Pre-Analisis dari CompuboxCompubox, badan independen yang menghitung statistik pertandingan tinju dengan komputer, mengeluarkan pre-analisis mega tarung Manny Pacquiao vs. Miguel Cotto, 14 Nov. mendatang.
Dalam analisis tersebut, Pacquiao memperoleh kredit pada kecepatannya, sedang Cotto pada power dan jab nya. Dengan jangkauan lebih panjang, Cotto berharap bisa mengganjal laju Pacquiao dengan jab-jabnya, yang memang dia gunakan saat mendominasi dalam beberapa pertarungannya, termasuk saat lawan Mosley dan Judah. Pacquiao sendiri bukanlah petinju yang memiliki jab yang baik. Jab-jab Cotto, bahkan disebut mengungguli sang master boxer, Shane Mosley, yang juga dikenal memiliki jab sangat bagus dan akurat.
Selama terjun di kelas welter, Pacquiao sudah menjalani tiga laga: melawan David Diaz, Oscar de la Hoya, dan Ricky Hatton (welter yunior). Namun ketiganya dianggap Compubox bukan ujian sesungguhnya bagi Pacman. Diaz mutunya terlalu buruk, de la Hoya sudah uzur, Hatton juga hanya dianggap bermodal nama terkenal, namun sebetulnya kualitasnya kurang.
Berita bagus bagi pendukung Pacquiao adalah perbandingan pertarungan terakhir mereka. Pacquiao tampil sangat perkasa dan meyakinkan saat menggulung Hatton dalam dua ronde. Sebaliknya Cotto tampil buruk dan hampir kalah dari Josh Clotey. Dari pertarungan lawan Clotey itulah, Compubox mengkhawatirkan bahwa kemampuan Cotto sudah menurun.
Kesimpulan analisis Compubox, jika Cotto mampu mengoptimalkan jab-jabnya, dia berpeluang besar menang atas Pacquiao. Namun jika dia tampil buruk seperti saat lawan Clotey, Pacquiao yang berpeluang besar. Jadi tampaknya kini kunci siapa yang akan memenangi pertarungan Cotto vs Pacquiao adalah penampilan Cotto.
4 comments:
kita tau memang pertandingan ini coto diuntungkan, karena dia berada di kelas yg sesungguhnya,ditambah dengan unggul tinggi badan & jangkauan serta pengalaman bermain dikelasnya,hal inilah yg membuat saya jadi ragu pacman bisa mengalahkan coto.
pendapat kita berbeda bung Aryo???
speed dan timing pacman tampaknya sulit diantisipasi oleh cotto, kalau cotto konsisten dengan jaga jarak dia akan menang angka, kalau sering kecolongan seperti pertarungan terakhir lawan clotey, akan fatal. smoga pertarungan tidak membosankan seperti floyd m vs Marguez
Cotto Vs Clotey, Clotey itu petinju dengan pertahanan double cover yg sangat baik, pukulannya pun keras. Kelemahannya, dia tidak lincah, statis. Cotto menang 9ronde awal dan keteteran di 3 ronde terakhir.
Keliatannya, tidak ada celah bagi Pacquiao utk menang.
-DD-
So pasti pendapat sy berbeda,Mr.Muscle. Cotto memang punya power yg lbh besar, namun speed & keuletan Pacman tdk akan terbendung oleh Cotto, Pacman susah dipukul, tubuh & gerakannya sangat lincah, sy ibaratkan Pacman adlh "Electric Eel" alias Belut Listrik, licin namun menyengat! Pertarungan akan sangat seru, bsk hari minggu qt buktikan saja siapa yg terbaik. :)
Post a Comment