Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Thursday, March 12, 2009

Amir Khan vs. Marco Antonio Barrera

Barrera Bertekad Ulangi Kesuksesan saat Menggulung Hamed

Bintang muda Inggris berdarah Pakistan, Amir Khan, akan bertempur melawan veteran dari Meksiko, Marco Antonio Barrera, 14 Maret mendatang di MEN Arena, Manchester, Inggris. Walau secara teknik bertinju berbeda, banyak pihak yang menyatakan bahwa Amir Khan adalah penerus sang Pangeran Nassem Hamed. Khan adalah petinju textbook dengan modal amatir kental, meraih medali perak dalam Olimpiade Athena 2004, sedangkan Hamed kita ketahui adalah petinju dengan gaya bertinju yang sama sekali unik dan bukan merupakan pakem bertinju yang lazimnya digunakan.

Khan selama ini dikenal sebagai petinju 'salon' karena dalam lawan-lawan yang dihadapkan pada dia senantiasa merupakan lawan yang 'empuk' dan di atas kertas bisa ditundukkan, untuk memompa rekor bertinjunya. Namun ternyata semuanya tidak semulus di atas kertas. Tahun lalu Breidis Prescott sempat nyaris menghancurkan karirnya. Lawan yang dikiranya empuk, tidak tahunya memiliki pukulan keras, dan menghancurkan Khan dengan KO ronde 1. Khan segera berbenah dengan merombak tim pelatihnya. Pelatih berangan dingin Freddie Roach (pelatih Pacquiao) direkrut, dan dalam beberapa kesempatan, Khan sempat menjajal sparring dengan sang legenda dari Filipina.

Kekalah tersebut rupanya menggembleng Khan memiliki mental baja. Khan tidak tenggelam dalam kekalahan, namun segera bangkit dengan menuntaskan Oishin Fagan, hanya 3 bulan setelah kekalahan dari Prescott.

Lawan Khan, Marco Antonio Barrera, tentulah kita semua tahu reputasinya. Dia adalah mantan juara dunia di tiga kelas berbeda (super bantam, bulou dan super bulu). Publik tinju Inggris akan mengenangnya sebagai satu-satunya petinju yang mampu 'menghabisi' Hamed di atas ring dengan kemenangan angka mutlak MGM Grand, AS, 7 April 2001, sekaligus 'menghabisi' karier Hamed yang terpuruk dalam kesedihan pasca kekalahan pahit itu, dan tidak mampu bangkit hingga sekarang.

Kini generasi telah berganti. Khan muda akan berhadapan dengan Barrera yang sudah berusia 35 tahun, dan sudah berada di ujung karirnya sebagai petinju. Mampukah Khan? Dengan modal usia yang jauh lebih muda serta teknik yang memadai, apalagi kini ditangani oleh Roach, plus bertanding di hadapan publik sendiri, tampaknya Khan tidak akan menemui kesulitan berarti. Barrera yang sudah bukan Barrera yang dulu kini tinggal bermodal semangat, teknik, mental juara serta sisa tenaga dan power sebagai mantan juara. Bukan tidak mungkin dengan sisa kekuatan yang dimilikinya itu Barrera mampu memberikan kesedihan bagi penggemar tinju Inggris sekali lagi.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.