Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Showing posts with label Amateur. Show all posts
Showing posts with label Amateur. Show all posts

Monday, November 25, 2013

Kolom Finon: Jokowi Siap Lantik Pertina DKI

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi akan melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) DKI Jakarta masa kerja 2013-2017. Pelantikan dipusatkan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) pukul 4 sore.

“Tidak ada perubahan pelantikan,” kata Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, didampingi Wakil Ketua Richard Engkeng (pemilik sasana RE Boxing), dan Ketua Harian Hengky Silatang.

Selain melantik pengurus, Jokowi diharapkan bisa memberikan arahan untuk kemajuan tinju. “Kami juga menggelar sepuluh partai duel meet (DKI Jakarta-Banten-Jawa Barat). Hanya satu petinju yang akan terpilih sebagai petinju terbaik,” jelas Hengky Silatang.

Petinju terbaik wajib mendapat Piala Ikada I/2013 dan uang pembinaan. “Piala dan uang sudah kami siapkan,” kata Hengky Silatang, salah satu tim penilai.
---
Inilah Partai Tinju Piala Ikada I/2013

Di tengah pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta oleh Gubernur Joko Widodo di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) sore, akan diadakan pertandingan tinju duel meet DKI-Banten-Jawa Barat.

Menurut Ketua Harian Pengprov Pertina DKI Jakarta, Hengky Silatang, ada 10 partai pilihan. “Hanya satu yang akan terpilih sebabagi petinju terbaik dan mendapat uang pembinaan,” ujar Hengky Silatang, yang juga sebaqgai Ketua Tim Penilai.

Inilah 10 Partai Piala Ikada I/2013.
1 – Kelas 54 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Dea Piter (DKI) Vs Erinia Marison (DKI)

2 – Kelas 51 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Novita Sinadia (DKI) Vs Erni Amalia (Jabar)

3 – Kelas  48 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Apriliani Tombeg (DKI) Vs Intan Komalasari (Jabar)
4 – Kelas 56 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Opit Engkeng (DKI) Vs Ucok Makawimbang (Jabar).
5 – Kelas 49 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Valentino Metia (DKI) Vs Remi Lumoli (DKI)
6 – Kelas 52 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Aldoms Suguro (DKI) Vs Dance (Jabar)

7 – 60 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com

Wednesday, July 17, 2013

Kerusuhan Nabire Tidak Terkait Langsung dengan Hasil Tinju

Sekjen Pertina, Martinez dos Santos,  meluruskan berita yang berkembang bahwa kerusuhan Nabire yang merenggut 18 nyawa tewas dan puluhan luka-luka itu dipicu oleh keputusan hakim memenangkan salah satu petinju. Martinez menjelaskan bahwa sejak dari awal, panitia penyelenggara dan Pertina setempat sudah berusaha menertibkan penonton dengan menjual karcis sesuai kapasitas gedung. Panitia juga melakukan razia benda tajam dan minuman keras pada penonton. Dan itu sudah berlangsung sejak hari pertama turnamen sampai semi final (12 Juli). Pada malam final (14 Juli), penonton berjubel, namun tiket hanya dijual sesuai kapasitas gedung, razia penonton juga sudah diberlakukan. Ratusan penonton yang kehabisan tiket berkerumun di luar gedungpun tidak bisa masuk. Setelah beberapa partai final berjalan, Bupati Nabire tiba di lokasi, dan masuk ke gedung pertandingan. Ratusan penonton yang berada di luar tersebut itu, entah siapa yang mengomando, masuk ke dalam gedung pertandingan, sehingga gedung pertandingan menjadi over capacity, dan suasana mulai tidak kondusif.

Sebagian penonton yang sudah memperoleh tiket yang merasa terganggu dengan ketidaknyamanan tersebut mengembalikan tiket dan menuntut panitia mengembalikan uang tiket yang sudah mereka beli. Panitiapun melayani pengembalian tiket tersebut. Di saat yang bersamaan, Martinez lebih lanjut menjelaskan, sekelompok orang memaksa bertemu dengan Bupati Nabire, yang dicegah oleh satpol PP yang datang bersama Bupati. Di tengah ketegangan itu, pecahlah kepanikan. Sebagian penonton yang panik mencoba keluar gedung, namun naas bagi para korban. Sebagian besar para korban adalah akibat terinjak-injak atau lemas kekurangan oksigen, dan mereka banyak ditemukan di dekat pintu keluar gedung pertandingan.

"Jadi peristiwa tersebut sama sekali tidak berhubungan langsung dengan hasil pertandingan, karena semua ofisial sudah tahu bagaimana cara melakukan protes. Dan saat pengumuman hasil pertandingan, menurut laporan resmi yang kami terima, tidak ada protes dari kubu petinju yang kalah. Yah mungkin saja peristiwa tersebut kemudian dikait-kaitkan (dengan hasil pertandingan)," tutuip Martinez dos Santos.

Apapun yang terjadi, tragedi sudah terjadi. Semoga ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, sehingga bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan lagi di kemudian hari.



Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Saturday, June 8, 2013

Kolom Finon: Sulut Juara Umum Piala Wapres

oleh Finon Manulang

Sulawesi Utara (Sulut) berhasil merebut gelar terhormat sebagai Juara Umum Piala Wapres II, yang berlangsung di Gedung HBT, Padang Barat, Sumatera Barat, 3-8 Juni 2013. “Terima kasih anak-anak tinju disiplin dan saya bangga. Ini sekaligus sukses ganda, merebut dan memperthankan piala Wakil Presiden. Tahun lalu di Cibubur, Jakarta Timur, kontingan Sulut juga berhasil merebut gelar juara umum,” kata manajer kontingen Sulut, Richard Engkeng di Padang, Sabtu sore (8/6)
Sulut merebut dua medali emas melalui Rafli Langi di kelas bantam mengalahkan petinju sarat pengalaman Supriyadi (Kepulauan Riau) dan Vinky Montolalu di kelas welter ringan mengalahkan musuh besarnya Erico Amanopunyo (Sulawesi Selatan). Vinky mencatat rekor tiga kali bertutur-turut mengalahkan Erico Amanupunyo yang juga anak pelaltih pelatnas John Amanaupunyo.

Vinky mengalahkan Erico dalam semifinal PON XVII/2012 Riau. Vinky mengalahkan Erico dalam final STE Makassar 2012. Terakhir Vinky mengalahkan Erico dengan sangat telak 3-0 dari Erico yang disaksikan langsung oleh ayahnya John Amanupunyo dan Ketua Umum Reza Ali.
Selain dua medali emas, Sulut merebut satu medali perunggu Toar Sompotan, setelah dalam semifinal kalah melawan Alex Tatontos (Sulawesi Selatan). “Saya berharap pemerintah Sulut mau memperhatikan olahraga tinju karena Sulawesi utara sangat potensi selaki. Sulut selalu merebut medali emas di setiap Kejurnas termasuk PON,” kata Richard Engkeng.

Tim Sulut datang dengan tujuh petinju. Petinju pelatnas Novita Sinadia gagal merebut medali. Tiga petinju putra yang gagal medali adalah Novri Sinoke, Efendy Niomba, dan Parhan Papendang. Para petinjudidampingi empat pelaltih masing-masing Donald Patras, Ferry Lamongi, Herry Makawimbang, dan Novri Montolalu.

Dalam final kemarin, petiju pelatnas Alex Tatontos (Sulawesi Selatan) berhasil merebut merebut medali emas setelah menagalahkan muka baru Gino Kurnia (Sumatera Barat). Petiju pelatnas kelas welter Kusdiono (Jawa Barat) merebut medali emas setelah mengalahkan Taufik Ismail (Iskandar Muda Aceh).


Petinju pelatnas final wanita kelas terbang Beatrix Suguro (Kalimantan Selatan) berhasil mengalahkan sahabatannya sendiri Intan Komalasari (Kabupaten Bekasi, Jawa Barat). Dua petinju wanita kelas ringan sesame pelatnas, Ester Kalayukin (Maluku) merebut emas setelah mengalahkan juara PON Kasih Pasaribu.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, December 11, 2012

Kolom Finon: Inilah Daftar Juara STE XXXI/Makassar

Sarung Tinju Emas XXXI berlangsung di Mall Pannakukang, Makasaar, Sulawesi Selatan, 5-9 Desember 2012. Berikut daftar juara lengkap STE XXXI/2012 Makassar.

Juara Putri (elite womens)

Kelas terbang ringan 48 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Beatrix Sugoro (Kalimanan Timur), perak Yunike Rotty (Sulawesi Utara).

Kelas terbang 51 kg elite womens, peserta 3 petinju: Medali emas Selly Wanimbo (Papua Barat), perak Novita Sinadia (Sulawesi Utara), perunggu Warni Halawa (Riau).

Kelas bantam 54 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Siti Isroh (Papua Barat), perak Maria Ohoiulun (Maluku).

Kelas bulu 57 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Imaculata Loda (Nusa Tenggara Timur), perak Kristina Jembay (Papua Barat).

Kelas ringan 60 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Ester Kalayukin (Maluku), perak Agnes Datungsolang (Kalimantan Timur).

Kelas welter 64 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Dolince Sanadi (Papua Barat), perak Maduma Simbolon (Sumatera Utara).

Juara Putra (elite mens)

Kelas terbang ringan 49 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Rahmat Taubat (Sumatera Barat), perak Musa Cahyadi (Jawa Tengah).

Kelas terbang 52 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Julio Bria (Bali), perak Suryanto (Sulawesi Selatan).

Kelas bantam 56 kg elite mens, peserta 6 petinju: Medali emas Yulianus Mauk (Jawa Tengah), perak Supriyadi (Kepulauan Riau), perunggu Atris Neolaka (Nusa Tenggara Timur) dan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).

Kelas welter ringan 64 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Vinky Montolalu (Sulawesi Utara), perak Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan).

Kelas welter 69 kg elite mens, peserta 4 petinju: Medali emas Indra Faisal (Kalimantan Timur), perak Kusdiyono (Jawa Barat), perunggu Lodewijk Batlayeri (Maluku) dan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan).

Kelas berat ringan 81 kg elite men, peserta 3 petinju: Medali emas Kristianus Nong Sedo (Kalimantan Timur), perak Kristanto (DKI), perunggu Harris (Sulawesi Selatan).

Finon Manullang

Senin, 10 Desember 2012.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, December 7, 2012

Kolom Finon: STE XXXI Makassar

Oleh Finon Manullang


Kepada: Bapak/Ibu dan seluruh sahabat tinju sejati yang saya muliakan.

Sejak Kamis siang, 6 Desember 2012, saya berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan akan kembali ke Jakarta Senin pagi, 10 Desember 2012. Di sini enak, karena kebetulan salah satu hobi saya adalah menghabiskan ikan bakar. Anda tahu bukan, sejak dulu Makassar sudah dikenal sebagai salah satu pusat ikan bakar, hehehe...!

Tidakbanyak kisah yang bisa saya sampaikan tetapi setidaknya saya ingin mengatakan bahwa penyelenggaraan STE XXXI di Mall Panakukkang, Makassar, sepi peserta. Betapa sedih ketika mengetahui bahwa peserta STE kali ini hanya 32 petinju (14 cewek dan 18 cowek). Jumlah ini bisa mencapai 32 petinju karena setengah pesertanya adalah petinju pelatnas yang latihannya dipusatkan di Jalan Rappocini Raya No 17-A, Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kalau tidak barangkali nasib STE tahun bisa sama dengan tahun lalu yang batal dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ketika itu Desember 2011 STE XXXI harus dibatalkan menjelang penimbangan umum setelah kedapatan bahwa peserta hanya 4 petinju.

Itu dulu dan mohon maaf jika laporan saya kurang lengkap. Berikut ini silakan mengikuti berita STE XXXI/2012 Makassar dan pastikan setiap hari membuka email untuk mendapatkan berita hasil STE hingga pertandingan final yang akan berlangsung Minggu malam. Terima kasih Anda sudah memberikan perhatian untuk tinju.


2 Petinju NTT Kandas di STE Makassar

Dua petinju Nusa Tenggara Timur (NTT) Atris Neolaka dan Charles Tungga kandas pada pertandingan hari kedua Sarung Tinju Emas (STE) XXXI/Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/12).

“Kami kurang beruntung. Mereka sudah bertarung maksimal tetapi itulah tinju, ada kalah ada menang,” komentar pelatih Hermensen Ballo, menananggapi kekalahan kedua petinjunya, tadi malam usai pertandingan.

Dalam kelas bantam 56 kg, Julianus Muak (Jawa Tengah) mematahkan serangan Atris Neolaka (NTT) melalui serangan yang lebih bervariasi dan lebih bersemangat dan menang 8-6. Sementara, Supriyadi (Kepulauan Riau) menyisihkan Charles Tungga (NTT) melalui keputusan 12-6.

STE XXXI berlangsung di dalam pusat perbelanjaan, Mall Panakukkang, Makassar. Panitia hanya menyediakan 100 kursi lipat untuk tempat duduk penonton. Selebihnya berdiri di sekitar arena pertandingan maupun di lantai dua sampai ke lantai tiga.

Medali kaleng

STE sepi dari peserta dan ini sangat memprihatinkan tokoh wasit/hakim Hans Watuna asal Manembo-membo, Bitung, Sulawesi Utara. Meski tidak ditugaskan dan berada di Manado, Hans memberikan perhatian yang sangat tinggi dan sedih mendengar peserta hanya 32 petinju. “Panitia harus bisa memahami arti STE. Sekarang ini medali yang yang diberikan itu cuma “medali kaleng”, alias tidak jelas arahnya. Seharusnya seorang juara STE menjadi wakil Indonesia ke pertandingan internasional atau memegang hak tampil di arena Piala Presiden. Kalau tetap memegang “medali kaleng” tidak akan mengangkat gengsi STE dan akan ditinggalkan orang,” kata Hans Watuna.

Sementara Edison Areros, salah satu pelatih senior Sulawesi Utara, menganjurkan ke depan STE jangan diselenggarakan pada bulan Desember atau bulan Juni-Juli. “Bulan-bulan itu merupakan harga tiket yang sangat tinggi sehingga orang berpikir untuk mengirim petinju,” katanya di Manado, Jumat pagi (7/12).

Hasil pertandingan hari ke-2 STE XXXI/Makassar

Kelas 60 kg elite womens 5 ronde x 2 menit: Ester Kalayukin (Maluku) menang 9-2 melawan Agnes Datungsolang (Kalimantan Timur).

Kelas 56 kg elte mens 4 ronde x 3 menit: Julius Mauk (Jawa Tengah) menang 8-6 melawan Atris Neolaka (Nusa Tenggara Timur). Supriyadi (Kepulauan Riau) menang 12-6 melawan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).

Kelas 69 ke elite mens 4 ronde x 3 menit: Indra Faisal (Kalimantan Timur) menang 10-5 melawan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan). Kusdiono (Jawa Barat) menang 11-9 melawan Lodewijk Batlayeri (Maluku).

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, August 14, 2012

Olimpiade London 2012: Daftar Juara Olimpiade XXX/2012

Oleh: Finon Manullang


Juara kelas terbang ringan 49 kg:

1. Shiming Zou (Cina).

2. Kaeo Pongprayoon (Thailand).

3. Patrick Paddy Barnes (Irlandia) dan David Ayrapetyan (Rusia).

Juara kelas terbang 52 kg:

1. Robeisy Eloy Ramirez Carrazana (Kuba).

2. Tugstsogt Nyambayar (Mongolia).

3. Misha Aloian (Rusia) dan Michael John Joe Conlan (Irlandia).

Juara kelas kelas bantam 56 kg:

1. Lukas Campbell (Inggris).

2. John Joseph Nevin (Irlandia).

3. Lazaro Jorge Alvarez Estrada (Kuba) dan Satoshi Shimizu (Jepang).

Juara kelas ringan 60 kg:

1. Vasly Lomachenko (Ukraina).

2. Soonchul Han (Korea).

3. Yasnier Toledo Lopez (Kuba) dan Evaldas Petrauskas (Lithuania).

Juara kelas welter ringan 64 kg:

1. Roniel Iglesias Sotolongo (Kuba).

2. Denys Berinchyk (Ukraina).

3. Vicenzo Mangiacapre (Italia) dan Munkh-Erdene Uranchimeg (Mongolia).

Juara kelas welter 69 kg:

1. Serik Sapiyev (Kazakhstan).

2. Freddie Wiliam Evans (Inggris).

3. Taras Shelestyuk (Ukraina) dan Andrey Zamkovoy (Rusia).

Juara kelas menengah 75 kg:

1. Ryoto Murata (Jepang)

2. Esquiva Falcao Florentino (Brasil).

3. Anthony Osezua Ojo Agogo (Inggris) dan Abbos Atoev (Uzbekistan).

Juara kelas berat ringan 81 kg:

1. Egor Mekhontcev (Rusia).

2. Adilbek Niyazymbetov (Kazakhstan).

3. Yamaguchi Falcao Florentino (Brasil) dan Oleksandr Gvozdyk (Ukraina).

Juara kelas berat 91 kg:

1. Oleksandr Usyk (Ukraina).

2. Clemente Russo (Italia).

3. Tervel Venkov Pulev (Bulgaria) dan Teymur Mammadov (Azerbaijan).

Juara kelas berat super 91 kg ke atas:

1. Anthony Oluwafemi Yosua (Inggris).

2. Roberto Cammarelle (Italia).

3. Ivan Dychko (Kazakhstan) dan Magomedrasul Medzhidov (Azerbaijan).


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Monday, August 13, 2012

Olimpiade London 2012: Siapa Calon Bintang Profesional?

Pada cabang tionju, ajang Olimpiade selalu menjadi incaran para promotor untuk mengorbitkan para petinju yang dinilai pantas untuk menjadi bintang di ajang pentas profesional. Banyak sekali nama-nama peraih emas seperti Muhammad Ali, Leon Spinks, Joe Frazier, George Foreman, Oscar de la Hoya, Joel Casamayor, Lennox Lewis merajai pentas profesional dan menjadi juara legendaris.

Bintang paling cemerlang pada Olimpiade London 2012 adalah Anthony Joshua dari Inggris, yang meraih medali emas kelas super berat dengan menundukkan juara dunia tiga kali dari Italia, Roberto Cammarelle (32). Faktor terpenting adalah usia. Joshua masih sangat muda (22) dan merupakan peraih emas Olimpiade kelas super berat. Jelas ini adalah dua faktor utama untuk meraih keberhasilan dan ketenaran, serta tak lupa pundi-pundi uang bagi Joshua.

Malam final di Excel Arena, London antara Joshua dan Camarelle juga sangat seru. Camarelle yang sangat berpengalaman mendominasi 2 ronde pertama. Di ronde 1 bahkan Joshua sempat terdesak di sudut oleh serbuan pukulan Camarelle. Pada ronde 3 Joshua bangkit, dan mendesak Camarelle yang harus bersandar di tali ring. Pendukung tuan rumah juga dengan sangat antusias, jika tidak boleh dibilang fanatik, sangat menopang penampilan Joshua. Hasil penghitungan elektronik menghasilkan angka seri 18-18, maka dilakukan pengitungan secara manual, dan menghasilkan kemenangan angka bagi Joshua. Jelas kubu Italia tidak menerima begitu saja, dan langsung melakukan protes. Diperlukan waktu sekitar 10 menit yang penuh ketegangan bagi kedua kubu bagi para hakim untuk menentukan siapa pemenang dari pertandingan final tersebut. Hasil kemudian diumumkan, dan tetap medali emas berhak dikalungkan pada leher Anthoy Joshua yang disambut dengan ledakan sorak sorai penonton. kemenangan Joshua disebut-sebut sebagai salah satu kemenangan terbaik para petinju Inggris di Olimpiade sepanjang 40 tahun terakhir.

Link Video Joshua vs Cammarelle: http://www.dailymotion.com/video/xsru5y_cammarelle-roberto-vs-joshua-anthony-video_music

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Olimpiade London 2012: Inggris Juarai Cabor Tinju

Cabor tinju sudah menyelesaikan seluruh nomor fiunal Minggu (12/8) kemarin diN Excel, London. Tuan rumah Inggris berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak untuk cabor tinju dengan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Disusul Ukraina (2-1-2), Kuba (2-0-2), Rusia (1-2-3), Irlandia (1-1-2), Kazahkstan (1-1-2), Cina (1-1-1), Jepang (1-0-1), AS (1-0-1), Italia (0-2-1).

Satu-satunya wakil Asia Tenggara di final, Kaeo Pongprayoon (Thailand) harus menangisi kekalahan tragis di final akibat ditundukkan 13-10 oleh Zhou Ziming (Cina) pada final kelas 49 kg. Babak pertama, Zhou, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, unggul 2-1 atas Ponprayoon, dan terus unggul 6-4 saat ronde 2 usai. Pada ronde 3, Pongprayoon mendapat tambahan nilai 2 karena Zhou mendapat peringatan keras. Sayang, Pongprayoon harus melupakan pinggat emas pada menit terakhir babak 3 karena dia juga mendapat peringatan sehingga menghapus keuntungan yang diperoleh Pongprayoon. Pelanggaran ini dinilai oleh banyak pengamat sebagai hal yang tidak perlu mendapat peringatan. Para penonton yang memadati Excel Arena di London, juga berpihak pada Pongprayoon serta meneriaki hasil penilaian para hakim yang memberi kemenangan bagi Zhou, 13-10. Cabor tinju di Olimpiade London ini termasuk salah satu cabor yang paling disorot karena banyaknya kasus hasil kontroversial, bahkan ada beberapa hasil yang dianulir serta ada beberapa ofisial yang dipulangkan sebagai akibat hasil kontroversial tersebut.

Dengan demikian, Thailand, seperti halnya Indonesia di cabor bulutangkis, juga mengakhiri tradisi emas sejak 1996 yang seluruhnya diperoleh dari cabor tinju sejak Olimpiade Atlanta 1996 yang menampilkan Somluck Kamsing sebagai bintang tinju Thailand, disusul Olimpiade 2000 Sydney, Wijan Polid memenangi emas semata wayang Thailand. Olimpiade Athena 2004 merupakan masa keemasan tinju amatir Thailand yang merenggut 3 emas dari cabor tinju dengan trio bintang emas mereka yakni Manus Boojurmnong, Udomporn Polsak dan Pawina Thongsuk. di Olimpiade Beijing 2008, Thailand mempersembahkan 2 emas melalui petinju Prapawadee Jaroenrattanatarakoon dan Somjit Jongjohor. Dan akhirnya Olimpiade London 2012 mengakhiri tradisi emas Thailand dengan raihan 1 perak.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Sunday, August 12, 2012

Olimpiade London 2012: Hasil Pertandingan Semifinal

Oleh: Finon Manullang
Hari ke-14 ring tinju Olimpiade XXX/2012 London telah menyelesaikan seluruh pertandingan semifinal putra (elite men`s) dari kelas terbang ringan hingga kelas berat super. Partai semifinal berlangsung di ExCel, London, Jumat (10/8). Berikut hasilnya.
Partai semifinal kelas terbang ringan:
1. Shiming Zou (Cina) mengalahkan Patrick Paddy Barnes (Irlandia), poin 15-15.
2. Kaeo Pongprayoon (Thailand) menang 13-12 melawan David Ayrapetyan (Rusia).
Partai semifinal kelas terbang:
1. Tugstsogt Nyambayar (Mongolia) menang 15-11 melawan Misha Aloian (Rusia).
2. Robeisy Eloy Ramirez Carrazana (Kuba) menang 20-10 melawan Michael John Joe Conlan (Irlandia).
Partai semifinal kelas bantam:
1. John Joseph Nevin (Irlandia) menang 19-14 melawan Lazaro Jorge Alvarez Estrada (Kuba).
2. Lukas Campbell (Inggris) menang 20-10 melawan Satoshi Shimizu (Jepang).
Partai semifinal kelas ringan:
1. Vasly Lomachenko (Ukraina) menang 14-11 melawan Yasnier Toledo Lopez (Kuba).
2. Soonchul Han (Korea) menang 18-13 melawan Evaldas Petrauskas (Lithuania).
Partai semifinal kelas welter ringan:
1. Roniel Iglesias Sotolongo (Kuba) menang 15-8 melawan Vicenzo Mangiacapre (Italia).
2. Denys Berinchyk (Ukraina) menang 29-21 melawan Munkh-Erdene Uranchimeg (Mongolia).
Partai semifinal kelas welter:
1. Freddie Wiliam Evans (Inggris) menang 11-10 melawan Taras Shelestyuk (Ukraina).
2. Serik Sapiyev (Kazakhstan) menang 18-12 melawan Andrey Zamkovoy (Rusia).
Partai semifinal kelas menengah:
1. Esquiva Falcao Florentino (Brasil) menang 16-9 melawan Anthony Osezua Ojo Agogo (Inggris).
2. Ryoto Murata (Jepang) menang 13-12 melawan Abbos Atoev (Uzbekistan).
Partai semifinal kelas berat ringan:
1. Egor Mekhontcev (Rusia) menang 23-11 melawanYamaguchi Falcao Florentino (Brasil).
2. Adilbek Niyazymbetov (Kazakhstan) mengalahkan Oleksandr Gvozdyk (Ukraina), poin 13-13.
Partai semifinal kelas berat:
1. Oleksandr Usyk (Ukraina) menang 21-5 melawan Tervel Venkov Pulev (Bulgaria).
2. Clemente Russo (Italia) menang 15-13 melawan Teymur Mammadov (Azerbaijan).
Partai semifinal kelas berat super:
1. Anthony Oluwafemi Yosua (Inggris) menang 13-11 melawan Ivan Dychko (Kazakhstan).
2. Roberto Cammarella (Italia) menang 13-12 melawan Magomedrasul Medzhidov (Azerbaijan).
Untuk pertandingan final pertama akan berlangsung Minggu pukul 02.30 WIB. Ada lima partai masing-masing; kelas terbang ringan, kelas bantam, kelas welter ringan, kelas menengah, dan kelas berat.
Untuk pertandingan final kedua akan berlangsung Minggu pukul 19.30 WIB. Ada lima partai yang akan dipertandingkan; kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas berat ringan, dan kelas berat super.
Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.
 
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, August 10, 2012

Olimpiade London 2012: Claressa Shield Rebut Medali Emas bagi AS

Oleh: Finon Manullang

Luar biasa penampilan Claressa Maria Shields. Gadis muda berusia 17 tahun ini menjadi petinju Amerika Serikat satu-satunya yang berhasil merebut medali emas dari ring tinju Olimpiade XXX/2012 London. Dalam partai final kelas menengah di ExCel, London, Kamis (9/8) pukul 17.30 waktu setempat atau pukul 23.30 WIB, Claressa yang tercatat sebagai petinju termuda dalam sejarah olimpiade menghabisi impian petinju tua berusia 33 tahun sarat pengalaman Nadezda Torlpova dari Rusia. Torlpova dua kali juara Eropa dan sekali juara dunia.

Tinju wanita mencatat sejarah baru pertama kali dipertandingkan di olimpiade. Hanya tiga kelas yang dipertandingkan; kelas terbang 51 kg, kelas ringan 60 kg, dan kelas menengah 75 kg. Indonesia melalui PP Pertina sempat mengirim Warni Halawa (Riau) dan Magdalena Kambayong (Papua) mengikuti kualifikasi olimpiade di Cina, Mei 2012. Tetapi keduanya kandas di babak pertama.

Tinju pria Olimpiade London menandingkan 10 kelas, mulai kelas terbang ringan 49 kg hingga kelas berat super 91 kg ke atas. Di tinju pria, PP Pertina juga sempat berharap banyak kepada Julio Bria (Bali) kelas terbang dan Alex Tatontos (Sulawesi Selatan) kelas menengah. Sayang keduanya juga kandas pada pertandingan kualifikasi olimpiade di Baku, Kazakhstan, April 2012.



Punya pukulan mematikan

Sukses Claressa merebut medali emas telah menyelamatkan “muka’ Amerika dari kehancuran. Dari 12 petinju Amerika (9 elite men`s dan 3 elite women`s) yang mengikuti olimpiade hanya Claressa yang berhasil maju ke final dan menang.

Dalam menghadapi lawan yang lebih pengalaman, Claressa langsung menekan benteng pertahanan Torlpova. Namun mendapat perlawanan sengit sehingga tidak terelakkan partai ini menjadi begitu sangat mendebarkan. Claressa yang dimodali pukulan mematikan berhasil menutup pertandingan 4 ronde kali 2 menit ini dengan keputusan angka 19-12.

Claressa memang luar biasa. Bukan saja merebut medali emas olimpiade dalam usia 17 tahun, tetapi menjadi petinju olimpiade satu-satunya yang hanya sekali menderita kekalahan. Sampai kemenangan medali emas olimpiadenya, Claressa sudah mencatat 29 kemenangan dan sekali kalah ketika dihadang Savannah Marshall (Inggris) dalam pertandingan babak kedua Kejuaraan Dunia Tinju Wanita di Qinhuangdao, Cina, Mei 2012. Sebagai tambahan, Muhammad Ali merebut medali emas kelas berat ringan olimpiade tahun 1960 dalam usia 18 tahun. Sekarang Claresaa datang dalam usia 17 tahun merebut medali emas olimpiade dan akan menjadi bintang tinju yang hebat.



Perjalanan Claressa menuju emas Olimpiade XXX/2012 London:

1. Minggu, 5 Agustus 2012: Tidak bertanding karena tidak ada lawan (bye).

2. Senin, 6 Agustus 2012: Menang 18-14 melawan Anna Laurell (Swedia).

3. Rabu, 8 Agustus 2012: Menang 29-15 melawan Marina Volnova (Kazakhstan).

4. Kamis, 9 Agustus 2012: Menang 19-12 melawan Nadezda Torlpova (Rusia).



Juara tinju wanita kelas terbang 51 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Nicola Virginia Adams (Inggris).

2. Cancan Ren (Cina).

3. Chungneyjang Mery Kom Hmangte (India).

4. Marlen Esparza (Amerika Serikat).



Juara tinju wanita kelas ringan 60 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Katie Taylor (Irlandia).

2. Sofya Ochigawa (Rusia).

3. Mavzuna Chorieva (Tajikistan).

4. Adriana dos Santos Araujo (Brasil).



Juara tinju wanita kelas menengah 75 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Claressa Maria Shields (Amerika Serikat).

2. Nadezda Torlopova (Rusia).

3. Marina Volnova (Kazakhstan).

4. Jinzi Li (Cina).



Malam nanti mulai pukul 19.30 WIB hingga pagi, pertandingan tinju pria akan menampilkan partai semifinal untuk semua kelas.

Pertandingan final pertama (kelas terbang ringan, bantam, welter ringan, menengah, dan berat) akan dilangsungkan Minggu (11/8).

Pertandingan final kedua (kelas terbang, ringan, welter, berat ringan, dan berat super) akan dilangsungkan Senin (12/8).

Jangan lewatkan.

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.



Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, August 9, 2012

Olimpiade London 2012: 5 Petinju + 2 Atlet Kamerun Menghilang di London

Lima orang petinju Kamerun: Serge Ambomo (kelas 64 kg.), Thomas Essomba (49 kg), Blaise Yepmou Mendouo (+91 kg.) , Christian Donfack Adjoufack (80 kg.), Yhacinthe  Mevoli  (60 kg.) beserta Paul Edingue Ekne (Renang) Drusille Ngako Tchimi (sepakbola wanita) raib tanpa bekas ataupun pesan dari perkampungan atlet di Stratford, London Timur. Kelimanya menghilang sebelum pertandingan dimulai bersama barang-barang pribadi mereka. Pihak berwajib Inggris yang sudah dilapori, masih memberi toleransi hingga bulan November, sesuai masa berlaku visa mereka, dan sementara ini belum ada laporan permohonan suaka dari ketujuh atlet tersebut. IOC sebagai badan penyelenggara olimpiade juga sudah dilapori masalah ini.

Para atlet Kamerun ini memang dikenal sering bikin ulah serupa dalam pagelaran olahraga internasional, termasuk pada Pesta Olahraga Persemakmuran.

Sumber: Mirror.co.uk


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Sunday, August 5, 2012

Olimpiade London 2012: Lagi, Hasil Kontroversial Coreng Cabor Tinju

Petinju terakhir AS yang tersisa di Olimpiade London 2012, Errol Spence, sudah mengangkat tangan karena yakin sekali menang atas petinju India, Krishan Vikas dalam babak 16 besar kelas welter, Jumat (3/8). Namun hasil perhitungan para juri melalui teknologi penjurian komputer yang sangat dibanggakan AIBA itu menentukan lain. Vikas yang tampil monoton dan hanya menampilkan power semata, dinyatakan menang angka 13-11 atas Spence yang tampil begitu cantik dan menawan. Kubu AS segera melakukan protes dan banding kepada panitia penyelenggara yang akhirnya sepakat menilai ulang hasil pertandingan melalui video. Hasil penilaian tersebut menunjukkan skor 15-13 bagi Spence yang membatalkan keputusan juri sebelumnya. Di perempat final, Spence sudah ditunggu petiju Rusia, Andrei Samkoyov yang menundukkan Adam Nolan dari Irlandia.

Sebelumnya, petinju Jepang, Satoshi Shimizu, sudah dinyatakan kalah angka dari Abdulhamidov dari Azerbaijan, namun keputusan para hakim dianulir dan dirubah menjadi kemenangan RSC bagi Shimizu (baca: http://www.boxing-indonesia.com/2012/08/olimpiade-london-2012-petinju-jepang.html ). Kata-kata "overturned" alias dianulir menjadi kata yang terkenal belakangan, terutama di cabor tinju di Olimpiade London ini.

Ofisial tinju India sendiri mengaku kecewa, namun bisa menerima keputusan pantia penyelenggara. "Aturan adalah aturan," ujar salah seorang offisial India. Di India, tinju berkembang cukup pesat dalam 4 tahun belakangan, setelah Vinjender Singh memenangi medali pertama bagi negerinya di Olimpiade Beijing 2008. Ribuan petinju amatir membanjiri sasana-sasana di India, namun tak satupun, sampai kini, yang berminat terjun ke pro.

Penghitungan skor dengan menggunakan komputer diaplikasikan pada tinju amatir setelah kekalahan kontroversial Roy Jones Jr. pada Olimpiade Seoul 1988.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, August 2, 2012

Olimpiade London 2012: Petinju Jepang Dicurangi

Menyusul skandal di cabor bulutangkis ganda putri yang megakibatkan didiskualifikasinya 1 pasangan Cina, 2 pasangan Korea Selatan dan 1 pasangan Indonesia, terjadi pula skandal di cabor tinju. Kali ini korbannya dalah petinju Jepang, Satoshi Shimizu yang mendominasi pertandingan atas Magomed Abdulhamidov (Azerbaijan). Bahkan di ronde 3, Shimizu berhasil menjatuhkan Abdulhamidov sebanyak 3 kali. Alih-alih menghitung, wasit yang bertugas malah menyuruh Abdulhamidov bangun, dan akhirnya dinyatakan menang angka.

Kubu Jepang langsung melayangkan banding, dan tampaknya banding tersebut diterima oleh panitia penyelenggara, dan keputusannya akan dibacakan hari ini. Menurut aturan, petinju yang terjatuh seharusnya dihitung 8 dan jika jatuh sampai 3 kali maka dinyatakan kalah RSC. Sangsi untuk ofisial yang bertugas juga rencananya dibacakan Kamis hari ini (2/8).


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, July 26, 2012

Jadwal Cabor Tinju Olimpiade London 2012

Cabor tinju akan memulai kompetisi pada 28 Juli 2012 atau sehari setelah upacara pembukaan, memeperebutkan medali pada 13 kategori: qo kategori Pria (Kelas layang ringan 49 kg, layang 52 kg., bantam 56 kg, ringan 60 kg., welter ringan 64 kg, welter 69 kg., menengah 75 kg., berat ringan 81 kg., berat 91 kg. dan super berat + 91 kg.) serta 3 kategori wanita (layang 51 kg., ringan 60 kg. dan menengah 75 kg.). Cabor tinju akan melangsungkan kompetisi di ExCeL Exhibition Centre, London. Final Kategori Putri akan berlangsung pada 9 Agustus, sedang Final Kategori Putra akan berlangsung pada 11-12 Agustus.

Cabor tinju memulai debut kompetisi di Olimpiade sejak 1904 di St. Louis. Dan hingga sekarang, kontingen Amerika Serikat masih merupakan pengumpul medali terbanyak (emas 48 - perak 23 - perunggu 37 - total 108) disusul oleh Kuba (32 - 19 - 12 - 63) dan Italia (15 - 13 - 16 - 44), walau dominasi ketiga negara tersebut kini terancam setelah jebloknya perolehan medali mereka di Olimpiade Beijing 2008 lalu, dan munculnya negara-negara baru peraih emas seperti Cina dan Mongolia.






Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Monday, July 9, 2012

Kolom Finon: Kejurnas Tinju Amatir Junior XVI/Youth XXVIII


Rebut 7 Medali Emas, DKI Juara Umum

Finon Manullang

DESA TRIDAYA, JAWA BARAT - Sempat bersaing ketat dengan Sumatera Utara, akhirnya DKI Jakarta berhasil merebut gelar terhormat, gelar juara umum, Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Junior XVI/Youth XXVIII. Sukses DKI ditentukan setelah dalam final dua hari berturut-turut (Jumat 6/7 dan Sabtu 7/7) mengumpulkan 7 medali emas. Sumatera Utara yang datang dengan kontingen terbesar (20 petinju putra dan putri) hanya merebut 5 medali emas dan menduduk tempat kedua.

Kejurnas berlangsung sejak 2 hingga 7 Juli 2012, yang dipusatkan di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulogadung, Jl Pemuda No. 17, Rawamangun, Jakarta Timur.

Pertandingan final disaksikan antara lain Ketua DPR-RI Marzuki Alie, Ketua Umum KONI Tono Suratman, Ketua Umum PP Pertina Reza Ali dan istri serta beberapa personalia PP Pertina yang ikut dalam kepanitiaan.

DKI juga berasil mengantar petinju kelas 52 kg Aldoms Sugoro sebagai petinju terbaik untuk kategori youth boys (remaja usia 17-18 tahun). Petinju Terbaik kategori junior boys (muda usia 15-16 tahun) direbut Lucky Hari dari NTT.

Partai final kelas 52 kg youth boys berlangsung cepat dan keras. Aldoms Sugoro ke luar dari sudut biru dan langsung melepasakan pukulan beruntun ke bagian kepala dan perut Jeriko Mensen Ballo (Nusa Tenggara Timur). Hanya dalam setengah ronde, pertandingan menjadi tidak berimbang. Wasit harus menghentikan pertandingan, demi keselamatan petinju. Tim medis, dr Widjanarso segera melompat ke dalam ring untuk memeriksa Ballo. Ternyata dia aman dari kemungkinan buruk, tetapi harus dipapah menuruni anak tangga ring. Kasihan dia. “Tidak apa-apa, ini bagian dari permainan tinju,” komentar mantan petinju nasional Hermensen Ballo. “Dokter menyatakan Jeriko Mensen Ballo sehat,” lanjut Hermensen Ballo.

Gelar petinju terbaik youth womens diberikan kepada Suzen Simangunsong (Sumatera Utara), yang dalam final menang 25-16 melawan Sri Natalia (Riau).

Gelar petinju terbaik junior boys diberikan kepada Devia Pertigana (Jawa Barat), yang dalam final menang 24-14 melawan Natasya Paat (Sulawesi Utara).

Beberapa partai final dari 26 kelas yang dipertandingkan, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan mengatongi 5 medali emas.

Berikut sejumlah hasil partai final:

Kaltim  Juara Kelas 42 kg junior girls
Bertanding dari sudut biru, Jumriati (Kalimanan Timur) berhasil merebut medali emas kelas 42 kg junior girls melalui pertandingan final yang berlangsung di GOR Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Sabtu siang (7/7). Jumriati mencatat kemenanan besar 51-21 melawan Nadia Oktaviani (Jawa Tengah).

Jateng  juara kelas 44 kg junior girls
Di kelas ini petinju Jawa Tengah Alimah Saputy berhasil mengalahkan Sintha Ramasari dari Sumbar dengan skor 16-11. Sementara di peringkat ketiga tercatat Anita Sari dari Kalimantan Timur.

Sumut juara kelas  46 kg junior girls
Petinju Sumatera Utara Rita Sihombing mencatatkan diri sebagai juara kelas 46 kg junior girls dengan menaklukkan petinju Aceh, Cut Naviis dengan skor 25-15, sekaligus berhak mengalungi medali emas.

Riau juara kelas 48 kg junior girls
Petinju andalan Riau, Herlina Kritawati berhasil menjadi yang terbaik dan merebut emas  kelas 48 kg junior girls setelah mengalahkan petinju DKI, Dita Nursabrina dengan kemanangan angka 28-17. Duduk di peringkat adalah petinju Kalimantan Selatan, Melinda Ismalasari.

Jabar juara 50 kg junior girls
Di kelas 50 kg junior girls, petinju Jawa Barat Divia Pertigana berhasil merebut medali emas dengan mengalahkan petinju andalan Sulawesi Utara, Natasia Paat dengan skor 24-14. Sementara medali perunggu akan dikalungkan pada petinju Riau, Jami Novitasari dan petinju Aceh Ayuni Fitria.

Jabar juara kelas 52 kg junior girls
Jawa Barat kembali mendulang medalai emas melalui petinjunya Inki Permatasari setelah mengalahkan petinju Aceh dengan kemangan RSC-I. Diperingkat tiga bercokol petinju Riau, Eka Fitri.

Sumut juara  45 kg youth girls
Petinju puteri Sumataera Utara berhasil menjadi pemenang di partai final 45 kg youth girls dengan menaklukan petinju Kalimantan Timur dengan kemenangan tipis  18-17. Di peringkat tiga ditempati oleh petinju Jabar, Siti Aisah dan petinju Kepulauan Riau Fenti Florentina.

Sumut juara  48 kg youth girls
Sumatera Utara kembali mendulang emas I kelas 48 kg youth girls melalui petinju berbakat Suzen R. simangunsong setelah menaklukkan petinju Riau, Sri  Natalia dengan skor cukup telak 27-8. Dua petinju perebut perunggu adalah Novianti Djojo dari Gorontalo dan Fita Mayangsari dari Sumbar.

Sulut juara 51 kg youth girls
Petinju Sulawesi Utara , Stella Mala, sukses mendulang medali emas di kelas 51 kg youth girls setelah mengandaskan petinju Jawa Tengah Nawa Inayah dengan kemenangan 23-4. Dua petinju peraih medali perunggu di kelas ini adalah Christie Indrie dari Jabar dan Novizar Maulina dari Sumatera Utara.
Bali juara 54 kg youth girls

Bali sukses merebut juara dan mengantungi medali emas melalui petinjunya Noni Ayu Lopo yang setelah menang RSC-I atas petinju Lampung, Vera Yunistiana di kelas 54 kg youth girls.

Riau juara 57 kg youth girls
Riau yang tengah mempersiapkan PON XVIII berhasil merebut medali emas kelas 57 kg youth girls setelah menumbangkan petinju Nusa Tenggara Barat, Nurhalimah dengan skor cukup telak 17-8.

Finon Manullang
Menulis dari Desa Tridaya, Jawa Bara


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, July 3, 2012

Kolom Finon: Kejurnas Tinju Amatir Yunior XVI/Youth XXVIII

Ketua DPR-RI Marzuki Alie berharap Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) mampu menggelar kejuaraan berjenjang mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Dengan demikian pembinaan tinju nasional menjadi terstrutur sehingga kelak petinju kita dapat mencapai prestasi membanggakan di pentas internassional.


“Untuk bertanding di level SEA Games seorang petinju membutuhkan 20 sampai 30 kali laga. Sementara untuk Asia dan dunia setidaknya seorang petinju harus melakoni 150-200 kali pertandingan,” kata Marzuki Alie, Senin (2/7), saat membuka Kejurnas Tinju Amatir Junior XVI/Youth XXVIII yang berlangsung 2-7 Juli di Gelanggang Remaja, Rawamangun, Jakarta.

Menurut Marzuki, memperbanyak kompetisi menjadi salah satu cara untuk memperbaiki prestasi sehingga mampu bersaing di pentas dunia, dimana sasaran Pertina adalah menempatkan petinjunya berlaga di tingkat Asia dan selanjutnya lolos ke Olimpiade Reo de Janeiro 2016.

“Kalau kejuaraan nasional hanya sekali setahun, bagaimana mungkin kita bisa berbicara di tingkat internasional. Untuk itu, saya berharap semakin banyak kompetisi digelar oleh kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional.”

Sementara itu, Ketua Umum PP Pertina dalam sambutannya tetap merasa optimis mampu meloloskan ptinju Indonesia di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016. “Sejauh ini, kita sudah berada di jalur yang benar. Kejurnas kali ini pun dimaksudkan sebagai ajang seleksi pembinaan jangka panjang yang kelak akan dikirim untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan ASEAN, Asia dan dunia, termasuk olimpiade,” kata Reza Ali.

Reza Ali mengatakan, kejurnas kali ini merupakan kejurnas dengan jumlah atlet terbesar dengan 178 petinju yang kaan berlaga dari hampir seluruh provinsi di Indonesia. Para petinju akan memperebutkan piala yang disiapkan oleh Ketua DR-RI Marzuki Alie. “Kalau tidak ada kalender pertandingan PPLP, mungkin pesertanya bisa lebih dari 200 petinju. Papua Barat yang menjadi tuan rumah kejuaraan PPLP, misalnya, tidak bisa berpartisipasi,” kata Reza.

Reza mengatakan petinju putera/puteri yang berlaga di perhelatan ini adalah mereka yang masih berusia 15-16 tahun (kelahiran 1996 dan 1997) untuk kategori Junior dan usia youth 17-18 tahun (kelahiran 1994 dan 1995) untuk kategori Youth. Usia dibuktikan dengan akte kelahiran, ijasah atau rapor.

Kejurnas ini akan mempertandingkan 26 kelas, masing-masing 6 kelas Junior dan Youth puteri, serta 7 kelas Junior dan Youth putera.

Pada partai pertama bertanding di kelas junior putera antara Nolvi Engkeng (Sulut) versus Wahyuni Bancin (Aceh) di kelas 44 kg yang dimenangkan oleh Nolvi Engkeng dengan kemenangan angka (MA). Di kelas yang sama Alfon Meap (Papua) melawan Andi Haryoko dari Jatim, yang dimenangkan oleh petinju Jatim.

Kelas yang dipertandingkan

Yunior Puteri:

1. Kelas 42 kg

2. Kelas 44 kg

3. Kelas 46 kg

4. Kelas 48 kg

5. Kelas 50 kg

6. Kelas 52 kg



Yunior Putera:

1. Kelas 44 kg

2. Kelas 46 kg

3. Kelas 48 kg

4. Kelas 50 kg

5. Kelas 52 kg

6. Kelas 54 kg

7. Kelas 57 kg



Youth Puteri:

1. Kelas 45 kg

2. Kelas 48 kg

3. Kelas 51 kg

4. Kelas 54 kg

5. Kelas 57 kg

6. Kelas 60 kg



Youth Putera:

1. Kelas 46 kg

2. Kelas 49 kg

3. Kelas 52 kg

4. Kelas 56 kg

5. Kelas 60 kg

6. Kelas 64 kg

7. Kelas 69 kg
 
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, April 17, 2012

Kolom Finon: Kualifikasi Olimpiade, Tuan Rumah Rebut 3 Emas

Oleh: Finon Manullang

PP-PERTINA.COM – Tuan rumah kualifikasi olimpiade Kazakhstan bersama Cina berhasil merebut tiga medali emas. India secara luar biasa berhasil merebut dua medali emas. Uzbekistan dan Iran masing-masing merebut satu medali emas. Indonesia yang diwakili petinju kelas menengah Alex Tatontos dan petinju kelas terbang Julio Bria, tidak kebagian apa-apa. Alex langsung rontok di babak pertama dihajar petinju Malaysia. Julio kalah di tangan petinju Korea Utara.

Final kualifikasi olimpiade berlangsung di kota Astana, Kazakhstan, Kamis (12/4), yang dimulai pukul dua siang. Final menampilkan seluruhnya 10 partai.

Hasil pertandingan final selengkapnya, Kamis (12/4).

Kelas layang 49 kg: Birzhan Zhakipov (Kazakhstan) menang 16-11 melawan Naoya Inaoue (Jepang).

Kelas terbang 52 kg: Illyas Suleimenov (Kazakhstan) menang 18-14 melawan Tugstsogt Nyambayar (Mongolia).

Kelas bantam 56 kg: Shiva Thapa (India) menang 18-11 melawan Wessam Salamana (Siria).

Kelas ringan 60 kg: Daniyar Yeleussinov (Kazakhstan) menang WO melawan Serdar Hudayberdiyev (Turkmenistan).

Kelas welter ringan 64 kg: Qiang Liu (Cina) menang 15-11 melawan Charly Suarez (Filipina).

Kelas welter 69 kg: Maimaititue Rsun Qiong (Cina) menang RSC-1 melawan Byamba Tuvshinbat (Mongolia).

Kelas menengah 75 kg: Abbos Atoev (Uzbekistan) menang 4-3 melawan Nursahat Pazziyev (Turkmenistan).

Kelas berat ringan 81 kg: Simut Sangwan (India) menang 14-9 melawan Dzhakon Qurbanov (Tajikistan).

Kelas berat 91 kg: Ali Mazaheri (Iran) menang 14-11 melawan Mohammad Ghossoun (Siria).

Kelas berat super 91 kg atas: Zholei Zhang (Cina) menang 10-6 melawan Soumar Ghosoun (Siria).

Finon Manullang
Dari Desa tridaya, Jawa Barat.

(Maaf bang Finon... saya barusan dari Makassar, di hotel tempat sayak menginap tidak adak internetnya.... apak katak duniak... :)

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, March 30, 2012

Kolom Finon: Hasil Pertandingan Final Piala Wapres I/2012

Laporan Finon Manullang

Elite Men (Putra)

Rahmat Taubat Juara Kelas Layang
Petinju kelas layang 49 kg Rahmat Taubat (Sumatera Barat) secara luar biasa berhasil merebut medali emas, setelah menang 14-7 melawan Musa Cahyadi (Jawa Tengah). Pertandingan final berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2012.
Sepanjang pertandingan 3 ronde, kedua petinju menyuguhkan permainan menyerang. Musa yang lebih pengalaman tertinggal angka dan gagal memenangkan pertandingan. “Dia (Musa Cahyadi) petinju hebat. Tapi itulah tinju, kesiapan dan semangat tanding ikut menentukan kemenangan,” komentar Ketua Pengprov Pertina Sumatera Barat, Tobi Tobing. “Hari ini Rahmat Taubat main bagus. Kami bangga,” lanjut Tobi Tobing, mantan petinju kelas welter.
Musa Cahyadi ditangani pelatih senior Musmar Sutan. Musa adalah petinju muda usia 20 tahun yang sedang melejit. Prestasinya adalah juara nasional 2010 Aceh, juara STE 2011, dan juara Pra PON I 2011 NTB. “Kondisinya lagi turun,” kata Musmar Sutan, abang Sutan Rambing, mantan pelatih Chris Juara.

Alberto Alfons Juara Kelas Terbang
Alberto Alfons (Jawa Barat) bertarung terlalu semangat sampai akhirnya menang 15-4 melawan Eduardo Limaheking (Papua Barat), dalam final kelas terbang 51 kg. Alberto bertanding dari sudut merah tidak membiarkan lawan masuk menyerang. Dengan cerdas Alberto melepaskan pukulan kiri-kanan dan dibalas lawan. Tidak ada petinjun yang goyah akibat kena pukulan. Kedua petinju sama-sama bertahan. “Kemenangan Alberto Alfons sangat memuaskan kami,” komentar pelatih Jawa Barat, James Makawimbang.

Beatus Neolaka Juara Kelas Bantam
Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) berhasil memenuhi janji menaklukkan petinju kidal Dadan Amanda (Jawa Barat) melalui angka tipis 10-9. Kedua petinju bertarung 3 ronde penuh dalam kelas bantam 56 kg, yang banyak diwarnai rangkulan, banyak saling memukul tetapi banyak tidak mengenai sasaran, dan banyak pelanggaran. Pada ronde 1, kedudukan 2-2, ronde 2 7-3, ronde 3 10-9.

Pertandingan meningkat panas memasuki ronde kedua. Sama-sama infight dan sama-sama sekali mendapat peringatan berupa pemotongan angka (warnnings). Kemenangan tipis yang diperoleh Beatus Neolaka dapat diterima kubu Dadan Amanda.

Arenaldo Moniaga Juara Kelas Ringan
Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) sukses merebut medali emas kelas ringan 60 kg, setelah dalam final menang tipis 7-6 melawan Abniel Yulius Daniel (Nusa Tenggara Timur).
Kemenangan Arenaldo sah bagi dewan juri tetapi tidak bagi kubu Abniel Daniel, yang menganggap Arenaldo tidak pantas disebut sebagai pemenang. Daniel dianggap jauh lebih pantas memenangkan partai final kelas ringan, karena pada ronde ketiga Arenaldo dua kali jatuh dan dua kali mendapat hitungan dari wasit. Arenaldo juga terjatuh menjelang bel berbunyi tetapi dianggap sebagai terpeleset.

Arenaldo Moniaga meningalkan ring pertandingan dengan sangat pahit. Selain kemenangannya dianggap berbau kontroversial, dia juga harus menderita ciderah bahu kanan yang sangat parah. “Kasihan dia (Arenaldo Moniaga) tangannya patah,” komentar sang ayah, Ferry Moniaga mantan juara Asia kelas bantam.

Vinky Montolalu Juara Kelas Welter Ringan
Petinju nasional Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) merebut medali emas kelas welter ringan 64 kg, setelah menang 18-12 melawan Anto Siringo-Ringo (Jambi). Selama pertandinagn 3 ronde kali 3 menit, keduanya cenderung menyerang. Anto Siringo-Ringo yang bertekad menaklukkan lawan terlihat kalah keras. Vinky banyak mengumpulkan angka melalui serangan cepat keras dan masuk.

Taufan Paransa Juara Kelas Welter
Mantan petinju pelatnas SEA Games lalu Taufan Paransa (Papua) memang 9-6 melawan Charles Kantiaga (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama, Taufan dapat menguasai lawan tetapi sulit memasukkan pukulan dengan baik dan benar sehingga angka yang diperoleh tidak sampai 10. Pertandingan berjalan biasa-biasa saja, meski keduanya mengaku sudah berjuang habis-habisan. “Setiap aku mau melepaskan pukulan, eh dia (Charles Kantiago) merapat. Jadi sulit dapat poin,” kata Taufan Paransa.

Toar Sompotan Juara Kelas Menengah

Petinju sarat pengalaman dan langganan pelatnas Toar Sompotan (Sulawesi Utara) menang 11-8 melawan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama dimulai, penonton di bagian tribun belakang dewan juri sudah dengan sengaja memancing suasana panas. Sebagian menyebut “Toar, Toar, Toar!!!” Sebagian mendukung Erico Amanupunyo.

Tontonan yang terlihat menjadi tidak enak. Emosi membuat serangan dari masing-masing petinju banyak tidak mengenai sasaran. Pelanggaran dengan menyikut lawan diperlihatkan Erico Amanupunyo. Toar menekan bagian leher lawan. Keduanya sama-sama mendapat peringatan dari wasit. Pada ronde terakhir, Toar bermain lebih cepat dan mendaratkan pukulan kiri-kanan ke bagian muka dan perut lawan. Untung saja Erico cepat merapat dan merangkul sehingga terhindar dari kemungkinan jatuh di sudutnya sendiri, sudut biru.

Terima kasih, Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, March 29, 2012

Kolom Finon: Jadwal Final kejuaraan Piala Wapres

Laporan Tinju Finon Manullang
Dari Desa Tridaya, Jawa Barat
Rabu, 28 Maret 2012


Pertandingan Final Tinju
Piala Wapres I/2012
Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur
Kamis, 29 Maret 2012
Mulai pukul 1 siang hingga malam

Partai Final Elite Women (Putri)
1. Kelas layang 48 kg:
Lian Apriliani Tombeg (DKI Jakarta) vs Yunike Rotty (Sulawesi Utara).

2. Kelas terbang 51 kg:
Warni Hawala (Riau) vs Novita Sinadia (Sulawesi Utara).

3. Kelas bantam 54 kg:
Marshadeva (Jawa Barat) vs Nobertha Tajum (Papua).

4. Kelas bulu 57 kg:
Maculata Loda (Nusa Tenggara Timur) vs Lisa Kmur (Papua).

5. Kelas ringan 60 kg:
Magdalena Kambayong (Papua) vs Siti Aisyah (Sumatera Utara).

Partai Final Elite Men (Putra)

1. Kelas layang 49 kg:
Musa Cahyadi (Jawa Tengah) vs Rahmat Taubat (Sumatera Barat).

2. Kelas terbang 52 kg:
Alberto Alfons (Jawa Barat) vs Eduardo Limaheking (Papua Barat).

3. Kelas Bantam 56 kg:
Dadan Amanda (Jawa Barat) vs Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur).

4. Kelas ringan 60 kg:
Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) vs Abniel Daniel (Nusa Tenggara Timur).

5. Kelas welter ringan 64 kg:
Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) vs Anto Siringo-Ringo (Jambi).

6. Kelas welter 69 kg:
Taufan Paransa (Papua) vs Charles Kantiago (Sulawesi Selatan).

7. Kelas menengah 75 kg:
Toar Sompotan (Sulawesi Utara) vs Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan).

Adakah di antara mereka yang menjadi favorit Anda?

Jika Anda menjawab “ada”, saya anjurkan supaya datang ke arena pertandingan Gedung POPKI, Cibubur (depan Perkemahan Pramuka), Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2012. Pertandingan final sudah mulai pukul 1 siang teng ronde pertama hingga malam sekitar pukul 10-an. Penutupan dan penyerahan Piala Wapres akan diserahkan langsung oleh Wapres Boediono. Seluruh personalia PP Pertina 2012-2016 (sekitar 100 orang) pasti hadir. Sebab pada pukul 3 sore, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman akan melantik pengurus baru PP Pertina. Seluruh pengurus bisa dipastikan datang dengan setelan jas baru. Saya sebagai Humas PP Pertina, sebelumnya minta maaf, datang tidak pakai jas.

Di sini saya ingin pesan, berilah dukungan atau semangati petinju favorit Anda. Jangan pernah mengeluh capek, sebab teriakan Anda sangat berharga bagi perjuangan mereka di atas ring. Percayalah, support Anda bisa mencapai 40% dalam menentukan sebuah kemenangan. Sisanya 60% adalah usaha si petinju.

Jika Anda menjawab “dang hadong bah” alias “tidak ada”, mohon maaf saya tidak berani menganjurkan Anda pergi ke Gedung POPKI Cibubur. Silakan duduk manis di rumah sambil menyaksikan siaran langsung di MNC Sports Channel. Atau tunggu hasil lengkap final di Boxing-Indonesia.com.

Mantap kan?

Terima kasih.

Desa Tridaya, Jawa Barat.
Rabu, 28 Maret 2012.
Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Wednesday, March 28, 2012

Kolom Finon: Hasil Pertandingan Tinju Piala Wapres (Semi Final)

Arenaldo Moniaga Ditantang Apniel Daniel

Mantan petinju terbaik kelas bantam nasional Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) maju ke babak final kelas ringan Turnamen Tinju Amatir Piala Wapres I/2012. Arenaldo, 27 tahun, menang 15-3 melawan Eggi Herwandi (Riau), dalam pertandingan semifinal di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 27 Maret 2012. Pertandingan semifinal disaksikan cukup lumayan penonton termasuk Menpora Andi Mallarangeng.

Dalam final, Kamis 29 Maret 2012, Arenaldo ditantang lawan lamanya Apniel Daniel (Nusa Tenggara Timur), yang dalam semifinal lainnya menang 16-9 melawan petinju SEA Games dua kali Matius Mandiangan (Sulawesi Utara). Kemarin Daniel berhasil menekan pertahanan Matius lewat semangat pantang mundur dan sekali menjatuhkan lawan kemudian dihitung wasit. Mandiangan berdiri meneruskan pertandingan tetapi kanan kanannya terkilir sehingga sulit mengejar ketinggalan dan kalah.

“Saya tunggu dia (Apniel Daniel) di final,” kata Arenaldo Moniaga, yang mengelolah usaha rumah makan dan fitness di Bali. “Saya mau sekali lagi (mengalahkan Daniel). Dulu (dalam semifinal Pra PON I/2011 NTB) saya menang. Dia pasti sudah tahu kekuatan saya, tetapi saya sudah lebih tahu soal dia,” komentar Arenaldo Moniaga, putra juara Asia kelas bantam Ferry Moniaga.

VINKY MONTOLALU

Dalam kelas welter ringan Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) maju ke final dan akan berhadapan dengan Anto Siringo-Ringo (Jambi). Dalam semifinal kemarin, Vinky menang 29-9 melawan Sartip Nap (Papua). Anton menang 12-11 melawan Eyeskhiel Alona (Nusa Tenggara Timur).
“Vinky akan bertarung rapat dan itu dapat merusak Siringo-Ringo. Pukulan Vinky sangat keras,” kata pelatih Husni Ray.
Anto Siringo-Ringo, pemegang medali perak kelas ringan PON XVII/2008 Kalimantan Timur, tidak gentar dengan kerasnya pukulan Vinky. Siringo-Ringo berjanji pulang ke Jambi dengan medali emas.

TAUFAN VS CANTIAGO
Final kelas welter akan menampilkan Taufan Paransa (Papua) melawan Charles Cantiago (Sulawesi Selatan).
Kemarin dalam semifinal Taufan menang 9-7 melawan Daniel Pasaribu (Sumatera Utara). Sedangkan Charles menang 15-9 melawan Mifta Rivai Lubis (Sumatera Barat).

TOAR SOMPOTAN
Dalam final kelas menengah, Toar Sompotan (Sulawesi Utara) akan berhadapan dengan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan). Kemarin dalam semifinal, Sompotan menang RSC ronde 3 melawan Eko Hardianto (Riau). Sedangkan Amanupunyo menang 9-5 melawan Agus Firmansyah (Kalimantan Barat).
Partai tinju wanita kelas terbang 51 kg, Novita Sanadia (Sulawesi Utara) mengalahkan Sri Defisma Fose (Nusa Tenggara Timur) melalui putusan angka 15-13. Dalam final Novita ditantang Warni Hawala (Jambi) yang kemaren menang telak 22-9 melawan Ferniwati Lase (Jawa Tengah).

Hari ini, Rabu, 27 Maret, istirahat (rest day). Seluruh pertandingan final akan berlangsung Kamis, 29 Maret 2012, mulai pukul 2 siang hingga malam. Partai final tidak dikenai pungutan uang apa pun alias bebas masuk. Final akan disaksikan sekaligus ditutup oleh Wapres Boediono.

Terima kasih.

Finon Manullang, maju terus tinju Indonesia, baik amatir maupun pro.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.