Juara kelas berat IBF/WBO/IBO asal Ukraina, Wladimir Klitschko akan ditantang oleh Tony Thompson asal AS yang berpredikat sebagai penantang wajib WBO Sabtu ini, 12 Juli, di Hamburg, Jerman, atau Minggu dini hari waktu Indonesia. Pertandingan ini kabarnya akan disiarkan secara tunda hari Minggu siang oleh stasiun Global TV.
Si Palu Godam, alias Steelhammer, julukan Klitshcko, tentunya bukanlah sosok asing bagi penggemar tinju di Indonesia. Di tengah dahaga kelas berat yang saat ini minim sensasi, Klitschko bisa disebut sebagai juara terbaik dibandingkan juara lainnya seperti Ruslan Chagaev (WBA) dan Samuel Peter (WBC). Petinju cerdas ini sangat piawai dalam memanfaatkan keunggulan tinggi badannya, sehingga senantiasa menyulitkan lawan-lawannya yang lebih pendek. Jab-jab petinju bertinggi 199 cm. dan jangkauan tangan 206 cm. ini akan senantiasa mengganjal lawan yang akan masuk. Jikapun berhasil lolos dari jab dan straight Klitsckho yang panjang, uppercut petinju kulit putih ini juga cukup bagus untuk menghajar rahang lawan.
Bagaimana dengan Tony Thompson? Nama petinju kidal ini hampir dibilang tak pernah terdengar kiprahnya di percaturan tinju kelas dunia. Dengan modal rekor 31 ( 19KO), 1 (kalah angka), Thompson masih tampak meragukan untuk bisa mengatasi Klitschko. Dari deretan nama yang dikalahkan Thompson, ada beberapa nama yang lumayan terkenal, seperti Luan Krasniqi, Vaughn Bean dan Yanqui Diaz. Selebihnya petinju yang pernah dikalahkan adalah petinju yang bisa dibilang di bawah standar. Pertandingan terakhir Thompson adalah pada bulan September tahun lalu, saat dia menumbangkan petinju yang sangat mirip Mike Tyson, Cliff Couser, yang disebut-sebut sebagai saudara tiri mantan jawara kelas berat tersebut.
Namun, walaupun kecil kemungkinan Thompson untuk menang, bukan tak mungkin dia bisa menumbangkan Klitschko. Tiga kekalahan yang diderita Klitshcko (50, 44 KO – 3 kalah), semuanya dialami dengan KO. Para pengamat tinju menyimpulkan bahwa Wlad, panggilan Wladimir Klitschko, memiliki kelemahan serius pada dagunya, yang biasa disebut dengan istilah dagu kaca. Kebetulan, ketiga kekalahan KO tersebut dialami setelah Wlad menerima pukulan di dagu. Dan yang bisa menginpirasi Thompson untuk bisa memukul KO Wlad, bahwa petinju-petinju yang bisa mengalahkan Wlad adalah petinju dari kasta bawah, alias tak terkenal seperti Lamon Brewster, Correy Sanders dan Ross Purity.
Wasit yang memimpin pertandingan ini adalah wasit yang berjuluk “Adil namun Tegas” (Fair but Firm), Joe Cortez, seorang wasit senior, yang menuliskan dalam portofolionya pernah memimpin pertandingan Ellyas Pical vs Ju do Chun di Istora Senayan, dua puluh tahun yang lalu.
Sumber: Fightnews.com
Friday, July 11, 2008
Wladimir Klitschko vs Tony Thompson: Awas Dagu Kaca!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment