Setelah sukses 'menebas' Miguel Cotto ronder 12 guna merebut sabuk WBC Diamante kelas welter, Pacquiao kini mengejar Floyd Mayweather, Jr. untuk merebut gelar sebagai petinju terbaik dunia. Berbagai cara dan proposal telah diupayakan untuk menarik minat Mayweather yang kini dijuluki "Money", karena dia selalu jual mahal untuk setiap penampilannya.
Salah satu tawaran menarik dari kubu Pacquiao adalah membagi jumlah total bayaran mereka, kemudian dibagi 45%-45% rata kepada kedua petinju, dan sisanya, 10%, akan dijadikan bonus bagi pemenang. Namun demikian, Pretty Boy Floyd, julukan Mayweather yang mengacu pada nama bandit legendaris di AS tahun 1930'an, sejauh ini belum memberikan tanggapan atas gembar-gembor di media massa mengenai mega duel Pacquiao vs. Mayweather.
Saya sendiri pribadi tidak menganggap pertarungan melawan Mayweather sesuatu yang penting. Dengan keberhasilannya menundukkan Cotto, Pacquiao sudah sangat layak dinobatkan sebagai raja diraja tinju antar kelas (p4p). Bisa jadi, pertarungan melawan Mayweather hanyalah sekedar pertandingan 'cari dana' belaka. Kalah atau menang lawan Mayweather, bukanlah sesuatu yang penting bagi Pacquiao. Jika sekedar cari bayaran fantastis, memang nama Mayweather yang paling pantas, selain masih ada nama sang jagoan veteran Shane Mosley, yang kini menyandang gelar juara WBA. Melawan dua petinju populer itu, cukuplah bagi Pacquiao untuk menimbun kekayaannya bagi anak dan cucunya kelak.
Tuesday, November 17, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
3 comments:
walaupun gaya pertarungan Mayweather sangat menjemukan tetapi dia adalah boxer terbaik diera sekarang ini dan dia sudah membuktikan hal tsb,jadi pecandu tinju dunia pasti akan menunggu pertarunganya Vs Pacman.
Karena hanya tinggal dialah lawan sepadan utk Pacman. Mosley & Marquez sdh terlalu uzur,sedangkan Valero dan Berto msh blm cukup punya nama & pembuktian.
dengan nama besar Pacman sekarang ini hanya sedikit petinju yg pantas menghadapinya.........
Manny pasti bs mengalahkannya! Freestyler yg baik bukan seperti Mayweather, bagi saya teknik freestyle yg terbaik adlh milik Sugar Ray Leonard, lincah, lentur, namun menyengat.
Sebenarnya ada jg mantan ptnju nasional kita yg memilikinya, ialah Alm.Rahman Kili-Kili, misal dahulu dia konsisten dlm menggeluti karirnya, dia bs mnjadi legenda.
Utk Rahman Kili-Kili, semoga dia damai di sisi-Nya.
Style makes fight. Pacquiao belumlah dianggap sebagai king P4P apabila dia belum mengalahkan PBF. Dengan tidak mengurangi rasa kagum atas skill paquiao, kalo kita merunut lawan2 terakhir pacquiao saya merasa ada unsur cherry picking yang tentunya dilakukan oleh roach dan team karena pac man akan melawan siapa saja. Kita bisa lihat hampir semuanya adalah type aggresive yang mau fight brawl, lihat morales, diaz, ODLH, Hatton dan terakhir cotto. Justru diawal2 pacquiao selalu berkesan counterpuncher, setelah lawan babak belur kena counterpunch baru dia mengejar lawan2nya. Saya tidak yakin taktik ini akan jalan dengan mayweather. Tanpa mengalahkan mayweather maka tetap ada duri mengganjal kesuksesan pacquiao atas tuduhan cherry picking itu. tapi kalo dia bisa kalahkan mayweather. stop sudah! dia bukan saja petinju terbaik saat ini tapi mungkin yang pernah ada didunia sampai dia pensiun. mungkin belum tentu dalam 50 tahun ada yang bisa menyamai kehebatan dia.
Pacquio v mayweather is a must. suatu pembuktian yang ditnggu.
Post a Comment