Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Showing posts with label Press Releases. Show all posts
Showing posts with label Press Releases. Show all posts

Wednesday, July 3, 2013

Brizuela Ingin Sejajar dengan Martinez dan Matthysse

Brizuela, mengimpikan mensejajarkan diri dengan para juara dunia dari negaranya seperti Sergio Martinez dan Lucas Matthysse yang saat ini menjadi idola top di Argentina setelah pesepakbola Lionel Messi.

Berikut adalah press release kedatangan Daniel Brizuela dan rombongan dalam rangka pertempuran melawan jago Indonesia, Daud Cino Yordan di Perth, Australia, 6 Juli mendatang.

Menurut informasi dari RCTI, siaran langsung akan dimulai pada pukul 21.30 WIB pada Sabtu, 6 Juli.

(foto - foto oleh Tony Tolj, Dragon Fire)
==================



Photo credit: Tony Tolj
 
DANIEL "TATU" BRIZUELA ARRIVES IN PERTH
 


 
Argentinean Daniel “Tatu” Brizuela (25-1-2, 8 KOs) has arrived in Perth, Australia today for final preparation  ahead of his IBO World lightweight title fight against Former IBO World Featherweight champion “Indonesian Thunder” Daud Cino Yordan (30-3, 23 Kos) on July 6 at Perth Metro City. Brizuela who is a WBO and IBF Latin American Champion as well an Argentinean Boxing representative at the 2004 Olympic Games in Athens has vowed to take the title back to Argentina. 

“It is my dream to Win the World title and bring it back to Argentina,” Brizuela said

“The world knows Sergio “Maravilla” Martinez, Marcos “El Chino” Maidana, Lucas “The Machine” Matthyse and soon they will never forget the name Daniel “Tatu” Brizuela.”

Also on the Thunderdome II card, Australian Jason “Nugget” Cooper (6-1-1, 3 KO’s) will take on Indonesian Super Bantamweight Champion Rasmanudin (17-3-2, 9 KO’s) for the IBO Asia Pacific Super Bantam weight title.

Luke “Razor” Sharp (5-0-2) takes on the experienced “Baby” Pete Mitrevski Jr. (23- 8-1, 11 KO’s) for the IBO Asia Pacific Middleweight title.

Jeremy “War Machine” Van Diemen (4-0-1, 3 KO’s) will take on fellow undefeated West Australian Andrew “Mean Machine” Green (10-0, 5 KO’s) for the Western Australian State Light Heavyweight Title.

Local prospects, "Sammy Automatic" Hogan and "Brilliant" Brandon Ogilvie will also be on Dragon Fire Promotions “Thunderdome II”.

Tickets to Thunderdome II are available at www.oztix.com.au 

follow Dragon Fire @dragonfiremedia

Dragon Fire presents Thunderdome II
Saturday July 6, 2013
www.dragonfire.com
www.facebook.com/dragonfireboxing 
Metro City, Perth Australia
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, March 19, 2013

Sahlan Coral, Bintang Baru dari Indonesia


oleh Ressy T. Salim / Dragon Fire Promotions

Petinju Indonesia, Sahlan Coral (8-2, KO : 3), menjadi hit bagi para penggemar tinju di Metro
City, Perth, Australia pada Jum’at malam, 15 Maret 2013. Pertandingan di Thunderdome, yang diselenggarakan oleh Dragon Fire World Championship Boxing, menampilkan Sahlan Coral melawan Mike Reid (5-7-1) dari Skotlandia, dalam 6 ronde berstandar internasional.

Pada tiga ronde awal, Sahlan Coral dan Mike Reid saling menghantam secara berimbang, namun pada akhirnya, keperkasaan Sahlan Coral semakin kentara. Sahlan memukul telak Mike dan mencetak knowdown pada ronde ke 4. Mike hanya dapat bertahan pada ronde-ronde selanjutnya hingga akhir pertarungan dimana Sahlan menang secara mutlak dengan skor : 60-53, 59-54, 60-53.

Sahlan berterima kasih kepada Dragon Fire dan Pain Away, yang telah memberinya kesempatan untuk bertarung di Thunderdome.Dimana banyak badan-badan tinju cenderung menjauhi bahkan melarang tampilnya petinjupetinju asal Indonesia, Dragon Fire World Championship Boxing, dengan dukungan Pain Away,  justru merangkul, membantu serta memberikan pendidikan dan latihan agar pertinjuan Indonesia menjadi lebih baik.Melalui program semacam beasiswa, Dragon Fire dengan dukungan Pain Away, telah memulai pendidikan dan latihan untuk petinju maupun pelatih dari Indonesia. Kelompok pertama terdiri dari Sahlan Coral, pelatihnya, Yancee Mandagie serta mantan super star tinju Indonesia, ‘Furious’ Joey De Ricardo. Dibawah bimbingan pelatih-pelatih kaliber dunia, Craig Christian dan Angelo Hyder, mereka berlatih di Harry’s Gym di Balcatta, Perth, Australia.

Pertandingan Dragon Fire selanjutnya akan diadakan pada tanggal 14 April 2013 di Tennis Indoor Stadium, dimana 2 Juara Dunia akan mempertahankan gelarnya masing-masing ; Juara Dunia kelas Bulu, Versi IBO, Daud ‘Cino’ Yordan (30-2, KO : 23) melawan Simpiwe ‘V12’Vetyeka (24-2, KO : 14) dari Afrika Selatan.

Sedangkan Juara Dunia kelas Bulu dan ‘Champion of the Decade’, Versi WBA, Chris ‘The Dragon’ John (48-0-2, KO : 22) akan mempertaruhkan gelarnya untuk ke 18 kalinya, melawan Satoshi ‘Bazooka’ Hosono 23-2, KO :17) dari Jepang.

Sahlan Coral akan menjadi bagian dari Tim Indonesia yang akan menantang petinju-petinju dari Tim Tanzania pada partai-partai tambahan. Program yang dinamakan Dragon Fire World Series berupaya untuk memberikan kesempatan pada petinju-petinju Indonesia untuk bertarung pada pertandingan-pertandingan bertaraf internasional. Selanjutnya, program ini akan menampilkan Tim Indonesia melawan petinju-petinju dari Tim Australia, Tim Amerika Serikat dan Tim Inggris.






SEKILAS TENTANG DRAGON FIRE

DRAGON FIRE adalah pelopor penyelenggara dan promotor pertandingan tinju kelas dunia di Asia. DRAGON FIRE bertekad untuk membawa pertandingan tinju terbesar dan berstandar  internasional ke kawasan Asia.

Pertandingan-pertandingan DRAGON FIRE akan diselenggarakan dengan spektakuler, menyuguhkan juara kelas dunia serta beberapa bintang terbaik di Asia maupun pendatang baru di ring tinju dan diadakan di lokasi bergengsi dan eksklusif. Dengan tujuan untuk menyuguhkan pertandingan-pertandingan tinju yang berkualitas dan sangat layak ditonton oleh khalayak luas.

Saat ini DRAGON FIRE mensponsori dan mempromosikan Juara Dunia WBA Kelas Bulu, Chris ‘The Dragon’ John dan Juara Dunia IBO Kelas Bulu, Daud ‘Cino’ Yordan, yang keduanya berasal dari Indonesia. Tujuan utama DRAGON FIRE adalah untuk melahirkan juara-juara tinju berkelas Dunia di masa depan, yang berasal dari Asia.


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, October 11, 2011

Martapura Riverside Boxing: Espinos Sabu Menang Angka





Juara Indonesia kelas terbang Espinos Sabu (RE Sulut) sukses mempertahankan gelar melalui kemenangan angka 12 ronde melawan penantang Ruben Manakane (NN Jakarta). Tidak ada yang jatuh, tetapi wajah kedua petinju sembab dan terluka. Pertandingan berlangsung di Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 9 Oktober 2011. Promotor Finon Manullang bersama Dandim 1007 Banjarmasin Letkol Inf Waston Purba menyerahkan sabuk KTI kepada Espinos Sabu.

Pertandingan dipimpin wasit Erik Suwarna (Jakarta). Tiga hakim tinju menilai dengan angka berbeda-beda; Pudjo Santoso (Tangerang) 116-113, Sumardi (Jakarta) 118-111, Suwarno 116-112. Semua untuk Espinos Sabu, yang 22 Juni 2011 di Jakarta, mengalahkan Ruben Manakane dalam partai non gelar 8 ronde.

Selama 12 ronde, kedua petinju saling menyerang. Ruben gagal memenuhi janji untuk menghabisi Espinos Sabu di atas ronde 6. Pada ronde 9, Ruben sempat menggoyahkan lawan lewat pukulan kanan yang cepat dan keras. Pada ronde 11 dan 12, Espinos terlihat unggul stamina dan berkali-kali memaksa Ruben yang berusia 19 tahun, terdesak. “Saya bangga dua kali mengalahkan dia,” komentar Espinos Sabu, 22 tahun.
Dalam kelas bulu 10 ronde, Asmania Buru (Lubana Tangsel) menang TKO 8 melawan Ryan Lebong (KPJ Bulungan Jakarta). Ryan muntah nasi di tengah ring dan langsung dihentikan wasit Sumardi. “Dia tadi makan terlalu banyak, makanya muntah,” kata pelatih Little Holmes sambil menjamin petinjunya muntah bukan akibat gegar otak. “Dia aman dari kemungkinan itu (gegar otak),” lanjut Holmes.

Kelas bulu 10 ronde, Andy Letding (Alor Tangerang) menang TKO ronde 6 melawan Philipus Rangga (Garuda Jaya Jakarta). Rangga menyerah tidak kuat. Kasihan dia.

SABUK TERIMA KASIH

Promotor Finon Manullang menyuguhkan pertandingan untuk acara HUT ke-66 TNI kerja sama dengan Korem 101/Antasari Banjarmasin. “Saya puas lantaran pertandingan bisa terlaksana tepat pada waktunya,” kata Danrem 101/Antasari Kol Inf Komaruddin Simanjuntak.

Pertandingan disaksikan mantan promotor F.K. Sidabalok, yang dulu dikenal sebagai ayah angkat Thomas Americo. Sidabalok datang ke Banjarmasin sebagai tamu special promotor Finon Manullng. “Saya sangat hormat sama beliau, makanya saya undang khusus dan datang,” kata Finon.
Malam tinju di atas sungai dimeriahkan dengan pemberian Sabuk Terima Kasih dari promoter Finon Manullang kepada mantan promotor F.K. Sidabalok, kepada Danrem 101/Antasari Kol Inf Komaruddin Simanjuntak, kepada Dandim 1007 Banjarmasin Letkol Inf Waston Purba, dan kepada Ketua Umum

KTI Pusat Anthon Sihombing. “Saya berharap pemberian Sabuk Terima Kasih semacam ini dapat diteruskan oleh promotor lain. Tujuannya untuk menyemangati sekaligus menghargai dedikasi seseorang untuk tinju secara universal,” komentar Finon Manullang.

Siapa menyusul?


(Teks&Foto: FM)

Friday, October 7, 2011

Martapura Riverside Boxing



JAKARTA - Promotor Finon Manullang memastikan Espinos Sabu (R.E. Boxing Camp Sulut) akan bertarung melawan Ruben Manakane (Nelson Jakarta) dalam paket “Boxing in the Martapura Riverside”. Dijadwalkan 12 ronde kejuaraan Indonesia sabuk KTI kelas terbang. Keduanya akan bertarung di Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam, 9 Oktober 2011. “Dalam pertandingan pertama 22 Juni 2011 di Jakarta, Espinos mengalahkan Ruben dalam non gelar 8 ronde. Nanti di Banjarmasin bukan tidak mungkin Ruben menghabisi Espinos. Kita lihat saja,” kata promotor Finon Manullang.


Bagi Espinos, pertarungan nanti merupakan usaha pertama mempertahankan gelar. Selaku juara bertahan Espinos menerima bayaran bersih Rp 5 juta dan penantang Ruben Rp 3.5 juta. Kontrak kedua petinju sudah dilakukan September lalu di Jakarta dan sudah menerima termin 30% dari bayaran masing-masing. Kemarin Kamis 6 Oktober 2011, Finon Manullang membuat rekor meyerahkan sisa bayaran bayaran petinju di kantor KTI Pusat, Jl Tawes, Rawamangun, Jakarta. Finon didampingi penata tanding Syarifudin Lado menyerahkan uang petinju Rp 15 juta kepada Sofie kemudian diteruskan kepada Inspektur Pertandingan Sangap Sidauruk, SH. “Ini yang pertama, promotor melunasi langsung seluruh bayaran petinju jauh sebelum pertandingan berlangsung. Ini adalah rekor bersejarah dan kehormatan bagi KTI,” komentar Syarifudin Lado, yang memastikan tidak akan ke Banjarmasin karena waktunya berbenturan dengan pertandingan tinju di TVRI.


Tinju di Banjarmasin dikemas untuk HUT ke-66 TNI Korem 101/Antasari. Finon juga menggelar dua partai non gelar 10 ronde untuk Sabuk Emas J-HAN Management dan Sabuk Emas Korem 101/Antasari.


Seluruh rombongan berjumlah 22 orang termasuk ring ofisial dan pengawas dari BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia). Rombongan tinju dari Jakarta diperkirakan tiba di Banjarmasin pukul 12.40 WITA Sabtu 8 Oktober 2011.


Menurut Finon Manullang, Espinos Sabu terakhir bertarung di Studio TVRI Senayan, Jakarta, awal September dan dibayar Rp 2,5 juta. “Kali ini Espinos menerima bayaran bersih lima juta. Dia bilang siap bertarung habis-habisan agar bisa mengalahkan Ruben sekaligus mempertahankan gelar,” kata Finon. Espinos focus berlatih di Jakarta bersama pelatih Bernard Lahindo. Ruben ditangani pelatih Said Iskandar.


Partai kelas bulu yunior 10 ronde:

Philipus Rangga (Garuda Jaya Jakarta) vs Asmania Buru (Lebana Tangsel).


Kelas bulu 10 ronde:

Ryan Lebong (KPJ Bulungan Jakarta) vs Andy Letding (Alos Tangerang).

Tuesday, January 25, 2011

Dua Partai Kejuaraan WBO Aspac di Surabaya

Promotor internasional Damianus Wera akan menggelar dua partai kejuaraan WBO Asia Pacific (Aspac) di GOR Hayam Wuruk, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/1). Dua partai yang akan ditampilkan itu adalah di kelas terbang mini (47,6 kg) antara juara bertahan Heri Amol (Gema Tinju Trisakti BC Jakarta) dan Jetli Purisima (Filipina). Bagi Heri, ini duel mempertahankan gelar juara WBO Aspac kali pertama setelah merebut gelar tersebut pada 18 September 2010 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kala itu Heri yang berasal dari Kiupukan, Timor Tengah Utara, NTT, menang angka mutlak atas Mating Kilakil (Filipina). Sedangkan, Purisima yang kini berada di peringkat 10 WBO Aspac untuk kali pertama mencoba merebut gelar WBO Aspac. Sebelumya, petinju berusia 23 dan sekarang membukukan rekor 15 (2 KO)-9-1, itu pernah mencoba merebut gelar internasional lainnya: WBC Youth dan WBO Oriental. Namun, ia gagal merengkuh dua gelar tersebut.

Heri menyatakan dirinya sangat siap untuk mempertahankan gelarnya. Untuk itu, sejak November tahun lalu, ia dan timnya telah mempersiapkan diri secara khusus di Puncak, Jawa Barat. Cuma, ia mengaku belum tahu persis gaya dan kualitas permainan Purisima. Meski begitu, ia sudah tahu pola permainan para petinju Filipina. “Umumnya mereka bargaya fighter sejati dan kualitas permainan bagus. Saya tak mau terpengaruh dengan rekor bertanding Purisima. Itu bisa mengecoh saya. Terpenting saya bisa berlatih keras dan siap menghadapi petinju bergaya apapun, termasuk Purisima,” ungkap Heri, 27, yang juga pemangku rekor 25 (11 KO)-11-0.

Tarung ini buat Heri sangat peting. Sebab, selain mempertahankan gelarnya, juga berusaha untuk terus meningkatkan peringkat dunianya di WBO. Kini, Heri sudah menempati peringkat 4 dunia WBO. Jika Heri bisa mempertahankan gelar, apalagi dengan KO/TKO, tentu peringkatnya akan terus naik lagi. “Ini yang mendorong saya untuk berlatih keras dan bisa memenangkan pertandingan. Tapi, saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada promotor Damianus yang mau mengorbitkan saya. Itu juga memotivasi saya untuk berbuat yang terbaik,” ujar Heri.
Partai lainnya adalah di kelas terbang yunior (48,9 kg), antara Tommy Seran (Rokatenda Palue BC Sidoarjo) dan Mating Kilakil (Filipina). Kilakil pernah dikalahkan Heri di Kupang, September tahun lalu. Namun, ia cukup berbahaya. Jika Tommy tak mempersiapkan diri dengan baik, apalagi tak memperbaiki kelemahan-kelemahannya, ia bisa menelan pil pahit. Buat Tommy, duel dengan Kilakil adalah upaya mempertahankan gelar WBO Aspac interim kali ketiga setelah ia merebut gelar tersebut di Denpasar, Bali, 27 Januari 2010. Saat itu, Tommy menang TKO di ronde 9 atas Liempetch Sor Veerapol (Thailand). Di duel mempertahankan gelar terakhir, 18 September 2010, di Kupang, Tommy menang angka mutlak atas Jayson Rotoni (Filipina).
Tommy, 26, yang berasal dari Belu, NTT, itu mengaku fokus untuk menghadapi pertandingan ini. Itu sebabnya, ia dan pelatih Yani Malhendo telah mempersiapkan diri secara maksimal di Sasana Rokatenda, sejak Desember tahun lalu. “Persiapan saya cukup baik. Mudah-mudahan dengan persiapan ini, saya bisa mempertahankan gelar dan mempersembahkan kepada promotor saya (Damianus) dan sasana Rokatenda yang berulang tahun pada akhir Januari ini,” tukas Tommy, pemilik rekor 17 (9 KO)-1-0.

Friday, January 7, 2011

Tommy Seran Showdown in Surabaya

Untuk membangun kembali masa emas tinju pro Jawa Timur seperti tahun 70-an 80-an dan 90-an, maka Rokatenda Boxing Camp Surabaya mengundang para insan tinju datang menonton sparing bersama juara WBO Asia Tommy Seran diselingi pesta musik dangdut pada hari ini Jumat 7 Januari 2011 mulai pkl 3 sore. Pasti asyik dah. Tidak dikenai biaya. Info lebih lanjut hubungi pelatih Yani Malhendo 081230833205 (Yani mantan juara di 3 kls yg berbeda). Ini alamat sasananya: Perumahan Pondok Candra, Kompleks Rambutan, Gang 1-D NO. 215, Surabaya.

Kini saatnya tinju pro Jatim bangkit. Arek2 Jatim dulu hebat2 di atas ring dan membanggakan. Terimakasih.

@ PESAN INI DISAMPAIKAN OLEH FINON MANULLANG (SINCE 1980 WRITING FOR BOXING).

Wednesday, December 8, 2010

Chavez Elected to Hall of Fame‏‏

Press Release by WBC

CANASTOTA, NY – DECEMBER 7, 2010 - The International Boxing Hall of Fame and Museum is pleased to announce Mexico’s legendary three-division champion Julio Cesar Chavez has been elected into the Hall of Fame.

“We’re very excited for Julio Cesar Chavez and the Hall of Fame is very much looking forward to honoring his many achievements with induction into the Hall of Fame,” said Executive Director Edward Brophy. “His accomplishments will be recognized during the annual Hall of Fame Induction Weekend set for June 9-12th.”

Over 20 events, including a golf tournament, banquet, parade and autograph card show, are planned. An impressive celebrity lineup of boxing greats of yesterday and today will attend this year’s Induction Weekend. Chavez will receive a gold Hall of Fame ring and a plaque with his biography and photograph will be on permanent display on the Hall of Fame Wall. The Official Enshrinement Ceremony will be held on the Hall of Fame Museum Grounds in Canastota, NY, USA on Sunday, June 12th.

Born July 12, 1962, Chavez turned pro in 1980. Undefeated at 43-0, he stopped Mario Martinez (KO 8) in 1984 for the WBC super featherweight title. Nine successful defenses followed before beating Edwin Rosario (TKO 11) for the WBA lightweight title in 1987. He added the WBC version with a win over Jose Luis Ramirez (TW 11) in 1988. Chavez became a three-division world champion when he won the WBC junior welterweight crown from Roger Mayweather (TKO 10) in 1989. His impressive string of 12 title defenses included wins over Hector Camacho and Greg Haugen in front of a record crowd of 132,274 fans and, in 1990, he stopped IBF king Meldrick Taylor with 2 seconds left in the fight to unify titles. Chavez moved up in weight and drew with WBC welterweight champion Pernell Whitaker in a 1993 title go. After compiling an 89-0-1 record, he lost the WBC junior welter title to Frankie Randall in 1994 (L 12). He reclaimed the title in the rematch (TW 8) and reigned until losing to Oscar De La Hoya in 1996 (TKO by 4). Chavez retired in 2005 with a professional record of 107-6-2 (88 KOs). During his career, he registered wins over Ruben Castillo, Sammy Fuentes, Rocky Lockridge, Juan LaPorte, Tony Lopez and Joey Gamache. Possessor of a great chin, Chavez used a relentless, aggressive style and vicious body attack to became a national hero in Mexico and one of the most popular fighters in history.

Other living honorees include junior welterweight champion Kostya Tszyu, heavyweight champion Mike Tyson, trainer Ignacio “Nacho” Beristain, referee Joe Cortez and screenwriter Sylvester Stallone.

The Hall of Fame also released names of posthumous honorees: bantamweight Memphis Pal Moore, light heavyweight champion Jack Root and welterweight and middleweight Dave Shade in the Old-Timer Category; promoter A.F. Bettinson in the Non-Participant Category; broadcaster Harry Carpenter in the Observer Category; and John Gully in the Pioneer Category. Inductees were voted in by members of the Boxing Writers Association and a panel of international boxing historians.

For more information on the events planned for the 2011 International Boxing Hall of Fame Weekend, please call the Hall of Fame at (315) 697-7095 or visit http://www.ibhof.com/.

###

“I am honored and I feel humble. At this moment in my life, to be inducted into the Hall of Fame is very special. I feel great to know that my name will be inscribed with the best of the best, to join some of my heroes and to leave a mark for my family and my country.”
- Julio Cesar Chavez

“Julio Cesar Chavez is an all-time great boxer and a national hero in Mexico. A three-division world champion with over 100 victories, Chavez has left an indelible mark on boxing history.”
- Edward Brophy, Executive Director, Boxing Hall of Fame

“Anytime a man can amass the type of record he had fighting top competition for all those years before losing his first fight is amazing. He was a tremendous body puncher. His punches vibrated all the way through your body and he would systematically break you down with wicked body shots.”
- Emanuel Steward, 1996 Hall of Fame Inductee

“Without question, he had my vote a long time ago! He demonstrated what it is like to be a fighter in the ring and was a fan favorite and a winner.”
- Sugar Ray Leonard, 1997 Hall of Fame Inductee

“What a class kid he was. We could use a guy like him right now. A great body puncher and a great ring technician, he could box as well as punch. The people just loved him and he was great for the fans.”
- Angelo Dundee, 1992 Hall of Fame Inductee
Article & Photo: WBC

Tuesday, October 5, 2010

Reuni Para Mantan Jawara

Oleh Finon Manullang

Bapak/Ibu dan para sahabat tinju yang mulia; kami sampaikan bahwa Minggu, 3 Oktober di Surabaya, para mantan petinju Jatim telah mengadakan Reuni & Halal bihalal. Hadir para mantan petinju top antara lain Freddy Ramschie, Wongso Suseno, Kadur Singh, Suparlan, Kusnandar, Tan Hwa Swui, Nurhuda, Wongso Indrajit, Sambung, Bugiarso, Faisol Akbar, Yani Malhendo, Agus Ekajaya, Slamet Mukmin, dll. Mereka ikut lomba dayung di kolam renang, ikut pertandingan biliar & lomba nyanyi. Ketua Reuni, Harry Efendy, memberi bantuan uang kepada pemegang medali emas STE/Medan 2004 Manito yg kena tumor tenggorokan. Kasihan sekali dia. Tak ketinggalan, Ketua Harian PP Pertina, Sahat Simanjuntak, juga ikut menyumbang Manito. @ finon-m

Thursday, September 2, 2010

Tuesday, August 31, 2010

Jackson Asiku Goes to America

Press Release by Asiku Management

IBO World Featherweight Champion “Action” Jackson Asiku says Jhonny Gonzalez will be his stepping stone to the big names in the Featherweight division.

"When the experts and the American boxing fans see me KO Jhonny Gonzalez they will want to see me take on Gamboa, Rojas & JuanMa. I bring an exciting attacking style to the ring and I can beat all of them. Watch me on September 15th and see me destroy Gonzalez in my American debut.... JACKSON ASIKU IS COMING!"

Thursday, June 17, 2010

Mayol vs Nino II

To become a champion, Rodel Mayol took no shortcuts. He bled, cried and poured out an immeasurable amount of sweat to get where he is right now- and that is the WBC world light flyweight king.But even as the champion, Mayol is still fighting as if he's the underdog. His last four fights, all with world title belts on the line, have been on enemy territory- something the gutsy and seasoned pro Mayol relishes.

"I have a lot of experience fighting out of my hometown- Japan, Indonesia, Mexico- so I've been fighting there in my opponents' hometown so it doesn't matter to me what town it is. I just focus on the fight," Mayol told Examiner collegue Brad Cooney back in August '09 prior to his title fight and rematch against Ivan Calderon in Puerto Rico. On June 19, Mayol will be playing a familiar role when he defends his title against Mexican challenger Omar Nino Romero in Queretaro, Mexico after their controversial fight last February that ended in a technical draw.

Mayol was tagged with illegal punches by Romero that night and after getting hit by a low blow, was knocked out cold by a punch to the jaw before the referee could step in and intervene.Mayol is fast becoming a 'road warrior' as much as he has been fighting away from home comforts in the last two years. And as much as he wants to get a fight in his home turf as the champion, Mayol is not one to back down from any fight or any challenge. This is after all nothing compared to the obstacles he's already surpassed earlier in his career.

Saturday, May 29, 2010

Sosnowski will Become the First Polish Heavyweight Champion

Update Hasil: Klitschko MKO10 Sosnowski

This Saturday night, European heavyweight champion, Albert "The Dragon" Sosnowski (45-2-1, 27KO) will be looking to become the first ever Polish Heavyweight Champion, when he takes on WBC heavyweight king, Vitali Klitschko (39-2, 37KO) at Veltins Arena, in Gelsenkirchen, Germany.

The 31-year-old Polish native Sosnowski is promoted by Joe DeGuardia's Star Boxing (USA), Keyspan Media (Poland) and Matchroom Sport (UK).

Klitschko and Sosnowski both weighed in today with Sosnowski tipping the scales at a ripped and ready 224.4 lbs, while Vitali weighed in at 247 lbs.

"Albert is in absolutely phenomenal shape, so you know that he has trained extremely hard for this fight and is ready to go Saturday night," stated Joe DeGuardia, CEO of Star Boxing, who is with Albert in Germany. "They are anticipating upwards of 40,000 Polish fans coming to show their support for Albert tomorrow night, so although Albert isn't fighting in his own backyard, his strong contigent of fans will certainly try to make him feel like it. Albert is confident in his game plan and I am excited and looking forward to what I believe is going to be a every entertaining and exciting fight."

ABOUT STAR BOXING:

Star Boxing, Inc. has been in operation since 1992. Star Boxing has worked to produce some of the most exciting and memorable boxing events in recent history. Star has continued to work with and develop a number of very exciting world champions, world rated contenders and young prospects. Star has consistently brought credibility, integrity, and exciting fights to the boxing industry. For more information on Star Boxing, visit the official website at www.starboxing.com.

Siaran Langsung TPI: Minggu (30/5) dini hari sekitar 02.30 wib

Tuesday, April 20, 2010

Consternation in the WBC Due to the Passing Away of Edwin Valero

Press Release by WBC
19th, 2010.

Jose Sulaiman, World Boxing Council President, and all the members of the organization, are deeply saddened, moved and in sorrow due to the tragedy that took place regarding the case of WBC Lightweight world champion, Edwin Valero, who committed suicide in his cell after having killed his wife.

Edwin Valero will remain in the 300 years of history of boxing as the only boxer who as a world champion had a professional career of 27 knockouts in 27 fights for a 100% of KO´s; Vitali Klitschko is second to him, with a 97.1%.

Valero was very close to the World Boxing Council President and many of its members, who witnessed the happy years of the fighter when he won his Lightweight world title on April 4th, 2009, and when he defended such title last February 6th, in Monterrey, where he was joined by his wife and two little children for two weeks, showing a behavior and a humanitarian sense that were very far from what happened.

The World Boxing Council declares today, April 19th, 2010, a day of world mourning, as well as it informs that the organization will begin analyzing a plan to set up a way in the creation of a fund for the education of his two little children, who were left alone in life after the passing away of both of their parents.

Photo: Valero family in their happiest moment (copyright by WBC)

Wednesday, April 14, 2010

RIP Arthur Mercante Sr.

Press Release by WBC

To all boxing federations and boxing commissions of the world:
This past Saturday boxing lost perhaps the greatest referee of all times, the only man to have refereed in six different decades, our dear Arthur Mercante.We are respectfully requesting all boxing federations, commissions and promoters around the world to join the homage to Arthur Mercante by having referees wear a black band or a black ribbon on their arms to remember Arthur.
May God have him and may he rest in peace.
Jose Sulaiman Ch.
WBC President

Tuesday, April 6, 2010

Dua Kejuaraan WBO Aspac Gebrak Batam

Butuh Dukungan Pemda Belu & Alor

PROMOTOR Damianus Wera akan menggelar dua partai kejuaraan interim (sementara) WBO Asia Pacific (Aspac) di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/4). Dua partai tersebut di kelas terbang yunior (48,9 kg), Tommy Seran (Rokatenda Palue BC Sidoarjo) vs Sornsuknoi PK Studio (Thailand). Dan, di kelas bantam yunior (52,2 kg), Isack Junior (Alor BC NTT) vs Ruslee Samoh (Thailand). Bagi Tommy, tarung ini adalah mempertahankan gelarnya kali pertama. Tommy merebut gelar lowong interim WBO Aspac pada 27 Januari silam di Denpasar, Bali, setelah mengalahkan petinju Thailand, Liempetch Sor Veerapol dengan TKO di ronde 9. Sedangkan, buat Isack duel ini memperebutkan gelar interim WBO Aspac yang lowong.

Tommy yang berasal dari Halilulik, Belu, dan kini menempati peringkat 10 dunia WBO (World Boxing Organization), berharap dukungan dan doa masyarakat NTT, khususnya warga Belu dan Pemda Belu. “Kalau ada dukungan warga dan Pemda, tentu saya akan bertambah semangat. Mudah-mudahan dalam pertandingan nanti ada dukungan nyata,” ungkap Tommy, putra pertama Belu yang jadi juara interim WBO Aspac.

Pun Isack yang bernama asli Isack Latidena yang berasal dari Alor berharap dukungan Pemda Alor dan warganya. Sebab, ia juga bertekad mengikuti jejak Tommy menjadi juara interim WBO Aspac. Dan, peluang untuk itu sangat terbuka. “Saya ingin mencatat sejarah sebagai petinju pertama Alor yang jadi juara interim WBO Aspac. Lebih dari itu saya ingin jadi juara dunia. Untuk itu, saya perlu dukungan dari Pemda dan masyarakat Alor,” tutur Isack, petinju pertama Indonesia yang mengukir sejarah sebagai juara nasional di tiga bandan tinju: KTI (Komisi Tinju Indonesia), ATI (Asosiasi Tinju Indonesia), dan KTPI (Komisi Tinju Profesional Indonesia).

Damianus juga mengharapkan kehadiran Bupati Belu dan Alor beserta jajarannya agar memberi semangat khusus kepada para petinjunya. Untuk itu, ia telah mengirimkan undangan khusus kepada Bupati Belu, Bupati Alor, Ketua DPRD, Sekda, dan lain-lain. Kenapa ia perlu kehadiran Pemda masing-masing? “Dua petinju ini sangat potensial untuk jadi juara dunia. Bahkan, untuk saat ini di Indonesia, keduanya disebut-sebut bisa menggantikan Chris John. Makanya, untuk pertandingan ini saya mengundang khusus beliau-beliau supaya tahu potensi petinjunya. Jangan sampai sudah jadi juara dunia, baru bilang itu petinju kita. Nanti susah ketemunya,” papar Damianus yang juga ahli pengobatan alternatif terkenal asal Palue, Sikka, NTT.

Disamping menggelar dua partai interim WBO Aspac, Damianus yang bekerjasama dengan Ikabero (Ikatan Keluarga Besar Rokatenda) juga mementaskan enam partai nasional yang tak kalah menariknya. Damianus juga mengungkapkan Wakapolri Yusuf Manggabarani telah memastikan untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Juga ia telah mengundang beberapa menteri kabinet Indonesia bersatu II, dan Bupati Sikka, serta pejabat-pejabat pemerintah daerah lainnya. Dan, pertandingan ini dipastikan disiarkan langsung TVRI, Sabtu (10/4), Pukul 22.30 WIB.

Monday, April 5, 2010

Robert Guerrero Comeback

Entah kenapa, meskipun saya tidak ngefans dengan permainan Robert Guerrero yang cenderung biasa-biasa saja, namun saya tertarik untuk meng-update perkembangan dia. Mungkin karena saya bersimpati dengan perjuangan dia saat mendampingi Casey yang terus berjuang melawan leukemia, mungkin juga karena manajemen Guerrero rajin memberitakan perkembangan Guerrero melalui e-mail.

Baru saja saya menerima pesan e-mail bahwa Robert Guerrero yang memutuskan mundur dari jadwal mempertahankan gelar IBF kelas bulu super melawan Michael Katsidis (27 Maret - baca: Guerrero Tanggalkan Gelar Bulu), menyatakan kembali lagi ke ring. The Ghost, julukkan Guerrero, dijadwalkan bentrok melawan petinju Argentina, Roberto David Arieta, 30 April, di Tropicana Hotel & Casino, Las Vegas, dan masih akan tetap dipromotori oleh Golden Boy Promotions. Setelah istri tercinta Casey menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yang positif, Guerrero segera memutuskan untuk secepatnya kembali ke ring.

Sumber: E-mail/Press Release dari Robert Guerrero's Management

Thursday, March 18, 2010

Vitali Tajbert Juara WBC Kelas Bulu Super

Peluang Roy Muklhis untuk Sementara Tertutup

Di bawah ini adalah e-mail dari WBC mengenai penunjukkan Vitali Tajbert (Jerman) yang tadinya juara interim WBC kelas bulu super menjadi juara definitif WBC kelas yang kami terima pagi ini.

Usai merebut gelar interim, Tajbert dijadwalkan dipertemukan dengan Humberto Soto, pada waktu itu juara WBC yang sebenarnya, namun Soto memilih naik kelas dan merebut sabuk WBC kelas ringan yang lowong setelah mengalahkan David Diaz dengan angka mutlak dalam partai tambahan Pacquiao - Clottey, 13/3.

Dengan demikian, untuk sementara Roy Mukhlis yang sedang berburu kesempatan emas merebut gelar WBC lowong tersebut kini harus bersabar untuk menunggu kesempatan lain. Temuzin Rambing, manajer Mukhlis, menyatakan pihaknya akan mempelajari situasi ini terlebih dulu.

------

The World Boxing Council is officially appointing Vitaly Tajbert, from Germany, as the undisputed superfeatherweight WBC world champion today.

Vitaly Tajbert won the WBC interim superfeatherweight championship by defeating Humberto Gutierrez, from Mexico, last November 11.

Humberto Soto was ordered to meet the interim champion Vitaly Tajbert but he requested the WBC permission to remain as superfeatherweight champion until he climbed into the ring to fight for the WBC lightweight championship, which he won this past Saturday night at the Cowboys stadium in Dallas, Texas.

Humberto Soto is now the WBC lightweight champion and in strict adherence to the WBC Rules and Regulations, Vitaly Tajbert becomes the undisputed superfeatherweight champion of the world and we wish him the best of luck in his career.


Jose Sulaiman Ch.
WBC President
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.