Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Thursday, August 27, 2009

Joey Gamache, Sang Pemenang

Joey Gamache, kelahiran Lewiston, Maine, 20 Mei 1966, merupakan juara dunia tinju satu-satunya yang berasal dari negara bagian Maine. Dua kali juara kelas ringan WBA (1991-1992) ini memang tidak terlalu populer, walaupun sempat beberapa kali bertanding melawan beberapa petinju terkenal seperti Julio Cesar Chavez dan alm. Arturo Gatti.

Justru pertandingan terakhirnya melawan Gatti adalah yang membikin namanya terkenal, namun ironisnya kemashyuran itu karena Gamache menderita cedera otak dalam pertandingan tersebut, dan nyaris nyawanya tidak tertolong. Pertarungan itu berlangsung pada 26 Februari 2000, di Madison Square Garden, New York, stadion tinju bersejarah, dan merupakan arena terbesar yang pernah disambangi Gamache selama karier tinjunya. Gamache, petinju simpatik tersebut, hanya sanggup bertahan dua ronde dari jadwal 10 ronde. Gamache dibombardir habis-habisan dan brutal oleh Gatti.

Gamache harus ditandu keluar ring dengan kondisi memprihatinkan. Setelah melewati masa kritis panjang yang nyaris merenggut nyawanya, beruntung Tuhan masih melindungi Gamache, dan dia berhasil diselamatkan, walaupun harus pensiun dari dunia tinju akibat cedera otak setelah pertandingan tersebut.

Yang menarik, Gatti ternyata turun dengan berat badan kelebihan sekitar 1 kg. dari ambang batas kelas ringan, sesuai kontrak pertandingan yang ditandatangani semua pihak. Anehnya, New York State Athletic Commission yang mengawasi jalannya pertandingan, memberikan ijin pertandingan, walau Gatti naik ring dengan kelebihan berat badan.

Gamache mencoba mencari keadilan dengan menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi yang menimpanya, termasuk New York State Athletic Commission dan Gatti sendiri. Pengadilan panjang sangat menguras energi pria malang ini. Bayangkan, pengadilan itu belum selesai sampai kini, bahkan Arturo Gatti, mantan lawan yang dituntut oleh Gamache, tewas beberapa waktu lalu di Brazil. Para hakim yang menangani perkara inipun silih berganti, termasuk pengacara Gamache yang sudah ganti tiga kali, ada yang mengundurkan diri dan ada yang tewas karena bunuh diri. Entah berapa ribu kali dia menyaksikan dirinya di KO di ring dari video yang terus berulang kali diputar di pengadilan. Sama seringnya dengan keharusan menenggak pil-pil untuk menahan rasa sakit di kepalanya yang masih sering terasa.

Di tengah duka nestapa, dia sering mengunci pintu kamarnya, mematikan semua lampu dan menyendiri dalam kegelapan tatkala depresi menyerang pria berusia 43 tahun itu. Sampai kini, mantan petinju yang kini menjadi salah seorang pelatih di Kronk Gym itu, masih bersabar mencari keadilan atas malapetaka yang menimpa dirinya. Dia sendiri tidak bermaksud menyalahkan Gatti.

“Dia seorang petinju yang melaksanakan tugas. Komisi olahragalah yang seharusnya menjaga keselamatan kami,” cetus Gamache.

(dari berbagai sumber)

3 comments:

Anonymous said...

jika waktu itu Gamache yg memenangi pertarungan apakah dia tetap akan menuntut? memang Gatti lalai dlm menjaga berat badan, tetapi kesalahan mutlak pada NewYork State Athletic Comm.

Saya msh ingat di thn 90an tabloid bola sempat menampilkan profile lengkap Joey dng foto+senyum manisnya.....

Anonymous said...

Gamache tau Gatti overweight, pasti promotor sudah minta persetujuan ke team Gamache. Mnrt sy beda 1kg mah ga terlalu efek.
Kualitas teknis yg jadi perbedaan.
-DD-

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Joey..Joey...di ikhlasin aja napa? toh pastinya kubu Gatti udh ksh kompensasi sblm prtndngn. Saat timbang bdn kan kubu Joey tau bahwa Gatti kelebihan 1kg..itu jg pastinya Joey dpt tambahan dr kesalahan Gatti tsb. Makanya ikhlasin aja,Joey..Gatti jg udh meninggal.

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.