Dengan bekal 9 kali mempertahankan gelar juara WBAnya, kini Chris John dihadapkan pada dua pilihan, apakah sekedar menjdi legenda Indonesia atau legenda dunia?
Menjadi legenda Indonesia, artinya dia ‘cukup’ melakoni pertandingan-pertandingan mempertahankan gelarnya melawan para penantang yang kurang memiliki nama, seperti yang telah dilakoninya dalam beberapa pertandingan terakhir, seperti Renan Acosta, Jose Cheo Rojas, Zaiki Takemoto dan Roinet Caballero. Bahkan daftar itu akan bertambah panjang, jika Chris John jadi berhadapan dengan Jackson Asiku.
Menjadi legenda dunia, itu artinya Chris John harus bersedia bertarung melawan petinju-petinju kelas satu, minimal di kelas bulu, tempat bernaung Chris John saat ini. Ada Jorge Linares (juara WBC), ada Robert Guerrero (juara IBF), atau Steve Luevano (juaraWBO). Jika Chris John enggan bertarung untuk unifikasi gelar, seperti pernah diungkapkan lpelatih dan manajernya, Craig Christian, ada beberapa alternatif pilihan lawan, antara lain Yuriorkis Gamboa (peringkat 5 WBA), Oscar Larios (3 WBC dan mantan juara WBC kelas bulu yunior), Gamaliel Diaz (5 WBC), atau Jorge Solis. Jika mau melangkah lebih ekstrim, Chris John bisa saja naik ke kelas bulu super, dan memantang ‘musuh’ lamanya, Juan Manuel Marquez ataupun sekalian, ‘embahnya” kelas bulu super, Manny Pacquiao . Selain nama Marquez dan Pacquiao, banyak nama bertebaran di kelas ini. Ada Edwin Valero (juara WBA), Rocky Juarez, Humberto Soto, atau “adik sang embah” Bobby Pacquiao.
Memang pilihan-pilihan yang ada tersebut tidak ada yang mudah, dan semuanya peru dana besar jika bertanding di Indonesia, di samping mereka belum tentu bersedia bertanding di Indonesia. Namun, jika ada tawaran menarik dari promoter-promotor manca negara, why not? Para pecandu tinju Indonesia tentunya sudah tak sabar menanti seorang putera Indonesia bertanding dan menang di Las Vegas atau New York, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera Merah Putih berkumandang dan berkibar di stadion tinju bersejarah seperti Madison Square Garden.
Dengan kemenangan atas dua petinju peringkat atas di Indonesia, Derrick Gainer dan Juan Manuel Marquez, rasanya buat Chris John merupakan modal besar bagi dirinya dalam melakukan langkah besar menjadi seorang legenda dunia seperti Manny Pacquiao. Usia Chris John kini sudah 29, merupakan garis kuning bagi seorang atlet, apalagi dalam tinju.
Ayo Chris John! Wujudkan mimpimu dan mimpi seluruh penggemar tinju di Indonesia!
No comments:
Post a Comment