Juanma mengakui bahwa dia sempat goyah pada ronde 4 dalam pertarungan seru melawan mantan juara dunia dua kelas berbeda, Rafael Marquez, 6 November di MGM Grand, Las Vegas, atau Minggu pagi WIB. Dalam pertarungan yang berlangsung ketat tersebut, seperti kita ketahui dari tayangan langsung TVOne, Juanma berhasil menang TKO ronde 8, setelah Marquez mengundurkan diri akibat cedera bahu dalam pertarungan gelar WBO kelas bulu.
Selain ronde 4 tersebut, Juanma tampil perkasa, dengan pukulan-pukulan lebih berat dan pertahanan lebih rapi. Namun harus diakui, daya tahan Marquez memang luar biasa. Dalam keadaan terdesak, dia masih mampu membahayakan lawan. Lopez juga sempat menggoyahkan Marquez di ronde 3, dan di ronde 5 ke atas, Lopez sudah berhasil menguasai ring dalam adu pukul jarak dekat, walaupun Marquez masih terus mengejutkan dengan pukulan-pukulan counter yang berbahaya. Sayang, Marquez tidak menjawab bel ronde 9 akibat cedera bahu kanan akibat tersambar pukulan Lopez.
Dalam jumpa pers seusai pertandingan, Juanma Lopez juga sempat mempertanyakan keputusan wasit Tony Weeks yang memotong dua angka karena memukul bagian kepala. "Marquez selalu menundukkan kepala, sehingga hal tersebut tidak dapat dihindari. Sebagai wasit yang berpengalaman, Tony Weeks harusnya bisa menilai hal tersebut," ujar Lopez.
Lopez juga menyambut baik jika kubu Marquez mengajukan proposal tanding ulang. Juanma sendiri digadang-gadang bertemu dengan juara WBA/IBF asal Kuba, Yuriorkis Gamboa bulan Juni tahun depan.
Monday, November 8, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
5 comments:
(hernand)
Faktor usia tidak bisa disembunyikan. Dgn selisih 8 th, Juanma (27) berada dlm masa keemasan. Daya tahan Rafael masih lumayan, tp secara fisik sudah rapuh..
Memang Rafa daya tahan fisiknya agak kurang, tapi dia masih menunjukkan yang terbaik dan pantas rematch, gw inget waktu pertandingannya ketiga melawan israel vasquez, rafa sempat menjatuhkan israel, tapi israel bangkit dan menekan terus rafa sampai akhirnya rafa kalah angka Split Decision, tapi rafa membalasnya dipertarungan ke 4 dengan menang tko ronde ke 3 atas israel, padahal banyak sekali meragukan rafa, memang rafa petinju yang tidak mudah ditebak selalu menyimpan pukulan yg mematikan tapi masalah stamina fisik menjadi kendala juga.
Menurut pendapat gw skenario terbaik adalah Juanma bisa saja rematch atau menantang juara wbc elio rojas sambil menunggu hasil dari pertarungan CJ vs Gamboa yg direncanakan...yang semuanya menjadi piramida siapakah the best of the best in Featherweight division
Pertandingan memang ketat,tapi sampai ronde 8 sudah jelas siapa yg menguasai pertarungan, sbg petinju yg sedang berada di puncak penampilan Juanma pasti sdh memiliki daftar tunggu spt Gamboa atau CJ,Ponce de Leon,Conception,sehingga cukup sulit buat Rafael dng mudah mendapatkan pertarungan ulang,jika tahun depan belum terlaksana sudah jelas usianya akan semakin menua.............
Sebenarnya ptnju andalan yg kita miliki saat ini yaitu CJ & DY memiliki skill yg mumpuni utk bersaing di kelas Bulu level dunia, DY punya modal speed & akurasi tinggi, CJ punya modal keahlian menyusun strategi, kl sekedar lawan Juanma sy kira DY & CJ mampu serta ada kans utk menang. Menurut sy lawan terberat di kelas Bulu hanyalah Yuriorkis Gamboa, tiada yg lain.....
kayaknya bung aryo dan para pengamat lainnya terlalu tinggi menilai Gamboa. Memang gamboa punya speed dan power yang hebat,tapi menurut saya teknik dan intelegensinya masih di bawah CJ. kalo Cj mampu memanfaatkan kelebihannya secara optimal, bukan tidak mungkin pertarungan mereka bakal seperti Tyson Vs Holyfield..Yang penting CJ mampu mempersiapkan fisik dan strateginya secara optimal aja..
Post a Comment