Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, April 15, 2008

Calzaghe vs Hopkins, Sebuah Pembuktian


Bagi Joe Calzaghe, 36, pertandingan melawan Bernard Hopkins pada Sabtu malam (19 April) atau Minggu pagi waktu Indonesia, jelas merupakan pertandingan dari ke-44 laganya yang belum terkalahkan. Bukan saja karena dia harus bertanding di Las Vegas, AS - untuk pertama kalinya dalam karir dia bertanding di kiblat tinju dunia ini - namun juga karena dia harus melawan seorang Bernard Hopkins, 43, mantan raja kelas menengah yang kini sudah mantap menjejak ke kelas berat ringan. Bagi Calzaghe, lawan yang akan dihadapi, bukan saja melawan suasana gemerlap ring di Las Vegas dan nama besar Bernard Hopkins, namun juga kelas barunya, yakni kelas berat ringan.

Selama ini, Calzaghe, yang dikenal dengan julukan Prince of Wales (mengingatkan saya pada gelar Pangeran Charles, Prince of Wales yang asli), lebih banyak bertarung di Britania Raya (Inggris, Skollandia atau Wales, tanah asalnya), dengan sekali bertanding di Jerman, tahun 2005, saat dia mempertahankan gelar melawan Mario Veit. Selama ini, banyak penggemar tinju dunia yang masih mempertanyakan eksistensi Joe Calzaghe, karena lebih sering bertanding di kandang, walaupun sudah mempecundangi beberapa nama besar seperti Jeff Lacy dan terakhir dia mengandaskan Mikkel Kessler. Kemampuan petinju kidal ini sebetulnya tak perlu diragukan, dengan senjata andalan straight dan hook, telah memakan korban 32 KO sepanjang karirnya. Memang, menyaksikan Joe Calzaghe kita tidak akan dijanjikan pertandingan menarik atau baku pukul seperti lazimnya petinju dari daratan Inggris seperti Ricky Hatton, Nassem Hamed atau Mickey Ward dari Irlandia. Yang akan kita saksikan nanti adalah seorang Calzaghe yang santun dan sabar serta penuh perhitungan dalam melakukan serangan.

Bernard Hopkins adalah petinju dengan nama besar. Sederet rekor telah diukirnya, yakni sebagai petinju tertua yang memiliki gelar juara dunia di kelas menengah, rekor terlama dalam mempertahankan gelar juara kelas memengah, dan rekor mempertahankan gelar paling banyak di kelas meengah (20 kali), sebelum akhirnya secara tak terduga dikalahkan oleh Jermain Taylor di tahun 2005 dan 2006. Sama dengan Calzaghe, Hopkins adalah petinju bertipe boxer, dengan pertahanan rapat dan sukar ditembus lawannya. Dari gaya dan karisma di atas ring, petinju Muslim ini kerap disamakan dengan petinju legendaris tahun 1980'an, Marvelous Marvin Hagler. Sama dengan Calzaghe, Hopkins lebih mengandalkan pukulan jarak jauh (jab, straight) yang diselingi dengan uppercut. Uppercut ini pula yang pernah memukul ulu hati Oscar de la Hoya sampai knockout, yang kini menjadi partnernya dalam usaha kepromotoran tinju.

Dengan tipe permainan sama, sulit rasanya membayangkan pertandingan ini akan berjalan dalam jarak dekat dan dlam tempo tinggi. Yang akan terjadi adalah pertandingan penuh teknik tinggi, dengan tempo sedang. Kedua petinju sama-sama akan melayangkan pukulan dari jarak jauh, dengan andalan jab dan straight, dan senantiasa akan menghindari barter pukulan, dengan lebih mengandalkan pertahanan, karena kedua petinju memang terkenal memiliki pertahanan bagus.

Steve Pitt, promotor tinju asal Inggris yang berdomisili di Indonesia, meramalkan Calzaghe menang angka, karena faktor usia. Selain itu, menurut Pitt, secara statistik, Calzaghe sepanjang karirnya lebih banyak melancarkan pukulan, hingga mencapai 1,000 pukulan per pertandingan. Namun, kesulian utamanya adalah kelas barunya ini, dan faktor suasana di tempat pertandingan, karena ini baru sekali Calzaghe keluar kandang. Sebaliknya Hopkins, dinilai Pitt lebih bagus dalam hal pertahanan, dan akan senantiasa menjaga jarak. Jika Hopkins berhasil memancing Calzaghe untuk bertarung habis-habisan selama 12 ronde, dan memancing dengan permainan penuh emosi, maka Hopkins memiliki peluang untuk menang.

Kemenangan atas Hopkins akan merupakan sebuah pembuktian bagi Calzaghe, bahwa dirinya mampu menundukkan salah satu petinju terbaik dunia. Dapat dipastikan, ribuan penonton Inggris akan memadati Thomas & Mack Center, Las Vegas, dan mereka akan bernyanyi dan meniup terompet sepanjang pertandinganseperti suporter sepakbola, sesuatu yang kurang lumrah di tontonan tinju di Amerika. Namun fenomena tersebut memang terjadi saat Ricky Hatton bertanding melawan Floyd Mayweather, dan fenomena itu akan terjadi lagi.

Pecandu tinju di Indonesia, jangan leatkan tayangan langsung Calzaghe vs Hopkins di layar TV One, minggu pagi, 20 April, pukul 09.00.


Gambar: Poster Calzaghe vs Hopkins

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.