Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, February 21, 2011

Donaire Hajar Montiel


Luar biasa! Jika para petinju Thailand dianugerahi daya tahan terhadap pukulan, para petinju Filipina dianugerahi bakat memiliki pukulan sekeras batu granit. Manos de piedra. Satu dari sekian banyak petinju Filipina berbekal manos de piedra alias pukulan batu ini adalah Nonito Donaire, yang sekaligus juga memiliki pukulan secepat kilat, persis nama julukannya, The Filipino Flash.

Donaire menunjukkan kedua bakat alamnya tersebut dengan memukul TKO ronde 2 petinju kawakan Fernando Montiel yang tampil sebagai juara bertahan kelas bantam versi WBC dan WBO. Hook kiri Donaire begitu keras menerpa rahang Montiel yang langsung jatuh, bahkan saat proses terjatuhnya Montiel, Donaire, mantan juara IBF kelas terbang super, masih mampu mengirim sebuah uppercut kanan yang juga keras menerpa bagian wajah sang lawan yang langsung membuatnya terkulai di kanvas. Saat terkapar, Montiel masih mencoba menggerak-gerakkan kaki mencoba bangkit. Hampir semua pemirsa saya kira memperkirakan pertandingan ini akan berakhir dengan KO; namun luar biasa, Montiel masih mampu bangkit dan menguasai dirinya, sehingga wasit memperbolehkan dirinya bertarung lagi. Namun Donaire tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera mengurung Montiel di sudut. Wasit segera menghentikan pertarungan yang sudah tak berimbang ini, yang direspon positif oleh kubu Montiel tanpa protes. Tahun lalu Montiel sempat menggemparkan Jepang kala merobohkan pujaan Jepang, Hozumi Hasegawa dengan KO ronde 4. Namun 19 Februari lalu di Mandalay Bay Resort & Casino, Las Vegas, Donaire membalaskan dendam bangsa Asia, dan kebetulan disiarkan langsung pula di Indonesia. Mabuhay, Donaire!

Di hari yang sama, di Porsche Arena, Stuttgart, Baden-Württemberg, Jerman, Felix Sturm berhasil memukul TKO ronde 7 Ronald Hearns (anak sang legenda Thomas Hearns) guna memperpanjang gelar WBA Super Champion kelas menengah. Partai ini disiarkan secara tunda oleh RCTI.

24 comments:

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Sy sama sekali tdk melihat bahwa Nonito Donaire adlh "The Next Pacquiao", karena dia memiliki gaya bertarung tersendiri yg jg sangat baik. Kecepatan & kekuatan pukulannya jauh di atas rata2 petinju di kelas Bantam. Pukulannya benar yg Bung Jeff sampaikan, seperti batu granit! Pukulan Manny Pacquiao saat berada di kelas Bantam saja tdk sekeras itu..

JP said...

makanya saya gak singgung2 Pacquiao di tulisan ini. Sama-sama fighter, tapi dia punya gaya sendiri. Bukan tipikl petinju Filipina. Kalau Pacquiao itu mirip kebanyakan petinju Filipina, semua pukulan keras, pertahanan yang terbaik adalah menyerang. Itu Pacquiao dan rata2 fighter Filipina. Dan setelah dipoles oleh Roch, semakin jadilah.

(hernand) said...

Donaire berbeda dgn kebanyakan tipe petinju Filipina, mungkin karena ia meniti kariernya di USA sejak amatir. Ringkasnya Donaire itu punya gen Filipina, tapi terkontaminasi atmosfir style USA .
Seandainya bibit unggul petinju kita di-homebase-kan ke USA...

Anonymous said...

SAYA INGAT JAMAN MENPORA ANGUNG LAKSONO TIDAK MAU MEMODALI PETINJU INDONESIA KE AMERIKA KARENA JAUH KALO DIBANDINGKAN MEKSIKO TAU YANG LAIN SEKARANG FILIPINA SAJA BISA KENAPA KITA TIDAK

john said...

Selain pukulan keras, donaire juga punya modal fisik yang mendukung. Tinggi dan jangkauannya diatas rata2 petinju kelas bantam

Anonymous said...

Disco said... kalo petinju indonesia rata rata bukan 'hand of stone' tapi 'hand of cotton' alias 'si tangan kapas' kalo kena pukulan petinju kita rasanya kayak di pukul pake bantal guling...

Anonymous said...

liat lagi di youtube sepertinya bau2 lucky blow juga neh

JP said...

ya namanya di tinju, pukulan KO 90% itu lucky blow...

Anonymous said...

bukan lucky blow, itu counter yg sdh direncanakan. Hebatnya, setelah pukulan kanan Montiel mendarat, langsung dibalas dgn hook kiri yg cepat dan keras.

-DD-

JP said...

DD: setuju! Donaire berhasil gabungkas speed+power plus memanfaatkan momentum. Wkt montiel narik tangannya utk mukul, hook kiri donaire lgs sambar bgt lht ada celah. Sudah bakat alam ini.

Mbak sandra dewi said...

kapan yah indonesia.....

wong said...

Indonesia punya petinju yang memiliki bakat alam dan pukulan yang keras, dan akan bertanding melawan juara dunia yang tak terkalahkan pada 17 april 2011.. Daud Yordan, punya pukulan sekeras granit, dan skill yang dilatih secara otodidak dan fisik yang ditempa alam Kalimantan..punya kesempatan untuk menjadi juara dunia..Mudah-mudahan DY makin berkembang pesat, baik teknik maupun staminanya..Dan tim manajemennya juga berkembang,sehingga tak ada lagi faktor2 non teknis yang mengganggu persiapannya ketika akan naik ring..DY baru berumur 22, sedangkan Nonito sekarang uda 28 tahun.,kalo daud yang skr diasah terus, bayangkan 6 tahun lagi kemampuannya seperti apa

Hendrasz said...

Makanya cari-in DY pelatih yg berkualitas. DY pindah ke boxing gym di amrik aja biar lebih banyak sparring ama hi-level boxer.

DANNY said...

Kalo Tinju menang KO 90% Lucky Blow berarti sepakbola Lucky Kick, Basket Lucky Throw, Bulutangkis Menang angin, ya udah kalo gitu gak usah banyak berlatih, modal keberuntungan sama doa aja dibanyakin.....xixiixixi.....piss ah!

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahahahah.. Kurangi latihan & perbanyak doa aja, insyaallah sukses.. ;D

Mbak sandra dewi said...

ah bang aryo kasihan jamednya lho...

wong said...

Baik DY ataupun CJ yang menang, sudah pasti akan menjadi target petinju2 di kelas bulu dunia..Bagaimanapun CJ masih memiliki nama besar di kelas bulu, sebagai petinju tidak terkalahkan, yang pernah mengalahkan Juan Manuel Marquez dan Rocky Juarez..Kalo DY menang, DY bisa dijual sebagai petinju yang mengalahkan CJ, petinju top juara dunia kelas bulu yang tak terkalahkan. Seandainya nonito naik ke kelas bulu, CJ maupun DY berkesempatan menjajal tinjunya..

JP said...

Hehehe. Yah. Aryo istrinya hamil juga krn lucky crut... Gak pk latihan juga kan? Piss juga.

Anonymous said...

Jmlh suara yg menjagokan CJ mng semakin tertinggal jauh, ini membuktikan bahwa CJ memang juara yg pandang sebelah mata, bahkan oleh penggemar tnju tanah air sendiri. Ayo john buktikan, nanti!

DANNY said...

Kalo bung Aryo tuh bukan Lucky Crut lagi tapi Lucky Crat crut crot cret.....wuaahahhahahahahha

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Hahahahah.. Awas ya pd ngejek trs.. Sy ini lg pusing, istri sy 4 hamil semua.. ;D

Lalu soal CJ yg tertinggal ya apa mau dikata, dimana-mana pengamat memang lbh jeli. Mereka lbh bisa memprediksikan apa yg bakal terjadi di atas ring. Namun kembali lg seperti yg Bung JP sampaikan, Vox Populi (bukan) Vox Dei.. Tinggal siapa antara Cino & CJ yg lbh baik persiapannya. Hehehe.

Roem said...

Omong-omong, ini hasil pollingnya murni gak ya? Atau del AFI atau idol-idolan, bisa vote sebanyak-banyaknya bahkan bisa titip vote segala

wong said...

Padahal khan Cj punya warnet ya..Jangan2 ini cuman strategi timnya CJ biar tim DY lengah??hehe...Tapi semuanya hanya perlu dibuktikan diatas ring deh..Dan juga, jangan ada alasan ini itu lagi buat yang kalah..Tinju pro itu emang kompleks, dan banyak faktor yang bisa mempengaruhi hasil pertandingan, mulai dari persiapan kedua petinju,tim dan manajemennya, sampai dengan faktor luck dan juga takdir Tuhan ikut menentukan..

Anonymous said...

Jika Faktor Skills seimbang, maka Faktor Non Teknis akan sangat menentukan hasil pertandingan (Mental,Pelatih,Mgr,Cutman).
Berdasarkan fakta selama ini, CJ lebih unggul pada sisi non teknis dibandingkan team DY.

-DD-

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.