Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Showing posts with label Ring Fatalities. Show all posts
Showing posts with label Ring Fatalities. Show all posts

Friday, February 7, 2014

Oscar Gonzalez Meninggal Usai Bertanding

Petinju Meksiko, Oscar Gonzalez, meninggal usai kalah KO ronde 10 dari Jesus Garcia dalam kejuaraan WBC Latino kelas bulu di Scotiabank Forum, Meksiko, 1 Februari. Gonzalez yang berjuluk Fantasma alias Hantu ini langsung menderita koma setelah terpukul KO akibat pendarahan otak. Dia segera dilarikan ke rumahsakit terdekat, namun sayang jiwanya tidak tertolong dan dinyatakan wafat pada 3 Februari 2014.

Kami ucapkan bela sungkawa atas terjadinya musibah ini. Untuk kesekian kalinya, kita semua berharap ini adalah tragedi terakhir di ring tinju.

Sumber: wikipedia

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com

Wednesday, February 27, 2013

Yo Sam Choi

Setelah kematian Duk-koo Kim, kematian petinju di Korea Selatan yang paling mengenaskan adalah kematian Yo-sam Choi, mantan juara kelas terbang yunior WBC. Choi, menang angka secara dramatis atas petinju Indonesia, Heri Amol, dalam kejuaraan WBO Intercontinental kelas terbang di pertarungan "Natal Berdarah" 25 Desember 2007. Choi terpukul knockdown oleh pukulan Amol beberapa detik jelang usai pertarungan. Sungguh suatu detik yang sangat krusial, karena Choi langsung pingsan sesaat tangannya diangkat sebagai tanda kemenangan oleh wasit. Choi   mengalami trauma otak dan menjalani operasi di kepala untuk menyelamatkan nyawanya. Sempat koma 3 hari dan harus hidup dengan bantuan mesin ventilator, akhirnya Choi dinyatakan meninggal pada 3 Januari 2008.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, January 29, 2013

Tubagus Setia Sakti Korban ke-30 Tinju Indonesia

Sepanjang sejarah tinju Indonesia, sudah 30 petinju tewas di ring Indonesia, sebagian besar adalah tinju pro, dan ada 1 petinju amatir yang tewas dalam catatan saya. Hanya berjarak 3 bulan setelah tewasnya petinju Kupang Oxon Palue usai kalah dari Gerry Toisuta di bulan November 2012, kembali dunia tinju Indonesia terguncang setelah petinju berusia sangat belia, Tubagus Setia Sakti, 17 tahun, harus meregang nyawa dan meninggal di RS UKI, Cawang, Jakarta, 27 Januari lalu.

Entahlah kenapa angka kematian tinju di Indonesia begitu tinggi. Mengingat banyak petinju Indonesia yang tumbang KO di luar negeri, tapi tak satupun yang menderita cedera fatal, mungkinkah penanganan medis yang lemah menjadi faktor penyebab? Sulit menjawab pertanyaan ini. Bahkan WBC sempat mengerluarkan skorsing pada keanggotaan Indonesia di dewan tinju bergengsi tersebut karena tingginya angka kematian di ring ini. Namun itu juga tak mampu menghentikan ataupun sekedar menurunkan angka kematian petinju.

Berikut adalah daftar petinju Indonesia yang tewas dalam catatan saya di website www.tinju.4t.com: http://tinju.4t.com/tewas.htm

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Wednesday, November 21, 2012

Tangis di Kupang

Hasil lengkap partai tinju internasional di GOR Flobamora, Kupang, 16 November 2012


Promotor: Damianus Wera



Tomy Seram M.A. vs Fernando Ocon( Filipina) - kejuaraan WBO Aspac kelas terbang yunior

Oscar Recnafa M.A vs Raul Pusta Jr. (Filipina)

Frans Palue M.KO 1. Vs Muchsin Kaddhafi.

Roy Muklis M.KO 2. Vs Sony Manakane

Ruben Manakane M.KO 1 vs Bayu Gede prabowo

Edy Picariuw M.A vs Ryan seto(satria muda BC semarang)

Dai Boy Sajiro M.A vs Jack Timor

Oxon Palue Draw 6. Vs Gery Gio Tuista

Demsy Manufoe WKO4 Jericho Max

Ricky Manufoe WKO7 Ridwan Key



---

Nasib naas diderita Oxon Palue, yang mengeluh keram kaki usai pertandingan (seri melawan Gerry Gio Tuista), dan kemudian meninggal dunia beberapa hari kemudian. Oxon mengeluh menderita keram kaki usai pertandingan, dan kemudian dikabarkan meninggal beberapa hari usai pertandingan tersebut, dan menurut laporan yang kami terima, tidak ditemukan cedera kepala. belum jelas, apakah kematian petinju muda ini berhubungan langsung dengan tinju, atau ada penyebab lain seperti penyakit jantung atau penyakit lain. Info selengkapnya menyusul, setelah kami berhasil menghubungi pihak-pihak yang berkompeten.

(Sumber: Budi Wison dan Ricky Manufoe)

Semoga Tuhan menerima arwah Oxon Palue di sisiNya.



Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Wednesday, April 4, 2012

Afrizal, Korban ke 27 dalam Sejarah Tinju Indonesia

Petinju yang sejak awal bertarung dengan nama Muhammad des Afrizal ini pada pertengahan tahun lalu mengontak saya dan memproklamirkan nama ring terbarunya, Afrizal Cotto, karena dia merupakan pengagum petinju Puerto Rico, Miguel Cotto. "Penyegaran saja bang," ujar Afrizal saat ditanya alasan lebih konkrit penggantian nama ringnya. Hubungan saya dan Afrizal memang cukup akrab, terutama pada tahun 2010 saya, Vicky Tahumil dan Afrizal berada di Bangkok untuk sebuah pertandingan. Afrizal saat itu kalah KO dari petinju tuan rumah Padjai Yongyoutgym dalam kejuaraan PABA kelas bulu.



"Saya sudah lelah bertinju, bang. Kalau sudah terkumpul cukup uang, saya mau pensiun dan berkonsentrasi ke ke pekerjaan saya," ujar Afrizal, karyawan PDAM kota Padang. Kebetulan, Dirut PDAM Padang, Azhar Latief, adalah manajer Afrizal. Sehingga dia mendapatkan beberapa privilege saat dia akan melakukan suatu pertandingan.


Mengenai kariernya yang sempat terseok-seok karena beberapa kali kalah beruntun, Afrizal pun mengalami tekanan psikologis. Azhar Latief, sang manajer, yang saya lihat cukup baik hubungannya dengan Afrizal bagaikan bapak dan anak, memberikan beberapa nasehat untuk memberi semangat petinju ini. Sayang, di kota Padang sendiri sarana berlatih dan rekan berlatih sparring sangat minim. Alhasil, sebelum bertanding dia hanya mempersiapkan seorang diri di Padang, dan biasanya 2 minggu jelang pertandingan dia bergabung dengan Sasana Bulungan, Jakarta di bawah asuhan Little Holmes.


Usahanya memang cukup diacungi jempol. Alhasil dia berhasil mempecundangi petinju berpukulan godam, Frans Yarangga, di Jakarta, guna meraih gelar juara nasional KTPI kelas bulu super dengan KO ronde 4. Sayang, dalam kesempatan pertama merebut gelar juara nasional kelas yang sama versi KTI Sabtu (31/3) lalu, Afrizal kalah angka dari Irvan Barita Marbun yang sempat membuatnya knockdown di ronde 3. Skill lumayan tinggi yang ditunjukkan Afrizal saat memukul KO Frans Yarangga seolah hilang malam itu. Afrizal banyak menerima pukulan dari Marbun, yang meski - menurut pengamatan saya - tidak cukup mematikan, namun mungkin karena akumulasi pukulan yang dia terima malam itu, terjadilah kejadian fatal tersebut.


Saya lihat di layar televisi, Afrizal menunjukkan kekecewaannya saat dinyatakan kalah angka. Saya pikir semua baik-baik saja. Namun sesaat setelah yang saya saksikan di layar televisi, bencana terjadi di ruang ganti. Dokter Putu Agus Partawirawan dari KTI bertindak sigap. Dia memeriksa kondisi Afrizal dan menanyakan apakah yang bersangkutan pusing, Afrizal menjawab tidak. Selanjutnya Dr. Putu berpesan jika Afrizal pusing atau muntah, harap segera dibawa ke RS terdekat. Beberapa menit kemudian, Afrizal ternyata muntah. Dokter Putu yang masih berada di lokasi pertandingan segera memerintahkan memboyong Afrizal ke RS dekat Indosiar yang merujuknya ke RS UKI. Dokter di RS UKI pun bertindak cepat melakukan CT-Scan, dan mendapati pecahnya pembuluh darah di sekitar otak Afrizal, dalam istilah medisnya disebut brain hemorrhage. Inilah yang dituding sebagai penyebab utama kematian para petinju baik di Indonesia maupun di dunia. Minggu pagi, setelah tim dokter dan peralatan operasi siap, Afrizal langsung menjalani operasi untuk menyedot darah yang mengaliri otak Afrizal.


Sekitar jam 14.30, operasi selesai dan Afrizal dibawa ke ruang ICU di RS UKI. Saat bezoek ke rumahsakit, saya hanya bisa berharap kondisi Afrizal tetap stabil dan berangsur-angsur meningkat. Saya juga tidak mampu mebisikkan apapun ke telinga Afrizal, karena takut bisikan saya justru mengganggu stabilitas emosi Afrizal. Apa daya, Tuhan berkehendak lain. Afrizal dipanggil ke pangkuannya pada pukul 5.00 pagi. Saya hanya berandai-andai Afrizal masih sempat melantunkan sholat subuh, walaupun hanya di dalam hati mengingat kondisinya dalam keadaan koma.

Siang ini, jenazah Afrizal akan diterbangkan ke kampung kelahirannya di Medan. Promotor Erick Irawan akan menyertainya dan menyerahkan kepada perwakilan keluarga Afrizal.

Kematian Afrizal dalam catatan saya adalah korban ke-27 dalam sejarah tinju di Indonesia.
Berikut daftar ring fatalities di Indonesia:


1. 1948; Surabaya: Jimmy Koko (opponent: Meyer)
2. 1950; Surabaya: Rocky Wang (or Ricky Huang)(opponent: VIC Suatman)
3. 1959; Surabaya: Robby Pav (opponent:Mohammad Yali)
4. 1961; ---: Sarono (opponent: Tan Hwa Soei)
5. 1978; Bandung: Atjeng Jim (opponent: Kai Siong)
6. 1979; ---: Nasir Kitu (opponent: unknown)
7. 1980; ---: Syamsul Bachri (opponent: unknown)
8. 1984; Jakarta: Domo Hutabarat (opponent: Dadang Krinsa)
9. 1985; --- : Suryanto (opponent: unknown)
10. 1987; Jayapura: Agus Souissa (opponent: Michael Arthur)
11. 1988; Blitar: Wahab Bahari (opponent: Hudi)
12. 1988; ---: Suryanto (opponent: John Bonnex)
13. 23 Desember 1990; Botang, Eastern Borneo: Bongguk Kendy (opponent: Bisenti Santoso)
14. 15 Juli 1993; Jakarta: Yance Samangun (opponent: Mahmud)
15. 11 Mei 1995; Jakarta: Akbar Maulana (opponent: Bugiarso)
16. 16 Juni 2000; Jakarta: Dipo Saloko (opponent: Roy Saragih)
17. 18 November 2000; Belawan: Bayu Young Iray (opponent: Herianto Kalam)
18. 11 Maret 2001; Bekasi: John Namtilu (opponent: Hasan Purba)
19. 2 April 2001; Cibinong: Muhammad Alfaridzi (opponent: Kongthawat Ora Sorkiti)
20. 28 Oktober 2001; Manado: Donny Maramis (opponent: Stenly Kalalo)
21. 4 Februari 2003; Jakarta: Johannes "Bones" Fransiscus (opponent: Slamet Nizar. "Bones" wafat pada 6 Februari 2003)
22. 21 September 2003; North Sumatera: Mula Sinaga - Petinju Amatir - (opponent: Asahan Tuerino. Mula Sinaga wafat pada 24 September 2003)
23. 23 januari 2004; Jakarta: Antonius Jonathan Mosse (opponent: Kaicho sor Vorapin)
24. 19 Februari 2004; Purwokerto: Jack Ryan (opponent: Syamsul Hidayat)
25. 05 Maret 2005; Jakarta: Hendrik Bira (opponent: Mones Arepas - Bira lost TKO in 3rd on March 3, 2005)
26. 16 Jun. 2006; Manado: Fadly Kasim - 22 years old (opponent: Jibril Soamole. Kasim lost TKO6)
27. 4 April 2012; Jakarta: Muhammad Afrizal (alias Afrizal Cotto) - 30 years old. (opponent: Irvan Barita Marbun. Afrizal lost UD on March 31)







Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, February 16, 2012

Petinju Filipina Tewas di Ring

Petinju Filipina berusia 21 tahun, Karlo Maquinto, tewas usai menahan seri lawannya, Mark Joseph Costra, dalam pertandingan 8 ronde di Recom Dome, Amparo Subdivision, Brgy. 179, Caloocan City, Metro Manila, 28/1. Maquinto sempat terjatuh dua kali di ronde 2, namun dia berhasil tampil lebih baik guna mengejar ketertinggalan angka, di samping nilai lawannya, Constra, dipotong akibat melepaskan pelindung gigi dengan sengaja. Usai pertandingan diumumkan seri, Maquinto ambruk, dan langsung dilarikan ke rumah sakit rujukan, Manila's Far Eastern University Hospital. Dr. Chester Tan yang menangani Maquinto segera memutuskan operasi kepala Maquinto yang tergeletak koma, namun sayang, tindakan tersebut gagal menyelamatkan petinju yang tak terkalahkan selama hidupnya tersebut. Karlo Maquinto dinyatakan meninggal pada 3 Februari, sekitar pukul 10:15 pagi waktu setempat.

Kami dari komunitas boxing-indonesia.com menyampaikan bela sungkawa bagi keluarga Maquinto, semoga arwahnya bisa diterima di sisi Tuhan YME.

Sumber: Boxrec.com

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, December 9, 2011

Simakov Tewas di Ring

Petinju berbakat kelas berat ringan asal Rusia, Roman Simakov, tewas usai kalah KO ronde 7 dari lawannya, Sergey Kovalev, di Ekaterinburg, Russia, 5 Desember. Di hadapan ribuan penontn termasuk mantan juara dunia Kostya Tszyu, Simakov terjatuh dua kali di ronde naas tersebut, dan kehilangan kesadarannya. Dia segera diangkat dengan tandu dan dilarikan ke RS Ural City, serta menjalani operasi otak di sana, namun nyawanya tidak terselamatkan. Simakov dinyatakan meninggal pada 8 Desember 2011.

Kekalahan tersebut adalah kekalahan yang kedua dalam karirnya, dengan 19 kemenangan (9 KO)+ 1 seri. Menurut World Boxing News, Simakov tidak mendapatkan pertolongan darurat yang layak seperti pemberian oksigen atau tindakan medis usai menderita kalah KO, sehingga menyulut tuntutan diadakannya penyelidikan atas kecelakaan tersebut.

Sumber: World Boxing News

Monday, March 1, 2010

Yamaki Tewas Usai Bertanding

Petinju Jepang Hirokazu Yamaki tewas usai kalah TKO di ronde 8 (terakhir) dari Toshimasa Ouchi, dalam partai kelas terbang non gelar di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, 19/2. Yamaki dinyatakan tewas dalam usia 26 tahun karena menderita pendarahan otak akibat pertandingan tersebut.

Sumber: boxrec

Wednesday, November 25, 2009

Rodrigues Tewas Usai Bertanding

Petinju kelahiran Guadalajara, Meksiko, yang kini bermukim di Chicago, AS, Fransisco Rodrigues, tewas usai bertanding melawan petinju tuan rumah, Teon Kennedy, dalam pertandingan yang diadakan di Blue Horizon, Philadelphia, Pennsylvania, AS., 20/11. Partai yang direncanakan digelar 12 ronde untuk memperebutkan gelar kelas super bantam nasional USBA tersebut berakhir di ronde 10, dengan kemenangan TKO bagi Kennedy.

Pertandingan dilaporkan berjalan dalam mutu tinggi, karena keduanya adalah juara amatir golden gloves (Rodrigues tahun 2004, Kennedy 2001). Saat memasuki ronde 10, tiba-tiba Rodrigues berjalan gontai, menunjukkan gejala kelelahan luar biasa, bahkan sempat terjatuh saat berjalan ke tengah ring. Kennedy yang mengetahui lawannya goyah, langsung memanfaatkan situasi dan menyerbu lawannya yang gotani itu. Pertandingan segera dihentikan wasit. Menurut dokter ring, keadaan Rodrigues usai pertandingan masih menunjukkan gejala baik, dan mampu merespons pertanyaan-pertanyaan dokter, namun kemudian dia roboh di sudutnya, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Setelah mengalami koma selama dua hari, jiwa Rodrigues akhirnya tidak tertolong dab menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 25 tahun.

Menurut George Hernandez, salah satu anggota tim Rodrigues, sang petinju malang itu tampak fit usai keputusan TKO tersebut, namun dia sedikit mengeluh mengantuk dan sedikit sakit, dan hal tersebut segera disampaikan kepada dokter ring yang langsung memberikan pertolongan pertama. menurut laporan boxrec, almarhum Rodrigues kemudian mendonorkan organ-organ tubuhnya kepada yang membutuhkan.

Menurut catatan boxing-indonesia, ini adalah peristiwa kematian petinju di atas ring yang kelima di tahun 2009, di seluruh dunia. Rest in Peace, Warrior.
Sumber: Boxrec

Tuesday, October 13, 2009

Petinju Thailand Tewas di Jepang

Sakai Jockygym tewas seusai bertanding Kazuyoshi Niki di Fukuoka, Jepang, 12 Oktober lalu. Sakai terjatuh di ronde pertama, namun bangkit dan mampu meneruskan pertandingan hingga ronde terakhir (10), namun dia harus menyerah TKO di ronde terakhir itu. Sakai segera dilarikan ke RS terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Sumber: boxrec.com

Tuesday, July 28, 2009

Petinju Tewas (Lagi)

Masih berita kelam di bulan Juli kelabu. Tiga (mantan) petinju terkenal, ketiganya mantan juara dunia, tewas secara tidak wajar karena kasus pembunuhan atau bunuh diri (Arguello, Gatti dan terakhir Vernon Forrest), dan dua petinju tewas usai bertanding. Semuanya terjadi di bulan Juli.

Petinju kelas berat Fransisco Moncivais dinyatakan meninggal dunia 24 jam setelah dipukul KO ronde 4 oleh Bobby O'Bannon dalam pertarungan di Mississipi, AS, 24/7. Seminggu sebelumnya di Meksiko, Marco Antonio Nazareth juga tewas usai kalah TKO dari Omar Chavez, anak dewa tinju Meksiko, Julio Cesar Chavez.

Sumber: Boxrec

Thursday, July 23, 2009

Marco Nazareth Tewas

Lagi-lagi berita sedih seputar kematian petinju. Petinju Marco Nazareth akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahsakit di Meksiko setelah menjalani operasi kepala akibat cedera setelah kalah TKO dari Omar Chavez, putra termuda legenda tinju Julio Cesar Chavez. Nazareth terpukul knockdown ri ronde pertama, namun kemudian berhasil bangkit dan memberikan perlawananan gagah berani, sebelum pertandingan dihentikan di ronde 4 dari rencana 6 ronde pada pertandingan di Centro de Convenciones , Puerto Vallarta, Jalisco, Meksiko, 18 Juli 2009.

Dua hari pasca operasi, Nazareth dinyatakan dalam kondisi stabil oleh pihak medis yang merawatnya, namun jiwanya tak tertolong pada Rabu, 22/7.

Sumber: Boxrec

Thursday, March 26, 2009

Masatate Tsuji Tewas Usai Terpukul KO

Petinju Jepang Masatate Tsuji tewas 3 hari usai terpukul KO oleh lawannya, Yuji Kanemitsu, dalam kejuaraan nasional Jepang kelas terbang mini yang lowong, 21 Maret 2009, di Korakuen Hall, Tokyo. Tsuji tewas 24 Maret setelah menjalani perawatan di rumah sakit, dan dikebumikan kemarin, 25 Maret. Ini adalah pukulan berat bagi dunia pertinjuan Jepang pada umumnya, dan terutama bagi sasana Teiken milik begawan tinju Jepang, Mr. Honda, karena kematian Tsuji adalah pengalaman buruk pertama yang dialami Sasana Teikken sepanjang sejarahnya. Tsuji, kelahiran Hiroshima, 16 November 1978, memulai karir pro sejak 2002, dan memiliki rekor 12-2-2 (3 KO).

ご冥福を祈ります。gomeifuku wo inorimasu (Rest in Peace).

Sumber: Boxrec

Friday, October 24, 2008

Daniel Aguillon Tewas Setelah Terpukul KO

Petinju Meksiko Daniel Aguillon tewas setelah dipukul KO pada ronde 12 oleh lawannya, Alejandro Sanabria, dalam partai kejuaraan kelas super bulu Fecarbox (kejuaraan regional Amerika Latin), di Foro Scotiabank, Polanco, Distrito Federal, Meksiko.

Pertandingan di malam naas tersebut berlangsung pada 15 Oktober, dan pertandingan berlangsung cukup seru, keduanya saling menjatuhkan lawannya. Sanabria terpukul knock doen pada ronde 4, sedangkan Aguillon terjatuh pada ronde 1 dan 12 yang membuatnya menderita kalah KO. Setelah dilarikan ke rumahsakit terdekat, Aguillon harus segera menjalani operasi untuk mengatasi pendarahan otak. Namun kemudian dia dinyatakan dalam keadaan mati batang otak, dan secara resmi Daniel Aguillon dinyatakan tewas pada tanggal 18 Oktober 2008.

Yang ironis, Aguillon terpukul KO hanya 20 detik menjelang usainya pertandingan. Mengingatkan pada kematian petinju Korea Selatan, Yo-sam Choi, yang terjatuh di detik terakhir akibat pukulan Heri Amol pada 25 Desember 2007. Choi sempat dinyatakan menang angka, namun terhuyung dan akhirnya meninggal beberapa hari setelah menjalani operasi otak.

Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Daniel Aguillon. Resquicat in pace!

sumber: boxrec.com

Tuesday, July 1, 2008

Petinju Afsel Tewas Usai Bertanding

Petinju Afrika Selatan Samora Msophi meninggal dunia di rumah sakit setelah dipukul TKO oleh juara nasional Mfundo Gwayana di East London, Afrika Selatan dalam partai perebutan kejuaraan nasional kelas terbang yunior, 27 Juni. Msophi sempat dipukul roboh pada ronde 1 dan 3, namun dia sempat membalikkan keadaan dengan membuat Gwayana goyah sebelum akhirnya terdesak pada ronde 4, dan segera dihentikan oleh wasit. Setelah terkulai di kanvas, dokter ring segera membawa Msophi ke rumah sakit terdekat, dan Msophi langsung menjalani operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di otaknya, namun Msophi tak pernah sadar lagi dan meninggal dunia. Dalam sejarah tinju Afrika Selatan yang tercatat sejak tahun 1889, Msophi adalah petinju ke 44 yang tewas seusai berlaga di ring tinju profesional (sedangkan tinju amatir Afsel , tercatat 25 petinju amatir tewas seusai pertandingan).

Pada tahun 2008 ini, di seluruh dunia telah tercatat tak kurang dari 3 petinju profesional tewas usai bertanding , Yo Sam choi (Korea Selatan, Januari), Cho He (Jepang, Mei) dan terakhir Msophi.

Sumber: Fightnews.com

Tuesday, May 20, 2008

Petinju Cho Tewas di Jepang

Petinju Jepang keturunan Cina, Cho He, yang mengalami koma sejak 3 Mei lalu, akhirnya meninggal dunia di Jepang, setelah kalah TKO di ronde ke-enam oleh Daichi Sakoda i Tokyo. Cho, yang memiliki nama Jepang Mikio Takeuchi, sebetulnya berhasil menguasai pertandingan, bahkan memukul knockdown Sakoda di ronde 1. Namun di ronde naas itu, Cho berhasil disudutkan oleh Sakoda, dan pertandingan langsung dihentikan saat Cho terhuyung, 7 detik menjelang berakhirnya ronde 6. Cho masih sempat berjalan limbung ke sudutnya, dan segera diangkat dengan tandu, untuk segera menjalani operasi penggumpalan darah di daerah otak. Cho dinyatakan meninggal dunia pada hari Senin, bersamaan dengan suka cita publik tinju Jepang menyusul kemenangan pahlawan baru mereka, Yusuke Kobori yang berhasil meraih gelar kelas ringan WBA.

Meskipun Cho adalah generasi ketiga keluarga mereka yang tinggal di Jepang, mereka tetap mempertahankan status mereka sebagai WN Cina.

Sebelumnya petinju Korea Selatan Yo Sam Choi meninggal dunia, juga akibat pendarahan otak, setelah memenangkan pertandingan melawan petinju Indonesia, Heri Amol, awal Januari tahun ini. Dengan banyaknya petinju tewas di atas ring, sudah selayaknya keselamatan atas petinju agar lebih ditingkatkan.

Atas kejadian tragis ini, kami menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya. Semoga arwah Cho He dapat diterima di sisi Tuhan YME.

Sumber: Fightnews.com

Berita sebelumnya:
* Petinju Koma di Jepang

Thursday, January 3, 2008

RIP Yo-sam Choi

Petinju Yo-sam Choi akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu tengah malam (2 Januari 2008), setelah mesin ventilator (mesin penopang hidup) diputuskan dicabut oleh pihak keluarga almarhum.
Ikut berduka cita atas kepergiannya.

Ketua WBO Asia Pacific, Leon Panoncillo, dikabarkan segera terbang menghadiri pemakaman Choi di Seoul, Korea Selatan hari ini, untuk menyampaikan bela sungkawa dan simpati kepada keluarga sehubungan dengan musibah ini.


"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Choi. Kami tidak menginginkan musibah ini terjadi, tapi hal-hal seperti ini sering terjaqdi di olahraga," ujar Panoncillo kepada wartawan di Manila menjelaqng keberangkatannya ke Seoul.


Choi adalah menjadi juara dunia kelas terbang yunior WBC pada 1999 dengan mengalahkan Saman Sorjaturong dan sempat mempertahankan gelar sebanyak empat kali sebelum gelarnya direbut oleh Jorge Arce. Choi akhirnya meninggal setelah mengalami pembengkakan otak dan dioperasi setelah dipukul knock down Heri Amol dari Indonesia pada 25 Desember 2007, walaupun Choi dinyatakan menang angka mutlak.

Sumber: Fightnews.com/Philboxing.com

Gambar: Yo-sam Choi, sang Juara Abadi, (Philboxing.com)

Wednesday, January 2, 2008

Yo-sam Choi Mati Batang Otak

Sumber kami dari Korea Selatan dan Jepang mengabarkan berita duka bahwa petinju Yo-sam Choi telah dinyatakan dalam status "mati batang otak" (brain dead) pada hari ini (2 Januari) pasca operasi kepala akibat cedera pembengkakan otak setelah bertarung melawan petinju Indonesia, Heri Amol di Seoul, Korea Selatan, 25 Desember 2007. Tujuh dari sembilan dokter yang menangani Choi sepakat untuk menentukan status Choi menjadi "mati batang otak", yang artinya peluang hidup Choi sangat kecil, dan hidupnya hanya bergantung pada mesin penopang hidup.

Choi yang unggul sepanjang pertandingan roboh di 5 detik menjelang pertandingan usai terkena sambaran hook Amol, tapi mampu bangkit dan dinyatakan menang angka mutlak dalam kejuaraan kelas terbang WBO Intercontinental tersebut.

Sebelumnya, beberapa koran dan TV di Indonesia sudah mengabarkan petinju malang ini sudah meninggal, walaupun saat itu almarhum masih dalam kondisi koma. Namun hari ini, berita akurat dari Seoul manyatakan tentang keadaan Choi pada hari Rabu ini.

Dengan terisak kepada wartawan, saudara kandung Choi memberikan keterangan kepada pers: "Saudara kami telah berjuang keras selama di rumah sakit, dan dia telah memenangkan pertandingan selama 12 ronde di rumah sakit. Saat ini, tidak ada gunanya memperpanjang hidupnya,"

Foto: Yonhap
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.