Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul, selaku produsen Kuku Bima, menyatakan bahwa hasil ini, dalam istilahnya "urikan" atau curang dalam bahasa Jawa, karena Chris John dalam pengamatannya seharusnya unggul mutlak. "Kita bisa menilai sendiri, juga masyarakat Amerika bisa menilai bahwa Chris John bermain lebih bagus," ujar Irwan Hidayat dalam konperensi pers usai acara nonton bareng tersebut. "Oscar de la Hoya juga sempat tertangkap lensa kamera mempertanyakan hasil seri tersebut," lanjut Irwan Hidayat.
Dalam pertandingan, Chris John memang tampil bagus, dengan gerakan ke kanan dan ke kiri untuk menghindari pukulan keras Juarez. Dia juga tidak tampil sebagai 'pengecut' untuk bermain murni pukul lari, namun Chris tampil gagah berani dengan memberi peluang terjadinya jual beli. Pukulan CJ juga tampak lebih cepat, walau harus diakui pukulan Juarez lebih keras. Secara ring generalship atau penguasaan ring, CJ jelas lebih unggul dari Juarez yang monoton dengan gerakan melulu maju ke depan.
Juarez yang tampak begitu agresif di dua ronde terakhir, apalagi di ronde 12, mungkin menyadari sudah ketinggalan angka, jadi dia berusaha keras memukul KO CJ. Namun hal itu hanya mampu mengejar ketinggalan angka.
Dengan didukung sekitar 15.000 penonton di kota Houston yang memadati Toyota Center, pukulan yang menyerempet saja disambut teriakan membahana para penonton. Mungkin itu yang mempengaruhi penonton terhadap penilaian para hakim.
Selamat Chris!
---
Di partai utama, Juan Manuel Marquez berhasil merebut gelar WBA/WBO/IBO kelas ringan setelah memukul KO di ronde 9 Juan Diaz, juga asal Houston.
No comments:
Post a Comment