Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Friday, January 23, 2009

Wawancara dengan Chris John

(diterjemahkan dari Fightnews.com, dengan ijin dari Craig Watt)

Juara dunia kelas bulu WBA yang belum terkalahkan, Chris John (42-0-1, 22 KO) mungkin menjadi salah satu juara dunia yang paling kurang dikenal oleh dunia, kecuali Indonesia. Ini menjadi hal yang mengejutkan, karena dia telah menggenggam sabuk jujaranya tersebut sejak tahun 2003, dan lebih mengejutkan lagi, bahwa dia telah menundukkan Juan Manuel Marquez di tahun 2006 dalam kejuaraan kelas bulu WBA. Di negaranya, Indonesia, lain ceritanya. Dia adalah idola dan ikon olahraga, seperti Ricky Hatton di Inggris dan Manny Pacquiao di Filipina.

Pada 28 Februari mendatang, dia harus terbang ke AS, pertama kali sepanjang karirnya, untuk mempertahankan gelarnya melawan jago tuan rumah, Rocky Juarez di Toyota Center, Houston, Texas. Pertarungan ini akan menjadi debut petinju berusia 29 tahun itu tampil dalam pagelaran akbar di jaringan televisi HBO, dan ditayangkan sebagai partai tambahan utama pertarungan di kelas ringan antara Juan Manuel Marquez vs. Juan Diaz. Dia ditampilkan di AS atas prakarsa Golden Boy Promotions, dan baru saja Oscar de la Hoya memberikan pernyataan mengenai rncana pertandingan tersebut. “Chris John adalah juara dunia yang paling konsisten saat ini. Maka kami begitu gembira bisa menghadirkannya di AS, sehingga pecinta tinju di sini bisa mengenalnya secara langsung. Dia akan menghadapi lawan tangguh, Rocky Juarez, yang semakin mantap akibat pengalamannya menantang juara dunia. Dengan Chris John yang berusaha menarik minat pecinta tinju AS dan usaha Juarez untuk merebut gelar dunia, maka pertandingan ini dipastikan akan berlangsung menarik.”

Demi pengabdian tersebut, “Sang Naga” rela mempersiapkan diri dan berlatih di bawah pelatih Craig Christian. Tempat latihannya berjarak 7.000 km. dari tempat tinggalnya di Indonesia, namun tempat tersebut memberikannya gaya hidup dan berlatih yang memungkinkannya menampilkan standar tinggi dalam tinju untuk mempertahankan rekornya yang sudah 43 bertanding tanpa kalah, di Harry’s Gym di kawasan industri di kota Perth, Australia.

Fightnews menyempatkan diri mampir di Harry’s Gym untuk melihat langsung latihan sang juara dan memperbincangkan seputar persiapannya untuk menghadapi pertarungan tersebut.

Chris, kamu berada sekitar 7,000 km. dari rumahmu di Indonesia – kenapa kamu berlatih di Perth, bukan di Jakarta?

Sejak tahun 2005, saat saya bergabung dengan Craig Christian, saya sudah menjadikan tempat ini sebagai homebase saya, di mana semua latihan keras dan sparring dilakukan di sini. Saya memiliki kamar di belakang gym, dan tinggal bersama adik saya selama 6-8 minggu menjelang pertandingan. Di sini saya bisa makan, tidur dan tinggal bersama kehidupan tinju yang saya lalui guna mempersiapkan diri mempertahankan gelar saya. Saya tidak pernah keluar, dan saya menjalani hidup bagaikan seorang biarawan dan seperti seorang ksatria tinju. Indonesia adalah negara yang telah memberi saya kebanggan dan saya harus berlatih di sini untuk menjauhkan diri dari perhatian publik jika saya berlatih di Indonesia, guna menumbuhkan mental dan fisik saya, sehingga saya bisa mempertahankan gelar saya. Lokasi, fasilitas dan suhu hangat di sasana ini sangat membantu saya dalam persiapan.

Katanya kamu adalah ikon olahraga paling terkenal di Indonesia. Apakah itu merupakan beban buatmu?

Sungguh menyenangkan sekali memiliki fans di Indonesia. Negara kami bukanlah negara makmur, namun mereka menghargai apa yang telah saya capai. Sungguh menyenangkan mengetahui Indonesia disebut-sebut di seluruh dunia tentang pertandingan-pertandingan saya yang saya lalui di dalam negeri. Banyak orang yang meminta tandatangan dan foto bersama. Beberapa di antaranya bahkan minta menikah dengan saya, walaupun lucu, tapi secara umum saya merasa bangga dan merasa bertanggung jawab untuk terus mempertahankan rekor tak terkalahkan saya dan tetap menjadi juara dunia WBA kelas bulu. Negara kami hanya memiliki Nico Thomas dan legenda Ellyas Pical, selain saya sendiri. Kami bangga sebagai negara tinju, pasti.

Apakah kamu senang dengan jadwal pertandingan di AS 28 Februari nanti?

Ini adalah pertandingan yang menarik di mana saya akan tampil di Amerika dengan tantangan baru. Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Chris John adalah seorang petinju yang baik dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ini ambisi terbesar saya, dan saya akan tampil di skala yang lebih besar, dengan para penonton di AS dan Indonesia. Saya harap setelah mereka menyaksikan saya bertanding, saya memperoleh fans baru di Amerika. Saya ingin pensiun sebagai juara yang tidak terkalahkan, dan itu adalah tantangan terbesar bagi saya, terlebih jika saya bisa menundukkan jago tuan rumah, Rocky Juarez.

Bagaimana kamu meramalkan pertandingan nanti melawan Rocky Juarez?

Ini akan menjadi salah satu pertandingan terberat saya. Mungkin sama beratnya saat saya memenangi duel melawan Juan Manuel Marquez di tahun 2006. Dia petinju yang kuat dan sudah menantang juara dunia sebanyak empat kali, dan saya sadar, mungkin ini kesempatan terakhir dia. Di depan pendukungnya sendiri, dia mendapat keuntungan berupa dukungan dari penonton, dan dia akan tampil fokus dan bermotivasi, sehingga bisa tampil full action. Pertandingan ini sendiri akan menampilkan sesuatu yang menarik bagi penonton, petinju boxer vs. petinju fighter yang agresif. Ini akan menjadi pertandingan berat bagi saya, dan saya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin di Perth ini. Saya tinggal di apartemen belakang dengan adik saya, dan saya berlatih dua kali sehari jam 8 pagi dan 4 sore, termasuk juga latihan lari. Saya harus menampilkan yang terbaik – saya membawa harapan-harapan negara saya, Indonesia, di bahu saya. Saya harus mampu membuat mereka bangga.

Kemenangan besar kamu atas Juan Manuel Marquez tahun 2006, pastilah memberi kamu kepercayaan diri yang besar.

Ini pertandingan yang saya ukir dalam hati, dan tidak ada yang bisa menandinginya. Dia telah memberi perlawanan ketat terhadap Manny Pacquiao di tahun 2004 dengan hasil seri yang kontroversial, dan setelah saya kalahkan, dia mampu menundukkan Barrera dan Casamayor serta pertandingan seru lagi dengan Pacquiao. Itu artinya, saya bukan menang atas Marquez yang sudah memudar, tapi seorang petinju yang masih berada di puncak, bahkan sekarang juara dunia di kelas ringan. Dia boleh merasa dicurangi atau merasa menang dalam pertandingan tersebut, tapi jika menilik skornya 117-116, 116-110, dan 116-110, itu adalah kemenangan mutlak dengan petunjuk jelas pada skor yang tertulis. Apapun yang terjadi, saya memenangi pertandingan itu, dan saya layak menang.

Juan Manuel Marquez akan tampil melawan Juan Diaz di malam yang sama dengan kamu vs Juarez. Jika kamu dan Marquez menang, apakah mungkin ada pertandingan ulang?

Saya tidak yakin. Dia sekarang kelas ringan dan saya kelas bulu, dan saya tidak ada niat untuk naik kelas. Hal yang masuk akal jika dia menginginkan balas dendam, dan jika saya berhasil menundukkan Juarez, tentunya itu akan menjadi pertarungan yang menarik, tapi saat ini saya sedang berkonsetrasi untuk melawan Juarez. Dia adalah lawan berat bagi saya, dan saya tidak mampu untuk memikirkan yang lain. Dalam kontrak kami, tidaka ada pasal pertandingan ulang, jadi ada semacam tekanan buat saya. Juarez adalah jago tuan rumah, dan saya harus menampilkan yang terbaik jika ingin menang. Saya memndapatkan tekanan untuk memenangi pertandingan sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan dan tetap menjadi juara dunia kelas bulu WBA. Tidak ada yang lain.

Jelas selama mengikuti persiapan Chris John di bawah bimbingan pelatihnya Craig Christiasn, Chris John adalah seorang juara yang hebat. Melawan Rocky Juarez dia akan mendapatkan perlawanan ketat, namun dengan kemenangan atas Juan Manuel Marquez dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kedua partai kejuaraan dunia Marquez vs Diaz dan John vs Juarez akan berlangsung pada 28 Februari 2009 di Toyota Center, Houston, Texas dan akan disiarkan langsung oleh jaringan TV HBO.

(Wawancara dilakukan oleh Craig Watt, wartawan Fightnews di Sasana Harry's Gym, Perth, Australia)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.