Pada ronde keenam, serangkaian pukulan Peter kembali menerpa wajah Maskaev yang hanya berusaha menhindar sekenanya. Wasit Guadalupe Garcia segera menghentikan pertandingan setelah melihat maskaev tidak berdaya lagi. Dalam tayangan di Trans TV, promotor Peter, Don King, mengatakan bahwa petinjunya tersebut sangat berambisi untuk menghadang dua juara kelas berat asal ex Soviet, Wladimir Klitschko (Ukraina) dan Sultan Ibragimov (Rusia) yang masih bertahan.
Postur dan gaya bertinju Peter sangat mengingatkan legenda kelas berat, Joe Frazier, yang sarat dengan intimidasi dan serangan-serangan yang berbahaya serta pukulan keras. Dalam catatan Boxing Indonesia, Samuel Peter berhasil menjadi petinju Nigeria kelima yang berhasil meraih juara dunia, menyusul Dick Tiger (juara kelas menengah – berat ringan tahun 1960’an, Hogan Basey alias Okon Bassey Asuquo (juara kelas bulu tahun 1910’an), Herbie Hide alias Herbert Okechukwu Maduagwu (juara kelas berat WBO tahun1990’an) dan Henry Akinwande (juara kelas berat WBO sebelum dikalahkan Herbie Hide). Dengan kemenangan ini, Peter membukukan rekor 30 menang (23 KO) dan 1 kalah.
Di balik kesuksesan Peter, promotor Don King juga boleh berbangga dengan keberhasilannya dalam menyelenggarakan tinju, di kala karir kepromotorannya merosot tajam, setelah belakangan kalah bersaing dari Bob Arum dan The Golden Boy Promotions, sekaligus bernostalgia dengan kesusesannya di masa lalu dengan Rumble in the Jungle dan Thrilla in Manila nya yang begitu melegenda. Kini Don King boleh tertawa lebar di usia tuanya, masih bisa menciptakan "History in Cancun"...
No comments:
Post a Comment