Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, September 14, 2009

Amir Khan Ditantang Dimitriy Salita

Juara WBA kelas welter yunior dari Inggris yang berdarah Pakistan, Amir Khan, ditantang petinju imigran dari Ukraina yang berdarah Yahudi, Dimitriy Salita (27 tahun, 30-0-1, 16 KO).

Di AS, nama Salita yang mengenal tinju sejak usia 13 sudah terkenal sejak beberapa tahun lalu, terutama di komunitas Yahudi, yang pasti karena Salita terkenal sangat taat dengan ajaran agamanya. Salita digadang-gadang petinju pertama berdarah Yahudi yang akan menggenggam sabuk juara dunia tinju setelah Barney Ross di tahun 1930'an. Saat ini dia sudah menjadi selebriti, walaupun belum menjadi juara dunia. Kisah hidupnya sudah menjadi incaran para produser film, termasuk sempat santer diberitakan rapper Eminem akan berperan sebagai Salita dalam film, walaupun proyek tersebut kini sudah berantakan. Akhirnya Salita memerankan dirinya dalam sebuah film biografi berjudul "The Orthodox Stance".

Amir Khan, semua orang tampaknya sudah mulai familiar dengan nama dia, sebagai harapan Inggris setelah Nassem Hamed mundur dari gelanggang tinju. Banyak yang menyamakan Khan dengan Hamed, tentu saja karena predikatya sebagai petinju Muslim Inggris, walaupun gaya bertinju keduanya berlainan sama sekali. Hamed petinju berbakat alam dengan gaya tinju jalanan dan eksentrik, sedangkan Khan adalah petinju 'alim' dan sangat textbook, apalagi mengingat dia adalah petinju lulusan Olimpiade (meraih perak dalam Olimpiade Athena 2004). Dalam usianya yang ke-22, dia berhasil meraih gelar juara dunia setelah menundukkan juara WBA kelas welter yunior asal Ukraina, Andriy Kotelnik di Inggris, Juli lalu. Seperti halnya Salita yang seorang Yahudi taat, Khan juga adalah seorang Muslim yang sangat taat beribadah. Kemampuan teknisnya semakin menjulang setelah ditangani pelatih bertangan dingin, Freddie Roach.

Olahraga memang tidak ada hubungannya dengan politik dan agama. Namun bisnislah yang menghubung-hubungkan olahraga dengan politik, agama dan ras. Kedua petinju berbeda latar belakang ini sudah diramu sedemikian rupa, untuk menonjolkan perbedaan keyakinan keduanya, sehingga diharapkan bisa menarik minat para penggemar tinju.

Memang, Khan vs. Salita yang direncanakan tampil bulan Desember tahun ini masih dalam tahap negosiasi dan belum final, namun gaungnya sudah bergema kemana-mana, termasuk polesan marketing mengenai perbedaan keyakinan keduanya. Tentu kita semua berharap, suhu kompetisi yang begitu tinggi akan drastis menurun setelah pertandingan, di mana lazimnya kedua petinju berpelukan dan saling memuji, dan tak sedikit dari petinju yang tadinya bermusuhan di atas ring kemudian menjadi sahabat seperti de la Hoya, Hopkins, Mosley dan Muhammad Ali - George Foreman.

Sumber: New York Post

4 comments:

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

inilah pandainya Promotor tinju USA...paling ahli dlm mengacak2 emosi masyarakat, apapun dijadikan bahan utk menarik penjualan. Menurut sy ini adlh contoh yg bagus utk promotor2 Indonesia, lakukan apapun utk meningkatkan daya jual suatu pertarungan. Agar olahraga tinju di Indonesia layak dijual.

Anonymous said...

Kita msh ingat tinju prof.di Trans7 setiap malam minggu selalu menampilkan profile & sosok kehidupan petinju beserta keluarganya,ini merupakan salah satu strategi promotor utk meningkatkan emosi penonton serta nilai jual si petinju & acara tsb,tp mungkin kurang sukses karena tidak dibekali oleh teknik yg mumpuni...tp itu ide yg menarik menurut saya..bukan begitu bung Aryo....

JP said...

Kalau sikon di Indonesia sulit rasanya menjual hal-hal yang berbau SARA, terlalu riskan dan bisa mendulang protes dari kanan kiri.

Saya kira Daud "Cino" Yordan mulai mendobrak ketabuan itu.

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahaha...sy jd ingat, saat prtndgn Richard Samosir vs siapa sy lupa, prtndgn di Trans7, mksdnya sih bagus, membuat adegan seolah2 Richard sdng dikejar2 sesosok makhluk, settingnya sampai kuburan tua jg, tp hasilnya malah konyol !!! Teman sy sampai tanya, ''adegan ini maksudnya tu apa???''

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.