Kekalahan TKO Juan "Baby Bull" Diaz di ronde 9 dari Juan Manuel Marquez pada Februari tahun lalu bukan saja meninggalkan dendam yang mendalam, namun juga menyisakan rasa penasaran penonton, karena pertandingan yang begitu seru di awal, harus diakhiri dengan kekalahan tragis Diaz. Uppercut tajam Marquez mengakhiri perlawanan Diaz yang mulai melemah pada ronde 9, setelah sebelumnya Marquez memukul roboh Diaz dengan serangkaian kombinasi.
Jika ditilik dari teknik dan pengalaman, apalagi modal menang TKO meyakinkan atas Diaz dalam pertandingan yang diberi penghargaan Fight of the Year 2009 itu, Marquez jelas di atas angin. Satu-satunya keuntungan Diaz adalah modal usia (26) sedang Marquez sudah berusia 36 tahun. Diaz, petinju AS keturunan Meksiko yang sekampung halaman dengan Rocky Juarez di Houston, Texas, ini sempat sangat menjanjikan saat cukup lama dan meyakinkan menjadi juara WBA kelas ringan. Diaz merebut gelar tersebut setelah merontokkan juara duinia satu-satunya asal Mongolia, Lakva Sim pada tahun 2004. Gayanya yang slugger memang sangat memikat pecandu tinju sampai dia harus mengalami kekalahan pertama kali dari Nate Campbell yang mencuri gelarnya pada 2008. Setelah itu sinar Diaz tidak segemerlap sebelumnya, apalagi setelah kalah dari Paul Malignaggi dan Marquez.
Marquez? Saya kira dia sudah terlalu banyak diulas di sini. Gayanya sebagai counter puncher sudah sangat dihapal oleh para pecandu tinju di Indonesia. Selain pernah bertarung melawan Chris John, pertandingan Marquez juga sering ditayangkan oleh televisi di Indonesia. Perkiraan saya Marquez masih berpeluang besar menggusur Juan Diaz.
Pertandingan ini merupakan partai gelar WBO dan WBA super kelas ringan milik Marquez yang dimenanginya dari Diaz pada 2009 dalam partai memperebutkan gelar lowong tersebut. TVOne mengumumkan akan meyiarkan partai ini secara live pada Minggu pagi (1 Agustus) langsung dari Mandalay Bay Resort & Casino, Las Vegas, Nevada, AS.
Wednesday, July 28, 2010
Unfinished Business Juan Diaz vs JM Marquez
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
7 comments:
Marquez itu ibarat padi, makin tua makin merunduk karena berisi, kontrol emosinya jauh semakin baik dibandingkan saat melawan CJ yg terlihat emosi sehingga mengakibatkan CJ "sedikit" lbh unggul ditambah dgn keuntungan CJ sbg ptnju tuan rumah yg akhirnya memenangkan pertarungan. Kesimpulannya, Marquez di usia tuanya malah menjadikan dirinya semakin berisi, matang, & semakin menjadi penghalang bagi ptnju2 lain di kelasnya.
bagaimana dgn CJ? semakin tua semakin.......
-DD-
bagaimana dgn CJ? semakin tua semakin.......
........
........
........
........
........
........
........
........
........
........
........
........ ya semakin menua
Hahahah.. Siapa nih Kompyang??? :D
CJ pd dasarnya adlh seorang boxer murni, jd jangan bertarung & dipaksakan utk menjadi fighter serta mencoba utk diperkuat power pukulannya. Bertarunglah sbg CJ di masa lalu yg sanggup tampil sangat cantik melawan Osamu Sato.
Seharusnya jg seorang ptnju yg memiliki style boxer murni seperti CJ mampu bertahan lama meskipun "termakan" usia.
Maju trs,CJ.. Jangan mau kalah dgn si Kompyang! Hahaha
Sebenernya tergantung jenis lawan. Waktu lawan model fighter/counter macam Sato dan Marquez, CJ benar2 tampil sbg boxer murni yg andal. Waktu lawan Gainer yg boxer dan jangkung, CJ tampil bak panser yang gong to gong fight dari ronde 1 s/d 12, walau sempat knockdown.
Lawan Juarez sebetulnya juga tampil bagus, sayang ronde 12 kecolongan dan nyaris (di dua fight).
Kalo saja pertarungan JMM Vs JD II langsung terjadi disaat mereka baru menyelesaikan pertarungan I,pasti akan lbh seru, karena penampilan JD di 2 pertarungan terakhir saat melawan Malinanggi sama sekali tdk meyakinkan,sehingga membuat banyak pihak yg meragukanya.ditambah JMM yg sdh lama absen dan semakin menua..............
Thanks atas infonya Bung Jeff, Kepada TVONE, terimakasih banyak akan merelay.
Post a Comment