Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, February 3, 2009

Selamat Jalan, Ingo

Di mata para penggemar tinju di Swedia, Inemar Johansson, yang akrab dipanggil sebagai Ingo, adalah seorang legenda dan merupakan petinju terbesar yang pernah lahir di bumi Skandinavia tersebut.

Johansson meraih medali perak cabang tinju kelas berat pada Olimpiade 1952 di Helsinki, Finlandia. Johansson dinyatakan kalah diskualifikasi dari petinju Perancis, Roger Vaisburg, karena dianggap tidak tampil dalam performa yang baik.

Usai Olimpiade, Ingo terjun ke dunia tinju bayaran, dan memukul KO Robert Masson dalam debutnya di Gothenburg, Swedia, 5 Desember 1952. Jalan menuju juara dunia tampak meretas ketika dia berhasil menumbangkan jagoan Inggris yang di kemudian hari merepotkan Cassius Clay alias Muhammad Ali, Henry Cooper, dengan KO ronde 5, untuk mempertahankan gelar kelas berat Eropa yang diraihnya sejak 1956.

Kemenangan terbesar Johansson adalah pada 26 Juni 1959, Ingo berhasil mengkanvaskan petinju legendaris tuan rumah, Floyd Patterson, pada ronde 3 dari rencana 15 ronde, di stadion keramat, Yankee Stadium, New York, sekaligus merebut gelar juara dunia kelas berat. Saat itu Johansson berhasil mempermalukan Patterson yang harus jatuh bangun hingga 7 kali di ronde 3, sebelum dinyatakan kalah TKO.

Sayang, di dua pertarungan berikutnya, Patterson berhasil membalas dendam dengan memukul KO Ingo pada tahun 1960 dan 1961. Walaupun menang dalam beberapa pertandingan berikutnya, Ingo gagal merebut kembali gelar juara dunianya. Pada masa pensiunnya, Johansson sempat terjun ke dunia film, dan membintaqngi sejumlah film di Amerika, salah satunya adalah "All the Young Men". Selain masih aktif bertinju, dengan beberapa kali tampil dalam partai eksibisi antara lain dengan Sony Liston, Johansson juga sering tampil dalam kegiatan olahraga seperti lari maraton pada tahun 1970'an. Ingemar Johansson, namanya sempat terukir sebagai petinju legendaris dengan ditorehkan pada International Boxing Hall of Fame, suatu museum tinju bergengsi di Canastota, New York, pada tahun 2002.

Johansson mulai didera penyakit ketuaan (alzheimer syndrome) dan pikun pada pertengahan 1990'an, sampai akhirnya wafat awal tahun ini akibat penyakit paru-paru.

Johansson yang pernah menjadi sparring partner Muhammad Ali ini tutup usia pada 30 Januari 2009 dalam usia 77 tahun

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.