Jack Johnson (1878-1946) adalah juara dunia tinju berkulit hitam pertama, anak dari keluarga budak di Texas. Dalam catatan rekornya, dia mulai bertarung secara resmi tahun 1897 pada usia 19 tahun, meski banyak catatan lain yang menyebutkan dia telah bertarung sebagai petinju bayaran ilegal lama sebelumnya.
Pada masa itu, ras dan warna kulit masih begitu kental mewarnai keadaan politik di AS. Johnson yang berkulit hitam sulit mendapat tempat dalam olahraga yang pada waktu itu banyak digeluti oleh kaum kulit putih. Untuk itu, diciptakan gelar khusus, yakni "Juara Dunia kelas berat untuk Kaum Kulit Berwarna" (World Colored Heavyweight Title) yang dia rengkuh pada tahun 1903 dengan kemenangan angka 20 ronde atas Denver Ed Martin.
Jack Johnson akhirnya merengkuh glar sebagai juara dunia kelas berat sejati setelah menundukkan juara dunia Tommy Burns dengan angka ronde 14 di Sydney, Australia, 26 Desember 1908. Dia juga menjadi pionir sebagai juara dunia tinjui pertama yang berkulit hitam. Gelar Johnson terlepas darinya pada tahun 1915, setelah dipukul KO oleh Jess Willard pada ronde 26 dari rencana 45 ronde di Havana, Kuba. Setahun setelah pertandingan ini, Johnson mengaku mengalah setelah mendapat tawaran sejumlah uang.
Sebelumnya, pada tahun 1913, Johnson divonis bersalah oleh pengadilan, karena dia sudah menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita kulit putih. Tidak menerima keputusan kontroversal tersebut, Johnson kabur dari Amerika, dan mengadakan pertarungan mempertahankan gelarnya beberapa kali di luar negeri.
Johnson akhirnya mau kembali ke pangkuan Paman Sam dengan menjalani hukuman penjara 10 bulan. Adalah Jack Curley, manajer Jess Willard, yang memberikan 'janji surga' kepada Johnson. Dia mengatakan kepada Johnson bahwa dia memiliki koneksi bagus dengan pemerintah AS, sehingga dia bisa membuat Johnson terhindar dari hukuman penjara di AS, asal dia mau bertarung melawan Jess Willard. Omongan Curley ternyata terbukti bualan saja, karena toh Johnson tetap dipenjara setibanya kembali di tanah airnya, AS. Ada dugaan, namun tidak ada pembuktian ataupun pengakuan resmi dari manapun, kalahnya Johnson dari Willard adalah bagian dari janji-janji surga Jack Curley, selain uang suap yang diakui Johnson belakangan. Saat di dalam masa tahanan, dalam catatan boxrec, ada beberapa pertandingan Johnson yang dilakukan di dalam penjara di negara bagian Kansas.
Sekeluar dari penjara, Johnson mencoba mengukir karir tinjunya lagi, namun gagal menjadi juara dunia kembali, sampai akhirnya pensiun di tahun 1938. Johnson meninggal pada usia 68 tahun akibat kecelakaan lalu lintas.
Atas peristiwa hukum berbau rasial di tahun 1913 itu, baru-baru ini, Kongres AS baru saja menyetujui resolusi untuk memberikan pengampunan atas vonis di tahun 1913 tesebut. Uniknya, resolusi ini pertama kali disponsori oleh eks lawan Barack Obama, Presiden AS kulit hitam pertama kali, Senator John McCain, dari Partai Republik.
"Saya bahagia bahwa Kongres AS telah menyetujui dikeluarkannya resolusi ini terhadap Jack Johnson, petinju kelas berat terbaik pada masanya, sehingga dia pantas mendapatkan pengampunan atas keputusan bersalah yang diterimanya pada tahun 1913," kata Senator McCain dalam sambutannya.
Upaya pengampunan Johnson juga tak terlupakan merupakan usaha Ken Burns, yang membuat film dokumenter mengenai ohnson berjudul "Unforgivable Blackness: The Rise and Fall of Jack Johnson" pada tahun 2005.
Sumber: Washington Post
Tuesday, August 4, 2009
Kongres AS Setujui Pengampunan Bagi Jack Johnson
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment