya.

T: Bicara mengenai rekan sesasana Anda, juara kelas ringan Kobori…
E: Saya harus beri dia selamat, karena kami sudah jadi teman sejak lama, sama-sama berlatih keras di sasana yang sama, tapi di arena pertandingan, saya iri dengan dia. Ini betul. Sekali ini adalah giliran saya….

T: Bagaimana dengan Takahiro Aoh (seri melawan Enoki dalam pertandingan terakhir)

E: Saya belajar banyak dari pertandingan tersebut. Sejujurnya dalam pertandingan tersebut, saya berpikir “Saya tidak boleh kalah dalam pertandingan ini”, dan hati saya penuh dengan hal tersebut. Penampilan saya buruk sekali waktu itu…. Saya tahu saya telah melakukan kesalahan. Saya tidak akan mengulangi kesalahan seperti itu lagi. Hasil seri oleh para juri saya kira baik untuk kami berdua.

--Terimakasih Enoki – selamat bertanding! -

* lihat video jumpa pers Hiroyuki Enoki: klik di sini

* Berita sebelumnya:

- Lebih Dekat dengan Hiroyuki Enoki, penantang sang Naga.html
- Chris John vs. Hiroyuki Enoki
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.