Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman
Showing posts with label Kolom Finon. Show all posts
Showing posts with label Kolom Finon. Show all posts

Sunday, February 16, 2014

Kolom Finon: Wasit Djaffar Dirawat di Rumahsakit

Djaffar bin Jahja, wasit/hakim tinju terbaik Indonesia, kembali masuk rumah sakit. Djaffar yang berusia 80 tahun, kelahiran 31 Oktober 1933, sudah seminggu ini berada di ruang 602 Rumas Sakit Budi Asih, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.

“Saya tidak tahan melihat kondisi Djaffar,” kata Kid Francis 80 tahun kelahiran 12 November 1933. Kid dan Djaffar berteman baik sejak masih muda dan ketika keduanya masih aktif sebagi petinju. Dahulu pada masa tinju pasar malam di tahun 50-an Djaffar  bertanding di kelas welter sedangkan Kid Francis bertanding di kelas bulu yunior, kelas bulu, kelas ringan yunior.

Setelah menggantungkan sarung tinju, Djaffar aktif sebagai wasit/hakim sampai menjadi yang terbaik. Djaffar telah memimpin lebih seribu partai kejuaraan Indonesia di bawah Komisi Tinju Indonesia (KTI). Djaffar menjadi wasit untuk sejumlah petarung hebat Indonesia seperti; Sperling Pangaribuan, Kid Hasan, Solikin, Monod, Juhari, Nurhuda, Suwarno, Thomas Americo, Jimmy Sinantan, Polly Pasireron, Aswan Abubakar, Adrian Kaspari, Chris John, dan masih banyak lagi.

Tahun lalu sebelum Lebaran 2013, Ketua Umum KTI Pusat, Anthon Sihombing mengutus staf KTI mengunjungi Djaffar di rumahnya di daerah Pisangan Baru, Jatinegara, Jakarta Timur, dan memberikan bantuan keuangan. Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali juga memberikan bantuan keuangan melalui Humas Finon Manullang.

Selama tujuh tahun terakhir Djaffar  menjadi langganan sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Sebelumnya pernah masuk rumah sakit di Salemba, Jakarta Pusat, dan rumah sakit di Pulogadung, Jakarta Timur. “Ke sini (RS Budi Asih) sudah dua kali. Kasihan, sakit gula darahnya tambah parah. Sudah komplikasi. Dokter minta supaya amputasi, tapi kami anak-anak Pak Djaffar menolak karena kondisi beliau sangat drop. Sedih melihatnya,” kata Hilalya, salah satu anak perempuan Djaffar.

Semoga lekas sembuh, Pak Djaffar.


Finon Manullang

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com

Monday, November 25, 2013

Kolom Finon: Jokowi Siap Lantik Pertina DKI

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi akan melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) DKI Jakarta masa kerja 2013-2017. Pelantikan dipusatkan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) pukul 4 sore.

“Tidak ada perubahan pelantikan,” kata Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, didampingi Wakil Ketua Richard Engkeng (pemilik sasana RE Boxing), dan Ketua Harian Hengky Silatang.

Selain melantik pengurus, Jokowi diharapkan bisa memberikan arahan untuk kemajuan tinju. “Kami juga menggelar sepuluh partai duel meet (DKI Jakarta-Banten-Jawa Barat). Hanya satu petinju yang akan terpilih sebagai petinju terbaik,” jelas Hengky Silatang.

Petinju terbaik wajib mendapat Piala Ikada I/2013 dan uang pembinaan. “Piala dan uang sudah kami siapkan,” kata Hengky Silatang, salah satu tim penilai.
---
Inilah Partai Tinju Piala Ikada I/2013

Di tengah pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta oleh Gubernur Joko Widodo di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok (26/11) sore, akan diadakan pertandingan tinju duel meet DKI-Banten-Jawa Barat.

Menurut Ketua Harian Pengprov Pertina DKI Jakarta, Hengky Silatang, ada 10 partai pilihan. “Hanya satu yang akan terpilih sebabagi petinju terbaik dan mendapat uang pembinaan,” ujar Hengky Silatang, yang juga sebaqgai Ketua Tim Penilai.

Inilah 10 Partai Piala Ikada I/2013.
1 – Kelas 54 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Dea Piter (DKI) Vs Erinia Marison (DKI)

2 – Kelas 51 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Novita Sinadia (DKI) Vs Erni Amalia (Jabar)

3 – Kelas  48 kg Elite Womens 4 x 2 menit
Apriliani Tombeg (DKI) Vs Intan Komalasari (Jabar)
4 – Kelas 56 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Opit Engkeng (DKI) Vs Ucok Makawimbang (Jabar).
5 – Kelas 49 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Valentino Metia (DKI) Vs Remi Lumoli (DKI)
6 – Kelas 52 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Aldoms Suguro (DKI) Vs Dance (Jabar)

7 – 60 kg Elite Mens 3 x 3 menit

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Jika alamat www.boxing-indonesia bermasalah, bisa coba http://is.gd/boxing_indonesia atau http://indobox.blogger.com

Monday, July 15, 2013

Kolom Finon: Jafar Minta Didoakan Lekas Sembuh

Oleh: Finon Manullang

Kunjungan ”Mari Melihat Jafar Sakit” berlangsung selama empat jam di rumah tinggalnya, Pisangan Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (14/7). Kunjungan dimulai dari pukul 5 sore hingga pukul 9 malam. Di rumah Jafar juga diadakan buka puasa bersama.

Jafar yang berdarah Arab adalah mantan petinju tangguh kelas welter era tinju Indo-Belanda tahun 50-an. Jafar satu generasi dengan Kid Francis, Willy Lasut, Jimmy Chiu. Sayangnya tadi malam Willy Lasut dan Jimmy Chiu tidak datang.

Pada tahun 60-an, ketika pemerintah membekukan tinju pro selama 10 tahun, Jafar dan rekan-rekannya lebih banyak tampil dalam pertandingan tinju pasar malam dan dipastikan tontonan liar.

Pada tahun 1970, setelah tinju pro dihidupkan dan menyusul lahirnya badan tinju bernama Indonesian Boxing Commission (IBC), Jafar memilih karir sebagai wasit/hakim. Sembilan tahun kemudian ketika segala hal yang berbau bahasa Inggris dihapus, IBC menjadi Komisi Tinju Indonesia (KTI) dan Jafar tetap eksis sebagai wasit/hakim. Bahkan Jafar menjadi salah satu wasit terbaik Indonesia dan telah memimpin lebih dari 100 partai kejuaraan Indonesia.

Sampai tahun 2002, Jafar masih menjadi wasit terbaik KTI sampai akhirnya mengundurkan diri. Setelah itu, Jafar mulai stop dari semua kegiatan tinju pro.

Memasuki tahun 2006, atau sekitar tujuh tahun lalu, Jafar kena serangan gula tinggi. Sakit diabetes yang dideritanya tak kunjung sembuh. Setidaknya sudah tiga kali masuk rumah sakit. “Terakhir kemaren itu (sebelum puasa). Ada seminggu di sono, di rumah sakit (daerah Pulogadung, Jakarta Timur). Dokter larang pulang, tapi kita minta dirawat di rumah karena akan memasuki bulan puasa. Dokter di sono tetap minta dirawat dan kita bilang nanti setelah Lebaran,” kata Umi, istri Jafar.

Tujuh tahun tak lepas dari sembuh, kini kondisi Jafar sangat menyedihkan. “Sakitnya Pak Jafar tujuh tahun, tapi sudah dua tahun ini tidak bisa ke mana-mana. Hanya bisa di atas tempat tidur, itu pun dengan posisi seperti begini, tidak bisa miring sedikit pun. Akibatnya punggung meleleh,” kata Umi, yang punya 30 cucu dan 4 buyut.

Sedih sekali melihat kondisi Jafar sekarang. Tetapi, ini Jafar; tidak mau menyisahkan kesan sedih. Jafar 79 tahun, kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1933, banyak bergurau dan sering membuka kisah-kisah masa lalu penuh humor.

“Doa`in gue ya biar sembuh, biar bisa kumpul rame-rame kayak dulu lagi,” minta Jafar kepada setiap tamu yang datang menyalami tangannya.

Sakit parah, wajah Jafar tetap segar dan banyak bergurau. Bahkan berteriak “bohong” setelah mendengar Kid Francis bercerita masa lalu pernah mengalahkan Jafar main catur sampai tengah malam di Bandung. Akhirnya, kami semua tertawa.

Hadir dalam kunjungan “Mari Melihat Jafar Sakit” adalah:
1.           Daud “Scorpio” Jordan, mantan juara Indonesia kelas bulu.
2.           Erik Suwarna, wasit/hakim.
3.           Finon Manullang, aktifis tinju.
4.           Kid Francis, rekan Jafar sejak tinju pasar malam.
5.           Martino, mantan petinju asuhan Kid Francis.
6.           Paulus, mantan petinju asuhan Kid Francis.
7.           Pujo Santoso, wasit/hakim.
8.           Robby Rahangmetan, mantan juara Indonesia kelas bulu yunior.
9.           Rocky Joe, mantan juara Indoneia kelas menengah.

Kunjungan menjadi sangat luar biasa karena tanpa direncanakan MNC Sports datang melakukan liputan secara khusus, yang dikomandani reporter Muhammad Andika Wiguna.

Karena ada liputan dari MNC Sports, cucu, anak, dan tetangga sekitar rumah Jafar, menjadi ramai.

Akibat suara berisik puluhan para cucu, sang reporter mau tidak mau harus berkali-kali mengangkat telunjuk kirinya lalu ditempel ke bibir “ssst…!” (silent).

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Saturday, June 8, 2013

Kolom Finon: Sulut Juara Umum Piala Wapres

oleh Finon Manulang

Sulawesi Utara (Sulut) berhasil merebut gelar terhormat sebagai Juara Umum Piala Wapres II, yang berlangsung di Gedung HBT, Padang Barat, Sumatera Barat, 3-8 Juni 2013. “Terima kasih anak-anak tinju disiplin dan saya bangga. Ini sekaligus sukses ganda, merebut dan memperthankan piala Wakil Presiden. Tahun lalu di Cibubur, Jakarta Timur, kontingan Sulut juga berhasil merebut gelar juara umum,” kata manajer kontingen Sulut, Richard Engkeng di Padang, Sabtu sore (8/6)
Sulut merebut dua medali emas melalui Rafli Langi di kelas bantam mengalahkan petinju sarat pengalaman Supriyadi (Kepulauan Riau) dan Vinky Montolalu di kelas welter ringan mengalahkan musuh besarnya Erico Amanopunyo (Sulawesi Selatan). Vinky mencatat rekor tiga kali bertutur-turut mengalahkan Erico Amanupunyo yang juga anak pelaltih pelatnas John Amanaupunyo.

Vinky mengalahkan Erico dalam semifinal PON XVII/2012 Riau. Vinky mengalahkan Erico dalam final STE Makassar 2012. Terakhir Vinky mengalahkan Erico dengan sangat telak 3-0 dari Erico yang disaksikan langsung oleh ayahnya John Amanupunyo dan Ketua Umum Reza Ali.
Selain dua medali emas, Sulut merebut satu medali perunggu Toar Sompotan, setelah dalam semifinal kalah melawan Alex Tatontos (Sulawesi Selatan). “Saya berharap pemerintah Sulut mau memperhatikan olahraga tinju karena Sulawesi utara sangat potensi selaki. Sulut selalu merebut medali emas di setiap Kejurnas termasuk PON,” kata Richard Engkeng.

Tim Sulut datang dengan tujuh petinju. Petinju pelatnas Novita Sinadia gagal merebut medali. Tiga petinju putra yang gagal medali adalah Novri Sinoke, Efendy Niomba, dan Parhan Papendang. Para petinjudidampingi empat pelaltih masing-masing Donald Patras, Ferry Lamongi, Herry Makawimbang, dan Novri Montolalu.

Dalam final kemarin, petiju pelatnas Alex Tatontos (Sulawesi Selatan) berhasil merebut merebut medali emas setelah menagalahkan muka baru Gino Kurnia (Sumatera Barat). Petiju pelatnas kelas welter Kusdiono (Jawa Barat) merebut medali emas setelah mengalahkan Taufik Ismail (Iskandar Muda Aceh).


Petinju pelatnas final wanita kelas terbang Beatrix Suguro (Kalimantan Selatan) berhasil mengalahkan sahabatannya sendiri Intan Komalasari (Kabupaten Bekasi, Jawa Barat). Dua petinju wanita kelas ringan sesame pelatnas, Ester Kalayukin (Maluku) merebut emas setelah mengalahkan juara PON Kasih Pasaribu.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, April 18, 2013

Indonesia vs Thailand di Bumi Marinir Cilandak


oleh Finon Manulang


Pertandingan Tinju Internasional Indonesia Vs Thailand

Balai Prajurit Hall, Cilandak, Jakarta, Thursday, May 9th 2013 7.00 pm

Ring Official: Indonesian Boxing Commission (KTI Pusat)

Chairman of the Committee: Finon Manullang 0816 1484 603 – 0813 8189 1958

Matchmaker: Nelson Nainggolan & Syarifudin Lado

Promoter: Richard Engkeng

Pukul 19.00-19.24

Kelas Terbang Yunior 6 Ronde

Jack Amisa, 26 tahun (Benteng Merdeka Boxing Camp Jakarta)

VERSUS

Tibo Monabesa, 22 tahun (Tanindo Boxing Camp Jakarta)

Pukul 19.30–20.02

Kelas Bulu Yunior 8 Ronde

Erick Destroyer, 27 tahun (Amphibi Marinir Boxing Camp Sidoarjo)

VERSUS

Ruben Manakane, 20 tahun (Nelson Nainggolan Boxing Camp Jakarta)

Pukul 20.10–20.50

Perebutan Peringkat PABA Kelas Terbang 10 Ronde
Espinos Sabu, 23 tahun (Sasaana RE Boxing Camp Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Status Juara Indonesia dan Peringkat 10 PABA)

VERSUS

Kaenpetch Sithpoopetch, 22 tahun (Peringkat 2 Thailand dan peringkat 6 PABA)

Pukul 21.00–21.40

Perebutan Peringkat PABA Kelas Terbang Yunior 10 Ronde

Faris Nenggo, 24 tahun (Sasana Amphibi Marinir Boxing Camp Jakarta, Status Juara Indonesia dan Peringkat 12 PABA)

VERSUS

Veeradej Manopkanchang, 36 tahun, peringkat 1 Thailand dan peringkat PABA

ONLY ONE NIGHT ONLY THURSDAY, 9th  MAY 2013, PM

F R E E  E N T R Y


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, December 7, 2012

Kolom Finon: STE XXXI Makassar

Oleh Finon Manullang


Kepada: Bapak/Ibu dan seluruh sahabat tinju sejati yang saya muliakan.

Sejak Kamis siang, 6 Desember 2012, saya berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan akan kembali ke Jakarta Senin pagi, 10 Desember 2012. Di sini enak, karena kebetulan salah satu hobi saya adalah menghabiskan ikan bakar. Anda tahu bukan, sejak dulu Makassar sudah dikenal sebagai salah satu pusat ikan bakar, hehehe...!

Tidakbanyak kisah yang bisa saya sampaikan tetapi setidaknya saya ingin mengatakan bahwa penyelenggaraan STE XXXI di Mall Panakukkang, Makassar, sepi peserta. Betapa sedih ketika mengetahui bahwa peserta STE kali ini hanya 32 petinju (14 cewek dan 18 cowek). Jumlah ini bisa mencapai 32 petinju karena setengah pesertanya adalah petinju pelatnas yang latihannya dipusatkan di Jalan Rappocini Raya No 17-A, Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kalau tidak barangkali nasib STE tahun bisa sama dengan tahun lalu yang batal dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ketika itu Desember 2011 STE XXXI harus dibatalkan menjelang penimbangan umum setelah kedapatan bahwa peserta hanya 4 petinju.

Itu dulu dan mohon maaf jika laporan saya kurang lengkap. Berikut ini silakan mengikuti berita STE XXXI/2012 Makassar dan pastikan setiap hari membuka email untuk mendapatkan berita hasil STE hingga pertandingan final yang akan berlangsung Minggu malam. Terima kasih Anda sudah memberikan perhatian untuk tinju.


2 Petinju NTT Kandas di STE Makassar

Dua petinju Nusa Tenggara Timur (NTT) Atris Neolaka dan Charles Tungga kandas pada pertandingan hari kedua Sarung Tinju Emas (STE) XXXI/Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/12).

“Kami kurang beruntung. Mereka sudah bertarung maksimal tetapi itulah tinju, ada kalah ada menang,” komentar pelatih Hermensen Ballo, menananggapi kekalahan kedua petinjunya, tadi malam usai pertandingan.

Dalam kelas bantam 56 kg, Julianus Muak (Jawa Tengah) mematahkan serangan Atris Neolaka (NTT) melalui serangan yang lebih bervariasi dan lebih bersemangat dan menang 8-6. Sementara, Supriyadi (Kepulauan Riau) menyisihkan Charles Tungga (NTT) melalui keputusan 12-6.

STE XXXI berlangsung di dalam pusat perbelanjaan, Mall Panakukkang, Makassar. Panitia hanya menyediakan 100 kursi lipat untuk tempat duduk penonton. Selebihnya berdiri di sekitar arena pertandingan maupun di lantai dua sampai ke lantai tiga.

Medali kaleng

STE sepi dari peserta dan ini sangat memprihatinkan tokoh wasit/hakim Hans Watuna asal Manembo-membo, Bitung, Sulawesi Utara. Meski tidak ditugaskan dan berada di Manado, Hans memberikan perhatian yang sangat tinggi dan sedih mendengar peserta hanya 32 petinju. “Panitia harus bisa memahami arti STE. Sekarang ini medali yang yang diberikan itu cuma “medali kaleng”, alias tidak jelas arahnya. Seharusnya seorang juara STE menjadi wakil Indonesia ke pertandingan internasional atau memegang hak tampil di arena Piala Presiden. Kalau tetap memegang “medali kaleng” tidak akan mengangkat gengsi STE dan akan ditinggalkan orang,” kata Hans Watuna.

Sementara Edison Areros, salah satu pelatih senior Sulawesi Utara, menganjurkan ke depan STE jangan diselenggarakan pada bulan Desember atau bulan Juni-Juli. “Bulan-bulan itu merupakan harga tiket yang sangat tinggi sehingga orang berpikir untuk mengirim petinju,” katanya di Manado, Jumat pagi (7/12).

Hasil pertandingan hari ke-2 STE XXXI/Makassar

Kelas 60 kg elite womens 5 ronde x 2 menit: Ester Kalayukin (Maluku) menang 9-2 melawan Agnes Datungsolang (Kalimantan Timur).

Kelas 56 kg elte mens 4 ronde x 3 menit: Julius Mauk (Jawa Tengah) menang 8-6 melawan Atris Neolaka (Nusa Tenggara Timur). Supriyadi (Kepulauan Riau) menang 12-6 melawan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).

Kelas 69 ke elite mens 4 ronde x 3 menit: Indra Faisal (Kalimantan Timur) menang 10-5 melawan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan). Kusdiono (Jawa Barat) menang 11-9 melawan Lodewijk Batlayeri (Maluku).

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, August 14, 2012

Olimpiade London 2012: Daftar Juara Olimpiade XXX/2012

Oleh: Finon Manullang


Juara kelas terbang ringan 49 kg:

1. Shiming Zou (Cina).

2. Kaeo Pongprayoon (Thailand).

3. Patrick Paddy Barnes (Irlandia) dan David Ayrapetyan (Rusia).

Juara kelas terbang 52 kg:

1. Robeisy Eloy Ramirez Carrazana (Kuba).

2. Tugstsogt Nyambayar (Mongolia).

3. Misha Aloian (Rusia) dan Michael John Joe Conlan (Irlandia).

Juara kelas kelas bantam 56 kg:

1. Lukas Campbell (Inggris).

2. John Joseph Nevin (Irlandia).

3. Lazaro Jorge Alvarez Estrada (Kuba) dan Satoshi Shimizu (Jepang).

Juara kelas ringan 60 kg:

1. Vasly Lomachenko (Ukraina).

2. Soonchul Han (Korea).

3. Yasnier Toledo Lopez (Kuba) dan Evaldas Petrauskas (Lithuania).

Juara kelas welter ringan 64 kg:

1. Roniel Iglesias Sotolongo (Kuba).

2. Denys Berinchyk (Ukraina).

3. Vicenzo Mangiacapre (Italia) dan Munkh-Erdene Uranchimeg (Mongolia).

Juara kelas welter 69 kg:

1. Serik Sapiyev (Kazakhstan).

2. Freddie Wiliam Evans (Inggris).

3. Taras Shelestyuk (Ukraina) dan Andrey Zamkovoy (Rusia).

Juara kelas menengah 75 kg:

1. Ryoto Murata (Jepang)

2. Esquiva Falcao Florentino (Brasil).

3. Anthony Osezua Ojo Agogo (Inggris) dan Abbos Atoev (Uzbekistan).

Juara kelas berat ringan 81 kg:

1. Egor Mekhontcev (Rusia).

2. Adilbek Niyazymbetov (Kazakhstan).

3. Yamaguchi Falcao Florentino (Brasil) dan Oleksandr Gvozdyk (Ukraina).

Juara kelas berat 91 kg:

1. Oleksandr Usyk (Ukraina).

2. Clemente Russo (Italia).

3. Tervel Venkov Pulev (Bulgaria) dan Teymur Mammadov (Azerbaijan).

Juara kelas berat super 91 kg ke atas:

1. Anthony Oluwafemi Yosua (Inggris).

2. Roberto Cammarelle (Italia).

3. Ivan Dychko (Kazakhstan) dan Magomedrasul Medzhidov (Azerbaijan).


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Sunday, August 12, 2012

Olimpiade London 2012: Hasil Pertandingan Semifinal

Oleh: Finon Manullang
Hari ke-14 ring tinju Olimpiade XXX/2012 London telah menyelesaikan seluruh pertandingan semifinal putra (elite men`s) dari kelas terbang ringan hingga kelas berat super. Partai semifinal berlangsung di ExCel, London, Jumat (10/8). Berikut hasilnya.
Partai semifinal kelas terbang ringan:
1. Shiming Zou (Cina) mengalahkan Patrick Paddy Barnes (Irlandia), poin 15-15.
2. Kaeo Pongprayoon (Thailand) menang 13-12 melawan David Ayrapetyan (Rusia).
Partai semifinal kelas terbang:
1. Tugstsogt Nyambayar (Mongolia) menang 15-11 melawan Misha Aloian (Rusia).
2. Robeisy Eloy Ramirez Carrazana (Kuba) menang 20-10 melawan Michael John Joe Conlan (Irlandia).
Partai semifinal kelas bantam:
1. John Joseph Nevin (Irlandia) menang 19-14 melawan Lazaro Jorge Alvarez Estrada (Kuba).
2. Lukas Campbell (Inggris) menang 20-10 melawan Satoshi Shimizu (Jepang).
Partai semifinal kelas ringan:
1. Vasly Lomachenko (Ukraina) menang 14-11 melawan Yasnier Toledo Lopez (Kuba).
2. Soonchul Han (Korea) menang 18-13 melawan Evaldas Petrauskas (Lithuania).
Partai semifinal kelas welter ringan:
1. Roniel Iglesias Sotolongo (Kuba) menang 15-8 melawan Vicenzo Mangiacapre (Italia).
2. Denys Berinchyk (Ukraina) menang 29-21 melawan Munkh-Erdene Uranchimeg (Mongolia).
Partai semifinal kelas welter:
1. Freddie Wiliam Evans (Inggris) menang 11-10 melawan Taras Shelestyuk (Ukraina).
2. Serik Sapiyev (Kazakhstan) menang 18-12 melawan Andrey Zamkovoy (Rusia).
Partai semifinal kelas menengah:
1. Esquiva Falcao Florentino (Brasil) menang 16-9 melawan Anthony Osezua Ojo Agogo (Inggris).
2. Ryoto Murata (Jepang) menang 13-12 melawan Abbos Atoev (Uzbekistan).
Partai semifinal kelas berat ringan:
1. Egor Mekhontcev (Rusia) menang 23-11 melawanYamaguchi Falcao Florentino (Brasil).
2. Adilbek Niyazymbetov (Kazakhstan) mengalahkan Oleksandr Gvozdyk (Ukraina), poin 13-13.
Partai semifinal kelas berat:
1. Oleksandr Usyk (Ukraina) menang 21-5 melawan Tervel Venkov Pulev (Bulgaria).
2. Clemente Russo (Italia) menang 15-13 melawan Teymur Mammadov (Azerbaijan).
Partai semifinal kelas berat super:
1. Anthony Oluwafemi Yosua (Inggris) menang 13-11 melawan Ivan Dychko (Kazakhstan).
2. Roberto Cammarella (Italia) menang 13-12 melawan Magomedrasul Medzhidov (Azerbaijan).
Untuk pertandingan final pertama akan berlangsung Minggu pukul 02.30 WIB. Ada lima partai masing-masing; kelas terbang ringan, kelas bantam, kelas welter ringan, kelas menengah, dan kelas berat.
Untuk pertandingan final kedua akan berlangsung Minggu pukul 19.30 WIB. Ada lima partai yang akan dipertandingkan; kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas berat ringan, dan kelas berat super.
Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.
 
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, August 10, 2012

Olimpiade London 2012: Claressa Shield Rebut Medali Emas bagi AS

Oleh: Finon Manullang

Luar biasa penampilan Claressa Maria Shields. Gadis muda berusia 17 tahun ini menjadi petinju Amerika Serikat satu-satunya yang berhasil merebut medali emas dari ring tinju Olimpiade XXX/2012 London. Dalam partai final kelas menengah di ExCel, London, Kamis (9/8) pukul 17.30 waktu setempat atau pukul 23.30 WIB, Claressa yang tercatat sebagai petinju termuda dalam sejarah olimpiade menghabisi impian petinju tua berusia 33 tahun sarat pengalaman Nadezda Torlpova dari Rusia. Torlpova dua kali juara Eropa dan sekali juara dunia.

Tinju wanita mencatat sejarah baru pertama kali dipertandingkan di olimpiade. Hanya tiga kelas yang dipertandingkan; kelas terbang 51 kg, kelas ringan 60 kg, dan kelas menengah 75 kg. Indonesia melalui PP Pertina sempat mengirim Warni Halawa (Riau) dan Magdalena Kambayong (Papua) mengikuti kualifikasi olimpiade di Cina, Mei 2012. Tetapi keduanya kandas di babak pertama.

Tinju pria Olimpiade London menandingkan 10 kelas, mulai kelas terbang ringan 49 kg hingga kelas berat super 91 kg ke atas. Di tinju pria, PP Pertina juga sempat berharap banyak kepada Julio Bria (Bali) kelas terbang dan Alex Tatontos (Sulawesi Selatan) kelas menengah. Sayang keduanya juga kandas pada pertandingan kualifikasi olimpiade di Baku, Kazakhstan, April 2012.



Punya pukulan mematikan

Sukses Claressa merebut medali emas telah menyelamatkan “muka’ Amerika dari kehancuran. Dari 12 petinju Amerika (9 elite men`s dan 3 elite women`s) yang mengikuti olimpiade hanya Claressa yang berhasil maju ke final dan menang.

Dalam menghadapi lawan yang lebih pengalaman, Claressa langsung menekan benteng pertahanan Torlpova. Namun mendapat perlawanan sengit sehingga tidak terelakkan partai ini menjadi begitu sangat mendebarkan. Claressa yang dimodali pukulan mematikan berhasil menutup pertandingan 4 ronde kali 2 menit ini dengan keputusan angka 19-12.

Claressa memang luar biasa. Bukan saja merebut medali emas olimpiade dalam usia 17 tahun, tetapi menjadi petinju olimpiade satu-satunya yang hanya sekali menderita kekalahan. Sampai kemenangan medali emas olimpiadenya, Claressa sudah mencatat 29 kemenangan dan sekali kalah ketika dihadang Savannah Marshall (Inggris) dalam pertandingan babak kedua Kejuaraan Dunia Tinju Wanita di Qinhuangdao, Cina, Mei 2012. Sebagai tambahan, Muhammad Ali merebut medali emas kelas berat ringan olimpiade tahun 1960 dalam usia 18 tahun. Sekarang Claresaa datang dalam usia 17 tahun merebut medali emas olimpiade dan akan menjadi bintang tinju yang hebat.



Perjalanan Claressa menuju emas Olimpiade XXX/2012 London:

1. Minggu, 5 Agustus 2012: Tidak bertanding karena tidak ada lawan (bye).

2. Senin, 6 Agustus 2012: Menang 18-14 melawan Anna Laurell (Swedia).

3. Rabu, 8 Agustus 2012: Menang 29-15 melawan Marina Volnova (Kazakhstan).

4. Kamis, 9 Agustus 2012: Menang 19-12 melawan Nadezda Torlpova (Rusia).



Juara tinju wanita kelas terbang 51 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Nicola Virginia Adams (Inggris).

2. Cancan Ren (Cina).

3. Chungneyjang Mery Kom Hmangte (India).

4. Marlen Esparza (Amerika Serikat).



Juara tinju wanita kelas ringan 60 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Katie Taylor (Irlandia).

2. Sofya Ochigawa (Rusia).

3. Mavzuna Chorieva (Tajikistan).

4. Adriana dos Santos Araujo (Brasil).



Juara tinju wanita kelas menengah 75 kg Olimpiade XXX/2012 London:

1. Claressa Maria Shields (Amerika Serikat).

2. Nadezda Torlopova (Rusia).

3. Marina Volnova (Kazakhstan).

4. Jinzi Li (Cina).



Malam nanti mulai pukul 19.30 WIB hingga pagi, pertandingan tinju pria akan menampilkan partai semifinal untuk semua kelas.

Pertandingan final pertama (kelas terbang ringan, bantam, welter ringan, menengah, dan berat) akan dilangsungkan Minggu (11/8).

Pertandingan final kedua (kelas terbang, ringan, welter, berat ringan, dan berat super) akan dilangsungkan Senin (12/8).

Jangan lewatkan.

Finon Manullang, menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.



Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Monday, July 9, 2012

Kolom Finon: Kejurnas Tinju Amatir Junior XVI/Youth XXVIII


Rebut 7 Medali Emas, DKI Juara Umum

Finon Manullang

DESA TRIDAYA, JAWA BARAT - Sempat bersaing ketat dengan Sumatera Utara, akhirnya DKI Jakarta berhasil merebut gelar terhormat, gelar juara umum, Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Junior XVI/Youth XXVIII. Sukses DKI ditentukan setelah dalam final dua hari berturut-turut (Jumat 6/7 dan Sabtu 7/7) mengumpulkan 7 medali emas. Sumatera Utara yang datang dengan kontingen terbesar (20 petinju putra dan putri) hanya merebut 5 medali emas dan menduduk tempat kedua.

Kejurnas berlangsung sejak 2 hingga 7 Juli 2012, yang dipusatkan di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulogadung, Jl Pemuda No. 17, Rawamangun, Jakarta Timur.

Pertandingan final disaksikan antara lain Ketua DPR-RI Marzuki Alie, Ketua Umum KONI Tono Suratman, Ketua Umum PP Pertina Reza Ali dan istri serta beberapa personalia PP Pertina yang ikut dalam kepanitiaan.

DKI juga berasil mengantar petinju kelas 52 kg Aldoms Sugoro sebagai petinju terbaik untuk kategori youth boys (remaja usia 17-18 tahun). Petinju Terbaik kategori junior boys (muda usia 15-16 tahun) direbut Lucky Hari dari NTT.

Partai final kelas 52 kg youth boys berlangsung cepat dan keras. Aldoms Sugoro ke luar dari sudut biru dan langsung melepasakan pukulan beruntun ke bagian kepala dan perut Jeriko Mensen Ballo (Nusa Tenggara Timur). Hanya dalam setengah ronde, pertandingan menjadi tidak berimbang. Wasit harus menghentikan pertandingan, demi keselamatan petinju. Tim medis, dr Widjanarso segera melompat ke dalam ring untuk memeriksa Ballo. Ternyata dia aman dari kemungkinan buruk, tetapi harus dipapah menuruni anak tangga ring. Kasihan dia. “Tidak apa-apa, ini bagian dari permainan tinju,” komentar mantan petinju nasional Hermensen Ballo. “Dokter menyatakan Jeriko Mensen Ballo sehat,” lanjut Hermensen Ballo.

Gelar petinju terbaik youth womens diberikan kepada Suzen Simangunsong (Sumatera Utara), yang dalam final menang 25-16 melawan Sri Natalia (Riau).

Gelar petinju terbaik junior boys diberikan kepada Devia Pertigana (Jawa Barat), yang dalam final menang 24-14 melawan Natasya Paat (Sulawesi Utara).

Beberapa partai final dari 26 kelas yang dipertandingkan, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan mengatongi 5 medali emas.

Berikut sejumlah hasil partai final:

Kaltim  Juara Kelas 42 kg junior girls
Bertanding dari sudut biru, Jumriati (Kalimanan Timur) berhasil merebut medali emas kelas 42 kg junior girls melalui pertandingan final yang berlangsung di GOR Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Sabtu siang (7/7). Jumriati mencatat kemenanan besar 51-21 melawan Nadia Oktaviani (Jawa Tengah).

Jateng  juara kelas 44 kg junior girls
Di kelas ini petinju Jawa Tengah Alimah Saputy berhasil mengalahkan Sintha Ramasari dari Sumbar dengan skor 16-11. Sementara di peringkat ketiga tercatat Anita Sari dari Kalimantan Timur.

Sumut juara kelas  46 kg junior girls
Petinju Sumatera Utara Rita Sihombing mencatatkan diri sebagai juara kelas 46 kg junior girls dengan menaklukkan petinju Aceh, Cut Naviis dengan skor 25-15, sekaligus berhak mengalungi medali emas.

Riau juara kelas 48 kg junior girls
Petinju andalan Riau, Herlina Kritawati berhasil menjadi yang terbaik dan merebut emas  kelas 48 kg junior girls setelah mengalahkan petinju DKI, Dita Nursabrina dengan kemanangan angka 28-17. Duduk di peringkat adalah petinju Kalimantan Selatan, Melinda Ismalasari.

Jabar juara 50 kg junior girls
Di kelas 50 kg junior girls, petinju Jawa Barat Divia Pertigana berhasil merebut medali emas dengan mengalahkan petinju andalan Sulawesi Utara, Natasia Paat dengan skor 24-14. Sementara medali perunggu akan dikalungkan pada petinju Riau, Jami Novitasari dan petinju Aceh Ayuni Fitria.

Jabar juara kelas 52 kg junior girls
Jawa Barat kembali mendulang medalai emas melalui petinjunya Inki Permatasari setelah mengalahkan petinju Aceh dengan kemangan RSC-I. Diperingkat tiga bercokol petinju Riau, Eka Fitri.

Sumut juara  45 kg youth girls
Petinju puteri Sumataera Utara berhasil menjadi pemenang di partai final 45 kg youth girls dengan menaklukan petinju Kalimantan Timur dengan kemenangan tipis  18-17. Di peringkat tiga ditempati oleh petinju Jabar, Siti Aisah dan petinju Kepulauan Riau Fenti Florentina.

Sumut juara  48 kg youth girls
Sumatera Utara kembali mendulang emas I kelas 48 kg youth girls melalui petinju berbakat Suzen R. simangunsong setelah menaklukkan petinju Riau, Sri  Natalia dengan skor cukup telak 27-8. Dua petinju perebut perunggu adalah Novianti Djojo dari Gorontalo dan Fita Mayangsari dari Sumbar.

Sulut juara 51 kg youth girls
Petinju Sulawesi Utara , Stella Mala, sukses mendulang medali emas di kelas 51 kg youth girls setelah mengandaskan petinju Jawa Tengah Nawa Inayah dengan kemenangan 23-4. Dua petinju peraih medali perunggu di kelas ini adalah Christie Indrie dari Jabar dan Novizar Maulina dari Sumatera Utara.
Bali juara 54 kg youth girls

Bali sukses merebut juara dan mengantungi medali emas melalui petinjunya Noni Ayu Lopo yang setelah menang RSC-I atas petinju Lampung, Vera Yunistiana di kelas 54 kg youth girls.

Riau juara 57 kg youth girls
Riau yang tengah mempersiapkan PON XVIII berhasil merebut medali emas kelas 57 kg youth girls setelah menumbangkan petinju Nusa Tenggara Barat, Nurhalimah dengan skor cukup telak 17-8.

Finon Manullang
Menulis dari Desa Tridaya, Jawa Bara


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, April 17, 2012

Kolom Finon: Kualifikasi Olimpiade, Tuan Rumah Rebut 3 Emas

Oleh: Finon Manullang

PP-PERTINA.COM – Tuan rumah kualifikasi olimpiade Kazakhstan bersama Cina berhasil merebut tiga medali emas. India secara luar biasa berhasil merebut dua medali emas. Uzbekistan dan Iran masing-masing merebut satu medali emas. Indonesia yang diwakili petinju kelas menengah Alex Tatontos dan petinju kelas terbang Julio Bria, tidak kebagian apa-apa. Alex langsung rontok di babak pertama dihajar petinju Malaysia. Julio kalah di tangan petinju Korea Utara.

Final kualifikasi olimpiade berlangsung di kota Astana, Kazakhstan, Kamis (12/4), yang dimulai pukul dua siang. Final menampilkan seluruhnya 10 partai.

Hasil pertandingan final selengkapnya, Kamis (12/4).

Kelas layang 49 kg: Birzhan Zhakipov (Kazakhstan) menang 16-11 melawan Naoya Inaoue (Jepang).

Kelas terbang 52 kg: Illyas Suleimenov (Kazakhstan) menang 18-14 melawan Tugstsogt Nyambayar (Mongolia).

Kelas bantam 56 kg: Shiva Thapa (India) menang 18-11 melawan Wessam Salamana (Siria).

Kelas ringan 60 kg: Daniyar Yeleussinov (Kazakhstan) menang WO melawan Serdar Hudayberdiyev (Turkmenistan).

Kelas welter ringan 64 kg: Qiang Liu (Cina) menang 15-11 melawan Charly Suarez (Filipina).

Kelas welter 69 kg: Maimaititue Rsun Qiong (Cina) menang RSC-1 melawan Byamba Tuvshinbat (Mongolia).

Kelas menengah 75 kg: Abbos Atoev (Uzbekistan) menang 4-3 melawan Nursahat Pazziyev (Turkmenistan).

Kelas berat ringan 81 kg: Simut Sangwan (India) menang 14-9 melawan Dzhakon Qurbanov (Tajikistan).

Kelas berat 91 kg: Ali Mazaheri (Iran) menang 14-11 melawan Mohammad Ghossoun (Siria).

Kelas berat super 91 kg atas: Zholei Zhang (Cina) menang 10-6 melawan Soumar Ghosoun (Siria).

Finon Manullang
Dari Desa tridaya, Jawa Barat.

(Maaf bang Finon... saya barusan dari Makassar, di hotel tempat sayak menginap tidak adak internetnya.... apak katak duniak... :)

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Friday, March 30, 2012

Kolom Finon: Hasil Pertandingan Final Piala Wapres I/2012

Laporan Finon Manullang

Elite Men (Putra)

Rahmat Taubat Juara Kelas Layang
Petinju kelas layang 49 kg Rahmat Taubat (Sumatera Barat) secara luar biasa berhasil merebut medali emas, setelah menang 14-7 melawan Musa Cahyadi (Jawa Tengah). Pertandingan final berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2012.
Sepanjang pertandingan 3 ronde, kedua petinju menyuguhkan permainan menyerang. Musa yang lebih pengalaman tertinggal angka dan gagal memenangkan pertandingan. “Dia (Musa Cahyadi) petinju hebat. Tapi itulah tinju, kesiapan dan semangat tanding ikut menentukan kemenangan,” komentar Ketua Pengprov Pertina Sumatera Barat, Tobi Tobing. “Hari ini Rahmat Taubat main bagus. Kami bangga,” lanjut Tobi Tobing, mantan petinju kelas welter.
Musa Cahyadi ditangani pelatih senior Musmar Sutan. Musa adalah petinju muda usia 20 tahun yang sedang melejit. Prestasinya adalah juara nasional 2010 Aceh, juara STE 2011, dan juara Pra PON I 2011 NTB. “Kondisinya lagi turun,” kata Musmar Sutan, abang Sutan Rambing, mantan pelatih Chris Juara.

Alberto Alfons Juara Kelas Terbang
Alberto Alfons (Jawa Barat) bertarung terlalu semangat sampai akhirnya menang 15-4 melawan Eduardo Limaheking (Papua Barat), dalam final kelas terbang 51 kg. Alberto bertanding dari sudut merah tidak membiarkan lawan masuk menyerang. Dengan cerdas Alberto melepaskan pukulan kiri-kanan dan dibalas lawan. Tidak ada petinjun yang goyah akibat kena pukulan. Kedua petinju sama-sama bertahan. “Kemenangan Alberto Alfons sangat memuaskan kami,” komentar pelatih Jawa Barat, James Makawimbang.

Beatus Neolaka Juara Kelas Bantam
Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) berhasil memenuhi janji menaklukkan petinju kidal Dadan Amanda (Jawa Barat) melalui angka tipis 10-9. Kedua petinju bertarung 3 ronde penuh dalam kelas bantam 56 kg, yang banyak diwarnai rangkulan, banyak saling memukul tetapi banyak tidak mengenai sasaran, dan banyak pelanggaran. Pada ronde 1, kedudukan 2-2, ronde 2 7-3, ronde 3 10-9.

Pertandingan meningkat panas memasuki ronde kedua. Sama-sama infight dan sama-sama sekali mendapat peringatan berupa pemotongan angka (warnnings). Kemenangan tipis yang diperoleh Beatus Neolaka dapat diterima kubu Dadan Amanda.

Arenaldo Moniaga Juara Kelas Ringan
Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) sukses merebut medali emas kelas ringan 60 kg, setelah dalam final menang tipis 7-6 melawan Abniel Yulius Daniel (Nusa Tenggara Timur).
Kemenangan Arenaldo sah bagi dewan juri tetapi tidak bagi kubu Abniel Daniel, yang menganggap Arenaldo tidak pantas disebut sebagai pemenang. Daniel dianggap jauh lebih pantas memenangkan partai final kelas ringan, karena pada ronde ketiga Arenaldo dua kali jatuh dan dua kali mendapat hitungan dari wasit. Arenaldo juga terjatuh menjelang bel berbunyi tetapi dianggap sebagai terpeleset.

Arenaldo Moniaga meningalkan ring pertandingan dengan sangat pahit. Selain kemenangannya dianggap berbau kontroversial, dia juga harus menderita ciderah bahu kanan yang sangat parah. “Kasihan dia (Arenaldo Moniaga) tangannya patah,” komentar sang ayah, Ferry Moniaga mantan juara Asia kelas bantam.

Vinky Montolalu Juara Kelas Welter Ringan
Petinju nasional Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) merebut medali emas kelas welter ringan 64 kg, setelah menang 18-12 melawan Anto Siringo-Ringo (Jambi). Selama pertandinagn 3 ronde kali 3 menit, keduanya cenderung menyerang. Anto Siringo-Ringo yang bertekad menaklukkan lawan terlihat kalah keras. Vinky banyak mengumpulkan angka melalui serangan cepat keras dan masuk.

Taufan Paransa Juara Kelas Welter
Mantan petinju pelatnas SEA Games lalu Taufan Paransa (Papua) memang 9-6 melawan Charles Kantiaga (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama, Taufan dapat menguasai lawan tetapi sulit memasukkan pukulan dengan baik dan benar sehingga angka yang diperoleh tidak sampai 10. Pertandingan berjalan biasa-biasa saja, meski keduanya mengaku sudah berjuang habis-habisan. “Setiap aku mau melepaskan pukulan, eh dia (Charles Kantiago) merapat. Jadi sulit dapat poin,” kata Taufan Paransa.

Toar Sompotan Juara Kelas Menengah

Petinju sarat pengalaman dan langganan pelatnas Toar Sompotan (Sulawesi Utara) menang 11-8 melawan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama dimulai, penonton di bagian tribun belakang dewan juri sudah dengan sengaja memancing suasana panas. Sebagian menyebut “Toar, Toar, Toar!!!” Sebagian mendukung Erico Amanupunyo.

Tontonan yang terlihat menjadi tidak enak. Emosi membuat serangan dari masing-masing petinju banyak tidak mengenai sasaran. Pelanggaran dengan menyikut lawan diperlihatkan Erico Amanupunyo. Toar menekan bagian leher lawan. Keduanya sama-sama mendapat peringatan dari wasit. Pada ronde terakhir, Toar bermain lebih cepat dan mendaratkan pukulan kiri-kanan ke bagian muka dan perut lawan. Untung saja Erico cepat merapat dan merangkul sehingga terhindar dari kemungkinan jatuh di sudutnya sendiri, sudut biru.

Terima kasih, Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Wednesday, March 28, 2012

Kolom Finon: Hasil Pertandingan Tinju Piala Wapres (Semi Final)

Arenaldo Moniaga Ditantang Apniel Daniel

Mantan petinju terbaik kelas bantam nasional Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) maju ke babak final kelas ringan Turnamen Tinju Amatir Piala Wapres I/2012. Arenaldo, 27 tahun, menang 15-3 melawan Eggi Herwandi (Riau), dalam pertandingan semifinal di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 27 Maret 2012. Pertandingan semifinal disaksikan cukup lumayan penonton termasuk Menpora Andi Mallarangeng.

Dalam final, Kamis 29 Maret 2012, Arenaldo ditantang lawan lamanya Apniel Daniel (Nusa Tenggara Timur), yang dalam semifinal lainnya menang 16-9 melawan petinju SEA Games dua kali Matius Mandiangan (Sulawesi Utara). Kemarin Daniel berhasil menekan pertahanan Matius lewat semangat pantang mundur dan sekali menjatuhkan lawan kemudian dihitung wasit. Mandiangan berdiri meneruskan pertandingan tetapi kanan kanannya terkilir sehingga sulit mengejar ketinggalan dan kalah.

“Saya tunggu dia (Apniel Daniel) di final,” kata Arenaldo Moniaga, yang mengelolah usaha rumah makan dan fitness di Bali. “Saya mau sekali lagi (mengalahkan Daniel). Dulu (dalam semifinal Pra PON I/2011 NTB) saya menang. Dia pasti sudah tahu kekuatan saya, tetapi saya sudah lebih tahu soal dia,” komentar Arenaldo Moniaga, putra juara Asia kelas bantam Ferry Moniaga.

VINKY MONTOLALU

Dalam kelas welter ringan Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) maju ke final dan akan berhadapan dengan Anto Siringo-Ringo (Jambi). Dalam semifinal kemarin, Vinky menang 29-9 melawan Sartip Nap (Papua). Anton menang 12-11 melawan Eyeskhiel Alona (Nusa Tenggara Timur).
“Vinky akan bertarung rapat dan itu dapat merusak Siringo-Ringo. Pukulan Vinky sangat keras,” kata pelatih Husni Ray.
Anto Siringo-Ringo, pemegang medali perak kelas ringan PON XVII/2008 Kalimantan Timur, tidak gentar dengan kerasnya pukulan Vinky. Siringo-Ringo berjanji pulang ke Jambi dengan medali emas.

TAUFAN VS CANTIAGO
Final kelas welter akan menampilkan Taufan Paransa (Papua) melawan Charles Cantiago (Sulawesi Selatan).
Kemarin dalam semifinal Taufan menang 9-7 melawan Daniel Pasaribu (Sumatera Utara). Sedangkan Charles menang 15-9 melawan Mifta Rivai Lubis (Sumatera Barat).

TOAR SOMPOTAN
Dalam final kelas menengah, Toar Sompotan (Sulawesi Utara) akan berhadapan dengan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan). Kemarin dalam semifinal, Sompotan menang RSC ronde 3 melawan Eko Hardianto (Riau). Sedangkan Amanupunyo menang 9-5 melawan Agus Firmansyah (Kalimantan Barat).
Partai tinju wanita kelas terbang 51 kg, Novita Sanadia (Sulawesi Utara) mengalahkan Sri Defisma Fose (Nusa Tenggara Timur) melalui putusan angka 15-13. Dalam final Novita ditantang Warni Hawala (Jambi) yang kemaren menang telak 22-9 melawan Ferniwati Lase (Jawa Tengah).

Hari ini, Rabu, 27 Maret, istirahat (rest day). Seluruh pertandingan final akan berlangsung Kamis, 29 Maret 2012, mulai pukul 2 siang hingga malam. Partai final tidak dikenai pungutan uang apa pun alias bebas masuk. Final akan disaksikan sekaligus ditutup oleh Wapres Boediono.

Terima kasih.

Finon Manullang, maju terus tinju Indonesia, baik amatir maupun pro.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, March 27, 2012

Kolom Finon: Hasil Piala Wapres

Senin, 26 Maret 2012

Dari Desa Tridaya, Jawa Barat

Pengantar:
Teman-teman sahabat tinju yang saya muliakan di seluruh Tanah Air, mohon maaf jika berita tinju Piala Wakil Presiden tiba tidak dalam suasana yang pas, atau bahkan kurang menyenangkan barangkali. Tetapi, tetaplah setiap membuka email.

Jujur, beritanya kurang lengkap. Saya tidak bisa meliput langsung di arena pertandingan. Bahan saya peroleh dari narasumber asli dan tentunya semua tulisan itu berkat adanya kerja sama yang luar biasa dari Saudara Diapari Sibatangkayu. Beliau sahabat baru saya. Kami sama-sama di Humas PP Pertina 2012-2016.

Berkat bantuan rekan Diapari Sibatangkayu, saya bisa menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat.
Sebenarnya, jujur saja, saya sakit. Parah sekali. Meriang keringan dingin sejak pembukaan, Sabtu, 24 Maret 2012, saya sudah kena. Saya ke arena pertandingan dan beberapa jam kemudian mohon izin pulang.
Sudah dua hari maunya istirahat total. Tetapi dasar bandel, tetap saja kerja menulis tentang tinju.
Terimakasih.

Partai Final Kelas Bantam 56 Kg:
Dadan Amanda Vs Beatus Neolaka
Dadan Amanda (Jawa Barat) dan Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) sama-sama maju ke final kelas bantam 56 kg Turnamen Tinju Piala Wakil Presiden I/2012. Partai final akan berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2012.
Dalam partai semifinal kelas bantam kemarin, Senin, 26 Maret 2012, Dadan mencatat kemenangan angka 12-9 melawan Dicky Darouw (Jambi). Dadan langsung masuk menguasai lawan dan unggul di ronde pertama. Ronde kedua dan ketiga, Dadan sempat emosi karena lawan berusaha keras menjatuhkan Dadan.

Sementara, Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) menang 15-7 melawan Julius Muak (Jawa Tengah). “Neolaka sudah pernah mengalahkan Dadan dalam Pra PON I di Mataram, makanya dia tidak lolos PON,” kata Hermensen Ballo, pelatih Neolaka. Dadan bisa ikut PON XVIII/2012 Riau setelah menguikuti seleksi Pra PON II di Biak, Oktober 2011.
“Di Mataram kalah tipis. Nanti Dadan balas dalam final Piala Wapres,” komentar Jamen Makawimbang, pelatih Dadan.

Hasil Pertandingan Senin, 26 Maret.

Kelas layang 49 kg semifinal:
Musa Cahyadi (Jawa Tengah) menang 62-61 (12-12) melawan Togap Purba (Riau).
Rahmat Taubat (Sumatera Barat) menang 10-7 melawan Cornelis (Bali).

Kelas terbang 52 kg semifinal:
Alberto Alfons (Jawa Barat) menang 13-10 melawan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).
Edoardo Limaheking (Papua Barat) menang 12-9 melawan Octavianus Yowei (Papua).

Kelas bantam 56 kg semifinal:
Dadan Amanda (Jawa Barat) menang 12-9 melawan Dicky Darrow (Jambi).
Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) menang 15-7 melawan Julius Muak (Jawa Tengah).

Kelas welter ringan 64 kg:
Yeheskiel Alona (Nusa Tenggara Timur) menang undur diri pada ronde ketiga melawan Abdul Halim (Sumatera Barat).
Anto Siringo-Ringo (Jambi) menang 17-2 Agus Ralin (Nusa Tenggara Barat).

Kelas welter 69 kg:
Mifta Rivai Lubis (Sumatera Barat) menang 86-51 (11-11) melawan Victor Ginting (Jawa Tengah).
Charles Kantiago (Sulsel) menang 13-8 melawan Kusdiono (Jawa Tengah).

Itu dulu laporannya. Semoga senang membacanya dan majulah tinju Indonesia.

Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Monday, March 26, 2012

Kolom Finon: Hasil Tinju Piala Wapres I/2012

Finon Manullang Melaporkan Dari Desa Tridaya, Jawa Barat.


Dadan Amanda Mengalahkan Adrianus Salamisi
Matius Mandiangan Mengalahkan Ralin Lumoly

Petinju kidal sarat pengalaman Dadan Amanda (Jawa Barat) tiga kali jatuh sebelum akhirnya memetik kemenangan angka sangat mutlak 28-13 melawan Adrianus Salamisi (DKI Jakarta). Kedua petinju bertarung habis-habisan sepanjang tiga ronde dalam partai kelas bantam 56 kg elite men (putra), di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 25 Maret 2012.
Sebelum menang angka mutlak, Dadan hampir saja habis total. Pada ronde kedua, Dadan jatuh akibat kena pukulan terlarang bagian bawah. Wasit melakukan hitungan, Dadan segera bangkit sehingga lawan kena potongan angka (warning).

“Dadan maunya tidak bangun sampai hitungan sepuluh habis supaya menang diskualifikasi. Tetapi saya teriak tidak baik begitu. Ayo bangun dan dia berdiri,” kata pelatih James Makawimbang, mantan juara kelas ringan nasional.

Memasuki ronde ketiga, terakhir, seolah neraka bagi Dadan Amanda, pemegang medali emas PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Adrianus Salamisi masuk menyerang mengejar ketinggalan dan berhasil menjatuhkan Dadan sampai mendapat hitungan dari wasit. Adrianus yang menyadari tertinggal angka cukup jauh, terus masuk melepaskan long hook mengenai dagu membuat Dadan kembali terjatuh dan dihitung wasit. Tidak lama bel berbunyi tanda pertandingan sudah berakhir. Dadan Amanda selamat dari kemungkinan terburuk.
“Sekali lagi Dadan jatuh, maka RSC. Sayang Adrianus Salamisi terlalu bernafsu sehingga dengan mudah dapat dihindari lawan,” komentar pelatih Husni Ray, mantan raja kelas terbang layang 45 kg nasional.

Hari ini, Senin, 26 Maret 2012 ditempat yang sama dalam partai semifinal kelas bantam, Dadan Amanda akan berhadapan dengan Dicky Darrow (Jambi), yang mengalahkan Andri Amanupunyo (Sulawesi Selatan).

MANDIANGAN MENANG
Dalam kelas ringan 60 kg elite men (putra) tadi malam Matius Mandiangan (Sulawesi Utara) menang 11-7 melawan Ralin Lumoly (Maluku). Mandiangan yang bertanding dengan tangan kidal, terlihat lebih tenang daripada Ralin yang sangat berambisi menghabisi lawan. Mandiangan mengumpulkan angka lewat serangan panjang karena memiliki jangkauan lebih baik.
Kemenangan Mandiangan disambut gembira oleh pelatihnya seperti Husni Ray. Sementara pelatih Ralin, Agus Titaley kecewa sekali. Dia tidak puas atas kekalahan petinjunya karena semula sudah menyusun strategi untuk menaklukkan Mandiangan. Agus berharap lain waktu Ralin dapat mengalahkan Mandiangan.

Hasil lain Minggu 25 Maret 2012:

Kelas layang 49 kg elite men (putra):
1. Musa Cahayadi (Jawa Tengah) menang 14-8 melawan Franky Latuperissa (Maluku Utara) 14-8.
2. Togap Purba (Riau) menang 16-6 melawan Nico da Costa (Sumatera Selatan).
3. Rahmat Taubat (Sumatera Barat) menang 18-6 melawan Vicky Nanlohy (Banten).
4. Conelis Kawangu (Bali) menang 15-9 melawan Valens Ngarbingan (Maluku).
Kelas terbang 52 kg elite men (putra):
1. Alberto Alfons (Jawa Barat) menang 27-3 melawan Jerry Tousita (Banten).
2. Carles Tungga (Nusa Tenggara Timur) menang 16-6 melawan Nico Dwi M (Jogjakata).
3. Eduardo Limaheking (Papua Barat) menang 15-15 melawan Adi Mulya (Aceh).
4. Octavianus Yowei (Papua) menang 19-9 melawan Hendra (Malaku Utara).
Kelas bantam 56 kg elite men (putra):
1. Dadan Amanda (Jawa Barat) menang 28-13 melawan Adrianus Salamisi (DKI).
2. Dicky Darrow (Jambi) menang 15-8 melawan Andri Amanupunyo (Sulawesi Selatan).
3. Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) menang 16-10 melawan Dominggus (Riau).
4. Julius Mauk (Jawa Tengah) menang 31-14 melawan Manuel Maker (Papua).
Kelas bantam 54 kg elite women (putri):
1. Marican Purba (Riau) menang 12-9 melawan Yunike Busira (Papua Barat).
2. Norbertha Tajum (Papua) menang RSC ronde II melawan Sri Gayatri (Sumatera Utara).
Kelas ringan 60 kg elite men (putra):
1. Matius Mandiangan (Sulawesi Utara) menang 11-7 melawan Ralin Lumoli (Maluku).
2. Abniel Daniel (Nusa Tenggara Timur) menang 18-9 melawan Barce Tibalimeten (Jawa Barat).
3. Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) menang 15-3 melawan Dedi Sihaholo (Sumatera Barat).
4. Eggi Herwandi menang 5-2 melawan Samuel Hermanto (Jogjakarta).

Terimakasih.
Finon Manullang, Desa Tridaya, Jawa Barat
Senin, 26 Maret 2012.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Thursday, March 15, 2012

Berita Amatir

Berita Tinju Finon Manullang - Humas PP Pertina
Menulis dari Desa Tridaya, Jawa Barat
Edisi Kamis, 15 Maret 2012
========================================================
Wasit/hakim Hermanto Ginting
Besok Menuju Mongolia

DESA TRIDAYA, 15 MARET 2012 - Hermanto Ginting (47), wasit/hakim AIBA (Persatuan Tinju Amatir Internasional) asal Pertina Kalimantan Selatan, menjadi wakil Indonesia satu-satunya dalam kejuaraan Asia tinju wanita di Ulaanbaatar, Monggolia, 19-26 Maret 2012.
“Saya berangkat atas biaya AIBA. Saya terpilih dan siap menjalankan tugas wasit/hakim dengan baik. Saya di sana harus bisa menjaga nama baik Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia),” kata Hermanto Ginting kepada Humas PP Pertina Finon Manullang melalui percakapan telepon di Banjarmasin, Kamis, 15 Maret 2012.

Hermanto Ginting akan meninggalkan Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Berikut jadwalnya:

1. Jumat, 16 Maret 2012: Pukul 22.30 menuju Beijing, Cina.
2. Sabtu, 17 Maret 2012: Pukul 06.55 tiba di Beijing.
3. Sabtu, 17 Maret 2012: Pukul 11.30 meninggalkan Beijing menuju Ulaanbaatar, Mongolia.
4. Sabtu, 17 Maret 2012: Pukul 14.00 tiba di Ulaanbaatar.
5. Minggu, 18 Maret 2012: Mengikuti Penimbangan Umum.
6. Senin, 19 Maret 2012: Pertandingan pertama di mulai.
7. Senin, 26 Maret 2012: Meninggalkan Mongolia kembali ke Indonesia.
Hermanto Ginting yang menolak masuk personalia PP Pertina 2012-2016 menjelaskan , dirinya menjadi wasit/hakim netral dari Asia Tenggara. Indonesia tidak mengirim petinju. Seluruh biaya perjalan dan akomodasi ditanggung AIBA. Berdasarkan aturan AIBA, honor wasit/hakim harus dibayar 50 dollar AS atau sekitar Rp 450.000 per hari. Hermanto Ginting yang menolak disebut terlibat kelompok “Serangan Fajar” (sebutan bagi wasit/hakim Pertina yang suka meneria uang di sekitar arena pertandingan), akan bertugas selama 8 hari. Tinggal hitung berapa honor yang akan dibawa pulang ke Indonesia.

Hermanto Ginting sampai sekarang tetap dipercaya dan bisa disebut sebagai langganan AIBA dalam berbagai pertandingan resmi seperti President`s Cup XXI/2011 Jakarta dan SEA Games XXVI/2011 Palembang.

Drs Hermanto Ginting, M.Pd lahir di Aceh, 17 Januari 1965. Bekerja di BPPNIR VI/Kalimantan Selatan. Merebut medali perak pencaksilat Kejurnas/Pra PON 1988 Surabaya. Pria berkumis tebal ini sudah mencatat rekor empat kali sebagai wasit/hakim PON, yang dimulai dari PON XIV/1996 Jakarta, PON XV/2000 Surabaya, PON XVI/2004 Palembang, dan PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Bila dipanggil tugas PON XVIII/2012 Riau mendatang, maka Hermanto Ginting mencatat rekor lima kali memimpin pertadingan tinju PON. Luar biasa.

Bagi Hermanto Ginting, ini bukan perjalan pertama ke luar negeri tetapi yang pertama ke Mongolia. Mongolia terletak antara Siberia, Rusia di utara dan Cina di selatan. Negeri ini di abad ke-13 terkenal dan besar di bawah pimpinan Kubilai Khan.

Mongolia membuat kejuatan luar biasa ketika secara tidak diduga-duga berhasil merebut satu medali emas dari cabang tinju Olimpiade XXIX/2008 Beijing, Cina. Melalui kepalan Badar-Uugan Enkhbat, Mongolia merebut medali emas olimpiade yang sangat bersejarah, setelah dalam final kelas bantam menang 16-5 melawan petinju tangguh asal Kuba, Yankiel Leon Alarcon.

Congratulations on your success, selamat atas keberhasilan Anda.
(Finon Manullang)

Jadwal Lengkap Turnamen
Tinju Amatir Piala Wakil Presiden

DESA TRIDAYA, KAMIS, 15 MARET 2012 - Ketua Umum PP Pertina Reza Ali memastikan turnamen tinju Piala Wakil Presiden yang pertama akan berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

“Persiapan sudah matang, karena saya melihat panitia kerja maksimal. Saya salut,” puji Reza Ali, Kamis pagi, 15 Maret 2012.
Piala Wakil Presiden akan diikuti sekitar 125 petinju dari 26 provinsi. Bisa dipastikan peserta akan didominasi petinju lolos PON.
PON XVIII dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 20 September 2012 di GOR Tengku Pangeran, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

“Piala Wakil Presiden kembali akan menghidupkan kelas bawah (kelas 45 putra dan kelas 46 putri yang sudah dihapus). Piala Wakil Presiden juga sebagai ajang seleksi untuk petinju putri ke London (Olimpiade XXX/London 2012). Ini kesempatan penting. Silakan bertanding. Junjung tinggi motto Pertina Satria di dalam dan di luar ring,” ajak Reza Ali, yang juga anggota DPR-RI Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat.

Jadwal lengkap Piala Wakil Presiden:
Kamis, 22 Maret 2012: Kedatangan peserta. Panitia menyediakan kendaraan menjemput seluruh peserta di Bandara Soekarno-Hatta. Peserta dibawa langsung menuju penginapan di sekitar arena pertandingan Gedung POPKI, Cibubur. Sejak pagi, Joni Sabuk dan Syarifudin Lado sudah mulai bekerja memasang ring tinju.
Jumat, 23 Maret 2012: Pukul 08.00 Penimbangan Umum. Seluruh peserta wajib menjalani timbang badan dan pemeriksaan kesehatan. Setiap petinju wanita wajib memberikan laporan tertulis bahwa yang bersangkutan tidak sedang hamil. Kemudian diteruskan dengan undian (drawing) dan penyegaran wasit/hakim yang akan dipimpin Ketua Bidang Wasit/hakim PP Pertina Drs Agung Samsul Hadi dari Surabaya dan Drs Warta Ginting dari Tangerang.
Sabtu, 24 Maret 2012: Pukul 14.00 Pertandingan pertama dimulai. Jika tidak ada halangan akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI. Pukul 17.30 istirahat. Pukul 19.00 pertandingan diteruskan hingga pukul 23.00. Tinju amatir melarang ada pertandingan setelah pukul 11 malam dan berlaku di seluruh dunia.
Minggu, 25 Maret hingga Selasa, 27 Maret 2012: Pertandingan dimulai setiap pukul 14.00 dan diteruskan mulai pukul 19.00 hingga selesai pukul 23.00.
Rabu, 28 Maret 2012: Istirahat (day of rest), tidak ada pertandingan.
Rabu, 28 Maret 2012: Pukul 08.00 berlangsung Mukernas Pertina di Hotel Kartina Chandra, Jakarta. Peserta 33 Pengprov Pertina dari seluruh Indonesia.
Kamis, 29 Maret 2012: Pukul 14.00-23.00 pertandingan final Piala Wakil Presiden tinju putra dan putri sekaligus pembagian medali dan pengumuman juara umum dan Petinju Terbaik (The Best Boxer). Saat pertandingan berlangsung, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman akan melantik Pengurus Pusat Pertina 2012-2016.
Jumat, 30 Maret 2012: Kepulangan peserta. See you in the next opportunity, sampai jumpa pada kesempatan mendatang.
(Finon Manullang)

Besok, Panitia ke Kantor Wakil Presiden

DESA TRIDAYA, KAMIS, 15 MARET 2012 - Panitia Turnamen Tinju Piala Wakil Presiden I/2012 Jakarta akan bertemu dengan pihak Protokoler Wakil Presiden di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Maret 2012, pukul 10 pagi.
Rombongan terdiri dari Yoyo Arifardhani (Ketua Panitia), Finon Manullang (Manajer Pemberitaan), Martinez dos Santos (Wakil Bendahara), Syarifudin Lado (Bagian Perlengkapan Ring).
Pertandingan tinju putra dan putri Piala Wakil Presiden akan berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, 24-29 Maret 2012. Wakil Presiden RI Boediono dijadwalkan datang menghadiri pertandingan hari pertama, Sabtu, 24 Maret 2012 pukul 2 siang.
Sementara, Sri Budi Santoso selaku Kepala Program MNC, menjelaskan MNC Channel akan melakukan liputan ke arena pertandingan pada saat pembukaan yang akan dihadiri Wakil Presiden dan pertandingan final.
Selama pertandingan berlangsung, mulai pembukan 24 hingga final 29 Maret 2012, tidak dikenai pungutan apa-apa alias bebas masuk.
Mari datang menyaksikan pertandingan tinju amatir terbaik saat ini. Dukung sampai habis dan terima kasih.
(Finon Manullang - Humas PP Pertina)


Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Surat dari Finon Manullang

Saya terima email dari Bang Finon Manullang, kolumnis tinju senior. Setelah membaca tulisan ini, beliau tergerak untuk menerbitkan kembali Majalah Ronde secepatnya. Jadi yang ingin berlangganan Majalah Ronde, silakan e-mail Bang Finon Manullang finon1999@yahoo.com - tentunya diharapkan bisa berlangganan secara komersial, supaya Majalah Ronde bisa hidup terus.
-----------

Kepada Yth
Saudaraku Jeffrey Pamungkas
Sahabat Tinju Sejati

Salam Tinju.
Saya sudah membaca tulisan Boxing-Indonesia tentang Majalah Tinju Indonesia, edisi Rabu, 14 Maret 2012. Terima kasih, ternyata perhatian Anda sejauh itu.

Jujur, saya hampir menangis membaca tulisan tersebut. Anda dengan sengaja menggugah perasaan saya. Dengan sengaja Anda menulis nama mendiang Setijadi Laksono, orang yang paling berjasa dalam mendorong saya untuk tetap setia berkecimpung dalam dunia tinju.
Memang, sejak tahun 1990, Majalah Tinju Indonesai sudah lempar handuk. Menyerah tidak bisa terbit. Itu terjadi sejak saya mengampil keputusan berpisah dengan Setijadi Laksono dan bergabung dengan Valens Doy, guru saya dalam dunia menulis. Almarhum Valens Doy “membajak” saya dari tangan Setijadi Laksono tanpa transfer. Kemudian bergabung dengan Harian Surya Surabaya.

Majalah Tinju Indonesia menyisahkan sekarung kenangan. Manis dan pahit telah saya alamai, termasuk harus menempati kamar tidur persis dua meter di depan kandang kuda milik Setijadi Laksono. Bauknya minta ampun. Biar tiap hari dimandiin, bauknya ke mana-mana. Itulah kuda.
Bersama mendiang Setijadi Laksono saya telah menangani Majalah Tinju Indonesia selama lima tahun di Jalan Kali Kepiting 132, Surabaya. Majalah Tinju Indonesia habis alias tutup karena keuangan memburuk.

Sejak 12 tahun lampau, atau sejak 17 Agustus 2001, dengan modal hanya Rp 400 ribu uang kes di kantong, saya menerbitkan Tabloid RONDE, yang kemudian saya ganti menjadi Majalah RONDE, sampai sekarang. Tetapi, nasib Majalah RONDE nyaris sama dengan Majalah Tinju Indonesia, keuangan tercabik-cabik. Maklum, majalah ini hampir 75% gratis saya bagi ke orang-orang tinju di Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke.

Dengan susah payah saya harus mempertahankan Majalah RONDE, sampai akhirnya bertemu dengan Richard Engkeng. Majalah RONDE bisa bertahan sampai tahun 2010. Tahun 2011 saya melahirkan Majalah R.E.BOXING, yang keuangannya ditolong oleh Richard Engkeng. Mengingat biaya percetakan mahal, maka Majalah R.E. BOXING sengaja terbit dua bulan sekali.
Tulisan di BOXING-INDONESIA sungguh telah menggugah perasaan saya, juga telah ikut mendorong semangat untuk sebuah keputusan berani menerbitkan Majalah RONDE.
Tidak lama lagi atau akhir Maret 2012 Majalah RONDE akan terbit dengan penambahan dari 32 halaman menjadi 50 halaman. Penambahan halamnan untuk memenuhi kebutuhan berita tinju secara nasional.

Jika Majalah RONDE terbit, saya pastikan Anda Saudaraku Jeffrey Pamungkas akan menjadi orang pertama yang akan menerima. Mudah-mudahan Majalah RONDE terbaru bisa Anda peroleh tepat waktu, tetapi semua tergantung TIKI apakah pengirimannya lancar atau terlambat.

Majalah RONDE terbaru akan saya disebar selama pertandingan tinju amatir Piala Wakil Presiden di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. Pembukaan pukul 2 siang, Sabtu 24 Maret 2012. Final Kamis, 29 Maret 2012, mulai siang sampai malam.
Siapa saja yang datang ke sana, akan mendapat Majalah RONDE terbaru. Saya jamin tidak ada pungutan uang alias seperti biasa saya persembahankan secara GRATIS.

Terakhir, bagi saya Anda Saudaraku Jeffrey Pamungkas adalah seorang penulis tinju muda yang punya komitmen kuat menulis tentang tinju tanpa harus dibayar.

Terima kasih, untuk waktu dan perhatian Anda telah membaca tulisan ini; dari lubuk hati paling dalam Finon Manullang.

Desa Tridaya, Jawa Barat.
Kamis, 15 Maret 2012.
Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

Tuesday, December 6, 2011

Kolom Finon: Agenda Tinju Amatir Nasional

1. Kejurnas/Pra PON: 11 - 16 Desember 2011, di Padang

2. Sarung Tinju Emas XXXI: 17 - 22 Desember 2011, di GOR Flobamora, Kupang

Selamat bertanding, jadilah juara yang hebat.

(Finon Manullang)

Thursday, November 17, 2011

Kolom Finon: Petinju-Petinju Indonesia Tembus Semi Final Sea Games




9 dari 10 petinju Indonesia masuk semi final alias belum ada yangg gagal, hanya tinggal Julio bertanding hari ini (17/11). Para petinju yang sudah masuk semi final adalah Deni Hitarihun, Rafli Langi, Matius Mandiangan, Afdan Siregar, Alex Tatontos, Lian Tombeg, Selly Wanomba, Irene Sasihiang dan Welmi Pariama. itu dulu yang bisa kami sampaikan.



(Finon Manullang)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.