Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, November 3, 2009

Miguel Cotto Rules!

Pada pertandingan Pacquiao vs. de la Hoya, saya meramalkan tubuh kecil Pacquiao akan mudah dibantai oleh de la Hoya yang pernah bertanding hingga kelas menengah super. Memang ramalan saya salah total, karena de la Hoya mengundurkan diri (K-TKO ronde 8) di MGM Grand, Las Vegas, tahun lalu. Namun saya tetap berpikiran bahwa tak seharusnya de la Hoya tumbang, karena pertimbangan bahwa dia harus berjuang menurunkan berat badan sebanyak 6 kg. dari berat tanding yang biasa dia lakoni (kelas menengah), bahkan mungkin bisa jadi berjuang 10-15 kg. dari berat sehari-harinya. Oscar tampil lemas, lesu, sedang Pacquiao yang mendapat asupan gizi lebih banyak karena harus menaikkan bobot, tampil trengginas dan fantastis. Seusai pertandingan, saya baca pada saat pertandingan de la Hoya pun menderita sakit, namun dia memaksakan diri turun ke ring. Bahkan menurut kabar, de la Hoya mendapat teguran dari Nevada States Athletic Commission karena memaksakan diri turun ke ring dalam kondisi sakit. Mungkin akibat tugas ganda sebagai petinju dan promotor sekaligus, membuat de la Hoya tak mau menderita kerugian secara material.

Berangkat dari itulah, saya mengenyampingkan hasil Pacquiao vs. de la Hoya sebagai referensi dalam pertarungan perebutan gelar kelas welter WBO Pacquiao vs. Cotto, juga di MGM Grand, Las Vegas, 14 November. Sebagai juara bertahan, Cotto kali ini akan turun di kelas aslinya, yakni kelas welter. Jelas ini suatu keuntungan besar bagi dia.

Sebaliknya, referensi bagus untuk Pacquiao adalah saat dia me-knockout Ricky Hatton guna merebut sabuk IBO kelas welter ringan, juga di MGM Grand, Mei tahun ini. Namun itupun bukan jaminan 100%, karena kekalahan Hatton lebih dikarenakan akibat kebebalan dirinya sendiri yang bertanding bagai petinju buta, mengandalkan pukulan keras serta kurang menggunakan akalnya, sehingga Pacquiao bisa mengakhiri pertandingan besar itu dengan relatif mudah. Jika dibandingkan Hatton, saya berani memastikan Cotto akan tampil jauh lebih cerdik saat melawan Pacquiao.

Cotto, seperti halnya Pacquiao adalah seorang fighter sejati. Saya cenderung menyamakan Cotto vs. Zab Judah. Pacquiao memang jauh lebih cerdik daripada Judah, dan dia tidak akan gegabah mengajak Cotto beradu pukulan. Namun dalam beberapa adegan, Pacquiao akan keluar aslinya, dan sesekali akan berani barter pukulan lawan Cotto. nah, pada saat Pacquiao keluar aslinya inilah, Cotto boleh berharap mampu mencuri kemenangan KO.

Kita tunggu bersama-sama. Atau kalau Anda punya pendapat lain, silakan tumpahkan di komentar berikut.

12 comments:

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Apa sih keunggulan Cotto dibanding Pacquiao? Memang mungkin utk ptnju lapis ke-2 dia yg terbaik, tp kl di kelas atas dia bukan siapa2. Ini hanyalah pertndgn pemanasan utk Pacquiao sblm prtndgn sebenarnya melawan Mayweather,Jr, Pacquiao mengincar Mayweather, sedangkan Cotto hanya sbg batu loncatan. Cotto tdk akan berkutik, speed Pacquiao jauh diatasnya. Prtndgn ini hasilnya adlh kemenangan angka utk Pacquiao, atau misal menang KO-pun di ronde2 paruh ke-2 prtndgn. :)

JP said...

Yang pasti Cotto nggak harus meres keringat di kelas welter ini kaya de la Hoya. Maunya Pacquiao memang Cotto sebagai batu loncatan, tapi batunya setinggi gunung. Pacquiao masih lebih 'save' lawan Mayweather, walaupun Mayweather akan menang (mungkin angka) daripada Cotto.

Anonymous said...

jeff pamungkas manuelperez versi indonesia
alias pacquiao haters

Boxer said...

Ingat Cotto pernah mengalahkan shane Mosley dengan angka , seandainya dlm pertandingan ini Cotto bisa menahan imbang alias Draw dengan Pacman ,maka pamornya akan naik , dan tentunya bayarannya akan lebih tinggi dari sekarang

JP said...

Iya, ya? Waktu Pac vs Hatton, saya nebak Hatton juga (dan salah... :)

JP

Ke1g0 said...

pacman akan kerepotan menghadapi cotto...petinju satu ini sangat matang dan tidak ceroboh...kalo pacman meng KO cotto saya rasa tidak akan terjadi..bahkan sebaliknya..pacman bisa KO jika tidak hati2,paling ideal pertarungan ini akan diakhiri dengan angka...entah siapa yang keluar sebagai pemenang...yg jelas ini akan ketat.

Anonymous said...

tolong diinfo Stasiun mana yang akan tayangkan? terimakasih

totos said...

Aku tetap pegang pacman, dengan catatan dia tidak memandang enteng lawan, karena semua tahu siapa cotto.

Anonymous said...

Pada nontonkan Mayweather Vs JMM? nonton jugakan Pacquiao Vs JMM (2kali)?

Dari situ kita bisa prediksi diatas kertas, kira2x hasilnya seperti apa jika Mayweather Vs Pacquiao.

Sy lebih suka Cotto menang lawan pacquiao (Diatas kertas, sy pegang Cotto).
Biar Mayweather ketemu lawan seimbang dikelas welter, Cotto.

-DD-

Anonymous said...

Kok pada jagoin Cotto sih? Sekali lg ak tanya, apa sih istimewanya Cotto? menurutku kualitasnya cm sedikit diatas JMM ataupun Barrera. Mending kita buktiin aja, Pacman bakal membuat Cotto seperti matador mempermainkan banteng, pukulan2 Pacman akan lbh bnyk masuk meski mungkin hasilnya hanya berakhir dgn angka.

Aryi Sulkhan

Anonymous said...

saya sebenarnya merasa coto bisa memenangkan pertarungan ini, tetapi mendengar komentar dari sang pakar Aryo Sulkhan,sepertinya pilihan saya harus segera dirubah he2........

bob harun said...

perasaan cotto jadi sansaknya pacman khan wkt itu?? xi xixixi...

siapapun lawan pacman, hasilnya bakalan tidak mengenakkan.

mungkin Floyd satu2nya lawan yg bisa menyulitkan pacman..

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.