Kisah kepahlawanan dan kegetiran hidup Gerald McCleland tak pernah berhenti ditulis di berbagai media, baik media cetak maupun internet. Hidupnya bagaikan roda pedati yang ngebut berputar, sehingga hidupnya yang mapan dan dielu-elukan penggemar di masa jayanya sebagai juara WBC/WBO kelas menengah, sirna dalam waktu yang cepat setelah dia menderita kalah KO ronde 10 saat mencoba merebut gelar kelas menengah super WBC dari sang juara asal Inggris, Nigel Benn.Pertandingan yang digelar 25 Februari 1995 di London itu begitu seru dan menarik. McCleland, alias G-Man, berada di atas angin saat berhasil memukul knockdown Benn pada ronde 1 dan 8. Pada ronde 10, tiba-tiba McCleland terjatuh dengan bertumpu pada kedua lututnya, walaupun tidak terkena pukulan. Wasit segera menghitung McCleland yang tak mampu bangkit sampai hitungan ke sepuluh. McCleland akhirnya ambruk tak sadarkan diri setelah dipapah ke sudutnya. Kemungkinan penyebab ambruknya McCleland adalah benturan kepala tak sengaja kedua petinju di beberapa ronde sebelumnya. Setelah benturan itu, McCleland tampak selalu mengedip-ngedipkan matanya, karena mengalami sedikit gangguan penglihatan.
McCleland langsung dilarikan ke rumahsakit terdekat, dan menjalani operasi di kepalanya, karena ada penyumbatan darah di otak. Seusai operasi, mcCleland menderita cacat permanen. Dia kehilangan hampir 90% penghilhatan, kehilangan sekitar 80% pendengaran, menderita kelumpuhan dan kehilangan sebagian memorinya.
Kepedihan Gerald McCleland telah mengguggah banyak pihak untuk memberikan bantuan kepadanya, termasuk Nigel Benn, lawan terakhirnya, yang kini telah beralih profesi menjadi seorang pendeta. Pada tahun 2007, Pendeta Benn mempelopori penggalangan dana di London bagi pengobatan dan penghidupan Gerald McCleland. Tak kurang dari uang senilai hampir Rp. 2 milyar dia kumpulkan, termasuk sumbangan dari promotor Don King. Kini Gerald McCleland tinggal di New York bersama kakaknya, Lisa. McCleland akan senantiasa memeluk erat-erat orang yang mengunjunginya, dan akan menangis jika pengunjungnya berpamitan, karena dia sangat takut ditinggalkan sendirian dalam kegelapan.
Gerald McCleland mengawali karir dari amatir, dan memenangi pertandingan-pertandingannya dengan KO. McCleland mengawali debut tinju pro pada tahun 1988, dan pukulan kerasnya sudah menjadi buah bibir serta telah menelan banyak korban KO di awal karirnya. Namanya semakin melambung saat memukul TKO ronde pertama petinju sangar John "the Beast" Mugabi, saat merebut gelar kelas menengah WBO di tahun 1991 di London. Puncak prestasi gemerlapnya dicapai pada bulan Mei 1993 saat dia berhasil merebut gelar WBC kelas menengah dari juara bertahan yang sangat populer pada masa itu, Julian Jackson. McCleland berhasil meruntuhkan kedigdayaan Jackson dengan kemenangan TKO ronde 5 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Las Vegas.
Setelah mempertahankan gelar sebanyak 3 kali, yang semuanya dimenangi McCleland dengan KO/TKO, termasuk kemenangannya sekali lagi secara sensasional (KO ronde 1) atas Julian Jackson, McCleland harus rela mengubur ambisi dan masa depannya saat kandas di tangan Nigel Benn dengan cara yang mengenaskan.
McCleland kini harus berjuang setelah dihempaskan justru oleh olahraga yang telah mengangkat harkat, martabat, harta dan kemashuran dirinya di masa lalu.
Sumber: http://www.geraldmcclellan.com/
No comments:
Post a Comment