Promoter Temuzin Rambing akhirnya meradang karena sikap berlebihan dari Juanito Ablaca, pelatih petinju Filipina, Jonathan Ba-at, yang berhasil memukul KO di ronde 6 Richard Samosir dan memenangi sabuk WBO Oriental kelas bantam di Studio Trans 7, Jakarta, 23 Agustus lalu.Permasalah timbul, karena setelah pertandingan, Temuzin mengetok pintu kamar hotel Ablaca, dan meminta sabuk kembali, karena sesuai kontrak, jika memenangi pertarungan, Ba-at terikat dua kali opsi pertandingan dengan TR Promotions, usaha kepromotoran Temuzin Rambing. Ablaca pada malam itu menyerahkan sabuk tanpa komentar.
Menurut Temuzin, hal demikian hal yang biasa terjadi dalam tinju. Sama seperti ketika petinju Indonesia, Simson Butar-butar, memenangi gelar juara WBO Asia, promotor Filipina juga meminta sabuk WBO Asia tersebut, dengan alasan Simson terikat opsi pertandingan dengan promotor tersebut. Juga ketika petinju Filipina Richard Garcia Richard Garcia memenangi kejuaraan PABA di Korea. Garcia tidak membawa pulang sabuk kebanggannya tersebut, karena dia terikat kontrak opsi untuk bertanding lagi di Korea kelak.
Namun untuk menjaga hubungan serta nama baik organisasi WBO serta TR Promotions, Temuzin mengirimkan sabuk tersebut ke Filipina dengan TNT Express. Sabuk diterima dengan baik oleh kubu Ba-at. Namun permasalahan tidak kunjung selesai, karena sang pelatih, Ablaca, masih "ngoceh" kepada media di Filipina dengan mengatakan itu sabuk palsu dan sabuk lama.
Jelas, Temuzin Rambing yang biasanya berperangai halus itu meradang dan emosi membaca ocehan Ablaca, dan akan segera menerbitkan press release untuk menjelaskan kronologis kejadian tersebut.
1 comment:
INILAH KELICIKAN PROMOTOR TEMUZIN RAMBING
Post a Comment