Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Sunday, March 2, 2008

Irfan Ogah Takluk di Bangkok

oleh Damrong Simakajornboon, Thailand

Si Mr.Cepek alias Irfan Ogah yang memiliki nama asli Irfan Narsudi, gagal mencetak kemenangan dalam pertandingan yang diadakan di Bangkok, Thailand. Ogah kalah angka mutlak oleh petinju tuan rumah Panomroonglek Kratingdaenggym , peringkat 2 WBC kelas terbang, dalam perebutan gelar juara kelas ringan WBC Youth. Kejuaraan dunia “youth” dperuntukkan bagi petinju-petinju muda usia (di bawah 23 tahun). Sebetulnya kekalahan angka ini cukup bagus bagi petinju Indonesia, karena sebagian besar petinju Indonesia mengalami kekalahan KO jika bertanding di luar negeri. Beberapa faktor yang sering ditengarai sebagai alas an buruknya penampilan petinju-petinju Indonesia di luar negeri: latihan yang tidak memadai, pendeknya pemberitahuan atau undangan bertanding, tidak didampingi oleh pelatih yang semestinya, atau kekalahan karena faktor penilaian tuan rumah. Damrong Simakajornboon, sumber Boxing-Indonesia.com tidak menuliskan secara detail, apakah Ogah memang murni kalah, atau ada faktor lain di balik kekalahan itu. Namun, apapun alasannya, kekalahan Ogah ini menambah panjang daftar kekalahan petinju Indonesia di luar negeri.

Daftar kekalahan ini bertambah satu, karena Damrong Simakajornboon juga melaporkan, petinju Indonesia lain bernama Darmea Jordan juga kalah angka 6 ronde dari Chaichai Sor Tanayong, mantan juara Thai Boxing (muathay).Tidak jelas siapa yang dimaksud dengan Darmea Jordan ini,karena belum pernah ada petinju dengan nama ini di Indonesia, kecuali, kemungkinan, Damianus Yordan (kakak dan pelatih Daud Cino Yordan). Tapi Damianus sudah mengudurkan diri sejak beberapa tahun yang lalu.Si Mr.Cepek alias Irfan Ogah yang memiliki nama asli Irfan Narsudi, gagal mencetak kemenangan dalam pertandingan yang diadakan di Bangkok, Thailand. Ogah kalah angka mutlak oleh petinju tuan rumah Panomroonglek Kratingdaenggym , peringkat 2 WBC kelas terbang, dalam perebutan gelar juara kelas ringan WBC Youth. Kejuaraan dunia “youth” dperuntukkan bagi petinju-petinju muda usia (di bawah 23 tahun). Sebetulnya kekalahan angka ini cukup bagus bagi petinju Indonesia, karena sebagian besar petinju Indonesia mengalami kekalahan KO jika bertanding di luar negeri. Beberapa faktor yang sering ditengarai sebagai alas an buruknya penampilan petinju-petinju Indonesia di luar negeri: latihan yang tidak memadai, pendeknya pemberitahuan atau undangan bertanding, tidak didampingi oleh pelatih yang semestinya, atau kekalahan karena faktor penilaian tuan rumah. Damrong Simakajornboon, sumber Boxing-Indonesia.com tidak menuliskan secara detail, apakah Ogah memang murni kalah, atau ada faktor lain di balik kekalahan itu. Namun, apapun alasannya, kekalahan Ogah ini menambah panjang daftar kekalahan petinju Indonesia di luar negeri.

Daftar kekalahan ini bertambah satu, karena Damrong Simakajornboon juga melaporkan, petinju Indonesia lain bernama Darmea Jordan juga kalah angka 6 ronde dari Chaichai Sor Tanayong, mantan juara Thai Boxing (muathay).Tidak jelas siapa yang dimaksud dengan Darmea Jordan ini,karena belum pernah ada petinju dengan nama ini di Indonesia, kecuali, kemungkinan, Damianus Yordan (kakak dan pelatih Daud Cino Yordan). Tapi Damianus sudah mengudurkan diri sejak beberapa tahun yang lalu.Si Mr.Cepek alias Irfan Ogah yang memiliki nama asli Irfan Narsudi, gagal mencetak kemenangan dalam pertandingan yang diadakan di Bangkok, Thailand. Ogah kalah angka mutlak oleh petinju tuan rumah Panomroonglek Kratingdaenggym , peringkat 2 WBC kelas terbang, dalam perebutan gelar juara kelas ringan WBC Youth. Kejuaraan dunia “youth” dperuntukkan bagi petinju-petinju muda usia (di bawah 23 tahun). Sebetulnya kekalahan angka ini cukup bagus bagi petinju Indonesia, karena sebagian besar petinju Indonesia mengalami kekalahan KO jika bertanding di luar negeri. Beberapa faktor yang sering ditengarai sebagai alas an buruknya penampilan petinju-petinju Indonesia di luar negeri: latihan yang tidak memadai, pendeknya pemberitahuan atau undangan bertanding, tidak didampingi oleh pelatih yang semestinya, atau kekalahan karena faktor penilaian tuan rumah. Damrong Simakajornboon, sumber Boxing-Indonesia.com tidak menuliskan secara detail, apakah Ogah memang murni kalah, atau ada faktor lain di balik kekalahan itu. Namun, apapun alasannya, kekalahan Ogah ini menambah panjang daftar kekalahan petinju Indonesia di luar negeri.

Daftar kekalahan ini bertambah satu, karena Damrong Simakajornboon juga melaporkan, petinju Indonesia lain bernama Darmea Jordan juga kalah angka 6 ronde dari Chaichai Sor Tanayong, mantan juara Thai Boxing (muathay).Tidak jelas siapa yang dimaksud dengan Darmea Jordan ini,karena belum pernah ada petinju dengan nama ini di Indonesia, kecuali, kemungkinan, Damianus Yordan (kakak dan pelatih Daud Cino Yordan). Tapi Damianus sudah mengudurkan diri sejak beberapa tahun yang lalu.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.