Promotor internasional Damianus Wera akan menggelar dua partai kejuaraan WBO Asia Pacific (Aspac) di GOR Hayam Wuruk, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/1). Dua partai yang akan ditampilkan itu adalah di kelas terbang mini (47,6 kg) antara juara bertahan Heri Amol (Gema Tinju Trisakti BC Jakarta) dan Jetli Purisima (Filipina). Bagi Heri, ini duel mempertahankan gelar juara WBO Aspac kali pertama setelah merebut gelar tersebut pada 18 September 2010 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kala itu Heri yang berasal dari Kiupukan, Timor Tengah Utara, NTT, menang angka mutlak atas Mating Kilakil (Filipina). Sedangkan, Purisima yang kini berada di peringkat 10 WBO Aspac untuk kali pertama mencoba merebut gelar WBO Aspac. Sebelumya, petinju berusia 23 dan sekarang membukukan rekor 15 (2 KO)-9-1, itu pernah mencoba merebut gelar internasional lainnya: WBC Youth dan WBO Oriental. Namun, ia gagal merengkuh dua gelar tersebut.
Heri menyatakan dirinya sangat siap
untuk mempertahankan gelarnya. Untuk itu, sejak November tahun lalu, ia dan timnya telah mempersiapkan diri secara khusus di Puncak, Jawa Barat. Cuma, ia mengaku belum tahu persis gaya dan kualitas permainan Purisima. Meski begitu, ia sudah tahu pola permainan para petinju Filipina. “Umumnya mereka bargaya fighter sejati dan kualitas permainan bagus. Saya tak mau terpengaruh dengan rekor bertanding Purisima. Itu bisa mengecoh saya. Terpenting saya bisa berlatih keras dan siap menghadapi petinju bergaya apapun, termasuk Purisima,” ungkap Heri, 27, yang juga pemangku rekor 25 (11 KO)-11-0.Tarung ini buat Heri sangat peting. Sebab, selain mempertahankan gelarnya, juga berusaha untuk terus meningkatkan peringkat dunianya di WBO. Kini, Heri sudah menempati peringkat 4 dunia WBO. Jika Heri bisa mempertahankan gelar, apalagi dengan KO/TKO, tentu peringkatnya akan terus naik lagi. “Ini yang mendorong saya untuk berlatih keras dan bisa memenangkan pertandingan. Tapi, saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada promotor Damianus yang mau mengorbitkan saya. Itu juga memotivasi saya untuk berbuat yang terbaik,” ujar Heri.
Partai lainnya adalah di kelas terbang yunior (48,9 kg), antara Tommy Seran (Rokatenda Palue BC Sidoarjo) dan Mating Kilakil (Filipina). Kilakil pernah dikalahkan Heri di Kupang, September tahun lalu. Namun, ia cukup berbahaya. Jika Tommy tak mempersiapkan diri dengan baik, apalagi tak memperbaiki kelemahan-kelemahannya, ia bisa menelan pil pahit. Buat Tommy, duel dengan Kilakil adalah upaya mempertahankan gelar WBO Aspac interim kali ketiga setelah ia merebut gelar tersebut di Denpasar, Bali, 27 Januari 2010. Saat itu, Tommy menang TKO di ronde 9 atas Liempetch Sor Veerapol (Thailand). Di duel mempertahankan gelar terakhir, 18 September 2010, di Kupang, Tommy menang angka mutlak atas Jayson Rotoni (Filipina).
Tommy, 26, yang berasal dari Belu, NTT, itu mengaku fokus untuk menghadapi pertandingan ini. Itu sebabnya, ia dan pelatih Yani Malhendo telah mempersiapkan diri secara maksimal di Sasana Rokatenda, sejak Desember tahun lalu. “Persiapan saya cukup baik. Mudah-mudahan dengan persiapan ini, saya bisa mempertahankan gelar dan mempersembahkan kepada promotor saya (Damianus) dan sasana Rokatenda yang berulang tahun pada akhir Januari ini,” tukas Tommy, pemilik rekor 17 (9 KO)-1-0.
Tommy, 26, yang berasal dari Belu, NTT, itu mengaku fokus untuk menghadapi pertandingan ini. Itu sebabnya, ia dan pelatih Yani Malhendo telah mempersiapkan diri secara maksimal di Sasana Rokatenda, sejak Desember tahun lalu. “Persiapan saya cukup baik. Mudah-mudahan dengan persiapan ini, saya bisa mempertahankan gelar dan mempersembahkan kepada promotor saya (Damianus) dan sasana Rokatenda yang berulang tahun pada akhir Januari ini,” tukas Tommy, pemilik rekor 17 (9 KO)-1-0.
No comments:
Post a Comment