Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Saturday, March 28, 2009

Daudy Bahari Kalah TKO ronde 1

Hasil menyesakkan terdengar dari kubu Daudy Bahari. Pino Bahari yang mendampingi Daudy bertanding di St. Thomas University, St. Thomas, Virgin Island, mengabarkan kabar sedih bahwa adiknya tumbang TKO ronde 1 dari Hector David Saldivia. Daudy terjatuh 3 kali di ronde tersebut. "Daudy kalah power, karena main di kelas welter," komentar Pino singkat.

11 comments:

Anonymous said...

punah harapan daudy utk unjuk gigi di us. skrng plng kampung saja dan cari pelatih asing. kalo CJ tdk dilatih craig mungkin nasibnya akan sama seperti daudy. daud yordan harus mikir cari pelatih yang pas.

Anonymous said...

Masalahnya bukan pelatih, tapi bagaimana mencari matchmaker yang tepat. Karena banyak petinju2 dari asia yang bertanding di USA hanya dijadikan 'stepping stone' oleh para matchmaker.

Anonymous said...

DO or DIE fight for Daudy this time to re-build his reputation...
I watched his fight against Motoki Sasaki, here in Japan years ago., sorry to say seemed very MEDIOCRE fighter (although he was rated higher position of WBA's)at the time...I heard its depend on the ooponent's style, quality, etc...well Hope Daudy gets world title challnege once., as he is one of the outstanding boxers of Indonesia.

Taro Tanaka., Japan
(For the editor., I very much appreciate this blog/your effort to know activities of Indonesian Boxing !)

Anonymous said...

Janganlah kita memcari kesalahan2 orang lain dan ini bukan karna pelatih yang harus dari luar negeri, pelatih indonesia juga bagus2 dan sudah menciptakan juara dunia. untuk CJ bukan pelatih luar negeri yang membuat ia juara tetapi pelatih indonesia yaitu sutan rambing.

Anonymous said...

kita tidak perlu mencari pelatih dari luar negeri karna pelatih2 indonesia pun sangat berkualitas

Jeffrey Pamungkas said...

Please allow me to use English, so Tanaka-san from Japan can also follow this thread. Foreign or local trainer is not the point. The point is the trainer's (and of course the boxer's) professionalism.

FYI, during Daudy (and Daud) preparation in Oxnard,Ca. they hired a local trainer in the local gym as their trainer plus an assistant. They followed Daud (vs Guerrero) and Daudy's (vs Saldivia)fights. I forget the names of these trainers, but I remember they use Spanish names (I believe they're Mexican American from their names).

Jeffrey Pamungkas said...

Tanaka-san, domo arigato for following my blog.

Anonymous said...

Di kelas alaminya welter junior saja, saya tidak melihat Daudy memiliki power yg instimewa, tapi tekniknya di atas rata2. Saya harap Daudy bisa bangkit dan kelak menjadi juara dunia .Saya jg setuju, apabila petinju ingin sukses, peluang lbh besar apabila ia berlatih di gym luar negeri karena bagaimana pun jg fasilitas penting. Saya mau tanya, berapa banyak petinju Asia yg pernah juara kelas 140pound (welter junior) ke atas? Saya rasa tidak banyak (PacMan jg blm punya sabuk di kelas tsb meski menang dg LaHoya di 147 dan ia berlatih di salah satu gym terbaik, Wild Card).

AS

Jeffrey Pamungkas said...

Memang tidak banyak petinju Asia yg menjadi juara dunia di kelas2 menengah (welter ke atas). Salah satu yang paling terngiang di kuping saya adalah Park Chong Pal, yang pernah mengKO Suwarno dan Polly Pasireron. Park adalah mantan juara kelas super middle IBF dan WBA.

Jeffrey Pamungkas said...

tambahan: penerus dan rekan senegara Park: In Chul Baek sempat menjuarai WBA kelas super middle.

Anonymous said...

He just don't have the quality, I agree with tanaka-san, he is a mediocre fighter.

-DD-

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.