Anggap saja judul di atas sebagai ganti atas kesalahan analisis dalam judul artikel "Cotto Rules" di website ini. Mau berargumentasi apa saja, kalau keliru ya keliru saja.
Bagaikan video game Pacman ciptaan Toru Iwatani, "Pacman" Pacquiao terus melahap semua lawan-lawannya, baik yang ukuran kecil maupun besar. Adalah penulis tinju Filipina, Rey Danseco, yang pertama kali memberikan julukan Pacman kepada Manny Pacquiao. Dan memang terbukti cocok sekali.
Aroma kemenangan Pacquiao sebenarnya sudah tercium sejak kedua petinju memasuki arena. Pacquiao menebar senyum dan memberi salam kepada para pendukungnya yang memadati MGM Grand, Las Vegas; sedang Cotto bersirat wajah tegang serta membenamkan wajahnya dalam tudung putih jubah tinjunya saat masuk ke arena tanpa ekpresi.
Namun semua ini sirna ketika kedua petinju berhadapan, badan Cotto jauh lebih kekar daripada Pacquiao yang tampak kecil. Dengan ukuran badan lebih besar seperti itu, Cotto tampak meyakinkan akan keluar sebagai pemenang dalam duel bergengsi itu.
Cotto bermain taktis di dua ronde awal. Ronde 3 pun Cotto masih bermain lumayan, namun sebuah hook kanan yang tak terlalu keras membuat Cotto yang melakukan kesalahan posisi kaki hilang keseimbangan dan lututnya menyentuh kanvas, membuatnya terkena delapan hitungan dari wasit Kenny Bayless.
Ronde 4, Cotto tampil cukup bagus, namun sebuah pukulan uppercut kiri yang merupakan senjata maut Pacquiao, berhasil merobohkan Cotto, dan menghapus penampilan bagus Cotto di ronde ini. Kali ini benar-benar murni poin knockdown diperoleh Pacquiao. Uppercut kirinya, yang dilontarkan dengan kekuatan penuh, menghajar Cotto yang sedang merangsek maju, membuatnya harus rela terkapar dan dihitung lagi oleh wasit. Pukulan Pacquiao memang jauh jauh lebih cepat. Selanjutnya, ronde 5 dan 6 Pacquiao sudah menguasai permainan. Bahkan di ronde 6, Pacquiao sempat beberapa kali menggoyahkan Cotto.
Menyadari tidak mungkin beradu pukul melawan Pacquiao, di ronde 7 ke atas Cotto mencoba bermain dalam jarak longgar, dan tidak mau terjebak permainan jarak dekat yang digunakan Pacquiao. Namun Pacquiao sudah betul-betul menguasai ring. Dengan gaya lari-larinya yang tak biasa itu, Cotto kini hanya bisa memperpanjang permainan saja. Pacquiao tampil bagai pemburu yang terus memburu buruannya yang melakukan petak umpet. Akhirnya di ronde 12, dalam sebuah kemelut, wasit menghentikan pertandingan, karena melihat Cotto sudah tak mampu memberi perlawanan. Wajah Cotto, seperti dalam tayangan TVOne, tampak hancur dan bengkak, sedang wajah Pacquiao sangat bersih, seperti baru saja melakukan fitness, bukan seperti barusan melakoni pertarungan berat, kejuaraan WBC kelas welter.
Monday, November 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
9 comments:
Cotto sama sekali tdk menampilkan gaya bertarung & mental juara,bahkan seorang petinju yg sdh kalah dlm perolehan angka biasanya selalu berusaha mengKO lawan di dua atau tiga ronde akhir,dia justru tetap berlari dan berlari seolah2 kekalahan angka adl hasil yg luar biasa buat Cotto.
saya pikir Cotto tdk bermain buruk hanya saja Manny memang luar biasa sehingga Cotto benar2 terlihat bodoh.....
Selain Manny ada satu orang lg yg luar biasa dia adalah : Bung ARYO SULKHAN.jadi malu nih saya he2, udh ngotot & yakin Cotto 100% menang eh malah TKO.
Luar biasa Bung prediksi anda benar2 akurat,bisa kita calonkan menjadi pembawa acara tinju di TVOne nih........
Pacquiao luar biasa
Aryo Sulkhan Rules!
The Bandungan Welterweight champion!
Pacman sangat lincah dan pukulannya spt hantu bs dtg dr sgl arah, th2 lwn sdh trkapar. Cotto tdk menunjukkan apa2 kcuali than pukul. Bnr2 pacman show..
vd
Salut utk Pak AS.
-DD-
DI empat ronde awal, Cotto terlihat cukup confident. Tetapi setelah knockdown yang kedua, Cotto tampak jeri dengan pukulan-pukulan Pacman. Terbukti dengan strategi menjaga jaraknya yang "tampak aneh".
Umumnya jika seorang petinju menerapkan strategi menjaga jarak untuk kemudian memasukkan pukulan-pukulan terbaiknya, dia pasti akan memancing dengan memasukkan jab-jabnya terlebih dahulu guna mencari peluang. Tetapi bukannya jab-jabnya yang rajin menyengat - seperti yang selama ini diulas mengenai kehandalan jab Cotto yang bahkan dibilang melebihi sang master boxer Shane Mosley - Cotto malah lebih rain berlari-lari menjauhi Pacman.
Kayaknya Pacman - Marquez III atau Pacman - Mosley (jika ada negosiasi untuk itu) bakalan lebih seru daripada Pacman - Mayweather. Mayweather bukannya petinju yang suka infight jual beli pukulan. Tetapi kalo Marquez atau Mosley beda.
- bsw -
Ok...ok...cukup pujiannya...trmksh..trmksh semuanya...terutama Mr.Muscle. :D
Ya inilah keistimewaan Pacman, bukan krn sy pengagumnya, tp memang dia memiliki keistimewaan yg tdk dimiliki ptnju lain, sama seperti keistimewaan yg dimiliki Mike Tyson, hingga saat ini blm ada yg menyamai.
Footwork Pacman sangat susah dikejar, diapun sanggup memukul dari sudut manapun. Pacman mampu menghipnotis lawan utk tdk berkutik di hadapannya.
Lalu utk next fight, sy rasa prtndgn Pacman-Mayweather akan sangat membosankan, seperti yg sudah2, Mayweather bukan tipikal ptnju yg berani infight, menurut sy buat apa bertinju kl hanya main lari2 & petak umpet! terus terang sy sangat tdk suka style Mayweather. lbh seru Pacman vs Marquez III atau Mosley, sy setuju pendapat BSW. :)
Sy kira cukup ulasan dr sy. lalu ada sedikit kata2 dr sy utk The Owner Mr.Jeff, Ayo ke Bandungan...Let,s get it on !!!! :D
Post a Comment