Hasil lengkap, silakan klik di sini
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Fully supported by Free Domain.co.nr
Showing posts with label National. Show all posts
Showing posts with label National. Show all posts
Thursday, August 28, 2014
Foto-foto MNC TV Show 26 Agustus 2014
Tuesday, March 11, 2014
Pertandingan Daud Yordan Mundur Akhir Mei
Pertandingan Daud Yordan melawan Emanuelle Tagoe (Ghana) yang sedianya digelar 2 April mandatang di Perth, Australia, diundur akhir Mei. Belum jelas alasan pengunduran tersebut, tapi dari Daud sendiri sudah mengkonfirmasi perihal tersebut.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Fully supported by Free Domain.co.nr
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Fully supported by Free Domain.co.nr
Labels:
Daud Cino Yordan Updates,
International,
National,
TV Schedule
Monday, March 10, 2014
Hasil Tinju di Boyolali dan Mamasa
I. Boyolali Sabtu, 8 Maret 2014
1. Kelas bantan jr. 8 ronde:
Ricky Manufoe (Solo) MA8 Johan Wahyudi
2. Kelas terbang mini 4 ronde:
Demsy Manufoe (Solo) MA4 Yudi Gunawan (Jatim)
(sumber: KR, Jogja)
II. Mamasa, Sulbar, Minggu 9 Maret 2014:
1. Kelas 50, 8 kg - 8 ronde
Een Nuryanto (Mirah Bali) WKO 2 Mico Stone
2. kelas 66,6 kg - 10 ronde
Sahlan Coral (Mirah Bali) WKO2 Ray Rahardjo
3. Kelas 66,6 kg - 8 ronde
Ibrahim Usman (Mirah Bali) WTKO 1 Philipus Ndawa Laki (Jateng)
4. Kejurnas KTI 69,9 kg 12 ronde
Larry Siwu (Mirah Bali) WTKO3 Untung Ortega (Jateng)
Sumber: M Rois (KTI)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Fully supported by Free Domain.co.nr
1. Kelas bantan jr. 8 ronde:
Ricky Manufoe (Solo) MA8 Johan Wahyudi
2. Kelas terbang mini 4 ronde:
Demsy Manufoe (Solo) MA4 Yudi Gunawan (Jatim)
(sumber: KR, Jogja)
II. Mamasa, Sulbar, Minggu 9 Maret 2014:
1. Kelas 50, 8 kg - 8 ronde
Een Nuryanto (Mirah Bali) WKO 2 Mico Stone
2. kelas 66,6 kg - 10 ronde
Sahlan Coral (Mirah Bali) WKO2 Ray Rahardjo
3. Kelas 66,6 kg - 8 ronde
Ibrahim Usman (Mirah Bali) WTKO 1 Philipus Ndawa Laki (Jateng)
4. Kejurnas KTI 69,9 kg 12 ronde
Larry Siwu (Mirah Bali) WTKO3 Untung Ortega (Jateng)
Sumber: M Rois (KTI)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Fully supported by Free Domain.co.nr
Sunday, February 16, 2014
Kolom Finon: Wasit Djaffar Dirawat di Rumahsakit
Djaffar bin Jahja, wasit/hakim tinju terbaik Indonesia,
kembali masuk rumah sakit. Djaffar yang berusia 80 tahun, kelahiran 31 Oktober
1933, sudah seminggu ini berada di ruang 602 Rumas Sakit Budi Asih, Dewi
Sartika, Cawang, Jakarta Timur.
“Saya tidak tahan melihat kondisi Djaffar,” kata Kid Francis
80 tahun kelahiran 12 November 1933. Kid dan Djaffar berteman baik sejak masih
muda dan ketika keduanya masih aktif sebagi petinju. Dahulu pada masa tinju
pasar malam di tahun 50-an Djaffar
bertanding di kelas welter sedangkan Kid Francis bertanding di kelas
bulu yunior, kelas bulu, kelas ringan yunior.
Setelah menggantungkan sarung tinju, Djaffar aktif sebagai
wasit/hakim sampai menjadi yang terbaik. Djaffar telah memimpin lebih seribu
partai kejuaraan Indonesia di bawah Komisi Tinju Indonesia (KTI). Djaffar
menjadi wasit untuk sejumlah petarung hebat Indonesia seperti; Sperling
Pangaribuan, Kid Hasan, Solikin, Monod, Juhari, Nurhuda, Suwarno, Thomas
Americo, Jimmy Sinantan, Polly Pasireron, Aswan Abubakar, Adrian Kaspari, Chris
John, dan masih banyak lagi.
Tahun lalu sebelum Lebaran 2013, Ketua Umum KTI Pusat,
Anthon Sihombing mengutus staf KTI mengunjungi Djaffar di rumahnya di daerah
Pisangan Baru, Jatinegara, Jakarta Timur, dan memberikan bantuan keuangan. Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali juga memberikan bantuan keuangan melalui Humas Finon
Manullang.
Selama tujuh tahun terakhir Djaffar menjadi langganan sejumlah rumah sakit besar di
Jakarta. Sebelumnya pernah masuk rumah sakit di Salemba, Jakarta Pusat, dan
rumah sakit di Pulogadung, Jakarta Timur. “Ke sini (RS Budi Asih) sudah dua
kali. Kasihan, sakit gula darahnya tambah parah. Sudah komplikasi. Dokter minta
supaya amputasi, tapi kami anak-anak Pak Djaffar menolak karena kondisi beliau
sangat drop. Sedih melihatnya,” kata Hilalya, salah satu anak perempuan
Djaffar.
Semoga lekas sembuh, Pak Djaffar.
Finon Manullang
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Thursday, December 12, 2013
Score Cards CJ vs Vetyeka dan DY vs Taliwe
Berikut adalah score cards kejuaraan WBA/IBO kelas bulu antara CJ dan Vetyeka dan DY dan Taliwe yang dikirimkan oleh Bob Yalen. Kita sudah ketahui bersama, Chris John yang kita banggakan akhirnya harus menyerah secara menyedihkan dari Simpiwe Vetyeka. Sebetulnya kalau kita telaah, di 3 ronde awal CJ tampil cukup baik dan taktis seperti biasa. Ketiga hakim pun sudah menilai untuk keunggulan CJ, bahkan sampai ronde 4, nilai CJ masih unggul. Memang malapetaka mulai terjadi pada ronde 5, saat CJ lengah, beberapa pukulan telak masuk ke rahang CJ. Peristiwa ini sangat berdampak bagi CJ, karena paling tidak 3-4 kali CJ harus terjatuh di kanvas, walaupun wasit tidak menyatakan sebagai knockdown. Kaki dan kuda-kuda CJ sudah sangat lemah, sehingga dia sangat mudah jatuh walau tidak terkena pukulan. Ronde 5 ini ketiga hakim sepakat memberi 10-9 untuk Vetyeka
Puncaknya ronde 6, Vetyeka yang sudah mengetahui lemahnya CJ, langsung menggempur, sehingga CJ terkena knockdown (seingat saya yang ke-4 dalam kariernya, dua kali lawan Alfaridzi dan sekali lawan Gainer). Ketiga hakim mengganjar 10-8 karena knockdown untuk Vetyeka. Di istirahat jelang ronde 7, pelatih Craig Christian mengisyaratkan CJ untuk tidak melanjutkan pertandingan, setelah CJ tidak merespons dengan jelas pertanyaan Craig, "are you OK?" Dan, CJ harus merelakan sabuknya terbang ke Afrika Selatan.
Untuk Daud Yordan vs Sipho Taliwe, Yordan dinilai unggul di sepertiga ronde pertama, dan ronde 5 dan 6 ketiga hakim sepakat menilai keunggulan bagi Taliwe. Terutama ronde 6, pukulan telak Taliwe cukup membuat Daud goyah. Namun di atas ronde 7 Daud mulai menguasai keadaan (termasuk potongan nilai terhadap Taliwe akibat memiting pada ronde 10). Pada ronde 11, Taliwe dinilai unggul, tapi di ronde 12 Daud kembali dinilai unggul mutlak oleh ketiga hakim. Yang menjadi kesulitan Daud adalah kepala Taliwe yang sengaja dijadikan "senjata" untuk melukai Daud. Dan yang cukup mengherankan, wasit Phil Austin hanya memberikan peringatan kepada Taliwe, namun tidak memotong nilai Taliwe karena berniat sengaja melukai Daud. Daud sendiri tampak sangat mewaspadai tandukan Taliwe, sehingga sedikit banyak mengganggu konsentrasinya dalam melakukan penyerangan.
--
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
Friday, December 6, 2013
Hasil Timbang dari Perth, Australia
Kejuaraan WBA/IBO kelas bulu 57,1 kg.
Chris John: 57.1 kg
Simpiwe Vetyeka: 56.88 kg.
Kejuaraan IBO kelas ringan 61.2 kg.
Daud Cino Yordan: 60.74 kg.
Sipho Taliwe: 60.88 kg
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Chris John: 57.1 kg
Simpiwe Vetyeka: 56.88 kg.
Kejuaraan IBO kelas ringan 61.2 kg.
Daud Cino Yordan: 60.74 kg.
Sipho Taliwe: 60.88 kg
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, November 25, 2013
Kolom Finon: Jokowi Siap Lantik Pertina DKI
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa
Jokowi akan melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina (Persatuan Tinju
Amatir Indonesia) DKI Jakarta masa kerja 2013-2017. Pelantikan dipusatkan di
Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) pukul 4 sore.
“Tidak ada perubahan pelantikan,” kata Ketua Pengprov
Pertina DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, didampingi Wakil Ketua Richard Engkeng
(pemilik sasana RE Boxing), dan Ketua Harian Hengky Silatang.
Selain melantik pengurus, Jokowi diharapkan bisa memberikan
arahan untuk kemajuan tinju. “Kami juga menggelar sepuluh partai duel meet (DKI
Jakarta-Banten-Jawa Barat). Hanya satu petinju yang akan terpilih sebagai
petinju terbaik,” jelas Hengky Silatang.
Petinju terbaik wajib mendapat Piala Ikada I/2013 dan uang
pembinaan. “Piala dan uang sudah kami siapkan,” kata Hengky Silatang, salah
satu tim penilai.
---
Inilah Partai Tinju Piala Ikada I/2013
Di tengah pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan
Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta oleh Gubernur Joko Widodo di
Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) sore, akan diadakan pertandingan
tinju duel meet DKI-Banten-Jawa Barat.
Menurut Ketua Harian Pengprov Pertina DKI Jakarta, Hengky
Silatang, ada 10 partai pilihan. “Hanya satu yang akan terpilih sebabagi
petinju terbaik dan mendapat uang pembinaan,” ujar Hengky Silatang, yang juga
sebaqgai Ketua Tim Penilai.
Inilah 10 Partai Piala Ikada I/2013.
1 – Kelas 54 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Dea Piter (DKI) Vs Erinia Marison (DKI)
2 – Kelas 51 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Novita Sinadia (DKI) Vs Erni Amalia (Jabar)
3 – Kelas 48 kg Elite
Womens 4 x 2 menit
Apriliani Tombeg (DKI) Vs Intan Komalasari (Jabar)
4 – Kelas 56 kg Elite Mens 3 x 3 menit
Opit Engkeng (DKI) Vs Ucok Makawimbang (Jabar).
5 – Kelas 49 kg Elite Mens 3 x 3 menit
Valentino Metia (DKI) Vs Remi Lumoli (DKI)
6 – Kelas 52 kg Elite Mens 3 x 3 menit
Aldoms Suguro (DKI) Vs Dance (Jabar)
7 – 60 kg Elite Mens 3 x 3 menit
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, November 4, 2013
The Return of the Dragon - Chris John vs Vetyeka (Press Release)
Friday the 6th of December, Dragon Fire will present night of World Championship Boxing action at the Thunderdome, Metro City in Perth Western Australia.
The WBA Fighter of the decade & current WBA Super World Featherweight Champion Chris "The Dragon" John (48-0-3) returns to the ring in a battle of Featherweight Champions and will be looking to restore Indonesian national pride as he takes on master boxer & IBO World Featherweight Champion Simpiwe "Vetyeka" (25 – 2)
In April 14 of this year, Vetyeka famously stopped Indonesia's "heir to the throne" Daud Cino Yordan in Jakarta Indonesia and walked away with the IBO World Featherweight Championship after handing out a boxing lesson.
Vetyeka a 2 division IBO World Champion in the Featherweight & Bantamweight divisions respectively and an 11 year veteran will be looking to upset the 18x time WBA Featherweight Champion.
"I have I have won in America , Mexico & stopped Daud Cino Yordan in his backyard (Indonesia) so Australia prepare for another boxing exhibition" – Simpiwe "V12" Vetyeka
Indonesia's favourite son Chris "The Dragon" John will be looking to avenge the loss of his countryman.
John was recently honoured by Indonesian president Susilo Bambang Yudhoyo with the Bintang Jasa Star medal for outstanding contributions towards John's native Indonesia, the homeland of 242 Million people.
John will also attempt to create history Eseubio Pedroza's long standing record of 19th WBA World Featherweight title defences.
"With dedication, determination discipline I will not let my people down and on December 6th Indonesia will rise again" – Chris "The Dragon" John.
The event will be broadcast live in Indonesia on RCTI beginning at 9:00pm (Jakarta time)
For all the latest information go to www.facebook.com/dragonfireboxing
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
Thursday, October 31, 2013
TVRI Rock and Round: Manakane vs Ceunfin
Minggu malam, 3 Nov. 2013, pukul 22:00 WIB:
Kejuaraan KTI Interim kelas bantam 53,5 kg. antara Nouldy Manakane dan petinju senior Anis Ceunfin di TVRI Studio, Jakarta.
Tentunya diramaikan oleh Izul Dancers!
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Kejuaraan KTI Interim kelas bantam 53,5 kg. antara Nouldy Manakane dan petinju senior Anis Ceunfin di TVRI Studio, Jakarta.
Tentunya diramaikan oleh Izul Dancers!
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, October 28, 2013
Anti Klimaks, Espinos Sabu vs Frans Damur Palue
Hasil kejuaraan nasional (mandatory title fight) di Rock and Round TVRI Minggu malam, 27/10, antara juara bertahan KTPI kelas terbang Frans Damur Palue melawan penantang utama Espinos Sabu berupa anti klimaks. Pertarungan berjalan lamban di dua ronde awal, namun mulai beranjak panas pada ronde ketiga saat kedua petinju menampilkan seni bertinju yang apik dengan saling melontarkan pukulan bersih dengan teknik tinggi. Luka menganga di atas mata kanan Palue sejak ronde kelima tidak mematahkan semangatnya, dan Palue dengan gagah berani terus melakukan tukar menukar pukulan; sedang Espinos Sabu terus mengincar bagian luka Palue yang terus mengucurkan darah. Setelah beberapa kali diperiksa oleh dr. Efruan, akhirnya pertandingan dihentikan dan Espinos Sabu dinyatakan menang TKO ronde 7 pada saat pertandingan semakin meningkat tensinya.
Di partai tambahan kelas terbang mini 6 ronde, Heri Amol memetik kemenangan angka mutlak atas Safwan Lombok, petinju asuhan pelatih kawakan, Apat dari Sasana Benteng Merdeka Tangerang.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Di partai tambahan kelas terbang mini 6 ronde, Heri Amol memetik kemenangan angka mutlak atas Safwan Lombok, petinju asuhan pelatih kawakan, Apat dari Sasana Benteng Merdeka Tangerang.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, October 14, 2013
Roy Mukhlis Raih Gelar WBO Aspac
Mantan penantang WBA Roy Mukhlis, kembali merengkuh gelar internasional tingkat regional (Asia)- WBO Aspac lowong kelas ringan, setelah menundukkan lawannya yang cukup tangguh, Weng Haya dari Filipina, 12/10 di GOR Hayam Wuruk, Mukhlis sempat jatuh di ronde 4 dan 6, tapi wasit M. Rois melihatnya bukan karena pukulan, tetapi terpeleset.Gelar ini menandakan kembalinya Mukhlis yang berjuluk Sniper itu, pasca kekalahan TKO dari juara WBA Takashi Uchiyama tahun 2010. Sempat dua kali menang KO dalam partai lokal, termasuk menang KO 2 atas petinju veteran berpukulan godam, Frans "Skuk Arui" Yarangga, dan baru sekali ini Mukhlis tampil kembali ke pentas internasional.
Di partai tambahan kelas bulu 6 ronde, Otnel Negrito dari Timor Leste harus mengakui ketangguhan Rivo Rengkung. Tampil dengan gaya fighter murni, Rengkung sempat kesulitan menegembangkan permainan di awal ronde akibat srtategi counter boxer yang diterapkan Negrito. Malapetaka bagi Negrito terjadi pada ronde 4, saat uppercut keras Rengkung mendarat telak di dagu dan mengkanvaskan mantan petinju amatir Timor Leste tersebut. Negrito bangkit sebelum hitungan 10, tapi kubu Negrito melemparkan handuk tanda menyerah.
Di partai tambahan kelas terbang 6 ronde, Rachmat Santoso berhasil menang angka atas Delio Fernandes, juga dari Timor Leste.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Di partai tambahan kelas bulu 6 ronde, Otnel Negrito dari Timor Leste harus mengakui ketangguhan Rivo Rengkung. Tampil dengan gaya fighter murni, Rengkung sempat kesulitan menegembangkan permainan di awal ronde akibat srtategi counter boxer yang diterapkan Negrito. Malapetaka bagi Negrito terjadi pada ronde 4, saat uppercut keras Rengkung mendarat telak di dagu dan mengkanvaskan mantan petinju amatir Timor Leste tersebut. Negrito bangkit sebelum hitungan 10, tapi kubu Negrito melemparkan handuk tanda menyerah.
Di partai tambahan kelas terbang 6 ronde, Rachmat Santoso berhasil menang angka atas Delio Fernandes, juga dari Timor Leste.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, September 30, 2013
Roy Mukhlis Tatap Kejuaraan WBO Aspac di Surabaya
Mantan penantang WBA Roy Mukhlis, akan kembali naik ring di Surabaya 12 Oktober, melawan Weng Haya dari FIlipina untuk perebutan gelar WBO Aspac. Berikut susunan partai selengkapnya:
Rivo Rengkung (Indonesia) vs Otnel Negrito Baptista (Timor Leste)
Rachmad Budi S. (Indonesia) vs Delio Fernandes (Timor Leste)
Beniqno (Sasando BC, Tangerang) vs Hanif Brawijaya (Arhanudse 8 BC, Sidoarjo)
Yacob TOn (Nekmese BC Surabaya) vs Benny (Lindiaji BC Solo)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
HARI / TANGGAL:
SABTU 12 OKTOBER 2013
WAKTU : 18.00 WIB – SELESAI
TEMPAT : GOR HAYAM WURUK, KODAM V BRAWIJAYA SURABAYA
KETUA
PANITIA : IR.MARCUS REMIASA
PROMOTOR : MIKDON “ NEDDI “ TANAEM
PENYELENGGARA : NEK MESE BOXING PROMOTION
I. KEJUARAAN WBO ASIA PACIFIC KELAS RINGAN 61,2 KG / 12
RONDE.
Roy Mukhlis (Indonesia) vs Weng Haya (Filipina)
II.FRIENDLY FIGHT KELAS BULU 57,1 KG / 8 RONDE
III.FRIENDLY FIGHT KELAS TERBANG 50,8 KG / 6 RONDE.
IV.KELAS BULU JR. 55,3 KG / 8 RONDE
V. KELAS WELTER JR, 65,3 KG / 8 RONDE
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Monday, September 9, 2013
Barongsay dan Tibo Menang Angka di TVRI
Hendrik "Floyd Mayweather" Barongsay menang angka mutlak atas Celcius "Miguel Cotto" Romulus dalam pertandingan non gelar 6 ronde kelas bantam, Minggu (8 Sept) di TVRI, Jakarta. Pertandingan cukup menarik karena Romulus yang bergaya fghter tampil ala Miguel Cotto dan terus mengejar Barongsay yang meng-copy gaya Floyd Mayweather Jr. terutama pada gaya bertahan dengan bahu serta berhasil mencuri banyak angka dengan pukulan-pukulan counter. Jika dibekali persiapan dengan lebih baik, Barongsay niscaya masih sangat pantas kembali di kancah asia, termasuk sang yunior Celcius Romulus, jika memiliki stamina yang baik, niscaya bisa menjadi jagoan Asia mengikuti jejak Barongsay, yang dua kali merengkuh gelar berkelas Asia di Thailand PABA (kelas bantam) dan WBC Asia kelas bantam super.
DI partai utama yang justru cenderung berjalan monoton, Tibo Idulce Monabesa berhasil menundukkan Faris Nenggo dalam kejuaraan KTPI kelas terbang yunior. Partai yang sebetulnya menjanjikan pertarungan menarik karena kedua petinju merupakan bakat-bakat masa depan Indonesia ini dimenangi dengan angka mutlak oleh Tibo, 117-112, 116-113 dan 116-112.
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
Thursday, September 5, 2013
Hasil Tinju dalam Rangka Hari Jadi kota Banjarnegara
oleh Budi Wizon
Tanggal
Promotor: Sawab Harto Prayitno
1. Kejuaraan Nasional FTI kelas bulu super
Hero Tito (the Cross BC, Malang) MA12 Edy Comaro (Kulon progo BC)
2. Kelas Bulu 8 ronde
Simson Butar-butar (KPJ Bulungan) MA8 Arief Blader (Mandiri BC, Kebumen)
3. Kelas bulu 8 ronde
Rivo Rengkung (Kopassus BC Solo) MA8 Egy Rozten (Siliwangi Bandung)
4. Ringan super 8 ronde
Faturachman (Satria Madukara BC Banjarnegara) MTKO3 Ray Rahardjo (Hantika Solo)
5. Super bantam 8 ronde
Catur Priatna (Intan Sakti Kendal) MKO 6 Ponidi (SSBC Banjarnegara)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Tanggal
Promotor: Sawab Harto Prayitno
1. Kejuaraan Nasional FTI kelas bulu super
Hero Tito (the Cross BC, Malang) MA12 Edy Comaro (Kulon progo BC)
2. Kelas Bulu 8 ronde
Simson Butar-butar (KPJ Bulungan) MA8 Arief Blader (Mandiri BC, Kebumen)
3. Kelas bulu 8 ronde
Rivo Rengkung (Kopassus BC Solo) MA8 Egy Rozten (Siliwangi Bandung)
4. Ringan super 8 ronde
Faturachman (Satria Madukara BC Banjarnegara) MTKO3 Ray Rahardjo (Hantika Solo)
5. Super bantam 8 ronde
Catur Priatna (Intan Sakti Kendal) MKO 6 Ponidi (SSBC Banjarnegara)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Sunday, September 1, 2013
Hasil Tinju Nasional
(informasi dari Ricky Manufoe, Budi Wizon dan John Alvin)
1. Tanggal 31 Agustus 2013.
Tempat: Jogja Center, Yogyakarta
Promotor: Titus
- Kelas terbang mini 6 ronde: Toncer Manufoe menang anka mutlak atas Sowono
- Kelas terbang mini 6 ronde: Demsy Manufoe menang TKO ronde 5 atas Rizaldy.
2. Tanggal 30 Agustus 2013
Tempat: DPP KNPI, Kuningan, Jakarta
- Kelas welter 4 ronde: Yasmet Star MA4 Fransino
- Kelas bantam jr 8 ronde: Madit Sada Draw Adolph "Black" Ratissa.
- Kelas menengah 8 ronde: Marco Tuhumury WTKO 2 Theodorus
- Kelas welter jr 8 ronde: Stevie Ongen Ferdinandus WUD8 Maxi Nahak
- Kelas ringan 8 ronde: Wellem Reyk WSD8 Roy TM
3. Tanggal 23 Agustus 2013
Tempat: Alun-alun Banjarnegara
- Kelas bulu 8 ronde: Rivo Rengkung menang TKO ronde 6 atas Eddy Bandung
- Kelas terbang 8 ronde: Ricky Manufoe menang KO ronde 3 atas Polce Liu
- Kelas terbang 8 ronde: Dion Arema menang angka mutlak atas Dedy Jr.
A fighter has to know how to fear - Cus D'Amato
Monday, August 19, 2013
Chris John dan Rasmanudin Bertolak ke Perth
Chris John dan kompatriotnya, Rasmanudin, sudah bertolak ke Perth akhir pekan lalu untuk melakukan persiapan awal jelang pertandingan berikut di Pert, Australia, Oktober. Meskipun belum ada kepastian soal lawan berikut, namun unifikasi Chris John sebagai juara super WBA kelas bulu) dengan juara IBO Simpiwe Vetyeka sudah mengemuka.
Rasmanudin, yang dalam pertandingan lalu kalah angka dari Jason Cooper, kini berangkat lebih awal sehingga kondisinya bisa lebih dipantau oleh tim Craig Christian di Harry's Gym. Pengalaman lalu, Rasmanudin yang berangkat ke Perth hanya 2 minggu sebelum hari h pertandingan, kondisinya tidak maksimal, jika tidak mau dikatakan buruk, sehingga tampil kedodoran di atas ronde 4.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Rasmanudin, yang dalam pertandingan lalu kalah angka dari Jason Cooper, kini berangkat lebih awal sehingga kondisinya bisa lebih dipantau oleh tim Craig Christian di Harry's Gym. Pengalaman lalu, Rasmanudin yang berangkat ke Perth hanya 2 minggu sebelum hari h pertandingan, kondisinya tidak maksimal, jika tidak mau dikatakan buruk, sehingga tampil kedodoran di atas ronde 4.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com
Labels:
Chris John Update,
International,
National
Monday, July 29, 2013
Ferdinand, "the Bad Boy" who Becomes "the Good Boy"
oleh Aryo Sulkhan
Masa kejayaan Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI) memang
telah usai. Acara rutin satu minggu sekali ini, yang bahkan pada masa jayanya
sempat ditayangkan secara langsung dua kali dalam satu minggu, terbukti mampu
melahirkan nama-nama besar di kancah tinju profesional nasional. Kali ini, saya
akan mengulas tentang salah seorang petinju yang dibesarkan oleh GTPI dibawah
bendera kepromotoran Daniel Bahari Promotions. Petinju tersebut adalah
Ferdinand, dia adalah salah satu petinju "jebolan" GTPI yang cukup
ternama pada masanya.
Sosok Ferdinand mungkin sudah mulai sedikit terlupakan bagi
para penggemar tinju profesional di Indonesia. Padahal Ferdinand adalah seorang
mantan Juara Nasional kelas Ringan KTI. Kala itu pemuda berdarah campuran
Belanda dan Arab yang lahir di Semarang tanggal 19 Juli 1978 ini merupakan Raja
KO. Hampir semua lawan-lawannya di tuntaskan dengan KO baik di awal maupun di
akhir pertandingan. Sebut saja nama petinju nasional pada masa itu seperti
Pieter Karpau dan Damianus Rahael (Keduanya telah meninggal beberapa tahun yang
lalu), pernah merasakan betapa kerasnya pukulan petinju asuhan H.Sutan Rambing
di Sasana Bank Buana Semarang tersebut. Termasuk beberapa petinju dari negara
tetangga ikut-ikutan tersungkur KO setelah menerima bogem mentah dari petinju
bergaya boxer-fighter tersebut. Gaya bertinjunya cukup unik, pada dasarnya dia
adalah petinju bergaya boxer, namun hampir selalu mengajak lawan untuk
melakukan barter pukulan layaknya petinju bergaya fighter.
Ferdinand pertama kali merebut Juara Nasional di kelas
Ringan KTI dari tangan Teddy Widal dengan kemenangan TKO di ronde ke 11.
Berlanjut dengan kemenangan-kemenangan spektakuler di tingkat nasional dan
regional lainnya hingga sempat menjadi penantang di Kejuaraan PABA dan OPBF
kelas Ringan meskipun harus mengakui ketangguhan lawan yang lebih baik darinya.
Ferdinand pernah mendapatkan lawan yang cukup keras saat melawan Dennis
Laurente asal Filipina. Pertarungan mereka berdua seperti pertarungan antara
Morales-Barrera yang penuh dengan atraksi jual beli pukulan dan sempat
diselenggarakan di dua negara berbeda. Ferdinand memenangi duelnya yang pertama
di Indonesia, namun dia mengalami kekalahan angka pada duel keduanya di
Filipina. Dia pernah bercerita bahwa publik Filipina sangat puas dengan
penampilannya saat itu, meskipun mengalami kekalahan namun Ferdinand memberikan
perlawanan yang sangat keras pula.
Nama petinju muda yang murah senyum namun tahan pukul tersebut
mulai melambung seiring prestasinya yang semakin gemilang. Namun sayang,
Ferdinand yang semakin terkenal dan memiliki pundi-pundi uang yang lebih dari
cukup bagi pemuda seusianya membuatnya kehilangan kontrol diri. Keglamouran
kehidupan malam dan pertarungan jalanan sangat lekat dengan dirinya kala itu.
Karir bertinjunya pun lambat laun mulai merosot hingga akhirnya setelah
mengalami kekalahan beruntun, Ferdinand memutuskan untuk gantung sarung tinju.
Beberapa kali Ferdinand juga berurusan dengan pihak kepolisian, bahkan sempat
ditahan dengan masa penahanan yang cukup lama. Ferdinand mengatakan bahwa uang
hasil bertinjunya habis tak tersisa karena terlal
u banyak dikeluarkan untuk menyelesaikan kasus-kasus perkelahian yang saat itu selalu menghinggapinya.
Adik kandung Ferdinand yang juga mantan petinju nasional
kelas Welter.Jr, Jimmy Falentino, mengatakan bahwa abangnya adalah seorang yang
pemberani dan keras, namun sebenarnya dia memiliki jiwa solidaritas yang sangat
tinggi terhadap kawan. Hampir semua perkelahian yang terjadi hanyalah kesalah
pahaman karena membela kawan-kawan, keluarga, dan pekerjaanya. Terakhir kasus
perkelahian yang terjadi ketika Ferdinand mempertahankan pekerjaan yang sudah
dijalaninya dari pesaing lain, kasus tersebut cukup santer di pemberitaan
karena Ferdinand berkelahi dan dikeroyok sekitar 40 preman bersenjata tajam di
lokasi tempat tinggalnya. Namun karena kelihaiannya bertarung dia hanya terluka
yang bisa dikatakan tidak terlalu parah. Malah beberapa dari penyerangnya mengalami
luka yang cukup berat.
Namun kini, Ferdinand sudah menjadi seorang yang religius
dan tertata dalam kehidupannya. Ferdinand sekarang menjadi wirausahawan yang
cukup berkembang di bidang perkayuan. Usaha yang dia rintis sekitar 5 atau 7
tahun yang lalu lambat laun mulai menampakkan hasil. Dia juga menjalankan
beberapa usaha lain yang juga cukup menghasilkan. Ferdinand sekarang sudah
tidak pernah lagi terlibat kasus-kasus perkelahian ataupun sebagainya.
Ferdinand mengatakan bahwa sekarang sudah tidak jamannya lagi berkutat di dunia
yang keras, sekarang dia hanya ingin dikenal sebagai seorang wirausahawan dan
seorang mantan juara nasional saja. Tentang lika-liku perjalanan kisah kelam
hidupnya, dia hanya ingin menjadikannya sebagai sejarah yang tidak ingin dia
ulang kembali. Dia juga mengatakan dengan senang hati menerima apabila ada
teman-teman member boxing-indonesia.com ataupun para penggemar tinju yang ingin
mengajaknya bekerjasama dalam bisnis apapun. Ada sebuah pepatah, lebih baik menjadi mantan penjahat daripada mantan ustadz. Mungkin itu berlaku buat Ferdinand, mantan "the Bad Boy" yang sudah insyaf menjadi seorang "Good Boy" sekarang. Semoga semakin sukses, Ferdinand..
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Thursday, July 18, 2013
WBC Perpanjang Sanksi Indonesia
Presiden WBC, Jose Sulaiman, menyatakan bahwa WBC memutuskan untuk memperpanjang sanksi bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan tinju internasional di bawah WBC. Tahun lalu, WBC memberikan sanksi untuk keduakalinya bagi Indonesia atas kematian beberapa petinju profesional, dan kali ini WBC sudah membaca berita pecahnya kerusuhan di pertandingan amatir di Nabire, Papua, yang mengakibatkan 18 penonton tewas.
Dalam keterangannya, pada waktu lampau WBC sudah memberikan pelatihan medis kepada Indonesia, dan berjalan sukses. Namun kini sudah ada 5 (mungkin maksudnya 4) badan tinju nasional di Indonesia yang saling bertentangan satu sama lain, yang mengakibatkan tinju berada di tangan promotor..
Jose Sulaiman menegaskan, "WBC sudah memutuskan sanksi bagi Indonesia sampai otoritas olahraga Indonesia menerima tanggung jawab hanya mengakui satu badan tinju yang terlatih."
Sumber: Manila Standard
Berita selengkapnya: http://manilastandardtoday.com/2013/07/18/indonesia-suspended-over-riot/
Dalam keterangannya, pada waktu lampau WBC sudah memberikan pelatihan medis kepada Indonesia, dan berjalan sukses. Namun kini sudah ada 5 (mungkin maksudnya 4) badan tinju nasional di Indonesia yang saling bertentangan satu sama lain, yang mengakibatkan tinju berada di tangan promotor..
Jose Sulaiman menegaskan, "WBC sudah memutuskan sanksi bagi Indonesia sampai otoritas olahraga Indonesia menerima tanggung jawab hanya mengakui satu badan tinju yang terlatih."
Sumber: Manila Standard
Berita selengkapnya: http://manilastandardtoday.com/2013/07/18/indonesia-suspended-over-riot/
Wednesday, July 17, 2013
Rest in Peace Willy Lasut
Telah meninggal dunia dengan tenang pada malam ini, 17 Juli 2013 di RSPP Jakarta, Willy Lasut (80), sebagai mantan petinju tahun 1980'an, pendiri dan pengurus KTI serta penata tanding internasional dengan pengalaman selama 30 tahun. Selamat jalan Om Willy.Rekor bertanding Willy Lasut di boxrec: http://boxrec.com/list_bouts.php?human_id=616693&cat=boxer
Foto: Willy Lasut (kiri) bersama wartawan Bob Newman.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Kerusuhan Nabire Tidak Terkait Langsung dengan Hasil Tinju
Sekjen Pertina, Martinez dos Santos, meluruskan berita yang berkembang bahwa kerusuhan Nabire yang merenggut 18 nyawa tewas dan puluhan luka-luka itu dipicu oleh keputusan hakim memenangkan salah satu petinju. Martinez menjelaskan bahwa sejak dari awal, panitia penyelenggara dan Pertina setempat sudah berusaha menertibkan penonton dengan menjual karcis sesuai kapasitas gedung. Panitia juga melakukan razia benda tajam dan minuman keras pada penonton. Dan itu sudah berlangsung sejak hari pertama turnamen sampai semi final (12 Juli). Pada malam final (14 Juli), penonton berjubel, namun tiket hanya dijual sesuai kapasitas gedung, razia penonton juga sudah diberlakukan. Ratusan penonton yang kehabisan tiket berkerumun di luar gedungpun tidak bisa masuk. Setelah beberapa partai final berjalan, Bupati Nabire tiba di lokasi, dan masuk ke gedung pertandingan. Ratusan penonton yang berada di luar tersebut itu, entah siapa yang mengomando, masuk ke dalam gedung pertandingan, sehingga gedung pertandingan menjadi over capacity, dan suasana mulai tidak kondusif.
Sebagian penonton yang sudah memperoleh tiket yang merasa terganggu dengan ketidaknyamanan tersebut mengembalikan tiket dan menuntut panitia mengembalikan uang tiket yang sudah mereka beli. Panitiapun melayani pengembalian tiket tersebut. Di saat yang bersamaan, Martinez lebih lanjut menjelaskan, sekelompok orang memaksa bertemu dengan Bupati Nabire, yang dicegah oleh satpol PP yang datang bersama Bupati. Di tengah ketegangan itu, pecahlah kepanikan. Sebagian penonton yang panik mencoba keluar gedung, namun naas bagi para korban. Sebagian besar para korban adalah akibat terinjak-injak atau lemas kekurangan oksigen, dan mereka banyak ditemukan di dekat pintu keluar gedung pertandingan.
"Jadi peristiwa tersebut sama sekali tidak berhubungan langsung dengan hasil pertandingan, karena semua ofisial sudah tahu bagaimana cara melakukan protes. Dan saat pengumuman hasil pertandingan, menurut laporan resmi yang kami terima, tidak ada protes dari kubu petinju yang kalah. Yah mungkin saja peristiwa tersebut kemudian dikait-kaitkan (dengan hasil pertandingan)," tutuip Martinez dos Santos.
Apapun yang terjadi, tragedi sudah terjadi. Semoga ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, sehingga bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan lagi di kemudian hari.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Sebagian penonton yang sudah memperoleh tiket yang merasa terganggu dengan ketidaknyamanan tersebut mengembalikan tiket dan menuntut panitia mengembalikan uang tiket yang sudah mereka beli. Panitiapun melayani pengembalian tiket tersebut. Di saat yang bersamaan, Martinez lebih lanjut menjelaskan, sekelompok orang memaksa bertemu dengan Bupati Nabire, yang dicegah oleh satpol PP yang datang bersama Bupati. Di tengah ketegangan itu, pecahlah kepanikan. Sebagian penonton yang panik mencoba keluar gedung, namun naas bagi para korban. Sebagian besar para korban adalah akibat terinjak-injak atau lemas kekurangan oksigen, dan mereka banyak ditemukan di dekat pintu keluar gedung pertandingan.
"Jadi peristiwa tersebut sama sekali tidak berhubungan langsung dengan hasil pertandingan, karena semua ofisial sudah tahu bagaimana cara melakukan protes. Dan saat pengumuman hasil pertandingan, menurut laporan resmi yang kami terima, tidak ada protes dari kubu petinju yang kalah. Yah mungkin saja peristiwa tersebut kemudian dikait-kaitkan (dengan hasil pertandingan)," tutuip Martinez dos Santos.
Apapun yang terjadi, tragedi sudah terjadi. Semoga ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, sehingga bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan lagi di kemudian hari.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Subscribe to:
Posts (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.


