AKBP Johny Asadoma ditugaskan sebagai Komandan kontingen Indonesia yang ditugaskan dalam misi penjaga perdamaian PBB di Darfour, Sudan yang akan diberangkatkan hari Sabtu atau Minggu ini.
Johny Asadoma adalah mantan petinju nasional (amatir) tahun 1980’an yang sukses dalam menempuh karier di kepolisian, satu angkatan dengan para petinju tenar pada masa keemasan tinju amatir nasional, al. Yulianus Bunga, Alexander Wassa, Fransisco Lisboa, dan Adi Swandana.
Selama kariernya di tinju amatir, Johny Asadoma berhasil merengkuh berbagai tingkatan juara baik nasional maupun internasional, al:
- Medali perunggu kelas laying STE 7 di Denpasar (1982) -mewakili NTT
- Medali emas kelas layang Sea Games XII di Singapura (1983)
- Medali emas PialaPresiden VII di Jakarta (1984)
- Mewakili Indonesia dalam Olimpiade XXII di Los Angeles (1984) namun kalah KO ronde 3 dari Hector Lopez (meksiko) di babak penyisihan.
Sukses Johny Asadoma ini semakin mengukuhkan posisi Bang Johny, sapaan akrabnya, sebagai panutan petinju atau mantan petinju Indonesia yang kagum dengan keberhasilan seniornya tersebut. Salah satu pengagum Johny Asadoma adalah Akasa Rambing, yang baru saja mengikuti jejak sang idola masuk Akpol.
Selamat bertugas, Komandan!
Sumber: Jakarta Post dan catatan pribadi penulis
Saturday, October 11, 2008
AKBP Johny Asadoma Komandan Kontingen Indonesia sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Sudan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment